Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
EXTRA PART 17


__ADS_3

"Alhamdulillah Keanu sepertinya sudah menerimaku dek." Kennan dengan menaiki ranjang bersiap untuk tidur.


Tita yang tengah duduk di depan meja rias seraya membersihkan sisa make up di wajahnya, tersenyum ke arah Kennan.


"Iya mas, Alhamdulillah." sahut Tita kembali fokus membersihkan wajahnya dengan kapas yang telah diberi cairan toner sebelumnya.


"Maafkan Kean karena dia tidak menghargai dan membuat mas kesal sebelumnya." Tita dengan menatap cermin di depannya, di mana wajah sang suami tergambar di sana.


"Kean nggak salah dek, aku yang salah sama dia karena terlambat hadir untuknya."


Tita mendesah, membuang kapas kotor yang telah digunakan untuk membersihkan wajahnya. Lalu beranjak dari duduknya dan mendekati ranjang. Kemudian mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang tepat di samping sang suami.


"Tita juga ikut andil dalam ketidakhadiran mas buat anak anak dulu. Tita yang seharusnya meminta maaf." Tita menatap Kennan dengan wajah sendu.


Kennan tersenyum lembut, menyibak anak rambut yang sedikit menutupi wajah Tita.


"Tidak sepenuhnya kamu bersalah dek. Kalau saja aku tidak egois kamu pasti tidak akan meninggalkanku dulu." Kenan masih dengan senyum lembut menghiasi wajahnya seraya menggenggam tangan Tita.


"Bukankah kita sepakat tidak mengungkit masa lalu?" Kennan dengan menatap lembut sang isteri.


Tita mengangguk penuh haru.


"Mulai sekarang kita memulai hidup baru untuk keluarga kecil kita sayang. Belajar saling jujur dan terbuka agar keluarga kita tetap kokoh meski dihantam badai." Kennan membawa tubuh ramping Tita ke dalam pelukannya.


"Iya mas. Semoga Allah memberikan kekuatan buat kita menjalani rumah tangga ini." Tita dengan menyusupkan wajah pada ceruk bahu Kennan. Membalas memeluk Kennan dengan erat.


Kennan pun balas memeluk tubuh Tita tak kalah erat. Tangan kekarnya mengusap lembut punggung Tita.


Hingga beberapa saat setelahnya saling melepaskan tubuh mereka.


"Pengen pondasi keluarga kita makin kuatkan sayang?" Kennan dengan pandangan menelisik wajah Tita. Sudut bibirnya sedikit naik namun Tita tidak menyadari akan hal itu.


"Ya iyalah mas. Sudah pasti aku pengen, memangnya mas nggak pengen?"


"Pengenlah... pengen banget malah." Kennan dengan senyum penuh arti. Lalu mendekatkan wajahnya pada sang isteri. Pandangan matanya tak lepas pada bibir Tita yang berwarna pink menawan.


"Mas mau ngapain?" Tita waspada melihat aksi Kennan yang semakin mengikis jarak keduanya.


"Mau otewe memperkokoh pondasi rumah tangga kita."

__ADS_1


Kennan dengan segera melahap bibir Tita dengan rakus tanpa memberinya kesempatan Tita untuk menghindar.


Hempfftt...


Awalnya Tita terkejut saat mendapat serangan Kennan yang lumayan rakus menikmati bibirnya. Namun setelahnya dengan sedikit tersengal mulai mengimbangi lum@tan rakus Kennan.


Tanpa melepaskan pagutannya, tangan Kennan bergerak menyibak piyama tidur Tita yang entah sejak kapan Kennan telah membuka beberapa kancing bagian atasnya.


Bahu putih polos itu terekspos hingga memperlihatkan tali kecil berwarna hitam penyangga gunung kembar Tita. Pemandangan yang sangat kontras hingga menimbulkan hasrat yang menggebu dalam tubuh Kennan yang telah berpuasa sejak mereka berpisah lima tahun lalu.


Tangan kekar Kennan pun bergerak menyusur pada bongkahan kenyal sang isteri dengan sesekali meremas dan memilin pucuknya. Membuat Tita meloloskan desah@n yang terdengar merdu pada rungu Kennan.


Kennan pun semakin intens mencumbu sang isteri. Menyentuh titik titik sensitif Tita, bibirnya berpindah menyusuri arae gendang telinga Tita seraya memberikan gigitan kecil pada daun telinganya. Tak ayal Tita pun mendes@h bergairah.


