
"Dek! Telpon nomor gue bentar!" seru Kennan saat berjalan keluar dari kamar. Cowok jangkung itu terlihat sedang kebingungan.
Karena merasa tidak ada sahutan, Kennan pun melangkahkan kaki menuju pantry.
"Pantesan nggak nyahut." gumam Kennan saat mendapati Tita yang memunggunginya karena sedang sibuk memasak.
Bunyi berisik ikan yang dimasukkan ke dalam minyak panas serta tumisan bumbu membuat Tita tidak menjawab seruan suaminya.
"Dek!!" Kennan berseru memanggil Tita sembari mendekat.
Tita menoleh sesaat. "Ya."
"Hape lo mana?"
"Tu ...." tunjuk Tita dengan dagu pada ponselnya yang tergeletak di meja pantry.
"Buat apaan Bang?"
"Buat miscall hape gue, gue lupa taruhnya dimana." sahut Kennan meraih ponsel pintar milik Tita.
Oh ...
Tita kembali membalikkan tubuhnya untuk melanjutkan kegiatan memasaknya.
Beberapa saat kemudian.
"Tunggu ... Abang tadi mau," Tita terlihat menyadari sesuatu.
Kemudian dengan gegas mengangkat ikan goreng yang sudah terlihat kuning keemasan tanda sudah matang lalu mematikan kompornya dan melepas celemek dari tubuhnya.
Buru - buru Tita melempar celemeknya asal dan berjalan cepat meninggalkan pantry.
Namun baru beberapa langkah Tita meninggalkan pantry, terlihat Kennan kembali ke arahnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Dek maksud lo apaan?" Kennan menatap tajam Tita dengan mengarahkan ponsel di depan wajah isterinya.
Hek.
Kedua mata Tita membola, tubuhnya menegang. Kegugupan melanda tubuhnya saat ini.
"Abbang ... maaf itu ... Tita ish ..." Tita terlihat bingung memberikan alasan.
Heh ... Kennan tersengih, menaikkan salah satu sudut bibirnya sembari memandangi ponsel milik Tita.
"Sini biar Tita ganti Bang ...." Tita mengulurkan tangan hendak meraih ponselnya dari tangan Kennan.
"Enak aja, gue belum selesai ngeceknya." sahut Kennan dengan menaikkan tangannya yang memegang ponsel Tita ke atas, agar gadis yang bergelar isterinya itu tidak mampu meraihnya.
"Tita bakal ganti, siniin deh Bang ...." Tita menjinjitkan kaki berusaha merebut ponselnya.
"Gak bisa, gue cek dulu ntar ada yang aneh - aneh lagi." ucap Kennan sambil berlalu menuju ruang tivi.
"Gak ada yang aneh Bang, cuma itu wae." Tita mengekori Kennan.
"Siapa yang ngajarin lo kasih sebutan itu ke gue." Kennan mendelik setelah mendudukkan diri di sofa.
Tita yang merasa bersalah, meremas jemari tangannya kuat.
"Salah sendiri, jadi orang kek kulkas. Tita gak salah kan kalau kasih nama itu." ucapan Tita terdengar seperti gerutuan dan ikut duduk di samping Kennan.
Kennan kembali menatap tajam pada Tita. "Segitunya lo sama gue, itu kan udah lama Dek ... emang gue masih kek kulkas. Mana kulkas dua pintu lagi, gak lucu tau." kesal Kennan.
"Abang dulu kan emang dingin banget, trus tinggi banget mirip kulkas pintu kan? Tita bener kan, Bbang ...." Tita terlihat menunduk mengalihkan pandangan saat menyadari tatapan tajam suaminya. Pasti ucapannya salah lagi.
"Lo masih berani mengolok gue??"
"Maaf deh Bang, sini biar Tita ganti." Tita menengadahkan tangan dengan memberikan senyum cantiknya, agar suaminya itu luluh.
"Udah gue ganti dewe!" ketus Kennan dengan mengarahkan layar ponsel pada Tita.
Tita membelalakan mata saat melihat kontak Kennan sudah diganti dengan nama suami gantengku dengan tiga emoticon love.
"Abang gak lucu ... ganti yang lain." Tita kembali berusaha merebut ponselnya.
"Gak bisa?" Kennan menjauhkan ponsel dari jangkauan tangan Tita.
"Abang ihh ... ntar kalau ada yang lihat pas abang telfon bikin malu." Tita masih berusaha merebut ponselnya.
