
Dita membuka matanya saat mendengar Rafa menangis,dengan sigap ia mengambil Rafa dan menggendongnya,
"anak mama,kenapa nangis?" Dita menenangkan Rafa,dan segera menyusuinya.
setelah Rafa tenang,Dita kembali menidurkan Rafa,ia mencari sosok suaminya tetapi tak menemukanya,dilihatnya jam yang menempel di dinding,
"ternyata sudah subuh,mungkin mas Azka pergi ke masjid." gumamnya.
Dita berjalan untuk membersihkan dirinya,dan segera memulai aktifitasnya. tak butuh waktu lama Dita membersihkan dirinya,saat keluar dia sudah mendapati Azka yang baru saja masuk ke dalam kamarnya yang masih mengenakan baju Koko dan sarung.
"baru pulang mas?" tanya Dita.
"iya nih,kok kamu udah bangun dek?" tanya Azka mendekati sang istri,lalu mengecup keningnya lembut.
"Rafa tadi bangun mas,jadi Dita sekalian bersih-bersih."
"mas masih kangen dek,kapan selesainya?" tanya Azka menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri.
"sabar mas,sebentar lagi." ucap Dita ia meringingis kala Azka kembali menghisap lehernya dengan kuat.
"mas udah gak tahan dek." Azka masih saja merayu Dita.
"mas ih,jangan gini makanya. ingat aku masih masa nifas loh." Dita mendorong Azka agar menjauh,tetapi Azka tak bergerak sedikitpun.
Azka menggendong Dita dan merebahkan tubuh semok Dita,lalu menindihnya.
"biarin gini aja dek,mas cuman ingin manja-manjaan sama kamu." ucapnya membenamkan wajahnya di da da milik Dita.
sementara Dita hanya diam dan menikmati apa yang di lakukan oleh Azka,Dita mengelus rambut Azka yang masih setia menenggelamkan wajahnya di da Danya.
tak lama setelah itu Dita mendengar dengkuran halus dari mulut sang suami,Dita tersenyum saat menyadari kalau Azka tertidur setelah puas menggerayanginya.
perlahan Dita melepaskan dirinya dari pelukan sang suami,dan menuju ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya. memang disini ada ART,tetapi Dita lebih suka menyiapkan makanan untuk keluarganya.
selama hampir satu jam berkutat di dapur kini masakanya sudah siap untuk di hidangkan,setelah selesai Dita menuju kamarnya untuk memanggil sang suami agar turun dan segera turun.
"loh,Rafa bangun mas?kenapa gak panggil Dita?" tanya Dita saat masuk ke kamarnya dan mendapati Azka sedang menggendong Rafa.
"gak apa-apa dek,lagian kamu juga masih sibuk." ucap Azka.
"ya sudah sini,mas siap-siap aja,mas kan harus kerja." ucap Dita mengambil alih Rafa,Azka memberikanya lalu mengecup sebentar pipi Rafa dan bergantian dengan Dita dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap-siap ke kantor.
__ADS_1
berhubung kamar mandi sedang di pakai Azka,Dita lebih memilih membawa Rafa ke kamar mandi luar untuk memandikan Rafa,
"uh...keponakan om,udah bangun." ucap Abi saat berpapasan dengan Dita,dia menciumi wajah Rafa hingga bayi itu merasa terganggu.
"kakak ih,udah sana,Rafa mau aku mandiin." ucap Dita kesal karena Abi hampir membuat Rafa menangis.
"habisnya kakak gemes dek,mana imut banget ini bayi." ucap Abi masih saja menciumi Rafa gemas.
"kalau gemas,sana cepat cari istri terus bikin sendiri." ketus Dita.
"kalau itu sih jelas...bentar lagi kamu bakal punya kakak ipar." celetuk Abi santai.
"hah...maksud kakak?" tanya Dita yang masih tak mengerti dengan ucapan Abi.
"dah,jangan dipikirin cepat mandiin." ucap Abi berlalu meninggalkan Dita yang masih terbengong dengan ucapan Abi.
"kakak,tunggu jelasin dulu." teriak Dita,
sementara Abi hanya acuh,sambil terus berjalan menuruni tangga,membiarkan adiknya penasaran dengan kalimat yang ia ucapkan.
dengan hati yang kesal Dita,melanjutkan keinginanya untuk memandikan anaknya. ia ingin segera menyelesaikannya dan bertanya secara detail dengan apa yang di maksud oleh kakaknya.
