
Mohon maaf bila masih ada beberapa typo yang bertebaran ππππ
Selamat membaca π€π€π€
πΊπΊπΊ
Hari ini kami berencana untuk berkeliling dan menikmati pemandangan di Kashmir, karena 2 hari lagi kami akan segera kembali ke Mumbai. Kami mulai berkeliling mengunakan perahu melihat banyak hal yang tak seindah di kota.
Hari ini kami berencana hanya untuk melihat Kashmir dari atas perahu, kami terus berkeliling dan berlayar kesana kemari. Pemandangan yang sangat indah untuk ku.
"Mas !! Bukan kah disini sangat indah ?."
"Tidak."
"Mas, apa kau ada masalah ? Bagaimana bisa tempat seindah ini kau bilang tidak indah ?."
"Ya. Tempat apapun itu, seindah apapun juga bila aku tak bisa melihat keindahan istri ku ini, semuanya tidak berarti bagi ku."
Blusss......
"Ahhh, sial ini masih siang dia sudah membuatku malu, dengan gombalan nya." Batin ku
"Mas. Hentikan gombalan mu itu, jangan membuat ku malu." Sembari menundukkan kepala ku karena saking malunya.
"Ya ampun imut sekali istri ku ini, kalau sedang merona." Sembari mencubit pipiku.
Tak terasa kami sudah berkeliling sangat lama, sebelum matahari benar benar tengelam kami sudah dalam perjalanan pulang.
"Indah nya melihat matahari terbenam dari sini. Ya kan, mas."
"Iya, apa lagi ditemani istriku yang imut ini."
Aku hanya bisa tersenyum malu, jika Alvin sudah menggodaku.
Kami segera turun dan segera beristirahat untuk jalan jalan besok. Saat hendak mandi Alvin menarik tangan ku, aku pun mendarat kedalam pelukannya. Ia mulai berbisik di telingaku.
"Kita mandi bareng yuk, biar bisa cepat ada anggota baru buat keluarga kita." Ujar Alvin
Belum sempat menjawab, Alvin langsung mencium bibir ku dengan lembut dan kami berjalan ke dalam kamar mandi, sembari berciuman. Kami menghabiskan waktu malam kami sangat panjang.
πΊπΊπΊ
Aku terbangun saat mendengar suara alarm hp ku, sudah menjadi kebiasaan ku selalu memasang alarm hp untuk membangunkan ku. Saat ku membuka mataku, aku tersenyum mengingat kejadian semalam.
"Mas, aku mencintaimu. Ku harap pernikahan kita akan tetap utuh." ujar ku dengan suara kecil sembari mengelus pipi alvin.
Bertapa terkejutnya aku, saat Alvin membuka matanya. "Apa Alvin mendengar semuanya ? Ahh, tidak aku tidak ingin merusak hari indah kita disini." Batin ku.
"Vi.." Sembari mengelus pucuk kepala Vira.
"Iiii..ya mas."
"Mas, juga mencintai mu Vi. Sangat sangat mencintaimu, jadi mas minta jangan pernah tinggalkan mas lagi Vi." ujar Alvin.
"Aku akan selalu bersama mu, mas. Selama kamu masih menganggap keberadaan ku."
Cup.....
Aku masih saja terkejut dengan menua sifat Alvin. Dia menciumi ku tanpa henti. Kami pun melanjutkan permainan semalam lagi.
"Apa kurang cukup, mas. Kamu buat badan ku penuh tanda merah ?." tanya ku.
"Tidak. Kalau cukup, kapan ada Alvin junior ?."
Blusss.....
Aku hanya bisa tersenyum malu dan menikmati semua sentuhan yang Alvin berikan.
__ADS_1
Sudah cukup lama kami bermain, akhirnya kami memutuskan mandi bersama-sama. Bukan Alvin namanya kalau dia tak bisa menemukan cara untuk bermain dengan tubuh ku ini.
Setelah selesai bersiap siap, kami sarapan. Setelah itu kami bergegas menuju tempat yang akan kami kunjungi. Memang benar Kashmir sangat indah dan mengagumkan.
Pertama kami menonton pertunjukan yang menakjubkan di sini, sebelum kami melihat taman bunga yang sangat indah. Sudah cukup kami melihat pertunjukan itu, dan kami segera ketempat kunjungan yang lain.
"Kya.... mas, ini indah banget !!."
"Kamu suka ?."
"Iya, bukan hanya suka tapi pake banget."
"Baiklah." Sembari mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.
Mode telpon
"Hallo."
"..........."
"Aku ingin kau mengerjakan tugas ini, saat aku pulang aku ingin tugas ini selesai besok."
"........."
"Buatkan taman yang indah dan di isi dengan berbagai bukan yang indah."
".........."
Sembari menutup telfonnya.
Aku yang mendengar percakapan Alvin hanya bisa tersenyum, dan senang.
