
Selamat membaca π€π€π€π€
Mohon maaf bila episode ini mengandung banyak kekerasan. πππ
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah melihat Vira pergi dari kerumunan tersebut, Rayhan menghampiri pria tersebut dan menariknya ke luar restoran nya. Saat diluar, Rayhan mulai melakukan perannya.
"Berani sekali kau, melirik Vira ku !!"
"Apa hak mu ? Kau hanya bos nya, dan tidak lebih !" Ujar pria tersebut.
"Kau ..β¦pergi dari sini dan jangan pernah muncul dihadapan Vira maupun aku lagi, paham !." Sembari meninju pria tersebut.
Setelah berasa cukup menghajar pria tersebut, Rayhan merapikan dirinya dan kembali masuk kedalam restoran.
"Benar kata pria itu, apa hak ku ? Siapa aku bagi Vira ? Tapi mengetahui kenyataan itu sangat membuatku hilang kontrol." Batin Rayhan
Setelah kejadian itu, seluruh restoran di pekerjaan pelayan yang memiliki keahlian dalam beladiri. Entah kenapa khusus para pelayan itu adalah langsung mengusir orang-orang yang ingin mendekati Vira.
Sementara Vira, setelah kejadian itu dia menjadi teringat kembali akan Alvin. Dia hanya terus menangis dalam diam.
"Apa kabar mu mas ? Ku harap kau bahagia disana tanpa ku." Batin Vira, tanpa sadar air mata terjatuh.
Rayhan yang tanpa sengaja melihat itu langsung menghampiri Vira dan memeluknya.
"Vi... ku mohon berhentilah menangis untuk laki-laki seperti dia. Bukalah hatimu untuk orang lain yang sudah menunggu mu." Ujar Rayhan sembari memeluk Vira.
"Hiks....hiks... andai semudah itu....Ray...kau tau....hiks...dulu aku pun takut....hiks...jatuh cinta padanya...aku terlalu takut untuk terluka lagi Ray...ini sangat menyakitkan... hiks.."
"Baiklah, jika kau terlalu takut. Tapi kau pun jangan menutup hati, Vi. Biarkan itu mengalir dengan sendirinya."
Vira hanya mengangguk mengerti, dan Rayhan mengantarkan Vira pulang. Karena kondisinya tidak mungkin dia akan terus bekerja. Dia sudah cukup kacau, biarkan dia menangis hari ini . Setelah sampai di kontrakan Vira, Rayhan pun menghentikan mobilnya dan Vira turun dari mobil Rayhan. Setelah berpamitan, Vira segera masuk kedalam rumah dan Rayhan segera kembali ke restoran.
__ADS_1
Sementara ditempat lain, Zain terus saja mengamuk dengan tindakan yang dilakukan Lutfia.
"Gadis tidak tau diri !! Sudah untung aku mau berkerja sama, tapi kau malah melukai Vira ku !." Ucap Zain sembari mengangkat kepala Lutfia yang tertunduk.
Setelah kejadian dimana Lutfia menabrak Vira, Zain yang mengetahui itu langsung mencari Lutfia dan mengurung nya. Dia mulai menyiksa Lutfia dan memberi hukuman dengan kasar. Lutfia yang kaget dengan perubahan sikap Zain, sungguh meruntuki kebodohan nya yang mengajak kerjasama dengan seorang iblis seperti Zain.
"Maaf... Zain... ku mohon lepaskan aku.." Ujar Lutfia dengan suara lemas.
"Maaf ? Kau pikir dengan maaf mu, Vira ku bisa kembali ?! Tidak !!." Ujar Zain sembari mengangkat cambuknya, dan mengarahkan ke Lutfia
ctrakk....ctrakk....
"Akh..... Ampun Zain ...akh...."
Kembali ke Vira, setelah Rayhan pergi. Vira, segera masuk kedalam kamarnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa ? Kenapa aku masih tidak bisa membencimu, mas. Meskipun kau telah membuat ku terluka seperti ini !." teriak Vira
Setelah cukup lama menangis, Vira tertidur. Meskipun tertidur, matanya masih terus mengeluarkan air mata. Vira terus menangis meski dalam mimpinya.
Sementara ditempat lain, Alvin sedang menatap foto pernikahan nya dengan Vira. Ia sudah terduduk di balkon, tempat favorit Vira saat dikamar. Dia terduduk di balkon sembari meminum wine.
