Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Munculnya kekasih alvin


__ADS_3

Mohon maaf bila masih banyak typo yang bertebaran πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.


Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


🌺🌺🌺🌺


Setelah kejadian beberapa bulan lalu, Alvin menjadi sangat perhatian dan posesif terhadap ku. Dia akan mengantarkan ku, bila aku akan keluar rumah. Dan seperti saat ini, hari ini adalah hari Minggu dimana Alvin libur. Aku hendak membuat kan Alvin jus, namun saat aku membuka kulkas tidak ada buah, aku lupa kalau stok buah sudah habis. Aku ke kamar mengambil handphone, dompet dan kunci mobil.


Ketika aku hendak membuka pintu, sebuah tangan memegang tangan ku yang berada di gagang pintu. Aku menoleh.


"Mas !."


"Biar saya yang antar." Sembari melepaskan tangannya dari gagang pintu.


Ku turunkan tangan ku dari gagang pintu. "Tidak usah, mas. Tidak jauh, hanya ke supermarket dekat sini." Lalu bergegas pergi.


Setelah mengendarai mobil selama 30 menit, akhirnya aku sampai di supermarket. Sesampainya di supermarket, terkejut ya aku melihat Alvin ada dibelakang ku.


"Mas ! Kenapa kamu disini ?."


"Kamu tak ingin mengajakku, ya sudah aku ikutin dari belakang saja."


Ya ampun apa benar ini Alvin yang 1 tahun lalu ? Kenapa dia sekarang seperti ini. Tapi aku suka dengan sikapnya yang seperti ini, aku bersyukur Alvin masih khawatir padaku, itu artinya ia peduli pada ku. Pada akhirnya kami berbelanja bersama. Aku memilih beberapa buah seperti apel, jeruk, melon, semangka, pir, dan alpukat. Alvin hanya terdiam.


"Mas, tidak mau buah yang lain ?." Tanya ku.


"Tidak."


Setelah membeli buah, kami segera menuju kasir. Alvin membayar semua belanjaan yang kami beli, ohh maaf selain buah aku membeli beberapa kebutuhan bulanan. Saat hendak ke parkiran, Alvin menerima telepon dan dia langsung berpamitan padaku untuk pergi. Setelah Alvin pergi, aku bergegas pulang. Namun saat di perjalanan, aku menerima telepon dari nomor yang tidak aku kenal.


*Handphone baru yang dibeli mas Alvin* Author.


"Hallo, ini siapa."


"Kamu ingin tau siapa aku ? temui aku di kafe Swift. Ada kejutan untuk mu, dari suamimu."


Saat hendak menjawab, panggilan telah berakhir. Siapa dia ? Kejutan dari mas Alvin ?. Aku pun bergegas ke tempat yang dibicarakan penelpon misterius itu. Sesampainya disana ada seorang pelayan yang menghampiri ku.


"Selamat siang, Nyoya Alvira ?."


"Iya, itu saya."


"Mari ikut saya."


Aku pun mengikuti pelayan itu kemeja yang sudah dipesan atas Namaku. Sesampainya disana aku terkejut melihat Alvin dengan seorang perempuan. Siapa perempuan itu ? Aku mendengar percakapan antara mas Alvin dan perempuan itu.


"Kapan kau kembali ?." Ucap alvin

__ADS_1


"Baru, mungkin sejam yang lalu. Apa kamu tidak merindukan ku, sayang ?."


Sayang ? Apa perempuan itu kekasih mas Alvin ?. Dia sudah kembali, apakah semua ini akan berakhir ?.


"Aku juga merindukan mu, tapi ini belum waktunya kamu pulang."


"Aku tau. Tapi aku takut, kamu akan jatuh cinta pada istri mu itu dalam balas dendam mu."


"Aku ....."


"Aku tau kamu tidak akan mengkhianati aku, apa dia sudah jatuh cinta padamu ?."


"Mungkin."


"Bukankah kau terlalu kejam, sayang ? membuatnya jatuh cinta pada mu lalu kamu mencampakkan nya."


Jderrrr.....


Bagai petir disiang bolong perkataan perempuan itu sungguh membuatku terluka. Tidak perlakuan Alvin lah yang membuat ku terluka. Karena terlalu terburu buru keluar aku tanpa sengaja menabrak salah seorang pengunjung.


"Hay, mba ! Punya mata ngak sih."


"Maaf."


Setelah mengucapkan maaf aku pun segera pergi. aku langsung memacu mobil ku dengan kecepatan tinggi, aku tak punya tujuan.


