My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 252 : Tinggalkan Aku Sendiri!


__ADS_3

Marisa menatap Indra dengan penuh kemarahan dan rasa sakit hati. Kalau Indra mengucapkan kata maaf, apakah itu berarti benar apa kata Melati kalau mereka berdua telah melakukan perselingkuhan?!


"Jadi benar apa kata Melati?! Kalian berdua sudah berselingkuh dibelakang aku?!" tanya Marisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Marisa, please... Maafkan saya..." Indra mencoba untuk menyentuh lengan Marisa tapi Marisa segera menghentakkan tangan Indra dan mundur beberapa langkah!


"Jangan sentuh aku! Aku tidak sudi bersentuhan dengan kamu sedikitpun!"


"Kamu dengar dulu penjelasan saya, Marisa!"


"Apa lagi yang ingin kamu katakan?! Kamu sudah membohongi saya, Indra! Kamu sudah berani menduakan saya di usia pernikahan kita yang baru satu tahun!"


"Saya tidak pernah menduakan kamu! Kamu tetap adalah satu-satunya wanita yang saya cintai!"


"Cinta?! Aku satu-satunya wanita yang kamu cintai?! Tapi kamu berzina dengan wanita lain?!" Air mata Marisa kini mulai menetes-netes membasahi pipinya.


"Saya Bersumpah, Marisa! Demi Tuhan! Saya tidak pernah menduakan kamu dalam hati saya!"


"Lalu kenapa kamu berselingkuh dengan Melati?!"


"Saya... Saya khilaf... Marisa... " Indra menundukkan kepalanya.


"Khilaf?! Kamu memulai perselingkuhan itu sejak awal-awal saya melahirkan Syailendra! Dan sekarang anak kita sudah berusia satu tahun! Kalau khilaf itu terjadi hanya satu malam! Tapi ini sudah terjadi selama berbulan-bulan dan kamu bilang kamu khilaf?! Kamu pikir aku ini wanita bodoh!"


"Apa yang Melati katakanlah kepada kamu tidak semuanya benar! Kamu dengarkan dulu kata-kata saya! Saya tidak berniat untuk melakukan hubungan gelap dengan Melati! Dia yang selalu menggoda saya! Dasar wanita *******!"


"Sekarang kamu bilang dia *******! Lalu kamu panggil dia apa saat kalian dulu bermain cinta?!"

__ADS_1


"Saya tidak mencintai dia! Sedikitpun tidak! Saya hanya mencintai kamu! Buktinya saya sudah mengusir dia jauh-jauh dari Perdana Enterprise dan dari kehidupan saya!"


"Tapi kamu sudah tidur dengan dia, kan?!" kini air mata Marisa membanjir. Wajahnya berubah sepucat mayat!


"Saya..." Indra bingung mau menjawab bagaimana.


"Jawab aku! Apakah kamu sudah tidur dengan Melati?!"


"Ya... Saya khilaf, Marisa... Saya benar-benar minta maaf..."


'Plak!' Marisa menampar wajah Indra dengan keras!


Indra yang tidak sempat untuk menghindar sangat kaget hingga mundur beberapa langkah sambil mengusap pipinya yang terasa panas! Indra tidak menyangka kalau wanita selembut Marisa bisa menjatuhkan tangan kasar!


"Keterlaluan kamu, Indra! Kamu sudah menyentuh wanita murahan yang bernama Melati itu?! Aku salah apa?! Apakah aku kurang dalam melayani kamu?!" teriak Marisa!


"Kamu tidak salah apa-apa dan juga tidak kurang apa-apa, Marisa. Maafkan saya... Saya yang salah. Saya menyesal!" kata Indra dengan penuh penyesalan.


"Saat aku sedang berjuang merawat anak kita yang sedang sakit, kamu malah bercinta dengan wanita lain?! Pantas saja HP kamu tidak aktif dan kamu tidak bisa pulang waktu itu! Padahal kamu bukannya sedang tidak enak badan tapi kamu sedang sibuk mengejar kenikmatan dengan wanita lain!"