Sungguh Kennan sangat pandai membuai tubuh Tita bergairah, menghadirkan gelenyer hangat bak sengatan listrik yang semakin lama semakin memanas.


Titapun tak kalah rakus membalas buaian Kennan. Tangan rampingnya bergerak menyusur punggung di balik piyama tidur sang suami. Gesekan kulit keduanya menghadirkan sensasi sengatan listrik yang membuat keduanya saling meluapkan rasa rindu yang menggebu.


Kedua pasangan suami istri itu seolah meluapkan kerinduan yang telah beberapa tahun ini mereka lewati tanpa kebersamaan.


Bibir mungil Tita menyusur leher jenjang Kennan seraya memberikan cecap@n merah keunguan di beberapa titik.


Tak hanya itu, Tita sudah semakin berani menyentuh tubuh Kennan tanpa kecanggungan seperti awal dulu. Isteri Kennan yang dulu polos itu sudah mampu mengimbangi permainan panas sang suami. Membuat Kennan semakin terbakar gairah.


Hmn...


Tita dengan menggigit bibir bawahnya terpejam. Menahan ******* karena salah satu tangan Kennan telah merangkak jauh pada inti tubuhnya di bawah sana.


"Sayang..." Kennan semakin serak dengan tangan yang enggan berhenti beraksi.


"Appa mass..." Tita dengan mendesah karena tidak kuat menahan permainan jemari Kennan yang menguasai inti tubuhnya.


Ishhh...


Desis Tita lirih, perlahan membuka kedua kelopak matanya.


"Aku minta sekarang ya?" Kennan dengan sorot mata berkabut gairah saat kedua kelopak mata Tita terbuka dengan sempurna.


Tita memalingkan wajah. Bukan karena enggan pada permintaan sang suami namun dirinya tak sanggup menahan gejolak yang menggebu di balik dadanya saat bersitatap dengan wajah tampan Kennan.

__ADS_1


"Dek... gak boleh ya?" Kennan menahan pipi Tita yang berpaling darinya.


Sesaat Tita mengatur deru nafasnya yang memburu.


"Harus gitu aku jawab?!" Tita masih dengan wajah berpaling. Dalam hati sebenarnya berdecak kesal akan pertanyaan Kennan. Karena menurutnya Kennan tak seharusnya bertanya melainkan langsung saja melakukan aksinya.


"Kamu marah dek?"


Kennan yang notabene bukan orang yang peka masih saja tidak mengerti maksud sang isteri.


Tak ada sahutan dari mulut Tita. Melainkan hanya berdecak dengan bibir yang mengerucut kesal.


"Dek..." Kennan dengna sedikit menegakkan tubuh dengan tangan yang berusaha memalingkan wajah Tita ke arahnya.


"Aku nggak marah mas." Tita akhirnya dengan menatap lurus pada kedua bola mata Kennan.


"Terus?" Kennan bingung.


"Nggak mungkin kan aku jawab pertanyaan mas. Aku malu." aku Tita kesal.


Sesaat Kennan menatap Tita dengan kening mengerut.


Setelah menyadari kesalahannya Kennan menyunggingkan senyum pada wajahnya yang tetap tampan seperti saat remaja dulu.


Cup...


Kennan kembali mendaratkan bibirnya segera. *****@* lembut bibir kenyal Tita seraya menyusup membelah bibir itu terbuka. Segera menyusuri setiap inchi rongga mulut Tita yang sudah sangat diinginkan olehnya.


Sesekali lidah mereka saling membelit bak ular boa. Saling menyesap manis yang telah menjadi candu bagi keduanya.


Mmppfftt... mass ishh...


Desis lirih itu lolos dari bibir Tita.


"Jangan ditahan dek. Aku suka dengernya." Kennan beralih mencumbu leher jenjang Tita. Tangannya mulai menyingkirkan piyama tidur sang isteri dengan segera. Tak lupa piyama yang membalut tubuh kekarnya pun dia lepaskan.


🍨🍨🍨🍨


Izin Promo yakkk....

__ADS_1


Semoga Si Tengil Fabian bisa mengobati kegalauan akibat ditinggal bangKenn yang tampan bin mesumπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰



__ADS_2