
Selamat membaca π€π€π€
Sebelum itu jangan lupa like and comen nya ya. π€π€π€π€
Mohon maaf bila masih banyak typo ππ.
πΊπΊπΊπΊ
Sudah mandi, aku segera turun kebawah untuk sarapan. Ketika hendak menuruni tangga, aku menoleh kearah samping karena tiba-tiba Alvin berada di sampingku sudah dengan pakaian kerjanya. Tak ada percakapan antara kami sampai meja makan yang sudah terdapat masakan yang bibi buat. Melihat Alvin aku jadi mengingat kemarin, perlakuan nya yang terasa lembut.
"Nanti siang kamu ada acara ?." Tanya Alvin, yang mulai makan.
Selesai berdoa sebelum makan, aku menjawab nya. "Tidak. Memangnya kenapa ?."
"Aku mau mengajak kamu makan siang bersama, kamu bisa kan ?."
"Hmmm.." Sembari berpikir.
"Maaf, Vin. Aku rasa, aku tidak bisa."
"Kenapa ?."
"Hanya saja aku lagi malas keluar."
Aku juga bingung dengan diriku sendiri, kenapa aku menolak ajakannya. Hanya saja aku sedang tidak ingin berdua dengannya. Terkadang hati itu bisa tidak jelas. Jika banyak perempuan memimpikan makan berdua dengan Alvin, aku malah menolaknya. Pasti aku seperti perempuan bodoh yang menolak sang pangeran.
Kami pun melanjutkan makan tanpa pembicaraan lagi. Setelah selesai makan Alvin, menuju ruang keluarga untuk menikmati kopi pagi sebelum berangkat kerja. Aku pun segera naik ke atas, untuk mengambil tas kerja Alvin. Setelah selesai menikmati kopinya Alvin segera bergegas berangkat kerja, dan aku pun memberikan tas kerjanya pada Alvin.
__ADS_1
Alvin POV.
Aku merasa tidak enak hati, setelah mengatakan hal yang tidak tidak kemarin malam. Aku takut kehilanganmu, aku takut kau pergi dari ku. Aku sudah terbiasa akan dirimu. Ya dia benar aku belum mencintainya, tapi aku sudah bilang akan belajar mencintainya.
Kemarin malam saat selesai makan malam aku melihatnya terluka, sangat menyakitkan hatiku. Aku akan sering membuat mu, ada di samping ku. Agar aku bisa meluluhkan hatimu, untuk ku. Sudah ku putuskan, aku akan berbicara padanya saat sarapan nanti. Aku akan mengajak nya makan siang bersama.
Kulihat Vira hendak menuruni tangga, aku bergegas berdiri disampingnya. Awalnya aku ingin berbincang-bincang, sambil berjalan ke meja makan. Tapi kenyataannya, malah hanya ada keheningan sampai meja makan. Aku pun memberanikan diriku berbicara saat hendak makan.
"Nanti siang kamu ada acara ?." Tanya ku, yang mulai makan.
Kulihat dia baru selesai berdoa, lalu menjawab pertanyaan ku. "Tidak. Memangnya kenapa ?."
"Aku mau mengajak kamu makan siang bersama, kamu bisa kan ?." Kulihat dia sedang berpikir.
"Hmmm.."
Aku terkejut dengan penolakan nya. "Kenapa ?."
"Hanya saja aku lagi malas keluar."
Jadi, dia menolak ku hanya karena dia sedang tidak ingin keluar ? Padahal diluar sana banyak perempuan yang ingin makan berdua dengan ku π. Tapi istri ku sendiri malah menolaknya.
Normal POV.
Siang ini yang ku lakukan terduduk di sofa ruang keluarga sembari mengetik cerita yang belum selesai, dengan ditemani es teh manis buatan bibi yang beberapa saat lalu dibuat. Bibi datang dan bertanya apa dia boleh menemani ku, aku pun mengiyakan. Aku bukan tipe orang yang menjaga jarak dengan asisten rumah tangga. Bagaimana pun juga mereka itu berjasa, tanpa mereka urusan kita berantakan.
"Non !." Panggil bibi yang duduk di sofa sebelahku.
__ADS_1
"Eoh." Sembari mengetik.
"Tadi bibi dengar non di ajak makan siang dengan tuan Alvin, kenapa non menolak ?."
Aku menoleh ke arah bibi. "Hanya lagi tidak ingin keluar saja."
"Non, yakin ?."
"Iya." Lalu melanjutkan mengetik.
"Lakukanlah apa yang ingin non lakukan, jangan terlalu takut non. Bibi tidak ingin non akhirnya menyesal."
Aku menoleh, lalu tersenyum. "Terimakasih atas nasehatnya bi."
"Iya." Seraya tersenyum.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Aku sedang berdiri di atas balkon, melihat langit malam yang teduh seperti akan turun hujan. Tiba-tiba kilat, aku langsung menutup mata. Aku mulai takut, sebelum kilat selanjutnya aku langsung masuk. Menutup pintu, bahkan menutup rapat gorden. Aku berjalan ke arah ranjang, lalu duduk sembari menyelimuti tubuh bagian bawah. Sedetik kemudian guruh mulai terdengar pelan. Aku masih tenang, tapi selanjutnya guruh terdengar nyaring sampai selimut yang ku pegang menutupi seluruh tubuh. Aku takut. Tubuhku bergetar.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Jangan lupa untuk like dan comennya ya π€π€π€.
Maaf kalau update nya sedikit" author harus istirahat kan tangan author buat nulis episode yang author janjikan bila sudah 200 like.πππ
Kenapa ? Ya karena author bukan tipe orang yang suka nulis, jadi kalau nulis kebanyakan rasanya kaya kerja rodi π€£π€£.
__ADS_1
Mangkanya pada heran temen" author, liat author mau nulis apalagi buat novel kaya gini π€£π€£π€£. Mangkanya kalau masih banyak typo ππ, maaf banget ya.