My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 222 : Mendepak Andro


__ADS_3

Malam harinya Indra memanggil Andro ke ruangan kerja pribadi yang ada di kediaman mereka. Malam itu mereka selesai makan malam bersama. Mama dan Marisa sudah masuk kedalam kamar masing-masing.


Andro memasuki ruangan kerja dan mendapati Indra sudah duduk di kursi sambil menyilangkan sebelah kakinya dengan wajah yang dingin dan tidak bersahabat.


Andro mengambil duduk di depan meja kerja Indra dan bertanya, "Ada apa kamu memanggil saya kesini?" tanya Andro.


"Saya sudah memutuskan untuk mengirim kamu ke Italia besok pagi. Sudah beberapa bulan proyek disana tidak kita lihat secara langsung" jawab Indra.


"Jadi benar kata asisten pribadi sekaligus kekasih kamu itu? Kalau kamu akan mendepak saya dari Perdana Enterprise?" nada suara Andro menyiratkan kekecewaan yang begitu besar. Andro tidak menyangka kalau Indra tega mengirim nya jauh keluar negri agar tidak menggangu hubungan gelapnya dengan Melati!


"Saya tidak ada pilihan lain! Saya tidak mau kamu memberi tahu Marisa tentang hubungan saya dengan Melati! Saya tidak mau Marisa kecewa!"


"Kamu tidak mau Marisa kecewa? Tapi kamu tega mengkhianati dia?! Kamu sudah gila, Indra! Kamu sama saja dengan Melati! Kalian berdua sudah gila!"


"Kamu tidak usah khawatir, Andro! Saya tidak akan mengecewakan Marisa! Saya akan melepaskan Melati setelah saya puas bermain cinta dengan Melati! Melati hanya sekedar pelampiasan sementara buat saya! Jadi kamu tidak usah sok pahlawan ingin memberi tahu Marisa tentang semua itu! Yang ada perbuatan kamu malah akan menyakiti hati Marisa!"


"Saya tahu itu! Makanya saya juga tidak berniat untuk memberi tahu Marisa! Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya jika mengetahui suami yang amat di cintainya telah tega mengkhianatinya! Maka itu saya tadi menemui Melati untuk bersedia melepaskan kamu. Tapi wanita jahat dan murahan itu malah mengajukan permintaan gila! Dia mau melepaskan kamu asalkan saya mau menjadi penggantinya! Gila!"


Indra melotot! "Kamu jangan memutar balik fakta! Justru kamu yang meminta Melati agar melepaskan saya dan memilih kamu! Kamu boleh memiliki Melati, tapi nanti! Setelah saya bosan dengan tubuh nya!"


"Apa?!" Andro mengerutkan keningnya. "Saya meminta Melati untuk memilih saya?! Dia mengatakan hal itu kepada kamu?!"


"Ya!"


"Ya Tuhan! Saya tidak pernah mengatakan hal itu kepadanya! Dasar wanita gila! Dia yang memutar balik fakta! Dan kamu percaya begitu saja kepadanya?! Sadar Indra! Bagaimana bisa kamu lebih mempercayai dia daripada saya, saudara kamu sendiri!"


"Tapi saya yakin kalau kamu memang menyukai Melati! Sama seperti saya menyukainya!"


"Hahahaha! Saya suka kepada Melati?! Sedikitpun saya tidak pernah menaruh perasaan kepadanya! Justru saya merasa jijik kepadanya! Kalau saya mau, sudah dari dulu saya mengincar Melati! Tapi saya sedari awal memang tidak tertarik pada wanita murahan seperti dia!"


"Tutup mulut kamu! Kamu sama saja dengan bicara kalau selera saya rendah!" bentak Indra!

__ADS_1


"Lho, kenapa kamu marah? Itu memang kenyataannya! Kalau tidak murahan, mana mungkin dia mau melayani kamu yang jelas adalah seorang pria beristri! Yang gilanya lagi, dia kenal dan dekat dengan Marisa! Kamu tega, Indra! Marisa kurang apa sehingga kamu berani bermain api di belakangnya!"


"Saya minta kamu keluar sekarang juga dari ruangan ini! Saya sudah menyiapkan semua keperluan kamu untuk berangkat ke Italia besok pagi!" Indra akhirnya mengusir Andro setelah tidak bisa menjawab lagi kata-kata Andro yang memang banyak benarnya!


