My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 247 : Terbongkar Juga


__ADS_3

Marisa tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya untuk mencari kebenaran tentang hubungan Indra dan Melati. Maka keesokan harinya Marisa mencoba untuk menghubungi Melati dan meminta bertemu dengan wanita itu.


Melati mau menerima ajakan Marisa untuk bertemu dan mereka pun sepakat untuk bertemu di sebuah restoran pada jam makan siang.


Marisa pergi dengan tidak membawa Baby Syailendra yang dia titipkan pada Lilis di rumah. Pada Mama Renata, Marisa minta izin untuk belanja sebentar ke supermarket. Marisa datang ke restoran tempat dimana dia akan bertemu Melati dengan di temani supir keluarga.


Sesampainya Marisa di restoran, ternyata Melati sudah ada disana. Melati tampak berbeda dari yang selama ini Marisa kenal. Melati tampak berdandan mewah dan elegan. Sementara Marisa tetap pada gayanya. Sopan dan tertutup tetapi tetap trendy.


Marisa duduk di hadapan Melati. Untuk sesaat mereka saling melemparkan pandangan seolah sedang mengukur kekuatan masing-masing. Hingga akhirnya Melati yang bertanya duluan.


"Apa kabar, Marisa?" tanyanya dengan gaya yang sombong dan jahat. Sangat jauh berbeda dengan Melati yang selama ini selalu tampil lugu dan sopan. Bahkan kini Melati sudah berani memanggil Marisa dengan sebuah nama saja. Padahal selama ini Melati selalu memanggil Marisa dengan sebutan Bu Marisa karena Marisa adalah istri dari atasannya, Indra.


"Alhamdulillah, aku baik. Bagaimana kabar kamu sebaliknya?" Marisa balik menanyakan kabar Melati.


"Aku sangat baik!" jawab Melati ketus. "Dan aku tidak ada banyak waktu untuk bicara dengan kamu! Aku sibuk dan akan segera pergi dari sini!"


"Kamu tidak usah khawatir, aku juga tidak akan lama-lama disini. Aku tidak bisa meninggalkan anak ku lama-lama"


"Lalu kamu mau apa?"


"Langsung saja, apakah kamu ada hubungan gelap dengan Indra, suamiku?" Marisa menanyakan hal yang selama beberapa minggu ini menghantui pikiran nya. Walaupun resikonya sangat besar. Marisa harus bisa bertahan dari rasa sakit kalau jawaban Melati tidak sesuai dengan harapannya.


Melati tersenyum sinis dan menatap Marisa dengan penuh kebencian! "Apa gunanya aku menjawab pertanyaan mu itu?! Kamu tanyakan saja sendiri pada suami kamu, Indra Perdana yang terhormat!"

__ADS_1


Marisa berusaha keras untuk menahan emosinya. "Indra tidak mau berterus terang tentang hubungan kalian berdua. Tapi aku ada dugaan kalau kalian berdua memang ada sesuatu di belakang ku selama ini"


"Apa artinya kalau antara aku dan Indra ada hubungan?! Toh kemarin dia sudah mendepak ku dari Perdana Enterprise juga dari kehidupan kalian!"


Marisa mengigit bibirnya sendiri. "Jadi benar dugaan ku? Kalian berdua ada hubungan gelap?!"


Dengan congkak nya Melati mengangguk seolah-olah merasa bangga atas kelakuannya bermain api dengan suami orang.


"Sejak kapan?!" desis Marisa dengan hati yang luka parah.


"Sejak kamu melahirkan Baby Syailendra!" jawab Melati yang langsung membuat Marisa merasa tertikam jantung nya!


"Sejak aku melahirkan Baby Syailendra?! Ya Allah... Sudah sepuluh bulan ini Indra bermain api dibelakang ku dan aku tidak pernah tahu?!" batin Marisa dengan sekujur tubuh bergetar menahan tangisan dan rasa sakit yang begitu luar biasa.


"Kenapa kalian berdua bisa berhubungan?! Apakah Indra yang duluan menggoda kamu ataukah kamu yang menggoda Indra?" tanya Marisa lagi dengan nada suara tetap berusaha terdengar tenang.


"Jadi kamu dan Indra sudah sejauh itu?"


