
"kek tolong pertemukan saya dengan istri saya." Azka memohon kepada sang kakek,saat kakek baru saja keluar dari ruangan istrinya.
kakek menatap tajam Azka,
"urusi dulu mantan tunanganmu itu,jika masih belum selesai,maka jangan harap kamu bisa bertemu dengan Dita atau anakmu."
"hubungan kami sudah selesai kek,percaya sama saya." Azka meyakinkan kakek.
"kamu bilang belum selesai?apa ini,masih mau mengelak?" tanya sang kakek sambil menunjukkan foto Azka bersama Stella.
tadi pagi kakek Basir tidak sengaja melihat Azka yang sedang memeluk Stella,dan karena itulah kakek semakin menjadi marah. dan kakek mengambil ponselnya untuk memotretnya,agar bisa di jadikan bukti.
"kek,ini semua tak seperti yang kakek lihat,tadi pagi memang Stella menemui saya, tapi sudah saya usir karena dia tidak terima saya usir dan saya tidak mau kembali padanya dia memeluk saya kek,ini salah paham." Azka berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"baik,buktikan jika ini hanya salah paham." ucap kakek Basir lalu pergi meninggalkan Azka sendirian.
Azka menatap nanar pada kakek Basir,
"sepertinya aku harus menemui stella,agar dia mau meluruskan kesalah pahaman ini." gumamnya.
"ngapain kamu." ucap Abi tepat di telinga Azka.
"apa yang kamu lakukan?" ucap Azka kaget lalu menjauhi Abi,karena jarak Abi denganya begitu dekat,sehingga terlihat seperti ingin menciumnya dan sontak itu membuatnya merinding,
sementara Abi hanya melihat Azka dengan tersenyum jahil.
"tak bisakah kau bersikap normal?" ucap Azka kesal.
"aku sudah bersikap normal,kamu saja yang berbelihan." Abi berucap santai.
"lihatlah wajahmu itu,sangat menyebalkan." grutu Azka.
"sudahlah,katakan apa yang di ucapkan kakek kepadamu sampai kau tak menyadari aku di belakangmu?" tanya Abi sambil melipat kedua tanganya di depan dadanya
Azka mendengus sebal, " tadi kakek bilang aku harus bisa membuktikan kalau kejadian kemarin itu hanya salah paham."
"jadi...?" tanya Abi menggantung.
__ADS_1
"sepertinya aku harus menemui Stella untuk meluruskan masalah ini." ucap Azka yakin.
"apa kau yakin?" tanya Abi,
"ya,itulah cara satu-satunya."
"apa kau tahu Azka,Stella itu wanita yang licik,jadi sebelum kamu menemuinya akan lebih baik kamu harus merencanakan sesuatu,atau kau malah akan terjebak dengan mantanmu itu."
Azka terdiam,dirinya membenarkan ucapan Abi,dia harus mencari cara untuk membuat Stella mau menuruti keinginan jika tidak maka akan ada masalah yang akan lebih rumit lagi.
"apa kau mau membantu Abi?"
"aku mau membantumu,tapi harus ada imbalanya." Abi menyeringai sambil menatap Azka penuh arti.
Azka yang melihat hal itu sontak menutup tubuhnya,lalu mundur beberapa langkah.
"tidak aku masih menyukai adikmu,jadi jangan coba-coba."
"Haiz...apa kau pikir aku tidak normal,dengar jika aku perempuan maka aku tidak akan pernah menyukaimu yang sok ganteng itu." Abi mencomooh.
"hei...awas kamu,dasar adik ipar lucknat..." kesal Abi dan mengejar Azka.
Azka yang sudah masuk ke mobilnya dan di susul Abi,mereka akan pergi ke suatu tempat dan akan mencari kelemahan Stella agar bisa membuat wanita itu tak berkutik saat Azka nanti menemuinya.
malam hari di sebuah club' malam,banyak orang berbagai kalangan untuk mencari hiburan dan ingin melepas penat ketika saat bekerja.
dua orang pria tampan berbeda usia di kursi bar,sambil menatap tajam tajam ke arah wanita yang sedang asik meliak-liukan badanya bersama seorang pria yang lebih muda darinya,tanganya sambil memegang sebuah gelas berisi wine merah sesekali ia meminumnya,dan tak lupa tangan satunya mengaling di leher sang kekasih.
bahkan terkadang sang pemuda menyambar bibir wanitanya yang penuh dengan wine dan meminumnya dari mulut sang wanita.
