My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 31 : Kebohongan Kayla


__ADS_3

Marisa sampai di kantor Perdana Enterprise pukul 6 pagi. Indra belum ada diruangannya. Marisa segera menyiapkan semua berkas yang diperlukan untuk metting di Sumedang nanti. Mumpung Indra belum datang, jadi Marisa bisa membereskan semuanya dengan tenang.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar ketukan pintu.


"Masuk," kata Marisa.


Pintu ruangan pun terbuka, dan muncullah seorang wanita yang sedikit lebih dewasa dari Marisa yang memiliki penampilan berani, kalau tidak mau dibilang seksi. Baju kerjanya begitu ketat, serta rok span selutut yang juga ketat dan memiliki belahan yang tinggi di sisi kiri kanannya. Belum lagi riasan wajahnya yang mencolok.


"Hai, Marisa! Aku Kayla." kata wanita itu dengan nada ramah yang di buat-buat.


"Hai, ada yang bisa saya bantu?"


Kayla memasuki ruangan CEO dan mendekati Marisa dengan tatapan yang seperti hendak menelanjangi Marisa. Sikapnya jelas tidak bersahabat.


"Aku dengar kamu akan pergi menemani Pak Indra hari ini ke luar kota untuk mengurus proyek pembangunan perumahan disana?" tanya Kayla sinis.


"Memang," jawab Marisa.


"Aku datang kesini untuk meminta kamu membatalkan kepergian kamu dengan Pak Indra dan melimpahkan tugas itu kepadaku! Bilang apa saja pada Pak Indra! Buat alasan yang masuk akal agar dia tidak jadi membawamu kesana!" tekan Kayla langsung pada pokok pembicaraannya.


"Lho, kenapa?" tanya Marisa heran.


"Aku tidak suka kamu pergi dengan Pak Indra! Pak Indra sudah menjadikan aku kekasih keduanya sebelum kamu hadir di kantor ini!" dusta Kayla.


"Kekasih kedua?"


"Iya! Tapi sejak kamu ada, aku diacuhkan dan dilupakan! Aku minta sekarang kamu jauhi Pak Indra! Aku gak bisa kehilangan Pak Indra! Aku udah berkorban banyak buat dia! Apalagi cuma karena kamu PKL disini, aku kehilangan dia, orang yang sangat aku cintai!" tekan Kayla semakin berapi-api.


Pagi itu Kayla memang mendengar kabar kalau Indra akan pergi dua hari keluar kota untuk meresmikan proyek perumahan yang akan dibangunnya disana. Tapi yang membuat Kayla panas adalah Indra akan pergi bersama Marisa! Seorang pegawai PKL-an yang belum ada sebulan bekerja di Perdana Enterprise! Sementara Kayla yang sudah dua tahun lebih bekerja disana tidak pernah sekalipun bisa mendekati Indra.


Berbagai hal sudah pernah Kayla coba, dari menyapa, mengantarkan berkas, sampai mencoba DM pada Indra, tapi tidak pernah ada tanggapan! Bahkan mungkin Indra tidak pernah menyadari adanya Kayla di perusahaan itu.


Dan sekarang anak baru bernama Marisa itu langsung bisa dekat dengan Indra bahkan bisa ikut sang CEO ke luar kota berduaan?! Kayla tidak bisa menerima dan memutuskan untuk meminta Marisa menjauhi Indra! Maka Kayla terpaksa berbohong kalau dia sudah memiliki hubungan khusus dengan Indra sebelum Marisa hadir.


"Kamu sabar dulu, Kayla! Aku gak ada hubungan apa-apa sama Pak Indra! Aku murni hanya bekerja disini. Untuk rekomendasi kelulusan kuliah ku," kata Marisa coba menjelaskan.


"Aku gak mau tahu! Pokoknya kamu tidak boleh pergi berdua dengan Pak Indra ke luar kota! Atau kamu mau aku cap sebagai pelakor?!" ancam Kayla.

__ADS_1


"Aku bukan pelakor! Bukankah kamu yang pelakor?! Kamu mau menjadi kekasih kedua Pak Indra padahal kamu tahu dia sudah bertunangan dengan Bu Sofie?!"


"Aku bukan pelakor! Karena selama berhubungan bersamaku, Pak Indra tidak pernah meninggalkan Bu Sofie! Tapi setelah ada kamu, Pak Indra meninggalkan aku! Itu artinya kamu sudah merebut Pak Indra dari aku!"


Marisa menjadi pening! Sebenarnya ada apa dengan pandangan orang-orang pada hubungan Marisa dengan Indra?! Kemarin Fero yang mencurigainya ada hubungan khusus dengan Indra, sekarang malah Kayla yang menuduhnya seperti itu!


