Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
127. Aksi Tersembunyi


__ADS_3

"Embaaaannn", teriakan nyaring dari sorang siswi bernametag Hani menggema di seluruh penjuru koridor sekolah yang menuju kelas dua belas.


Tita yang berjalan di depan dan mendengar teriakan nyaring dari sebuah suara yang tidak asing pada gendang telinganya itu segera membalikkan badannya ke belakang.


Dan benar saja suara teriakan nyaring tersebut adalah suara sahabatnya yang biasa dia sebut dengan panggilan incess.


Tita pun berlari kecil dengan kedua tangan terbuka lebar menuju Incess sahabatnya yang telah berpisah kelas saat menduduki kelas dua belas. Pun Hani melakukan hal yang sama, berlari kecil menuju ke arah Tita dengan kedua tangan yang juga terbuka lebar.


Kalau saja mereka adalah cowok dan cewek, author yakin mereka seperti sedang melakukan pengambilan gambar untuk film India deh....hehehehe...🀣🀣


"Incess... embannn kangen pakek bangeeett....", seru Tita dengan wajah berbinar sambil memeluk erat tubuh ramping gadis berekor kuda di depannya, Hani pun membalas tak kalah erat.


Terlihat lebay memang....tapi memang kenyataannya mereka sudah beberapa hari tidak bertemu meski berada dalam sekolah yang sama, akibat kesibukan dalam kegiatan kelas masing - masing.


Terakhir kali mereka bertemu sejak kejadian Tita pingsan dan di bawa ke uks waktu itu. Dan itu sudah seminggu yang lalu....


Kedua gadis yang bersahabat baik namun sekarang harus pisah kelas itu saling memeluk dan memberikan ciuman pipi silih berganti tidak peduli dengan pandangan beberapa siswa - siswi yang memandang mereka aneh.


Dan hal itu pun tak lepas dari kedua mata yang memandang interaksi mereka dengan tersenyum tipis dari kejauhan. "Dasar cewek....", gumamnya lirih dengan bibir yang masih melebar karena tersenyum.


"Wooyy...... Kenn.... ngapain lo bengong di tengah jalan kek orang - orangan sawah..!!", sebuah seruan diiringi tepukan pada pundak Kennan membuat bibir yang semula melebar karena sempat tersenyum tipis itu kembali menciut.


"Ck, ngagetin wae seh... untung gue gak jantungan", ucap Kennan menoleh ke samping dan mendapati si tengil Aldi yang kini mengalungkan lengan kirinya pada pundak Kennan.


Aldi terkekeh, "Habisnya lo bengong wae kek sapi ompong...."


Dari belakang keduanya terdengar langkah kaki berlari.


"Woy....tungguin", teriakan suara Arya terdengar hingga membuat kedua sahabat yang berangkulan tersebut sama - sama menoleh ke belakang. Dengan posisi itu Aldi pun melepaskan rangkulan tangannya dari pundak Kennan.


Arya dan Bima terlihat berlari mendekat pada Kennan dan Aldi.


"Huh", Arya menghembuskan nafasnya dengan terengah.


"Kek bocil wae seh, maen lari - larian. Rebutan permen lo berdua...", ejek Aldi pada duo kembar yang sedang berusaha menetralkan deru nafasnya.


"Enak wae... kita ngejar kalian tau", Arya memonyongkan bibirnya.


"Ngapain ngejar kita, orang kita wae tenang berpelukan di sini kok", Aldi berucap sekenanya.


"Mana ada kita pelukan Al... orang elo yang tetiba ngerangkul gue....", Kennan kesal.


"Ck.... canda doang elah, gitu wae ngambek lo kek anak gadis lagi PMS Kenn kalo kek gini...", Aldi mencebik.


"Siapa yang gak kesel ya Kenn kalo jeruk main peluk - peluk jeruk. Kalau yang peluk neng Tita mah ayuukkk lah...", Arya menimpali dengan mata yang berbinar. Namun pandangan mata berbinar itu akibat dari melihat Tita dan Hani yang masih terlihat berpelukan.


Kennan pun sontak mengikuti arah pandang mata Arya yang diikuti oleh Aldi dan Bima.


"Gue samperin ah... biar dapet peluk juga", Arya melangkahkan kaki hendak meninggalkan ketiga sahabatnya untuk mendekati Tita dan sahabatnya.


Sreettt...


Kennan dengan cepat menarik seragam belakang Arya hingga keluar dari celananya hingga membuat Arya menghentikan langkah dan menoleh ke arah Kennan.


"Elo ngapain seh Kenn, gangguin wae. Gue mau nyusul neng Tita nie... keburu pergi dianya", Arya berucap kesal dengan dahi mengerut dan bibir yang mengerucut.


"Gue kangen sama lo, gue pengan rangkulan sama lo buat jalan ke kelas...!", Kennan berucap sedatar mungkin sambil merangkul pundak Arya kuat dengan tangan kirinya.