"Elo malu punya suami gue?" raut wajah Kennan terlihat kesal.
"Bukan gitu ... emoticonnya itu lo, lebay ..."
"Lo gak cinta sama gue?" Kennan.
__ADS_1
"Abbaang nggak gitu." akhirnya Tita pun pasrah dengan yang akan terjadi pada ponselnya.
Melihat Tita yang sudah menyerah, Kennan kembali membuka layar ponsel milik isterinya.
Tidak ada yang aneh sebenarnya, semua terlihat monoton karena Tita tidak mengganti wallpaper maupun kunci layarnya. Semua masih asli pengaturan bawaan ponsel.
Sepertinya hanya kontaknya yang diberi nama kulkas 2 pintu itu saja yang membuat Kennan kesal.
"Ngapain lo kasih nama kulkas 2 pintu ke kontak gue?" tanya Kennan menuntut.
"Habisnya abang dulu dingin banget, irit bicara udah kek kulkas wae."
"Itu kan udah lama, kenapa gak diganti?" Kennan terlihat masih menscroll aplikasi chat Tita.
"Belum sempat, Tita kan gak sering pegang hape Bang. Lebih sering baca novel."
"Belum sempat?! Udah setahun jugak. Ngomong wae lo gak ada niatan buat ganti. Lo seneng kan ngeledek gue ...?!"
"Enggak Bang ... emang Tita cuma pegang hape kalau ada telpon doang kok. Jadi gak kepikiran buat ganti namanya."
Saat melihat galeri pada ponsel Tita Kennan mengkliknya lalu menscroll ke bawah untuk melihat - lihat isinya.
Hatinya memanas saat melihat sebuah gambar yang menunjukkan Tita dengan Andra berpose bersama.
Kemudian dengan raut wajah kesal mengarahkan layar ponsel ke arah Tita.
"Segitu cintanya lo sama si ketos, sampek masih nyimpen fotonya." sinis Kennan.
Tita kaget melihat apa yang diperlihatkan Kennan padanya. Tita pun tidak pernah ingat jika dirinya pernah mengambil foto bersama Andra sang ketua osis.
"Itu udah lama banget Bang ... sebelum kita nikah. Lagian pas waktu foto itu sebenernya temen kita banyak di sana, karena kita lagi ngerjain tugas kelompok. Terus kita foto - foto deh. Kalau gak salah inget ... ada kok yang rame - rame juga." ucap Tita dengan menggerakkan tangan hendak meraih ponsel pintarnya dari tangan Kennan
Namun dengan cepat Kennan menjauhkannya dari jangkauan Tita.
"Terus alesan lo masih menyimpannya apa?" Kennan bertanya sengit.
"Tita enggak bermaksud menyimpannya Bang, beneran! Sumpah! Tita gak pernah perhatiin galeri ponsel."
"Gue hapus semua, lo ikhlas gak?" Kennan memandang Tita dengan sinis.
"Terserah abang." jujur saja Tita memang tidak terlalu peduli dengan isi galeri ponselnya.
"Abang gak usah mulai deh, hapus wae ..."
Dengan sekali sentuh oleh jari Kennan, simsalabim abrakadabra ... akhirnya galeri pada ponsel pintar Tita kosong melompong.
"Nih lihat hape gue!" Kennan menyerahkan ponsel pintarnya dengan membuka kontaknya pada Tita.
"Dari awal gue gak pernah ngasih nama lo aneh - aneh, meski elo orangnya aneh." tunjuk Kennan pada Tita.
"Heleh ... palingan ini diganti namanya belum lama ini." Tita terlihat tidak yakin.
"Enggak! Dari awal gue kasih nama itu, meski gue belom nerima lo sebagai isteri gue tapi ponsel gue udah nerima lo. Makanya dia pasrah wae, gak protes waktu gue ketik nama lo sebagai my wife." terang Kennan.
Tita terkekeh kecil.
"Sejak kapan ponsel bisa protes Bang ... Abang ada - ada aja."
"Makanya gue bilang apa tadi ... dia gak protes, gue ngomong gitu kan?!"
"Terserah ... abang mah gak mau ngalah ya ..." Tita masih dengan kekehan kecil.
Tita yang sudah memegang ponsel pintar Kennan, tidak percaya saat melihat fotonya menjadi wallpaper pada ponsel pintar Kennan.