"cih...menjijikkan." ucap Azka geram.
"itulah,wanita yang pernah kau cintai mati-matian apa kau baru tahu?" sahut Abi.
Azka menoleh ke arah Abi,lalu mendengus.
"jika aku tahu kalau dirinya seorang ja lang maka aku takkan pernah mau meninggalkan Dita demi wanita mu ra han itu." Azka berucap.
__ADS_1
"itu karena kau bodoh,makanya kau lebih memilih wanita ja lang itu dan menyakiti adikku."
"sudahlah aku tak mau mendebat,cepat ambil gambar mereka,dan cepat lakukan sesuai rencana kita."
"dasar tukang perintah." meski dengan menggrutu Abi melakukanya,Azka hanya diam mengamati tingkah polah Stella bahkan mereka sampai mengikuti Stella ke sebuah kamar yang sudah mereka pesan dan Abi dan Azka dengan cepat merekam kegiatan mereka.
Azka dan Abi bisa dengan mudah masuk karena kedua sejoli itu tak menutup rapat pintu kamar hotel yang mereka pesan,dan bisa memudahkan Azka serta Abi melancarkan aksinya.
"huh...sungguh panas,ternyata tubuh mantanmu itu sungguh indah apa kau pernah merasakannya." ucap Abi memancing.
"rekam saja,jangan banyak bicara." ucap Azka datar,ia tak ingin menjawab pertanyaan Abi bisa-bisa jadi runyam nanti.
Azka tak menampik ucapan Abi,kalau dia juga pernah melakukanya dengan Stella. tetapi itu hanyalah masa lalu,karena baginya Dita adalah wanita satu-satunya di dalam hatinya.
pyar...
suara vas bunga terjatuh karena Abi tak sengaja menyenggolnya,dan hal itu membuat kedua sejoli yang tengah berbagi peluh itu menghentikan aktifitas mereka.
"A-azka..." pangil Stella terkejut melihat Azka dan di sampingnya ada seorang laki-laki yang sedang asik merekam dirinya dan kekasihnya. dengan cepat Stella mendorong tubuh kekar kekasihnya dan segera menutupi tubuh polosnya.
"siapa kalian?beraninya kalian mengganggu kami." ucap pria muda tersebut.
"diamlah,dan pergilah atau kamu ingin kami menyebarkan video me seummu dan membuatmu di keluarkan dari tempatmu kuliah?" ancam Abi
seketika nyali pemuda itu menciut,dan dengan cepat ia memakai pakaiannya,beruntung tadi Stella sudah membayarnya dimuka full bahkan plus bonusnya. jadi dia tanpa berat hati meninggalkan Stella sendirian.
"cih,jadi ini alasanmu dulu kamu menolak menikah denganku dan bahkan kamu sering membayar para lelaki demi memuaskanmu,menjijikan." ucap Azka jijik,sungguh dia tak menyangka jika wanita yang dulu pernah ia cintai ternyata seorang wanita mu ra han,bahkan Stella rela membayar para pria itu untuk memuaskannya.
Stella memang memiliki kelainan,dirinya takkan pernah puas hanya sekali main atau lebih tepatnya hiper ***.
"tidak,Azka aku bisa menjelaskan semuanya." ucap Stella berusaha mendekati Azka namun Azka dengan tegas melarang.
"jangan mendekat,tak perlu ada yang di jelaskan karena bagiku sekarang itu tidak penting! cepat pakai pakaianmu dan kita perlu bicara." tegas Azka.
Abi dan Azka meninggalkan Stella sendirian dan menunggunya di luar. Azka dan Abi tersenyum penuh kemenangan,kini tinggal selangkah lagi Azka bisa bertemu dengan istri tercintanya dan anaknya yang tampan dan menggemaskan itu. sungguh rasanya Azka tidak sabar menanti momen itu.
"HAI....HAI...OTHOR BALIK LAGI,MAAF KARENA SANGAT-SANGAT TELAT UPDET,KARENA OTHOR HARUS MENAMATKAN KARYA OTHOR DI PF SEBELAH,SEKALI LAGI MINTA MAAF DAN TERIMA KASIH KARENA SUDAH SUDI MAMPIR." ππππ
__ADS_1