Saat sendang duduk diruang keluarga, aku melihat Vira hendak keluar rumah dengan dompet dan kunci mobil. Lalu ku datangi Vira, ku menggenggam tangannya. Ku lihat dia terkejut.


"Mas !."


"Biar saya yang antar." Sembari melepaskan tanganku dari gagang pintu.


"Tidak usah, mas. Tidak jauh, hanya ke supermarket dekat sini." Lalu ia bergegas pergi.


Baiklah, Vira tak ingin mengajakku. Jadi aku bisa menyusul nya. Aku pun bergegas menuju kamar untuk mengambil kunci mobil ku. Lalu bergegas menyusul Vira.


Setelah mengendarai mobil selama 30 menit, akhirnya aku sampai di supermarket. Sesampainya di supermarket, aku melihat Vira didepan ku. Aku langsung menghampiri nya, ku lihat dia sedikit terkejut.


"Mas ! Kenapa kamu disini ?."


"Kamu tak ingin mengajakku, ya sudah aku ikutin dari belakang saja." Lalu menariknya kedalam untuk berbelanja.


Saat Vira sedang asyik memilih buah, aku mendapat pesan bahwa Lutfia telah kembali. Saat dia menanyai ku ingin buah lain aku langsung menjawab tidak. Aku langsung bergegas ke kasir untuk membayar semua belanjaan. Dan saat diparkiran aku berpamitan ada urusan dengan Vira.


Aku langsung menemui Lutfia di cafe, tempat kami biasa bertemu. Aku ingin mengakhiri hubungan ku dengannya, karena aku telah benar benar jatuh cinta dengan Vira.


"Fia, kenapa kamu menghubungi ku ?."

__ADS_1


"Ohhh, sayang kau kembali dingin padaku ?."


Aku sangat mengenal fia, dia tidak mungkin pulang kemari tanpa sebab. Apa dia sudah mengetahui bahwa aku mulai mencintai Vira. Aku langsung memutar pembicaraan.


Kapan kau kembali ?." Ucap alvin


"Baru, mungkin sejam yang lalu. Apa kamu tidak merindukan ku, sayang ?."


Sayang ? Apa perempuan itu kekasih mas Alvin ?. Dia sudah kembali, apakah semua ini akan berakhir ?.


"Aku juga merindukan mu, tapi ini belum waktunya kamu pulang."


"Aku tau. Tapi aku takut, kamu akan jatuh cinta pada istri mu itu dalam balas dendam mu."


"Aku ....." Sangat sulit untuk memberi tau fia, kalau aku mulai mencintai Vira.


"Aku tau kamu tidak akan mengkhianati aku, apa dia sudah jatuh cinta padamu ?."


"Mungkin." Ya aku tidak tau apa Vira telah mencintai ku atau belum.


"Bukankah kau terlalu kejam, sayang ? membuatnya jatuh cinta pada mu lalu kamu mencampakkan nya."


Benar kata fia, niat ku dulu sangat kejam. Tapi niat itu malah menyerang ku balik, malah aku yang jatuh cinta pada Vira. Saat aku sedang bergulat dengan pemikiran ku, ku lihat ada kegaduhan di meja depan.


Jderrrr.....


Vira.... Dia disini ? Sejak kapan apa dia menderita semuanya ? Apa ini rencana Fia ? Dia menangis, itu berarti dia mendengar semuanya. Saat aku hendak mengejar Vira, Fia menggapai tanganku.


"Lepaskan aku, Fia !."


Fia langsung melepaskan tangan ku, baru beberapa langkah aku berjalan aku mendengar suara fia, yang berteriak padaku.


"Sayang. Aku telah memberikan istrimu hadiah yang bagus, bukan ?."


Deg..Jadi ini jebakan Fia ?.


"Sayang, kau hanya milikku. Tak akan kubiarkan kau bahagia dengan yang lain."


Aku meruntuki kebodohan ku, yang pernah mencintai seorang Lutfia. Gadis yang sangat posesif, dan tidak perduli dengan cara apapun dia akan menyingkirkan musuh dan juga orang yang mengambil miliknya.


Maaf Vi... maaf akan aku....


🌺🌺🌺🌺


Maaf ya para readers ku tersayang 😘😘


Author mendadak pengen cepetin alur nya, karena banyak yang bilang cerita nya jangan bertele-tele. Kemungkinan besar akan ada perubahan alur atau meleset dari cerita yang pertama.

__ADS_1


Sekali lagi maaf πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2