"Marisa, kalau dua orang dewasa melakukan perselingkuhan, pasti antara mereka akan terjadi sesuatu yang diluar norma susila!"


"Dan kamu mau saja?! Kamu seorang gadis kan?!"


"Ya, aku memang masih gadis dan kegadisan itu sudah aku persembahkan kepada suami mu yang juga aku cintai!"

__ADS_1


"Astaghfirullah...!" Marisa berucap perlahan seraya mengelus dadanya.


"Tidak usah sok suci dengan kamu menyebut nama Allah!"


"Kamu yang harusnya beristighfar, Melati! Kamu sudah melakukan hubungan badan dengan pria yang bukan suami mu! Kamu bahkan tahu kalau Indra adalah suami ku! Kita saling dan berhubungan baik! Bahkan kamu mendampingi aku saat acara empat puluh hari kelahiran Baby Syailendra!"


"Ya ya ya! Aku menemani kamu saat acara selamatan Baby Syailendra waktu itu, dan apa kamu tahu?! Saat aku pergi ke kamar kecil, suami mu yang tercinta itu sempat membuntuti ku hanya untuk bisa mencium dan meremasi buah dada ku!" Melati memang sengaja berkata-kata berani untuk menyakiti perasaan Marisa!


Dan Melati berhasil! Marisa memang benar-benar merasa begitu tersakiti dengan semua perkataan yang keluar dari mulut Melati!


"Ternyata selama ini Melati hanya berpura-pura polos dan lugu untuk memikat hati Indra. Padahal sesungguhnya Melati hanya seorang wanita murahan yang menjijikkan! Akhirnya semuanya terbongkar juga dan aku terlambat untuk mengetahui semuanya" batin Marisa.


Saat itu ingin rasanya Marisa menampar wajah Melati saking bencinya dia kepada wanita penggoda itu, tapi Marisa lebih memilih menahan dirinya karena sedang berada di tempat umum. Marisa tidak ingin membuat keributan apalagi sekarang ini akan banyak sekali kamera yang mengintai dan bisa menjadikan sesuatu kejadian menjadi viral hanya dalam hitungan detik.


"Lalu kenapa kamu mau berhubungan dengan Indra sedangkan kamu tahu dia adalah seorang pria yang sudah memiliki anak dan istri?" tanya Marisa lagi.


"Hm... Bagaimana ya? Habiskan suami kamu itu sangat baik, perhatian dan juga royal kepadaku! Jadinya lama-kelamaan aku juga jadi luluh. Selama berhubungan dengan ku, Indra sudah memberikan uang yang banyak setiap bulannya, barang-barang branded dan juga sebuah mobil mewah! Kamu lihat mobil mewah keluaran terbaru yang tepat berada di depan pintu masuk restoran ini?! Itu adalah hadiah dari suami kamu untukku karena aku telah memberikan milikku yang paling berharga untuknya!" jawab Melati dengan bangganya!


"Oh, jadi begitu?! Kamu mempergunakan kesempatan ini untuk mendapatkan semua itu dari suamiku?! Kamu mengorbankan harga diri sebagai seorang wanita hanya untuk bisa mencicipi harta Indra?!"


"Kenapa tidak?!"


"Baiklah kalau begitu, sekarang aku sudah tahu semuanya. Aku juga kini tahu satu hal. Ternyata untuk menggoda suami orang itu tidak perlu cantik seksi ataupun pintar. Seorang wanita bisa menjadi seorang penggoda suami orang hanya dengan satu modal dan aku melihat hal itu ada pada diri kamu! Cukup satu hal saja! Yaitu murahan!" kata Marisa dengan suara yang sangat tenang dan berkharisma!

__ADS_1


"Tutup mulut kamu, Marisa!" justru malah Melati yang emosi dan membentak Marisa!


"Lho, memang benar kan?! Kamu tidak terlalu cantik, tidak juga terlalu pintar! Kamu hanya murahan! Buktinya sekarang Indra sudah mendepak kamu dari kantor juga dari kehidupannya! Kamu sekarang ibarat sampah! Oh, justru sampah lebih berharga daripada kamu! Sampah saja masih dicari orang karena masih bisa di daur ulang! Sementara kamu, kamu di campakkan setelah tidak di perlukan lagi!"


__ADS_2