My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 100 : Semuanya Jadi Berantakan


__ADS_3

Indra Perdana saat itu sedang berada didalam ruangan kerjanya, masih mengerjakan semua pekerjaannya sendirian karena tidak ada Marisa yang biasanya membantu semua pekerjaannya.


Ternyata mengurus semua pekerjaan sendirian itu sangat merepotkan! Indra harus beberapa kali menghubungi Bella karena lupa jadwal metting yang harus dia jalani hari itu. Belum lagi Indra harus mencatat sendiri semua hasil metting dan mengevaluasinya secara mandiri pula!


"Sial! Ini semua gara-gara Marisa! Kenapa dia pergi saat pekerjaan kantor benar-benar menumpuk?! Dia pasti sedang enak-enakan rebahan! Sementara saya disini sendiri mengurusi semua pekerjaan ini! Apa saya minta Bella untuk menjadi asisten pribadi saya untuk sementara waktu?! Ah! Tidak bisa! Bella itu kan sekretaris saya! Bella harus tetap berada di kantor. Sementara saya membutuhkan seorang asisten pribadi yang bisa menemani saya metting diluar!" pikir Indra.


Semakin lama berpikir, Indra semakin merasa tidak nyaman dan tidak fokus pada pekerjaannya! Hati dan pikirannya terus melayang pada sosok Marisa yang sebenarnya sangat di rindukannya! Baru dua hari kehilangan Marisa, Indra merasa sudah dua minggu gadis itu pergi meninggalkannya.


"Saya rasa saya harus menghubungi Marisa. Seenaknya saja dia pergi dari Perdana Enterprise dan tidak pamit sama sekali pada saya!" batin Indra lalu segera mengirim beberapa pesan WA untuk Marisa. Tapi semua pesan WA Indra hanya di baca tanpa di balas oleh Marisa.


Indra merasa semakin kesal! "Kenapa dia hanya membaca pesan WA saya tanpa membalasnya! Marisa yang menyebalkan! Apa dia sengaja membuat saya penasaran dan rindu setengah mati kepadanya?!"


Indra tidak mengetahui kalau sebenarnya saat itu Marisa juga mempunyai perasaan yang sama dengannya. Marisa juga sangat kehilangan dan merindukan Indra. Tapi bagaimana Marisa mau membalas pesan dari Indra kalau pesan nya bernada kasar dan penuh dengan kemarahan?


Pada akhirnya Indra dan Marisa terjebak dalam satu rasa cinta yang tidak bisa saling di ungkapkan. Indra tidak mau mengakui perasaannya karena merasa Marisa tidak sepadan untuknya, sementara Marisa juga tidak bisa mengungkapkan perasaannya karena sikap Indra yang selalu menunjukkan kebencian terhadapnya dari sejak awal pertemuan mereka.


Indra menunggu beberapa saat, berharap Marisa membalas pesan nya walaupun hanya sepatah kata. Tapi tidak ada balasan sama sekali! Yang ada justru telepon dari Sofie yang memang sedari kemarin terus mencoba menghubungi Indra tapi tidak pernah di respon.


Ratusan pesan WA dan puluhan panggilan telepon Sofie selalu di abaikan oleh Indra. Dan hari ini Sofie terus mencoba lagi menghubungi Indra. Indra yang sedang halau kerena memikirkan Marisa bukannya merasa kasihan pada Sofie, tapi malahan menjadi semakin jengkel! Akhirnya Indra mengangkat telepon dari Sofie dengan penuh perasaan terpaksa!


"Halo!" kata Indra jengkel.


"Dra!" terdengar suara Sofie yang kini agak serak dan lemah. "Akhirnya kamu mau mengangkat telepon dari aku!"

__ADS_1


"Ada apa lagi kamu menghubungi saya?!"


"Aku kangen banget sama kamu, Dra! Aku sakit, aku lemah, aku sekarang udah gak bisa keluar rumah untuk menemui kamu!"


"Kalau kamu sudah lemah, kenapa kamu tidak segera berobat ke Singapura?!" tanya Indra.


"Aku mau kamu yang mengantarkan aku kesana!" rengek Sofie.


"Jangan bermimpi! Saya tidak akan pernah mengantar kamu ke manapun! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi!" kata Indra sadis!


'Kamu kenapa tega sekali sama aku, Dra...? Padahal aku yang selama ini selalu sayang sama kamu... Mana gadis yang kamu cintai itu?! Mana Marisa?! Bukankah dia sekarang pergi meninggalkan kamu?! Dia tidak pernah perduli kepada perasaan kamu!"