"Baiklah, saya akan pergi besok pagi! Tapi saya ingatkan kepada kamu! Kamu akan menyesal karena telah mengkhianati cinta dan kepercayaan Marisa! Dan pada saatnya nanti setelah kamu menyesal, semua itu telah terlambat!"


"Makanya saya ingin kamu pergi agar Marisa tidak tahu semuanya!"


"Marisa akan tahu, walaupun tidak dari saya! Karena sepandai-pandainya seorang menyimpan bangkai, suatu saat akan tercium juga baunya!"


"Saya bilang pergi kamu dari ruangan ini! Sebelum saya habis kesabaran dan menyeret kamu keluar dari sini!"


Andro hanya bisa menghela nafas panjang dan akhirnya keluar dari ruangan itu. Diluar kamar, Andro berpapasan dengan Marisa yang sedang membawakan dua cangkir kopi hitam panas untuk Indra dan Andro.


"Eh, Andro. Aku baru saja mau nganterin kopi buat kalian!" kata Marisa.


Hati Andro begitu terenyuh melihat Marisa. Rasanya Andro ingin menangis dan memeluk Marisa. Andro tidak tega kalau sampai Marisa tersakiti oleh Indra.


"Apa? Ke Italia? Mendadak sekali?! Kamu kan juga sudah berjanji pada Mama kalau kamu tidak akan pergi jauh lagi" kata Marisa kaget.


"Kamu tanya saja pada Indra kenapa dia mendadak mengirim saya ke Italia!"


Saat itulah Indra muncul di depan pintu ruangan kerja dan melihat Andro bicara dengan Marisa. Indra langsung merasa khawatir kalau Andro akan mengatakan tentang hubungan gelapnya dengan Melati! Karena itulah Indra segera memanggil Marisa.


"Sayang, sini!" panggil Indra.


"Iya, sebentar Sayang" kata Marisa dan menoleh kearah Andro. "Aku nemuin Indra dulu ya?"


Andro hanya mengangguk lesu.


Marisa segera menghampiri Indra dan memasuki ruangan kerja yang langsung di tutup pintunya oleh Indra.

__ADS_1


Marisa menaruh cangkir kopi di atas meja dan berkata. "Aku udah bikin dua cangkir kopi buat kamu sama Andro. Tapi dia bilang kalau dia mau packing buat persiapan pergi ke Italia besok"


"Iya, saya memang mengirim Andro ke Italia besok" kata Indra.


"Kok mendadak sekali?" tanya Marisa heran.


"Ya, ada beberapa hal penting yang harus segera di selesaikan dan tidak bisa di tunda lagi" jawab Indra sekenanya.


"Oh begitu... Mudah-mudahan segera bisa di selesaikan ya. Kasihan Mama kalau jauh dari Andro. Waktu itu juga Mama sampai jatuh sakit karena tinggal berjauhan dengan Andro"


"Tidak akan lama kok!"


Indra menarik Marisa untuk duduk di atas pangkuannya dan mulai menciumi leher istrinya itu. "Emh... Emh... Istri saya ini selalu saja wangi dan menggairahkan!" bisik nya.


"Geli ah, Dra..." Marisa mendesah.


"Baby Syailendra sudah tidur?"


"Sudah, sekarang sedang di jaga Lilis karena saya ingin membuatkan kopi untuk kamu"


"Bagaimana kalau kita bercinta disini?" ajak Indra.


"Disini? Sekarang?" tanya Marisa.


"Ya, satu kali saja!" Indra mulai meraba-raba buah dada Marisa yang padat dan semakin bertambah besar. "Buah dada kamu semakin bertambah besar, Marisa! Sayangnya tidak bisa saya remas dan hisap!"


"Sabar ya, Sayang..."


"Iya, saya kan masih punya yang ini" Indra meraba ke bagian bawah tubuh Marisa dan menyibakkan daster yang menutupi paha Marisa. Di susupkan nya jari-jari tangan kedalam CD Marisa dan menemukan milik Marisa yang begitu di sukai nya.


"Ah... Indra...!" rintih Marisa dengan lirih...

__ADS_1


__ADS_2