Padahal boro-boro ada hubungan khusus! Marisa selama ini sudah cukup tersiksa dengan sikap Indra yang arogan dan menyebalkan!


"Oke! Aku akan menolak ajakan Pak Indra untuk pergi keluar kota!" kata Marisa.


"Kamu tidak berbohong, kan?!" bentak Kayla.


"Tidak! Lagipula kamu tidak usah khawatir! Aku tidak tertarik pada Pak Indra! Sama dengan Pak Indra juga yang tidak tertarik padaku!"


"Lalu mau apa dia mengajak kamu pergi berdua keluar kota?!"


"Aku di pinta untuk merancang design perumahan disana! Mau gak mau aku harus ikut karena aku yang harus presentasi disana!"


"Tapi kamu tidak boleh kesana, Marisa!"


"Iya!"


"Kamu juga harus bilang pada Pak Indra agar mengajakku kesana! Agar kami berdua bisa bersama lagi!"


"Tapi kamu juga jangan bilang ini atas permintaan ku!"


"Dasar culas! Kenapa kamu harus malu?! Pak Indra kan pernah menjadi milik kamu?!"


"Aku tidak mau dia tahu kalau aku tidak bisa kehilangan dirinya!"


Marisa menghela nafas panjang. "Oke, Kayla! Aku akan turuti permintaan kamu! Lagipula kamu tidak usah khawatir! Aku tidak dekat dengan Pak Indra! Aku justru menyukai Pak Andro!"


"Nah, bagus kalau begitu! Kamu sama Pak Andro, dan aku bisa kembali bersama Pak Indra!"


Ceklek!


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Indra Perdana muncul disana. Keningnya berkerut melihat ada Kayla di ruangannya.


"Siapa kamu?!" tanya Indra pada Kayla.

__ADS_1


Marisa mengerutkan keningnya. "Bukankah Kayla pacar gelap Pak Indra? Kenapa Pak Indra tidak mengenalinya?"


Sementara Kayla tampak salah tingkah tapi dengan cepat dia bisa menguasai dirinya dan mendapatkan alasan untuk bisa segera pergi dari sana. "Maaf, Pak. Barusan saya mengantarkan beberapa berkas tambahan yang dibutuhkan Marisa."


"Oh, begitu? Sekarang urusannya sudah selesai?" tanya Indra.


"Sudah, Pak."


"Kalau begitu, sekarang tinggalkan ruangan saya!"


"Baik, Pak." Kayla segera keluar dari ruangan itu seraya melirik penuh arti ke arah Marisa.


Begitu Kayla pergi, Indra langsung menegur Marisa. "Kamu tidak boleh sembarangan meminta bantuan pada karyawan lain! Urus sendiri pekerjaan kamu! Jangan melibatkan orang lain atas tugas yang sedang kamu pikul!"


"Tapi Pak, saya," Marisa coba menjelaskan kalau dia sama sekali tidak meminta Kayla untuk membantu pekerjaannya.


"Sudah! Jangan banyak alasan! Sekarang sudah jam 8! Kita berangkat sekarang! Kamu sudah menyiapkan semua berkas yang akan dibawa ke Sumedang, bukan?!"


"Sudah, Pak."


"Kalau begitu kita berangkat sekarang! Saya tidak mau terjebak macet! Perjalanan kita jauh! Sore ini kita langsung metting!"


"Tapi, Pak Indra," kata Marisa memotong.


"Apa lagi?!"


"Saya... Saya tidak bisa ikut ke Sumedang bersama Bapak..."


"Apa?!!" bentakan Indra terdengar keras laksana petir di tengah hujan badai!


Marisa langsung menunduk karena takut.


"Apa kamu bilang, Marisa?!!" bentak Indra lagi!


"Saya... Saya tidak bisa ikut Bapak ke Sumedang..."


"Kenapa?!"


"Karena... Karena saya takut tidak bisa bekerja dengan baik disana. Saya tidak punya kapasitas untuk melakukan presentasi disana walaupun saya yang membuat design perumahan itu. Jadi saya pikir kalau Bapak lebih baik menggantikan saya dengan orang lain saja. Kayla misalnya."

__ADS_1


Indra mendengus kesal! "Saya tidak ada waktu untuk berdebat dengan kamu! Sekarang juga kamu ikut saya ke Sumedang! Atau kamu tidak boleh menampakan diri di Perdana Enterprise lagi!"


Bukan main terkejutnya Marisa mendengar perkataan Indra!


__ADS_2