Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
ending


__ADS_3

satu bulan kemudian,Abi dan Rani menyelenggarakan pesta pernikahan yang sangat mewah tak kalah mewahnya dengan pernikahan Azka dan Dita.


sebenarnya Rani menginginkan pernikahan yang sederhana saja,karena baginya ini terlalu membuang-buang uang,tetapi Abi ingin yang terbaik untuk Rani. dan Rani hanya bisa pasrah saat Abi sudah memutuskan sesuatu.


"kak,sudah siap?" tanya Dita menghampiri Rani yang sedang di rias si kamarnya.


"gak usah formal gitu Dita,panggil nama aja kayak biasanya."


"biasanya kan kita sahabat,sekarang kamu itu calon kakak ipar aku jadi aku harus panggil kamu kakak." ucap Dita mencolek hidung Rani yang mancung.


"sudahlah terserah kamu saja." ucap Rani akhirnya,ia tak ingin mempermasalahkan tentang Dita akan memanggilnya apa?


"nah gitu dong,kamu cantik sekali kak pantas kak Abi kepincut sama kamu,hi...hi...hi..." ucap Dita sambil cekikikan.


"kamu bisa saja."


"sudah siap sayang?" tanya mama Rani,


kedua sahabat itu menoleh ke asal suara dan tersenyum,


"sudah ma..." jawab Rani tersenyum penuh semangat.


"cie...cie...yang udah gak sabar." goda Dita.


"apaan sih..."


"anak mama cantik sekali,ayo nak kita turun semuanya sudah menunggu." ajak mama,ia menggandeng tangan putri satu-satunya itu,sungguh ia tak menyangka jika putrinya akan segera menikah dan menjadi milik seorang pria yang selama ini ia kenal. mama sangat bersyukur Rani akan memiliki suami seperti Abi,karena dimatanya Abi itu adalah anak yang baik,sopan dan gak suka neko-neko,dan yang paling penting adalah Abi itu pria yang memiliki sifat tanggung jawab.


Abi menatap Rani tanpa berkedip,bahkan mulutnya menganga saat Rani berjalan mendekatinya. sungguh pesona Rani membuatnya jatuh cinta.


"tutup mulutmu,ada lalat masuk baru tahu rasa." Azka menutup mulut Abi yang sedari tadi menganga lebar,karena melihat Rani yang begitu sangat cantik di matanya.


"his..." Abi melotot ke arah Azka.


sementara Azka hanya cengengesan melihat tingkah Abi yang konyol menurutnya, dia tidak mengingat saat dirinya menikah dengan Dita ekspresi mereka sangat mirip. tapi kini dia malah mengejek Abi.


Rani dengan malu-malu duduk di samping Abi,bahkan ia menjadi salah tingkah saat Abi terus memandangnya tak berkedip.


"kak,ada yang salah sama aku ya?" bisik Rani


Abi tersenyum dan menggeleng,ia mendekatkan wajahnya dan berbisik.


"kamu cantik dek hari ini."


blush...


wajah Rani seketika menjadi merah kala mendengar pujian dari Abi,dan itu membuat Abi semakin gemas melihat tingkah Rani yang malu-malu meong.


"ekhem...bisakah kita mulai sekarang?" tanya pak penghulu kepada Abi dan Rani.

__ADS_1


Abi mengangguk mantap,setelah mendapat anggukan dari Abi akad pun dimulai.


Abi mengucapkan ijab dengan lantang dan tegas,


"sah?"


"sah...." jawab serempak orang-orang yang menjadi saksi pernikahan mereka berdua.


Abi memberikan tanganya kepada Rani yang langsung di terima oleh Rani dengan senang hati,ia lalu menciumnya dengan takzim dan Abi langsung membalas dengan mencium keningnya dengan mesra dan lembut.


mereka menyalami tamu-tamu yang begitu banyak,


"kak Rani capek..." keluh Rani.


"baiklah lebih baik kita ke kamar saja jika kamu sudah lelah." ajak Abi.


"eh...pengantin mau kemana?" tanya Dita yang melihat kedua pengantin ingin meninggalkan Panggung.


"mau istirahat dek,Rani capek katanya. lagi pula tamu juga sudah berkurang dan lagi kamu gak lihat sudah jam berapa ini?"


tunjuk Abi melihat jam yang sudah menunjukkan angka sebelas malam.


"alah...bilang aja kalian mau langsung tancap gas."


tuk...


Abi menjitak kepala Dita,


"habisnya kamu mikirnya ngeres terus,di sapu tu otak. atau memang kamu ketularan si Azka makanya mikirnya ngeres mulu."


"apa,kenapa saya di bawa-bawa?" tanya Azka yang sudah berdiri di belakang Dita.


"nah si mbahnya mesum Dateng."


Azka melotot kal abi memanggilnya sepeti itu,


"his...kamu belum merasakanya,nanti kalau sudah pasti kamu bakal lebih mesum dariku." Azka berucap sambil menaik turunkan alisnya


"kak...udah ih,kapan istirahatnya cepek nih..." Rani melerai,jika tidak di lerai maka perdebatan mereka takkan ada habisnya.


"ya sudah ayo..." ajak Abi akhirnya.


