Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Azka terluka


__ADS_3

Dita dan kakek tiba di rumah siang hari,kakek menyuruh Dita untuk segera beristirahat,saat hendak melangkah ke kamarnya,tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya,dan lantas menghentikan langkah kaki Dita.


"Dek tunggu,mas ingin bicara." Azka memanggil Dita dan menghentikan langkahnya.


Dita menoleh ke asal suara,ternyata suaminya datang tidak sendirian,di belakangnya terlihat Stella yang berjalan sambil menunduk.


"mau apa kamu kesini?dan kenapa kamu bawa perempuan ini,apa kamu sengaja membawanya untuk membuat cucuku sakit hati?" ucap sang kakek dengan nada tidak suka.


"bukan itu maksud saya kek,saya hanya ingin meluruskan semuanya dan semua masalah berasal darinya,jadi saya menyuruhnya untuk meluruskan semuanya." ucap Azka tenang.


Dita sebenarnya tidak ingin mendengar penjelasan apapun tetapi berhubung ada Stella,dia menjadi penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh perempuan itu.


Dita kembali mendudukan dirinya di samping sang kakek yang masih setia berdiri menatap tajam ke arah Azka dan Stella.


"cih,aku yakin kalian tengah bersengkongkol." cibir kakek.


"kek,saya tidak berseng..."


"sudahlah,cepat apa yang ingin kalian ucapkan karena saya tidak memiliki banyak waktu!" Potong kakek cepat.


mendengar ucapan kakek Azka langsung menatap tajam Stella,dan memberi isyarat kepadanya untuk segera mengatakan yang sebenarnya.


"Dita,saya ingin...."


"tetap disitu,jangan berani mendekati cucu saya." potong kakek,dan segera menghentikan langkah setelah yang berusaha mendekati cucunya.


Stella mendengus kesal mendengar ocehan kakek tua yang ada di hafanpanya ini.


"dasar tua Bangka crewet!" umpat setlla dalam hati.


"jangan mengumatku,kau bahkan tak lebih baik dariku!" ketus kakek seolah tahu apa yang ada di pikiran Stella.


Stella hanya tersenyum kikuk menatap kakek,dan melanjutkan ucapanya.

__ADS_1


"Dita saya kesini hanya ingin mengakui,kalau waktu itu saya yang sudah memaksa masuk ke kantor Azka dan juga memaksa mencium Azka. saya sengaja melakukanya karena saya tahu kalau kamu akan berkunjung ke kantor Azka,jadi saya mengambil kesempatan itu untuk menghancurkan hubungan kalian,dan kakek saat melihat saya berpelukan dengan Azka itu juga rencana saya kek,karena saya tak sengaja melihat kakek waktu itu,dan saya segera memeluk Azka hingga kakek salah paham.intinya saya melakukanya dengan sengaja hanya untuk menghancurkan hubungan Azka dan Dita kek,karena jujur saya masih mencintai Azka." ucap Stella jujur,


Dita hanya diam dan menatap Stella tak suka,lalu beralih menatap suaminya yang tengah tersenyum ke arahnya,seolah mengatakan semuanya hanya tipu daya Stella.


"kau yakin?kau tidak sedang dalam ancaman lelaki ini kan?" tanya kakek yang masih tak percaya dengan ucapan Stella.


"dia benar kek,kalau kakek masih tak mempercayainya Abi punya bukti lain." ucap Abi yang baru saja datang entah dari mana,pasalnya Abi baru kelihatan dan tidak ikut menjemput adiknya untuk pulang.


"kau...kau juga ikut andil dalam hal ini Abi?" tanya kakek tak percaya.


"maaf kek,Abi melihat ketulusan dari Azka dan Abi sengaja menyelidikinya secara diam-diam. Azka lelaki yang baik dan cocok untuk Dita kek,percaya sama Abi." ucap Abi lembut kepada kakeknya dan tersenyum melihat ke arah sang adik yang masih setia terdiam.


kakek hanya mendengus kesal mendengar ucapan cucu lelakinya itu.


"cepatlah,apa itu karena kakek sudah muak dengan masalah ini!" tegas kakek,memang kakek benar-benar muak dengan drama yang di sebabkan oleh Azka.