"Saya memang bersalah, tapi saya tidak ada niat sedikitpun untuk menduakan kamu! Sekarang mari kita berdamai kembali dengan keadaan! Anggap saja peristiwa yang terjadi antara saya dengan Melati hanyalah sebuah selingan! Sebagai cemilan di kala senjang! Saya akan menebus kesalahan itu dengan memberikan apapun yang kamu mau! Kamu mau apa?! Katakan saja, Marisa! Berapapun harganya dan dimanapun beradanya, pasti akan saya kabulkan!"


"Keterlaluan kamu, Indra! Kamu pikir bisa membeli semuanya dengan harta?! Bahkan rasa sakit hati yang aku rasakan kamu anggap bisa di tebus dengan sebuah hadiah?! Aku Marisa! Aku bukan Melati si wanita murahan yang bisa menjual harga dirinya hanya dengan sebuah mobil mewah!"


"Tapi saya sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Melati! Saya sudah memberhentikan dia dari pekerjaannya!"


"Dan dia juga sudah membeberkan perselingkuhan antara kalian yang kepadaku!"

__ADS_1


"Dasar wanita murahan! Apa maksudnya dia menceritakan semuanya kepada kamu! Padahal saya sudah memberikan uang yang banyak untuk pesangon! Juga untuk biaya dia melakukan operasi selaput dara!"


"Cukup! Kamu benar-benar bukan manusia, Indra! Kamu pikir dengan dia melakukan operasi selaput dara, lalu dosa yang sudah kalian berdua lakukan akan terhapus?!"


"Memang tidak, tapi setidaknya bisa membuat dia mendapatkan masa depan yang lebih baik"


"Bagus! Bagus sekali, Indra Perdana! Kamu masih memikirkan bagaimana masa depan Melati, tapi kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku?!"


"Saya tidak memikirkan masa depan dia?! Saya melakukan itu semua karena saya tidak mau dia menggangu saya lagi! Tapi sialnya dia malah membongkar semuanya! Saya tidak akan melepaskan dia?! Saya akan cari dia sampai ke ujung dunia untuk memberikan pelajaran kepada wanita s*ial itu!"


"Aku tidak perduli apakah kamu akan mencari dia atau tidak!"


"Kamu harus bisa memaafkan saya, Marisa... Saya mohon... Saya sangat mencintai kamu dan tidak akan sanggup kehilangan kamu..." Indra bertekuk lutut di hadapan Marisa.


Marisa menggeleng, "Maaf, Ndra. Aku tidak bisa memaafkan kamu! Aku pikir kamu sudah berubah menjadi seorang pria yang baik dan setia. Walaupun aku tahu kamu pernah tidur dengan beberapa orang wanita, aku tetap memilih kamu sebagai suamiku karena aku pikir kamu sangat mencintai aku! Tapi aku salah, aku terlalu naif! Kamu ternyata tetap seorang Indra Perdana yang tidak bisa menghargai perasaan orang lain!"


"Saya minta maaf, Marisa..."


"Sekarang juga kamu keluar dari kamar ini! Tinggalkan aku sendiri!" Marisa membalikkan badannya dan tidak mau melihat kearah Indra lagi.


perlahan Indra pun bangkit dari berlututnya, "Baiklah, Marisa. Kalau kamu ingin saya keluar dari kamar ini, saya akan keluar. Saya tahu saya salah dan kesalahan saya sudah sangat menyakiti hati kamu. Saya akan meninggalkan kamu sendiri dulu agar kamu bisa berpikir lebih jernih. Jangan turuti kemarahan hati kamu, Marisa. Ingat kita sekarang sudah punya Syailendra yang sangat membutuhkan perhatian dari kita berdua"


Indra keluar dari kamar tidur itu, tinggalah Marisa yang menangis sendiri sepanjang malam dengan rasa sakitnya.


"Kamu bilang aku harus berpikir jernih karena kita sudah punya Syailendra. Lalu apakah kamu juga berpikir jernih dan mengingat anak itu saat kamu melakukan perbuatan keji itu dengan Melati...?"


Dan keesokan harinya Marisa pun membuat satu keputusan besar dalam hidupnya!

__ADS_1


__ADS_2