"Vi... dimana kamu, sayang ? Bagaimana kabar anak kita ? Kurang dari 2 bulan, anak kita akan lahir bukan ?." ucap Alvin sembari meminum wine.
"Aku sangat merindukan mu, Vi. Kau tau besok aku akan kembali ke India sebentar, apa kau tidak apa apa aku tinggal sendiri disini, Vi ?"
"Besok aku akan berjiarah ke makam ibu, aku akan berdoa disana dan meminta maaf sama ibu. Karena telah membuat mu menangis lagi."
πΊπΊπΊ
Kini pagi telah datang, tapi tidak bagi Vira. Saat ini dia menjadi sangat sedih karena hari ini adalah hari dimana sang ibu ku meninggal, karena terus menangis.
Vira ijin untuk tidak berkerja hari ini, Vira memutuskan untuk berdoa untuk sang ibu. Dia masih saja menyalahkan kepergian sang ibu karena nya. Vira memutuskan untuk kembali ke mumbai untuk berjiarah.
__ADS_1
Sementara ditempat Alvin, dia masih tertidur. Dan tiba-tiba alarm hp nya berbunyi. Dia mengingat jadwal hari ini, dia harus kembali ke Mumbai. Dia akan berjiarah ke makam sang ibu mertua.
Sesampainya di Mumbai, tanpa mereka berdua sadari. Selama perjalanan ke luar bandara, mereka selalu hampir bertemu. Alvin memutuskan untuk kembali ke rumah yang dia tinggali bersama Vira dulu, sementara Vira memesan kamar hotel untuk 2 hari. Mereka pun beristirahat.
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Vira sudah tidak ada dikamar hotel nya. Dia sengaja pergi pagi-pagi agar dia bisa berkeliling setelah berjiarah. Sesampainya di makam sang ibu, ia berdoa dan membersihkan makam sang ibu. Setelah selesai berdoa, tanpa sadar air mata nya mengalir dengan sendirinya.
"Bu... Vira disini Bu....Vira rindu sama ibu." Ujar Vira, sembari menetes kan air mata.
Setelah cukup dia menangis dan menceritakan semua masalah nya di makam sang ibu, Vira pun pergi meninggalkan makam tersebut.
Tak lama, setelah kepergian Vira. Alvin datang ke makam sang ibu mertuanya. Saat tiba disana, Alvin terkejut melihat makam sang ibu mertua nya itu rapih dan seperti baru saja dikunjungi.
"Siapa yang datang kesini sebelum aku ? Mungkin Viona." pikir Alvin.
Alvin pun berdoa, dan meminta maaf kepada sang ibu mertuanya karena sekali lagi mengecewakan putrinya.
Kini Vira dan Alvin sedang berada di jalanan yang sangat ramai. Tanpa mereka sadari, sedari tadi mereka berada di tempat yang sama hanya terhalang oleh beberapa orang saja. Mereka terjebak dalam kerumunan rombongan pernikahan. Vira dan Alvin mereka masing-masing mengenang pernikahan mereka, tanpa sengaja salah seorang dari rombongan tersebut menabrak Vira, hingga membuat Vira dan Alvin saling bertatap muka. Alvin yang mendadak melihat Vira, langsung menghampiri Vira. Begitupun Vira yang melihat Alvin hanya bisa diam membeku, Alvin terus berjalan dan saat hampir menyentuh wajah Vira ada seseorang yang menyenggol lengan nya, dan saat Alvin menatap kearah Vira, dia sudah tidak ada.
Alvin pun berfikir,mungkin dia terlalu merindukan Vira sehingga berhalusinasi melihat nya dihadapannya. Tapi tidak dengan Vira, saat sadar bahwa yang dia lihat bukan halusinasi Alvin. Ia langsung melarikan diri.
"Maaf, mas. Aku belum siap bertemu dengan mu. Melihat mu, saja cukup menyakiti diriku. Tapi aku sangat merindukanmu, mas. Aku senang bisa melihat mu walau sebentar." batin Vira.
Sementara Alvin terus saja, berjalan menuju mobilnya. Saat Sampai dimobil, dia mulai tersenyum saat ia melihat rombongan pengantin itu masih di situ.
"Vi... saat melihat mereka aku selalu teringat padamu. Aku sangat merindukanmu, Vi." Ucap Alvin.
πΊπΊπΊ
Maaf ya, baru update π€π€π€
Jangan lupa Like komen favorit dan vote ya.
Bantu author vote dong yang punya koin ππ
__ADS_1