"Mas. Kenapa kau menyusahkan orang mu ?."
"Aku memperkerjakan mereka, untuk hal seperti ini."
"Sangat. Istriku ini sangat suka bunga, jadi aku akan buatkan taman yang indah juga untuk mu."
Sudah puas kami melihat Bungan disini, sekarang waktunya kami untuk ke bagian Kashmir yang lebih jauh. Yabg dimana disana sedang turun salju. kami bermain salju disana.
Aku dan Alvin menghabiskan hari terakhir kami di Kashmir dengan sangat bahagia. Tapi mereka melupakan seseorang yang tidak suka dengan kebersamaan mereka.
Ditempat lain.
Seorang wanita sedang membanting semua barang yang ada di kamarnya.
"AGRHHH.. ALVIRA BUNDHELA. LIHAT SAJA AKU AKAN MEMBUAT MU MENDERITA, KARENA SUDAH MEREBUT ALVIN DARIKU. KENAPA KAU HARUS KEMBALI.? SIAL!!."
Kembali ke Alvin dan Vira, kami sudah kembali ke penginapan. Alvin bergegas mandi dan aku memasukan semua barang yang Alvin beli saat kita baru sampai di Kashmir. Semua baju, oleh oleh dan semua sudah aku susun. Besok kami tinggal pulang ke rumah.
**Alvin POV
flashback on**
Aku terbangun sebelum Vira, dan tak lama handphone Vira berbunyi. Ternyata alarm yang selalu Vira buat untuk membangunkannya. Aku memutuskan untuk berpura-pura tertidur.
"Mas, aku mencintaimu. Ku harap pernikahan kita akan tetap utuh." ujar vira dengan suara kecil sembari mengelus pipi ku.
Deg....deg...
Apa maksud Vira berbicara seperti itu ? Apa dia tak percaya bahwa aku sangat mencintai nya ?. Aku memutuskan untuk membuka mata ku, kulihat Vira yang terkejut.
"Vi.." Sembari mengelus pucuk kepala Vira.
"Iiii..ya mas."
"Mas, juga mencintai mu Vi. Sangat sangat mencintaimu, jadi mas minta jangan pernah tinggalkan mas lagi Vi." ujar Alvin.
__ADS_1
"Aku akan selalu bersama mu, mas. Selama kamu masih menganggap keberadaan ku."
Aku tak suka dengan pemikiran Vira, ucapan nya sungguh mampu membuat ku hilang akal. Aku masih sangat takut jika ia menghilang atau meninggalkan ku. Langsung kucium bibirnya yang lembut dan manis, ia bagaikan candu untukku.
Cup.....
Flashback off
Kami sudah bersiap sejak pagi tadi, dan sekarang kami sedang menuju bandara untuk kembali ke Mumbai. Dalam perjalanan, supir taksi tersebut menyetel musik yang sangat memiliki arti dalam untuk kami berdua.
lagu : Duaa
kise poochun, hai aisa kyun
kepada siapa aku bertanya, mengapa ini terjadi
Beizubaan sa..... Yeh jahaan hai.....
Seluruh dunia ini seakan terdiam....
Khushi Ke pal, kahaan dhoondoon
Kemana aku harus mencari kebahagiaan...
Benishaan sa.... waqt bhi yahaan hai....
Waktu pun seolah tak memberikan tanda..
Janee kitne, labon pe gile hain....
Ada begitu banyak keluhan dibibir ku...
Zindagi se, kayi fasle Hain....
Ada begitu banyak penghalang di hidupku..
Paseejte hai sapne kyun aankhon mein
mengapa mimpi seakan mencair dalam mata
Lakeere jab chhoote inn haathon se yun bewajah
Mengapa garis nasib terhapus dari tanganku tanpa alasan
Jo bheji thi duaa, woh jaake aasmaan
Doa yang dulu ku panjatkan telah sampai ke langit
Se yun takra gayi, kei aa gayi, hai laut ke sadaa..
Namun setelah sampai, terdengar doaku seakan kembali padaku
Jo bheji thi duaa, woh jaake aasmaan
Doa yang dulu ku panjatkan telah sampai ke langit
Se yun takra gayi, kei aa gayi, hai laut ke sadaa..
Namun setelah sampai, terdengar doaku seakan kembali padaku
Mendengar lagu ini kami, mengenang semua yang pernah kita berdua lalui. Hal pertama yang kita ucapkan saat pertama kali bertemu.
Tak lama kemudian kami telah sampai di bandara, Keberangkatan ke mumbai pun berlangsung.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hallo semua maaf ya beberapa hari kemarin author ngak bisa update. πππ
Karena kondisi tubuh author kemarin" lagi sakit, karena efek cuaca yang kadang hujan dan panas πππ
Selamat membaca π€π€
Jangan lupa like , komen , favorit , dan vote ya .
__ADS_1
Terimakasih banyak atas dukungannya selama ini. πππ