Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Kenyataan pahit


__ADS_3

Waktu terus berlalu, sudah 5 bulan usia kandungan Vira. Selama itu pula Rayhan bersemangat untuk melakukan segala macam pengobatan.


Di awal-awal kehamilan nya, Vira masih bisa menemani Rayhan berobat. Di usia kandungan nya yang sekarang, Vira sama sekali tidak ingin keluar rumah.


Hari ini adalah hari keluarnya laporan terbaru tentang kondisi kesehatan Rayhan. Dia sengaja mengambil nya sendiri, sebelum berangkat dia berdoa semoga ada keajaiban tentang penyakitnya itu.


Sesampainya dirumah sakit, Rayhan bergegas menuju ruangan dokternya untuk mengambil hasil pemeriksaan medis nya.


Didalam ruangan dokter


"Saya sungguh minta maaf tuan. Semua pengobatan yang kita lakukan selama ini, tidak membuahkan hasil."


"Jadi apa yang harus saya lakukan, dok?"


"Sekali lagi saya minta maaf tuan, semua obat yang kita gunakan. Ditolak oleh tubuh tuan, dan hanya mempercepat proses penyakit tersebut."


"Baiklah, dok. Anda sudah berusaha, jadi lanjutkan pekerjaan anda dan saya pamit." Ucap Rayhan sembari menjabat tangan sang dokter.


"Oya dok, tolong rahasiakan masalah ini dari istri dan ibu saya " Lanjut Rayhan


Rayhan pun berjalan kearah pintu, dan segera keluar dari rumah sakit itu. Dia mengendarai mobil nya, menuju sebuah bukit dimana di bisa berteriak sepuasnya.


Setelah berkendara selama 1 jam mobil yang Rayhan kendarai berhenti di sebuah bukit yang sangat indah. Dia disana mulai berteriak untuk menumpahkan semua perasaan nya.


"AGRHHH..... Kenapa semua jadi begini ? Bagaimana caraku memberi tahu Vira ? Bagaimana dengan anak ku ? Oh Tuhan, bantu lah hamba ." Teriak Rayhan.


Sudah hampir 2 jam Rayhan berada di bukit tersebut, matahari pun sudah hampir terbenam. Rayhan memutuskan kembali kerumah sebelum hari semakin malam.


Setibanya di rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia bergegas menuju kamar untuk melihat Vira. Sudah menjadi kebiasaan Vira selalu tidur lebih awal semenjak kehamilan nya. Dia tertidur sembari menyetel musik India favorit nya.


Musik: Mithoon


Singers: Mithoon, Arijit Singh, Shashaa Tirupati


Tum Mere Ho Iss Pal Mere Ho


-Kau adalah milikku pada saat ini


Kal Shayad Yeh Aalam Na Rahe


-Besok ini tidak mungkin terjadi


Kuch Aisa Ho Tum Tum Na Raho


-Sesuatu mungkin terjadi, kau tak seperti sekarang (berubah)


Kuch Aisa Ho Hum Hum Na Rahein


-Sesuatu mungkin terjadi, aku tak seperti sekarang


Yeh Raaste Alag Ho Jaaye


-Jalan kita bisa saja terpisah


Chalte Chalte Hum Kho Jaayein...


-Perlahan-lahan kita juga akan terpisah


Main Phir Bhi Tumko Chahunga (x4)


-(Tapi) Aku akan tetap mencintaimu


Iss Chahat Mein Marr Jaaunga


-Aku akan mati demi cinta ini


(Saya akan mengorbankan diri demi cinta ini)


Main Phir Bhi Tumko Chahunga


-Aku akan tetap mencintaimu

__ADS_1


Meri Jaan Mein Har Khamoshi Le


-Dalam setiap keheningan dalam hidupku


Tere Pyaar Ke Nagme Gaaunga


-Aku akan menyanyikan lagu-lagu cintamu


Mmm...