"Dari mana kamu tahu kalau Marisa pergi meninggalkan Perdana Enterprise?! Apakah benar kata Bella kalau kamu yang menyebabkan Marisa pergi dari Perdana Enterprise?! Karena kamu telah bersikap kasar dan menamparnya?!"


"Aku memang sempat berlalu kasar waktu itu. Tapi itu karena aku cemburu dan sedang panik mencari kamu! Kalau masalah dia meninggalkan Perdana Enterprise, mana aku tahu apa penyebabnya?!"


"Tapi kamu tahu tentang kepergian Marisa!"


"Iya, aku sempat berkomunikasi dengan Marisa. Marisa bilang padaku kalau dia berniat untuk resign dari Perdana Enterprise karena dia ingin fokus pada rencana lamarannya dengan Andro! Ya, karena itu!" Sofie mencari alasan untuk menutupi kesalahannya.


"Marisa bilang seperti itu kepada kamu?!"


"Iya!"

__ADS_1


"Dasar bodoh! Lalu bagaimana dengan PKL nya?! Apakah dia tidak perduli lagi pada nilai PKL nya?!"


"Marisa justru memohon-mohon kepadaku agar mau membujuk kamu untuk tetap memberikan nilai bagus untuk PKL nya! Katanya kamu pasti mau menuruti apa kataku karena kamu adalah tunangan ku!"


"Gila! Tidak! Saya tidak akan pernah memberikan nilai bagus untuk PKL nya! Saya justru akan memberikan blacklist ! Agar dia tidak di terima bekerja dimana pun nantinya!" Indra terpancing oleh kata-kata Sofie dan semakin merasa kesal pada Marisa!


"Sudahlah, Indra! Lupakan Marisa! Dia hanya bisa memanfaatkan kamu dan Andro! Sebaiknya sekarang kamu fokus sama aku! Kita mulai lagi dari awal. Aku benar-benar membutuhkan kamu..."


"Tidak! Saya tetap tidak bisa kembali sama kamu! Apa kamu pikir dengan tidak adanya Marisa maka saya akan menghendaki kamu lagi?! Tidak! Saya sudah tidak ada hasrat apapun lagi pada kamu!"


Indra pun memutuskan teleponnya dan sekalian mematikan data HP nya. Indra merasa benar-benar marah sekarang! Bisa-bisanya Marisa memutuskan resign dari Perdana Enterprise hanya karena ingin fokus dengan rencana lamarannya dengan Andro!


"Tidak Marisa! Kalau kamu berlaku konyol seperti ini, maka saya pun bisa berlaku tegas! Saya tidak akan membiarkan Andro melamar kamu! Kalau kamu bisa menyakiti hati saya dengan cara seperti ini, maka saya juga bisa menggagalkan rencana pertunangan kamu! Enak saja kamu mau berbahagia dengan Andro sementara saya sakit sendirian!" rutuk Indra geram!


Indra pun merasa tidak ada gunanya lagi dia berada di kantor! Semuanya berantakan dan tidak bisa di kendalikan! Indra pun memutuskan untuk pergi dari kantor dan berkeliling dengan mobilnya tanpa arah!


Indra tidak perduli seberapa jauh dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi! Indra juga tidak merasa lapar padahal dia belum makan sedikitpun dari pagi.


Semuanya terasa sangat kacau dan berantakan! Indra terus menerus memukuli stir mobil nya saat dia merasa tidak sanggup menahan amarahnya!


"Sial! Kenapa semuanya jadi berantakan begini! Pekerjaan, kehidupan dan pribadi saya jadi kacau semenjak kepergian Marisa! Kenapa efeknya bisa sedahsyat ini?! Argh!!!" Indra kembali merutuk dan memukuli stir mobil nya!


Hingga menjelang malam Indra sampai di sebuah tempat hiburan malam yang dulu sering dia kunjungi bersama teman-teman kuliahnya untuk sekedar hang out di akhir pekan.

__ADS_1


Sudah cukup lama Indra tidak kesini. Sejak lulus kuliah dan fokus memegang Perdana Enterprise bersama almarhum Papa. Dan kini rasanya tidak ada salahnya kalau Indra kembali ke tempat ini untuk sekedar minum-minum. Untuk melepaskan kepenatan dan lari dari masalah.


__ADS_2