My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 251 : Satu Tahun Syailendra


__ADS_3

Marisa bertahan hidup dalam kediaman keluarga Perdana yang besar dan megah tetapi dalam jiwanya Marisa memendam luka batin yang teramat dalam. Walaupun setiap hari Indra selalu bersikap baik dan sayang, tapi Marisa sudah sangat membenci suaminya itu.


Marisa tidak mempertanyakan kepada Indra tentang perselingkuhannya dengan Melati yang di bongkar oleh Melati sendiri. Marisa bertahan bersama Indra hingga sebulan kemudian tiba hari ulang tahun Syailendra yang pertama.


Indra tentu saja merayakan hari ulang tahun putra kesayangannya itu dengan mewah dan meriah. Semua klien yang memiliki anak kecil turut diundang hadir dalam pesta besar itu. Marisa sendiri tampil cantik bersama Indra yang tampil gagah dengan memakai pakaian bernuansa Mickey dan Minnie mouse.


Sayangnya Andro tidak ikut hadir dalam acara tersebut karena memang tidak ada kabarnya. Tidak ada satupun anggota keluarga Perdana yang tahu dimana kini Andro berada. Andro tidak pernah muncul sekalipun di kantor bahkan tidak pernah juga menghubungi keluarganya termasuk Marisa.


Mama dan Indra sering menanyakan kepada Marisa apakah Andro pernah mengabarinya? Tapi Marisa memang tidak pernah mendapatkan kabar dari Andro.


"Sudahlah, Mam! Nanti juga nanti dia akan pulang sendiri ke rumah ini!" kata Indra pada Mama.


"Ya, Indra. Betul juga kata kamu. Biarkan Andro menenangkan dirinya sendiri dan berusaha untuk melupakan Marisa selama-lamanya!" kata Mama.


Indra sendiri sebenarnya sudah pusing dengan semua sikap dingin Marisa. Sudah dua bulan lebih Marisa tidak pernah mau bermesraan dengan Indra. Bahkan sudah sebulan ini Marisa tidak pernah mau sekedar dipeluk ataupun dicium oleh Indra.


Indra berusaha memahami bahwa mungkin Marisa masih kecewa dengan ketidakhadiran Indra di rumah sakit saat Syailendra sedang terbaring disana, tapi nyatanya sampai dua bulan kemudian dan kini Syailendra genap berusia satu tahun, sikap dingin Marisa tidak juga berubah malahan jadi semakin membeku.


Puncaknya malam itu saat Syailendra sudah tertidur lelap, Indra kembali mencoba untuk mencium Marisa dan Marisa kembali melengos karena tidak mau di cium oleh Indra.


Indra pun mencekal lengan Marisa hingga Marisa memekik kesakitan. "Aduh! Saya, Ndra! Lepaskan aku!" pekik Marisa!


"Kamu ini kenapa sih, Marisa?! Saya sudah tidak tahan dengan semua sikap kamu! Kamu selalu bersikap dingin dan acuh kepada saya?! Jangankan untuk disentuh! Dicium pun kamu sudah tidak mau! Kamu anggap saya ini apa?! Kenapa kamu bersikap layaknya sebuah boneka kayu?! Apa salah saya kepada kamu?!" Indra mencecar Marisa dengan banyak pertanyaan.


Marisa tersenyum sinis! "Kamu tidak sadar akan kesalahan kamu? Ataukah kamu pura-pura tidak tahu?!"

__ADS_1


"Apakah karena saya tidak bisa datang saat Syailendra terbaring di rumah sakit, kamu sebegitu marahnya sehingga setelah dua bulan peristiwa itu berlalu kamu masih saja belum bisa memaafkan saya?!" tanya Indra lagi dengan kesalnya!


"Hanya itu saja yang kamu ingat?! Kamu yakin tidak ada kesalahan lain yang kamu perbuat?!" mata Marisa membelalak marah sehingga membuat Indra sedikit terperangah. Selama ini belum pernah Marisa berani sampai membuka matanya seperti itu!


"Kamu berani membelalakkan mata seperti itu kepada suami kamu sendiri, Marisa?!" Indra membentak Marisa!


"Memangnya kenapa?! Suami seperti apa dulu yang harus aku hormati?!" Marisa balas berkata keras kepada Indra!