Abi mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan segera menunjukkan sebuah video kepada sang kakek.


"eh...Stella,lihat bukankah itu istrinya Azka?" tanya temanya saat melihat Dita yang baru saja masuk ke dalam mobil dan tak lama setelahnya mobil itu membawa Dita pergi dari cafe,yang kebetulan ada Stella yang sedang asik mengobrol dengan temanya.


"ya kamu benar,aku yakin dia akan menemui Azka. aku tinggal dulu ya." ucap Stella dan segera beranjak dari duduknya.


"mau kemana?" tanya temanya


"aku mau membuat istrinya Azka salah paham dan membuat mereka segera berpisah." ucap Stella tersenyum licik,sementara temanya ingin mencegah tetapi tak di hiraukan oleh Stella yang keras kepala.


kakek mendengus kesal saat melihat video itu, "kamu,lebih baik kamu segera pergi dari sini,saya tidak mau rumah saya kotor karena kedatangan kamu!" usir kakek,kepada Stella.


sungguh kakek benar-benar tak menyangka jika Stella akan melakukan hal licik seperti ini,hanya untuk mendapatkan Azka kembali dan itu membuat cucunya sakit hati dan bersedih.


"cepat pergi,sebelum saya memasukkan kamu ke penjara atas tuduhan penipuan dan pencemaran nama baik." kakek mengancam.


"saya tidak akan pergi sebelum,berhasil membunuhnya." ucap Stella mengeluarkan sebuah pisau lipat dan mendekati Dita lalu menusuknya.

__ADS_1


"tidak..." teriak mereka secara bersamaan.


Azka yang kebetulan berdiri di samping Stella,dengan cepat ia manarik Stella untuk menjauhi istrinya,


jleb....


pisau lipat yang di pegang Stella tak sengaja menancap di perut Azka,saat ia ingin merebut pisau itu. semua mata tertuju pada Azka yang meringis memegangi perutnya yang sudah ber lumuran da rah,akibat tusukan dari Stella.


"aaa...Azka,aku tidak sengaja." ucap Stella ketakutan saat melihat Azka terjatuh sambil memegangi perutnya,ingin sekali ia menolong Azka tetapi ia juga takut kalau dia akan tertangkap oleh polisi,mau tidak mau Stella segera pergi dari sana saat semua sedang sibuk dengan Azka yang tengah tergeletak tak berdaya.


"Abi kamu kejar wanita itu,jangan biarkan dia lolos!" ucap sang kakek,dan langsung di iyakan oleh Abi.


Dita menangis melihat Azka yang berlumuran da rah,


"Anton...trisna..." teriak sang kakek menggema di seluruh ruangan.


sementara Dita ingin sekali ia memeluk Azka,tetapi ia tak bisa karena ada Rafa dalam gendongannya.


"mas...hiks...hiks...." Dita terisak duduk di samping Azka,tanganya mengelus wajah Azka yang tengah tersenyum kepadanya.


"sssttt....jangan nangis dek,mas baik-baik saja." ucap Azka mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi Dita.


"Dita ingat jahitanmu nak..." ucap sang kakek memperingati saat melihat Dita duduk sembarangan di samping suaminya. memang jahitan Dita sudah mulai mengering tetapi Dita masih tetap tidak di perbolehkan untuk sembarangan bergerak.


Dita mengabaikan ucapan kakek,ia masih menangis terisak di samping Azka,


"ya tuan..." ucap serempak kedua penjaga yang di panggil kakek.


"jangan diam saja cepat bawa cucu menantu saya ke rumah sakit!" sentak kakek kepada kedua penjaganya itu.


dengan cepat kedua pria berbadan besar itu mengangkat tubuh Azka dan membawanya ke rumah sakit.


"MAAF YA TEMAN-TEMAN UPNYA LAMA,KARENA KEMARIN RENCANANYA PENGEN UP TIGA BAB,MALAH RIVEWNYA LAMA,KATANYA MENGANDUNG UNSUR ANU PADAHAL GAK ADA,YA UDAH JADI MALES DEH BUAT NGLANJUTINYA."πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2