
Mohon maaf bila masih banyak typo yang bertebaran ππππ.
Sebelum itu jangan lupa Like, komen, vote dan favorit.
Selamat membaca π€π€π€.
πΊπΊπΊπΊ
Alvin POV
Kini usia kandungan Vira sudah memasuki bulan ke 4. Dan saat ini aku sedang di sibukkan dengan segala macam keinginan Vira yang aneh aneh.
"Sayang, mana martabak ku ?." Teriak Vira dari kamar.
"Iya iya ini datang." Sembari berlari.
Semenjak 1 bulan lalu Vira ingin tinggal di Indonesia, dan disini lah kami. Aku sengaja, membeli rumah yang dekat dengan semua jajanan pinggir jalan, agar sewaktu waktu Vira lagi ngidam aku bisa langsung lari mencari nya. Kata orang kalau ngidam ngak dituruti nanti si cabang bayi nya, ileran. Tidak tidak anak ku harus tampan dan cantik seperti ku, mana boleh ileran.
"Sayang ini martabak nya." Sembari menyuapi ke mulut Vira.
"Tidak, aku sudah kenyang. Kau saja yang makan."
"Kenyang gimana sih, yang. Kamu aja belum makan martabak nya."
"Udah makan aja sih, susah amat."
"Sabar Vin sabar. Lagi hamil istri mu ini." Batin ku
Semenjak hamil Vira kadang sangat manja dan kadang sangat galak. Dia akan meminta makanan dan setelah makanan itu ada dia selalu bilang sudah kenyang. Padahal aku bangun tengah malem gini buat beli martabak, ehhh malah ngak dimakan. Sedih nya aku. Kami pun melanjutkan tidur.
Kring......Kring.....Kring.....
Aku terbangun dengan suara alarm hp Vira. Entah kenapa setelah hamil, Vira tidur seperti mayat bahkan sekarang alarm hp nya bunyi pun dia ngak tau. Aku bangun dan bergegas mandi, Vira ? jangan tanya. Dia akan tidur sampai siang.
Setelah selesai sarapan aku kembali ke kamar dan membangunkan Vira.
"Sayang , ayo bangun dah siang nih."
__ADS_1
"Emm. Jam berapa ?." Dengan suara khas bangun tidur.
"Jam 7."
"Ohh, udah sarapan kan? Mau berangkat kerja ya ? Yaudah hati hati, aku mau lanjut tidur."
What !!!
Dia bahkan ngak perduli lagi, sudah lah dia lagi hamil ngalah dulu sama si Ade bayi. Aku pun bergegas berangkat kerja.
Normal POV
Sama dengan kepindahan mereka berdua ke Indonesia, sudah ada yang menunggu kedatangan Vira / Alia ke Indonesia. Zain Abdullah, teman kampus Vira sewaktu di Indonesia dan sangat terobsesi dengan Vira. Saat ia tau bahwa Vira telah memiliki suami, dan kedatangan nya ke Indonesia 5 tahun lalu adalah karena kecelakaan yang ia alami sehingga hilang ingatan. Membuat Zain sangat menggila. Ia berkerja sama dengan Lutfia untuk memisahkan Vira dan Alvin.
"Apa kau sudah siap ? Mulailah berakting via."
"Sudah, dari pada kau menyuruh nyuruh aku. Lebih baik kau pikirkan cara agar Vira mau bersama mu."
Kembali ke Vira. Saat ia terbangun dia penuh dengan keringat, ia baru saja mengalami mimpi buruk. Ia mimpi, keluarga nya dalam masalah besar karena nya dan ia kehilangan bayi nya. Ia langsung menghubungi Alvin saking takutnya dengan mimpi itu.
"Assalamualaikum, sa..yang.."
"Waalaiqum salam, ada apa Vi."
"Ku mohon pulang lah, aku sangat takut hiks..hiks." Dengan air mata yang mulai jatuh.
"Ada apa ? Baiklah tunggu mas, mas akan segera pulang." Sembari menutup telpon.
30 menit kemudian Alvin sudah sampai dirumah, ia terkejut melihat Vira yang masih menangis.
"Sayang , ada apa ? Kenapa kau menangis ?."
"Tadi aku mimpi buruk, keluarga dan anak kita dalam bahaya karena aku. Aku takut sayang, jika harus kehilangan anak ini." Dengan tangisan yang menjadi jadi.
"Tenang lah sayang, itu cuma mimpi. Itu bunga tidur jadi tidak mungkin menjadi kenyataan, jadi jangan dipikirkan ok ? Dah kau istirahat lagi ya." Sembari menuntun Vira, kedalam kamar.
Setelah mengantar Vira kedalam kamar, Alvin bergegas keluar dan menelpon seseorang.
__ADS_1
(mode telpon)
"Hallo."
"......β¦"
"Apa kau sudah sudah mengawasi pergerakan Lutfia ?."
".........."
"Awasi terus, aku tak ingin Vira tau bahwa wanita itu kembali."
"............"
"Terimakasih." Sembari mematikan telpon.
Beberapa hari lalu, Alvin mendapatkan kabar dari teman sekampus nya, Arya bahwa Lutfia akan ke Indonesia. Lutfia dan Mutia (istri dari Arya) adalah sahabat. Lutfia merencanakan hal buruk lagi untuk Vira, oleh sebab itu aku meminta bantuan dari Arnav untuk mengawasi Lutfia.
"Sial, kenapa aku harus mengenal wanita licik itu dulu. Bahkan sempat mencintainya." batin Alvin.
Setelah selesai menelpon, Alvin kembali kedalam kamar dan berganti pakaian. Setelah selesai ia tidur disamping Vira dan memeluk nya.
"Kali ini aku akan menjaga mu, Vi." Ujarnya dengan lirih dan kemudian menyusul Vira ke alam mimpi.
Ditempat lain, seorang pria terus memandangi foto Vira yang terpajang di seluruh ruangan.
"Alia, ahh salah namamu bukan Alia tapi Alvira. Vira aku akan membawamu kedalam pelukan ku, dan untuk wanita yang menyakiti mu dulu aku akan bermain dulu dengannya dan baru ku beri dia pelajaran." Sembari menatap foto Vira.
πΊπΊπΊ
Maaf ya, author masih bingung sama jalan selanjutnya. Jadi agak lama update nya. π£π£
Author harus banyak nonton,baca, dan cari" dulu. Karena keterbatasan otak author yang kadang lemot, dan lambat. Author jujur, kalau soal mengarang atau menulis kaya gini otak author langsung ngebleng π€£π€£.
Maaf ya sekali lagi πππ
Jangan lupa like vote dan favorit
__ADS_1