"Bi,jangan lupa minum jamu kuat nya..." ucap Azka berbisik,


Abi melotot kala mendengar ucapan Azka,Azka malah tertawa lepas ia sangat puas jika sudah membuat Abi jengkel setengah mati.


"mas...akhirnya kak Abi menikah juga,aku gak nyangka kalau kak Abi akan menikah dengan Rani. mereka begitu apik menutupi perasaan mereka dan bahkan sempat terpisah. aku senang akhirnya mereka bersatu mas, mudah-mudahan mereka selalu bahagia dan cepat di beri momongan." ucap Dita tulus.


sungguh ia benar-benar tak menyangka jika Rani akan menjadi kakak iparnya.

__ADS_1


"ya aku juga tak menyangka jika Abi yang terlihat cuek dengan wanita ternyata sudah melabuhkan hatinya ke Rani,dan aku rasa mereka sangat cocok." Azka menarik pinggang Dita agar bisa lebih rapat kepadanya.


"mas,ih banyak orang malu tauk" ucap Dita manja.


"aku tak peduli." Azka langsung membawa Dita dalam gendongannya dan membawanya ke kamar mereka untuk membuat adik untuk Rafa. karena mereka memiliki misi untuk memberikan banyak cucu kepada orang tua Azka dan kakeknya.


"ayo sayang,kita ke kamar mama ya dan kamu akan segera mendapatkan makananmu." gumam Irina sambil menggendongnya cucunya yang mulai rewel mencari makananya.


"ah...mas...lebih dalam lagi...engggg...." Irina menghentikan tanganya saat ingin mengetuk pintu kamar Dita dan Azka.


mendengar suara yang begitu ambigu,Irina langsung tersenyum senang.


"Rafa sama oma aja ya,mama sama papamu sedang membuat proyek,Rafa pasti mau kan punya adik banyak?" ucap Irina kepada rafa yang masih setia menghisap jempolnya,dia hanya melihat Omanya yang bergumam sambil tersenyum,ia tak mengerti dengan apa yang Omanya bicarakan.


sementara itu Rani dan Abi sudah selesai membersihkan tubuh mereka. Rani duduk di tepi ranjang dengan gugup,kedua tanganya saling meremas berharap bisa mengurangi rasa gugupnya.


Abi yang melihat Rani yang begitu gugup langsung menggenggam tangan wanita yang sekarang sudah menjadi sah menjadi istrinya itu.


"dek...santai,mas gak gigit kok." ucap Abi mencoba mencairkan suasana.


"mas...?" tanya Rani bingung.


"iya mas,aku kan sekarang suami kamu dan mulai sekarang kamu harus panggil aku mas oke?"


Rani menatap Abi dengan lekat,ia berfikir sejenak memanggil Abi dengan sebutan mas gak buruk juga pikirnya.


"iya mas..." ucap Rani dengan malu-malu.


"dek,apa kamu sudah siap?" tanya Abi.


"siap untuk apa mas?" tanya Rani polos.


Abi menangkup wajah Rani yang polos,ia mengecup bibir Rani sekilas,dan ia mendekatkan dirinya tepat di telinga Rani lali berbisik menggoda.


"mas ingin ambil hak mas malam ini,apa kamu sudah siap?" Abi menjilat cuping Rani dengan gay sen su alnya.


Rani menegang mendapat perlakuan seperti itu dari Abi,ini pertama kalinya ada yang melakukan hal seperti itu kepadanya. rasanya seperti tersengat listrik tetapi membuatnya ingin merasakanya kembali.


Rani menunduk malu,dan mengangguk pelan. Abi tersenyum dan meraih dagu istrinya dan tanpa menunggu apapun Abi langsung menyerang bibir Rani dengan sangat lembut.


akhirnya Abi dan Rani sudah menjadi pasangan suami istri yang seutuhnya,Abi sangat bangga karena dia sudah berhasil merobohkan benteng pertahanan yang selama ini dijaga oleh Rani.


"makasih dek,karena sudah memberikan hal yang paling berharga dari hidupmu. terimakasih karena sudah mau menjadi istriku,mas berharap untuk kedepannya jika mas punya salah maka tegurlah mas,dan mas berharap kau mau berbagi masalah apapun itu agar kita bisa menyelesaikan bersama." ucap Abi mencium kening sang istri.


"itu sudah menjadi kewajibanku sebagai istrimu mas,dan aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu dan akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak nanti." ucap Rani dan mengeratkan pelukanya kepada sang suami,ia masih tak menyangka bisa menikah dengan lelaki yang dia cintai,padahal ia sempat putus asa,tetapi tak di sangka kalau Abi juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya dan akhirnya mereka menikah dan ia juga berharap pernikahan mereka akan langgeng sampai ajal memisahkan mereka berdua.


------happy ending-------


YEY...AKHIRNYA KARYA PERTAMAKU SUDAH SELESAI,TERIMA KASIH UNTUK PEMBACA YANG MAU MENGIKUTI DARI AWAL SAMPAI AKHIR,MAAF JIKA OTHOR MASIH BANYAK KESALAHAN,DAN OTHOR MOHON SARAN DAN KRITIKANYA YA,SAMPAI JUMPA DI CERITA OTHOR YANG LAINπŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN YA....


__ADS_2