Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
EXTRA PART 13


__ADS_3

"Anak anak sudah tidur?" Kennan bertanya lirih saat mendapati sang istri berdiri di tepi ranjang seraya menyelimuti tubuh kedua anak kembarnya.


Beberapa saat lalu sebelum Kennan benar benar keluar kamar dengan kedua orang tuanya, Kenina datang dengan membawa boneka pemberian sang ayah dan meminta untuk tidur bersama.


Meski awalnya terjadi perdebatan kecil antara Kenina dan Kean namun akhirnya mereka berdua tidur bersama dalam satu ranjang milik Kennan dahulu. Ranjang yang dulu digunakan Kennan dan Tita saat berafa du rumah keluarga Atmadja. Meski memiliki ukuran yang cukup besar namun tetap saja terasa sempit jika ditempat oleh Tita dan kedua anak kembarnya.


"Sudah mas." sahut Tita tak kalah lirih dengan memberikan guling di tengah kedua anak kembarnya agar tidak saling menindih satu sama lain saat terlelap tidur nanti.


"Kamu mau tidur di sana juga?" Kennan mengarahkan pandangan pada ranjang yang terlihat penuh meski hanya ada Kenina dan Keanu di sana. Boneka Kenina yang cukup besar sepertinya membuat ranjang kingsize milik Kennan terlihat penuh.


"Mau gimana lagi." Tita masih sibuk dengan kegiatan merapikan ranjang tanpa menoleh ke arah sang suami.


"Tidur di ruang tamu aja, nemenin aku dek."


Tita menghentikan kegiatannya, menoleh ke arah sang suami yang berdiri tak jauh di belakang tubuhnya.


"Kamar tamu bawah?"


"Iya." sahut Kennan disertai dengan anggukan.


"Mas, anak anak kalau bangun tengah malem gimana?"


"Mereka suka bangun tengah malem gitu?" tanya Kennan mengernyit.


"Iyalah. Anak anak emang kek gitu."


"Kalau mereka bangun kamu nggak ada, apa yang bakal terjadi dek?"


"Nangislah mas. Kenina sih agak mudah, tapi kalau Keanu ampun deh mas." Tita dengan menunjukan wajah seolah menyerah.


Kennan menganggukkan kepala berulang, tanda mengerti akan ucapan sang istri. Kemudian mengayunkan langkah kakinya guna mengikis jarak dengan snah isteri.


"Tapi, aku kangen sama kamu dek." Kennan dengan melingkarkan tangan pada pinggang ramping sang isteri dari belakang. Lalu menyusupkan wajah pada ceruk leher Tita, mengendus aroma wangi pada tubuh sang isteri dengan dalam. Menyalurkan kerinduan yang menyeruak dari dalam dirinya.


"Aku juga kangen mas." Tita berucap lirih dan terdengar sangat lembut.


"Makanya tidur di kamar tamu ya sama aku." bujuk Kennan tanpa menghentikan aktivitasnya dari mengendus ceruk bahu Tita.


Tita mengusap tangan Kennan di atas perut ratanya dengan membingkai senyum tipis pada wajah cantiknya.


"Tapi aku lelah hari ini, lagian bisa saja anak anak bangun pas kita tinggal nanti." Tita sangat tahu maksud dan tujuan Kennan memintanya tidur di kamar tamu bersamanya. Tita bukan lagi gadis polos seperti dulu.


"Terus kita tidur di sini?" Kennan dengan mengankat kepala dari bahu Tita.


Masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Tita membalik tubuh menghadap sang suami.

__ADS_1


"Iya aku tidur di sini sama anak anak. Mad yang tidur di kamar tamu."


Kennan melebarkan kedua matanya saat mendengar ucapan Tita.


"Bagaimana bisa gitu dek. Mosok aku tidur sendirian?" Kennan dengan memperlihatkan wajah seolah tidak terima dengan keputusan Tita.


"Kenapa? Mas takut? Enggak kan?! Lagian mas tidak sendirian ada bantal sama guling yang nemenin." seloroh Tita saat mendapati raut wajah kesal dang suami.


"Kamu pintar godain alu ya sekarang..." Kennantepat di depan wajah sang isteri.


"Enggak gitu mas, yang aku bilang bener kan... Lagian badan segede ini mosok tidur minta ditemenin sih."