"Ciihh... ternyata elo sama Aldi sama wae, sama - sama doyan jeruk. Lepasin tangan lo, gue masih demen sama jambu aer yang ranum", Arya mengibaskan lengan tangan Kennan. Namun malah membuat Kennan semakin menguatkan rangkulannya pada pundak Arya.


"Kenn... sama Aldi sana yang sejenis", Arya berusaha melepaskan diri dari rangkulan Kennan.


"Nggak... gue maunya sama elo", Kennan menarik kuat pundak Arya.


"Udah nikmatin wae Ar... Kennan udah bosen sama gue, dia mau nyari mangsa baru buat dibikin sejenis kek gue", Kekeh Aldi.


Bima pun ikut terkekeh melihat kekesalan saudara kembarnya.

__ADS_1


"Anj*ng... sialan lo berdua gak demen emang kalau gue seneng dikit wae. Lagian elo tu Ma, ngapain diem wae seh... gak bantuin gue jugak. Elo saudara gue bukan seh...", Arya semakin kesal karena saudara seirasnya itu hanya diam saja, malah ikut terkekeh.


"Elo gak sadar kalau gue sebangku sama Kennan, so gue sama mereka berdua udah sama... Sejenis iya kan Al... Kenn...", Bima berucap dengan mengejek saudara kembarnya.


Arya pun mengumpat, "Dasar saudara laknat lo Ma!"


"Udah jalan... keburu masuk ntar", Kennan menarik pundak Arya agar berjalan mengikutinya. Arya pun mau tak mau berjalan mengikuti kapten tim basketnya meski dengan sedikit kesusahan.


"Rangkul yang kuat Kenn jangan dilepasin, bahaya kalau lepas", ucap Bima terbahak bermaksud mengejek Arya.


"Kampret lo Ma... tar pulang gue tinggal lo", Arya mengumpat bahkan mengancam Bima dengan kesal.


"Biarin... gue naek tayo, wleekkk"


Bima dan Aldi terbahak tak terkecuali Kennan pun ikut tertawa.


Kennan merogoh poselnya kemudian mengetikkan sesuatu pada aplikasi chatnya dengan tangan kanan saat berjalan mendekati Tita yang masih berpelukan dan melepas rindu pada sahabatnya.


"Neng Tita... I lope you..", Arya tetiba berseru saat melewati Tita dan Hani, alhasil mulut Arya langsung mendapat bekapan telapak tangan kekar Kennan.


Meski Arya meronta Kennan tidak melepaskan bekapannya, malah menarik Arya semakin kuat agar cepat meninggalkan koridor sekolah.


Aldi dan Bima mencebik dengan tak lupa saling memukul Arya sekenanya dengan pelan.


Tita dan Hani melepaskan pelukan mereka dan hampir bersamaan menoleh pada empat orang cowok yang berjalan santai melewati mereka.


Tita menggelengkan kepala berulang dengan tersenyum tipis sambil memandang Kennan yang terlihat berangkulan dengan Arya diiringi kedua temannya dibelakang yang terlihat saling bersenda gurau, menurutnya.


"Ngapain mereka?", Hani bertanya pada Tita cengo.


Tita pun menggedikkan bahunya.


Ting... bunyi notifikasi dari ponsel Tita, Titapun merogoh ponsel dari saku rok seragam sekolahnya.


Kulkas2pintu


muter juga....biar berasa kek syuting film India di sekolah. Ngarep banget gue😘


Tita tersenyum tipis.


"Dasar mesum", gumam Tita lirih kemudian mematikan ponsel dan memasukkan kembali ke dalam saku rok seragam sekolahnya, tanpa membalas pesan dari suaminya.


"Siapa yang mesum Ta...?", Hani bertanya heran.


"Ah... eh... itu teman lama emban, kasih pesan yang enggak - enggak", sahutnya dengan berbohong.


"Cowok...?"


Tita mengangguk kemudian menggandeng lengan kiri Hani dan sedikit menariknya perlahan. "Kelas yukk... bentar lagi bel", Tita mengajak Hani untuk melangkahkan kaki mereka menuju kelas agar Hani tidak melanjutkan kekepoannya.


...🍭🍭🍭🍭...


"Ck.... gak usah mulai deh Kenn", Irsyad berdecak kesal saat Kennan tiba - tiba saja mendudukkan diri di sebelah Irsyad saat dirinya baru saja hendak duduk menikmati bakso di kantin sekolah.


Sebenarnya tempat duduknya itu akan ditempati oleh Irsyad dengan Tita dan Hani.


Namun setelah Irsyad kembali dari mengambil pesanan minumnya, Kennan sudah duduk di meja yang sama dengannya.


"Udah duduk wae", Kennan cuek sambil menarik mangkuk bakso yang diyakini Kennan adalah milik Tita.