"loh,kak Abi mana kek?" tanya Dita saat sudah selesai memandikan Rafa,ia langsung menuju kebawah karena penasaran dengan ucapan kakaknya itu.
"udah sih dek,ayo sarapan kamunpasti sudah laparkan karena harus menyusui Rafa." ucap Azka menyuruh Dita untuk segera duduk dan segera memakan sarapanya.
"loh,mas kok belum berangkat?"tanya Dita heran karena Azka belum berangkat ke kantor.
"mas hari ini ngambil libur dek,pengen ngajakin kamu sama Rafa jalan-jalan." ucap Azka.
Dita hanya mengangguk dan menyantap sarapanya.
"kek,kakek tahu kalau kak Abi punya pacar?" tanya Dita setelah menelan makananya,sungguh ia sangat penasaran dengan ucapan Abi tadi.
"pacar?setau kakek Abi tidak sedang dekat dengan seseorang." ucap kakek jujur,karena memang kakek tak pernah melihat Abi dekat dengan seseorang.
"kenapa kamu nanya gitu dek?" Azka bertanya
"tadi kak Abi bilang kalau sebentar lagi Dita punya kakak ipar,itu berarti kan kak Abi mau menikah,tapi dengan siapa?" ucap Dita.
sungguh ia sangat penasaran siapa wanita yang sudah berhasil mencuri hati kakaknya itu,pasalnya kakaknya itu sangat sulit dekat dengan wanita,bahkan sikapnya terkesan dingin dengan wanita. bahkan Dulu ada beberapa gadis yang mencoba mendekati Abi,tetapi Abi hanya bersikap datar dan dingin . bahkan tak jarang Abi berucap dengan nada ketus dan memilih mengabaikan para gadis itu.
__ADS_1
"apa kau sudah siap sayang?" tanya Azka kepada Dita yang sudah selesai merias wajahnya.
"ya mas,udah kok.emang kita mau kemana?" tanya Dita yang mulai penasaran pasalnya Azka tak memberitahunya kemana Azka akan membawanya pergi. bahkan Azka tak membawa Rafa,katanya dia ingin berdua dengan Dita. bahkan Azka meminta tolong kepada kakek untuk menjaga Rafa,dan meminta mamanya untuk datang membantu kakeknya untuk menjaga Rafa. Azka sudah memberitahukan rencana kepada kakek dan mamanya tentu saja mereka dengan senang hati membantu menjaga Rafa,dan mempersilahkan Azka dan Dita untuk menghabiskan waktu berdua.
"kalau mas beritahukan,nanti namanya bukan kejutan lagi sayang." ucap Azka memeluk Dita dengan erat.
"ya udah deh,aku ikut aja deh.yang penting mas gak bawa aku kejurang,Dita gak mau karena masih pengen sama Rafa." celetuk Dita yang di sambut dengan tawa oleh Azka.
"kamu ini dek ada-ada aja,ya sudah ayo kota berangkat sekarang keburu siang nanti." ucap Azka menggandeng tangan Dita dan segera menuju tempat dimana Azka akan memberikan kejutan.
sementara itu Abi duduk di dalam mobilnya ia menatap di sebuah rumah sederhana,tampak seorang gadis yang sedang sibuk memeriksa tasnya takut ada yang ketinggalan.
setelah selesai gadis itu berjalan keluar rumah,dan Abi langsung keluar menghadang gadis yang tengah menunduk memainkan ponselnya,
dugh...
gadis itu menabrak dada bidang abi tengah berdiri di depanya,
"awh..." gadis itu meringis sambil memegangi keningnya.
"apa kau tak bisa melihat ada orang di depanmu." ucap Abi datar.
"kak Abi..." ucap Rani terkejut melihat Abi yang sudah ada di depanya.
"ayo masuklah..." ucap Abi membuka pintu mobilnya.
"tapi aku mau naik motor kak." ucap Rani menolak
"saya bilang masuk,karena saya ingin mengajakmu ke suatu tempat." ucap Abi tak ingin di bantah.
"tapi hari ini aku ada kuis kak,kan Rani semalam udah bilang."
"iya memang,tapi cuman satu jam kan?" tanya Abi
Rani menggangguk,sambil menatap Abi lekat.
"kalau begitu aku akan menunggu sampai kamu selesai baru kita akan pergi."
"kemana?"
"nanti kamu akan tahu,cepatlah masuk apa kamu ingin terlambat?"
__ADS_1
Rani menggeleng dan segera masuk ke dalam mobil Abi, sementara yang punya mobil tersenyum penuh kemenangan,dan segera memasuki mobilnya dan segera melajukan mobilnya.