"Keterlaluan kamu, Marisa! Kamu tidak ada sedikitpun rasa hormat kepada saya?! Saya ini suami kamu! Saya adalah Ayah dari anak kamu dan juga kepala rumah tangga dalam rumah ini!"


"Oh jadi begitu?! Lalu apakah kamu sudah menjadi seorang kepala rumah tangga yang baik?!"


"Tentu saja! Saya sudah memberikan segalanya untuk kebahagiaan kamu dan Syailendra! Kamu pikir saya bekerja keras selama ini untuk siapa?!"


Indra mengerutkan keningnya. Indra benar-benar tidak paham dengan perkataan Marisa, yang ada sekarang hati Indra malah bertambah jengkel!


"Kamu jangan berbelit-belit, Marisa! Kamu sebagai seorang istri yang tidak tahu bagaimana cara menghormati suami! Kamu sudah banyak berubah sekarang!"


"Lalu apakah kamu tahu kenapa aku berubah?!"


"Saya pikir mungkin kamu berubah karena sudah terpengaruh oleh Andro! Apakah dia sudah berhasil menggoda kamu sehingga kamu berubah menjadi seorang istri yang tidak baik?! Kamu sedih karena sekarang Andro sudah tidak lagi tinggal disini?! Iya kan?! Saya merasa kalau kamu memang berubah setelah Andro yang lebih dulu muncul di rumah sakit untuk menjaga Syailendra! Kamu terkesan dengan perhatian yang dia berikan?!"


"Hm... Aku berubah setelah Andro yang lebih dulu datang menjenguk Syailendra daripada kamu?! Itu tidak benar sama sekali! Aku berubah seperti ini karena ulah perbuatan kamu sendiri!"


"Memangnya saya berbuat apa?!"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan katakan sebabnya kenapa aku selama ini selalu menjaga jarak dengan kamu! Aku selalu menghindar setiap kamu mendekatiku! Itu semua tidak lain adalah akibat dari perbuatan kamu sendiri, Indra Perdana!"


"Apa? Apa yang saya perbuat sehingga kamu menjadi orang asing di sisi saya?! Ada di dekat saya tapi tidak bisa saya sentuh! Saya sudah lelah, Marisa! Saya pria normal yang membutuhkan kehangatan seorang wanita dan itu tidak saya dapatkan selama dua bulan ini dari kamu! Istri saya sendiri!"


"Ya, saya memang tidak sudi kamu menyentuh tubuh saya lagi!"


"Mana bisa kamu bicara seperti itu?! Kamu mau saya perkosa untuk memuaskan hasrat saya?!"


"Saya lebih baik mati daripada harus berhubungan badan lagi dengan kamu!"


Mata Indra membelalak mendengar kata-kata Marisa yang kasar itu. "Maksud kamu apa, Marisa Larasati?!"


"Saya tidak sudi lagi melayani kamu di tempat yang setelah saya tahu apa yang sudah kamu lakukan dengan Melati!!!"


Indra laksana di sambar petir saat mendengar kata-kata Marisa! Jadi Marisa sudah tahu tentang pengkhianatan yang Indra lakukan?! Lalu sekarang apa yang harus Indra lakukan?! Mengaku atau menyangkal?


"Kenapa kamu diam?! Kamu tidak usah pura-pura kaget seperti itu karena aku sudah tahu semuanya! Bahkan ****** itu yang sudah mengakuinya sendiri kepada saya! Kamu sudah memetik kegadisannya dan menghadiahinya sebuah mobil mewah! Bahkan dia memakai mobil mewah pemberian kamu itu disaat dia bertemu dengan saya untuk mengakui perselingkuhan kalian!" Marisa begitu berat untuk mengatakan semuanya, tapi ditahannya kuat-kuat rasa sakit itu mati-matian agar air matanya tidak sampai menetes.


"Marisa..." Indra memanggil nama Marisa dengan suara bergetar.


"Apa?! Kamu mau menyangkalnya?!" bentak Marisa!


"Maafkan saya, Marisa..." akhirnya Indra mengucapkan kata maaf...


Jelas sudah bagi Marisa kalau memang Indra telah berselingkuh dengan Melati...

__ADS_1


__ADS_2