Mau tidak mau Irsyad mendudukkan diri pada kursinya semula sambil menaruh es jeruk di atas meja.


"Pesen sendiri sono... itu punya bini lo", Irsyad berucap sambil melirik Kennan yang mulai mengaduk bakso milik Tita.


Tita memang tidak ada di sana karena mengantarkan Hani untuk mengambil siomaynya sekalian mengambil teh hangat pesenannya.


"Bukan punya lo kan...?!", Kennan cuek.

__ADS_1


"Serah lo deh...!", Irsyad kesal.


"Loh... itu kan bakso punya emban, kok dimakan sih..?!", Hani berkata dengan kening berkerut sembari mendudukkan diri di hadapan Irsyad.


Tita menatap Kennan bingung juga sedikit kaget karena tidak menyangka jika suaminya itu akan seenaknya saja menyerobot mangkuk baksonya di kantin sekolah. Bukan apa - apa tapi Tita belum siap jika Kennan mempublikasikan hubungan mereka.


"Sorry.... gue lapar banget", ucap Kennan pada Tita sambil menatap gadis itu sekilas kemudian dengan cueknya mengaduk bakso di hadapannya seolah mendinginkan kuah bakso yang terlihat mengepulkan asap panas.


Tidak ada jawaban dari mulut Tita, dia masih terdiam termangu karena masih terkaget.


"Elo gimana seh Syad... mentang - mentang temen lo, elo diem wae. Kasihan emban kan....", Hani melirik sinis pada Kennan yang terlihat tidak peduli sambil memarahi Irsyad.


Sedangkan Irsyad hanya menggedikkan bahunya santai.


Hani melambaikan telapak tangannya di depan wajah Kennan, hendak memarahi kapten basket yang tidak punya hati menurutnya.


"Hei... elo gak pu_". Perkataan Hani dipotong oleh Tita.


"Udah biar Tita pesen lagi aja". Tita berucap kata sambil meletakkan teh manis hangat di atas meja, kemudian berlalu meninggalkan mejanya untuk kembali memesan bakso.


Setelah beberapa saat Tita pun kembali dengan membawa mangkuk bakso lalu mendudukkan diri di hadapan Kennan.


Sekilas Tita melirik Irsyad dan Hani, kedua temannya itu terlihat sedang menikmati makanannya. Titapun mengucap doa dalam hatinya kemudian mulai mengaduk baksonya dan mulai makan.


Tita memandang Kennan yang terlihat belum memakan baksonya padahal tadi dia bilang lapar banget.


Saat Tita akan membuka mulutnya untuk bertanya, Hani tetiba berucap mendahului.


"Katanya tadi lapar banget, kok masih utuh... modus kan lo!!", Hani terlihat sangat kesal karena bakso milik sahabatnya diserobot begitu saja oleh kapten tim basket most wanted sekolah yang selama ini Hani gandrungi. Saking kesalnya bahkan Hani sudah tidak peduli lagi tentang rasa senangnya tiap kali membicarakan ketampanan Kennan yang biasa dilakukannya di depan Tita sahabatnya.


Irsyad menoleh pada Kennan di samping kirinya, dan benar adanya. Mangkuk bakso di hadapan Kennan terlihat masih utuh, Kennan hanya mengaduk baksonya. Mungkin benar ucapan Hani, Kennan hanya modus. Modus untuk tidak membiarkannya duduk dan dekat Tita, menurutnya.


"Cepet makan... tadi lo kata laper", ucap Irsyad dengan menyenggol Kennan dengan sikunya.


Kennan menghela nafas panjang kemudian mulai melahap baksonya, terlihat enggan.


Beberapa kali Kennan menyuap bakso ke dalam mulutnya, terlihat keringat membasahi pelipisnya. Bibirnya memerah, terlihat menahan rasa pedas bahkan Kennan terlihat mengibaskan telapak tangan kanannya berkali - kali. Dan itu tak lepas dari pandangan Tita.


"Abang kenapa, kok kek kepedesan... Bukane Tita tadi belum kasih sambel. Mosok kepedesan seh?", tanya Tita dalam hati.


Baru saja Tita selesai berucap dalam hati, Kennan tetiba menyerobot teh manis Tita dan meminumnya dengan tandas.


Alhasil Tita, Hani membelalakan mata kaget hampir bersamaan dengan alasan masing - masing sedangkan Irsyad memutar bola mata malas.


"Sorry.... tanks", ucap Kennan saat meletakkan gelas kosong di atas meja kemudian beranjak meninggalkan meja kantin dengan buru - buru.


"Kenapa dia....?", Aldi cengo saat Kennan keluar kantin hampir menabraknya, karena tergesa.


Arya dan Bima hanya menggedikkan bahu lalu memasuki kantin sekolah.


Sedang di pojok kantin seseorang memandang meja Tita sembari menggenggam jemarinya kuat, hingga buku - bukunya memutih


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2