"Memang butuh ditemenin dek, apalagi temen tidurnya isteri yang cantik seperti kamu. Kamu tau nggak dia udah rindu banget sama sentuhan lembutmu." Arah pandangan mata Kennan beralih ke bawah, membuat Tita tersipu saat menyadari arah pandang sang suami.


"Mas apaan sih." Tita memalingkan wajah ke samping guna menutupi semburat merah yang telah menghangat pada seluruh wajahnya.


"Kamu juga rindu dia kan sayang?" Kennan meraih salah satu tangan Tita dan membawanya ke inti tubuhnya.


"Mas." Tita mencengkeram telapak tangannya. Bukannya tidak ingin namun karena lama keduanya telah berpisah membuat Tita canggung akan momen akward ini.


"Nggak papa. Sapalah sebentar sayang. Dia sangat rindu." Kennan memaksa telapak tangan Tita untuk menyentuh tuas pabrik kecebong Kennan yang telah mengeras di balik celana bahan yang dikenakannya.


"Mas... jangan sekarang. Aku takut anak anak bangun." Tita dengan menahan tangannya.


Tita menghela nafas pendek. Sungguh dirinya sangat paham akan arti tatapan itu.


Cup


Tita memberikan kecupan singkat pada salah satu sudut bibir Kennan dengan kaki berjinjit.


"Cukup kan?"


"Enggak. Aku maunya lebih." Kennan mengikis jarak, ganti mendaratkan bibir tebalnya pada bibir Tita.


tanpa sedikitpun memberikan kesempatan bagi Tita untuk menolaknya.


Huaa...


"Unda..."


Baru saja hendak memulai, lengking tangis Keanu mengusik ciuman pasangan suami isteri yang hendak memadu kasih tersebut.


Sontak Tita mendorong dada bidang sang suami seraya melepaskan tautan bibirnya. Menoleh ke belakang, mendapati Keanu telah terduduk dengan mengucek mata seraya menangis.


"Cup... cup... sayang..." Tita dengan menghampiri anak lelakinya seraya meraih tubuh mungil tersebut dan memangkunya.

__ADS_1


Kennan hanya bisa menghela nafas pelan. Lagi lagi Keanu membuatnya harus menahan gejolak hasrat yang menggebu dari dalam tubuhnya.


"Anu atut." Keanu menyusupkkan wajah pada dada sang bunda.


"Kenapa takut?" Tita mengusap punggung dan surai hitam Keanu.


"Unda gak tidul sama Anu, Anu atut Unda ilang. Hiks."


"Nggak usah takut, bunda di sini sayang. Bunda nggak kemana mana."


"Dia sering kebangun kek gitu Dek?" tanya Kennan mendapati anggukan kepala dari Tita seraya menenangkan Keanu yang masih sedikit terisak.


"Siapa yang nemenin kamu, kalau mereka bangun tengah malam kek gini Dek?" Kennan mendudukkan tubuhnya di samping Tita.


"Aku sendiri."


"Alex?"


"Alex jarang di rumah, kalaupun ada dia kan tidur di kamarnya sendiri mas."


Tita memang sudah menjelaskan secara rinci pada Kennan bagaimana hubungannya dengan Alex, sepupunya.


"Nggak ada nanny?"


"Ada. Tapi kalau malem aku nggak mau mengganggunya, nanny juga butuh istirahat."


"Maaf karena aku nggak menemani kamu selama ini." Kennan mengusap lembut punggung Tita. Sungguh dirinya sangat menyesal.


"Sudahlah, semua sudah berlalu mas." Tita tersenyum lembut.


"Tetap saja, aku bersalah." Kennan menyesak.


"Mas, kita masih muda saat itu. Yang terpenting mulai sekarang kita harus terbuka. Agar tidak ada kesalahpahaman lagi." Tita tetap saja memberikan senyuman, memandang Kennan dengan wajah teduh.


Membuat Kennan sungguh terharu akan kelembutan hati dan tutur sang isteri. Sungguh Kennan harus berterima kasih pada sang bunda karena telah menikahkan dirinya dengan gadis kecil impiannya.


"Aku janji mulai sekarang akan jujur sama kamu. Aku akan menjaga kalian sepenuh jiwa ragaku." Ucap Kennan sepenuh hati.


"Mas."


Hmn...


"Mas tidak ingin menjenguk Yuna?"


🍨🍨🍨🍨

__ADS_1


__ADS_2