"Bang ... ini kan foto waktu kita jalan - jalan di malioboro itu kan?! Tita gak nyangka abang masih nyimpen, jadi wallpaper lagi."
Hem ... Kennan masih mengutak - atik ponsel milik Tita.
"Kok abang gak ngirim ke Tita sih?!"
"Elo gak minta." Kennan cuek.
"His dasar kulkas." gerutu Tita lirih.
"Gue denger Dek."
"Biarin." Tita bersungut.
"Bang,"
Hm,
__ADS_1
"Tita boleh buka - buka hape abang?"
"Liat wae, gak ada yang gue sembunyiin kok." sahut Kennan tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel milik Tita yang masih dipegangnya.
Tita menautkan kedua alisnya saat membuka galeri pada ponsel Kennan dipenuhi dengan foto Tita yang diambil secara candit.
"Bang"
"Hem"
"Kapan abang ambil foto Tita sebanyak ini? Kok Tita gak nyadar ya Bang. Lagian buat apaan seh bang ambil foto Tita sebanyak ini?" tanya Tita dengan beruntun.
"Buat obat kangen lah Dek." Kennan meletakkan ponsel milik Tita kemudian menopang dagunya pada bahu isterinya.
"Sok - sok an bilang kangen segala, tiap hari ngadep juga." Tita masih menggulir gambar pada galeri ponsel milik Kennan.
"Ya kan semenit gak liat lo berasa kek setahun Dek." Kennan memalingkan wajah pada pipi Tita.
"Abang makin pinter gombalnya." Tita berucap sembari menoleh ke arah wajah suaminya hingga membuat pipi putih cabinya bersentuhan dengn hidung mancung milik Kennan. Hal itu membuat naluri kejantanan Kennan menyeruak.
Kennan pun menelusupkan kedua lengan tangannya pada pinggang Tita.
"Abang mau ngapain?" tanya Tita gugup dengan jantung yang mulai berdetak kencang.
"Peluk lo Dek, kangen ...." ucap Kennan serak.
"Makan dulu yuk Bang." Tita mengingatkan dengan menahan degub jantungnya yang berdisko kencang.
"Entar wae, gue kangen." Kennan mulai mengendus ceruk bahu isterinya.
"Abang gak laper?" Tita mulai menggerakkan bahunya merinding.
"Gak." Kennan serak.
"Geli Bang." Tita kembali menggerakkan tubuh atasnya tidak nyaman.
Kesal dengan Tita yang tidak berhenti bergerak, Kennan pun dengan sigap membalikkan tubuh ramping Tita dan membawanya duduk menghadap dirinya.
Kini Tita duduk pada pangkuan Kennan dengan kedua kaki yang mengapit tubuh Kennan. Tita pun menundukkan kepalanya, malu. Dirinya tahu apa yang bakal dilakukan Kennan selanjutnya.
"Gue pengen hidangan pembuka dulu." Kennan tersenyum menggoda dengan menelisik wajah Tita yang mulai memerah.
Kennan yang sudah tidak tahan akan manisnya bibir pink di hadapannya, segera mendekatkan wajahnya dan mulai mendaratkan bibirnya pada bibir manis kenyal tersebut.
Perlahan ciuman Kennan semakin menuntut hingga Tita pun mengalungkan kedua tangannya pada belakang leher Kennan untuk memudahkannya mengimbangi ciuman Kennan yang semakin menuntut pembalasan.
Meski Tita terlihat kesulitan untuk bernafas, Kennan tampak belum mau melepaskan tautan bibirnya.
Hingga tetiba saja,
Kruk ... kruk ...
Bunyi perut Kennan yang ingin diisi menginterupisi ciuman panas pasangan suami isteri remaja tersebut.
Kennan pun dengan terpaksa melepas bibirnya dari menangkup bibir pink isterinya.
"Ck ... lagi asyik juga." Kennan berdecak kesal.
Tita tersenyum geli.
"Udah ... makan dulu yuk." ajak Tita dengan mengusap sudut bibir Kennan dengan jarinya.
"Tanggung Dek." Kennan kesal.
"Makan dulu, ntar lanjut lagi. Yuk ..." Tita yang telah beranjak dari pangkuan Kennan, mengulurkan tangan untuk mengajak Kennan menuju pantry.
Mau tak mau Kennan pun mengikuti Tita, meski kesal.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ
__ADS_1