Main Phir Bhi Tumko Chahunga (x2)


-Aku akan tetap mencintaimu


Iss Chahat Mein Marr Jaaunga


-Aku akan mati demi cinta ini


Main Phir Bhi Tumko Chahunga


-Aku akan tetap mencintaimu


Aise Zaroori Ho Mujhko Tum


-Kau membutuhkan diriku


Jaise Hawaaein Saanson Ko


-Seperti udara untuk bernafas


Aise Talashun Main Tumko


-Aku mencari dirimu


Jaise Ki Pair Zameenon Ko


-Seperti telapak kaki mencarian Bumi (untuk berpijak)


-Setiap kali aku ingin tertawa atau menangis


Paagal Sa Dhoondoon Main Tumhe


-Aku mencarimu seperti orang gila


Kal Mujhse Mohabbat Ho Na Ho


-Kau mungkin atau tidak jatuh cinta padaku esok


Kal Mujhko Ijaazat Ho Na Ho


-Aku mungkin atau tidak memiliki izin (jatuh cinta)


Toote Dil Ke Tukde Lekar


-Dengan petikan yang rusak di hatiku


Tere Darr Pe Hi Reh Jaaunga


-Aku akan tetap (selamanya) di depan pintumu


Mmm ...


Main Phir Bhi Tumko Chahunga (x2)


-Aku akan tetap mencintaimu


Iss Chahat Mein Marr Jaaunga


-Aku akan mati demi cinta ini


Main Phir Bhi Tumko Chahunga

__ADS_1


-Aku akan tetap mencintaimu


Tum Yun Mile Ho Jabse Mujhe


-Sejak Kau bertemu denganku


Aur Sunehri Main Lagti Hoon


-Aku sudah merasa lebih berharga


Sirf Labon Se Nahi Ab Toh


-Bukan hanya dengan bibirku


Poore Badan Se Hansti Hoon


-Aku tersenyum dengan seluruh tubuhku


Mere Din Raat Salone Se


-Hari dan malamku telah menjadi indah


Sab Hai Tere Hi Hone Se


-Hanya karena kehadiranmu


Yeh Saath Hamesha Hoga Nahi


-Persahabatan ini tidak akan tetap selamanya


Tum Aur Kahin Main Aur Kahin


-Kau akan jadi suatu tempat dan aku akan menjadi tempat yang lainnya


Lekin Jab Yaad Karoge Tum


-Tapi setiap kali kau akan berpikir tentang diriku


Main Banke Hawaa Aa Jaaunga...


-Aku akan menjadi angin dan datang ke padamu


Hai…


Main Phir Bhi Tumko Chahunga (x2)


-Aku akan tetap mencintaimu


Iss Chahat Mein Marr Jaaunga


-Aku akan mati demi cinta ini


Main Phir Bhi Tumko Chahunga


-Aku akan tetap mencintaimu


Main Phir Bhi Tumko Chahunga (x4)


-Aku akan tetap mencintaimu


Tanpa sadar lagu ini sungguh, menyentuh hati Rayhan dan air mata yang ia tahan pun keluar dengan sendirinya. Sembari mengelus rambut Vira lembut.


"Maaf kan mas, Vi. Mas akan melanggar janji mas lagi." Batin Rayhan.


Rayhan pun bergegas keluar kamar dan segera berjalan menuju ruang kerjanya. Dia pun menelpon seseorang untuk mengabulkan permintaan nya dan orang itu pun setuju. Setelah selesai menelpon orang itu, Rayhan langsung menghubungi pengacaranya. Dan meminta nya membuat surat surat yang akan ia butuhkan.


🌺🌺🌺🌺


Catatan dari author


Itu lagu kesukaan author, walaupun udh author dengerin berkali" tetap saja author akan nangis. Jadi author pikir cocok lagunya sama situasi Rayhan πŸ™‚

__ADS_1


Ayo bantu author di lomba MangaToon dengan kalian semua vote novel ini sebanyak banyaknya 😊😊


__ADS_2