My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 221 : Kegilaan Melati


__ADS_3

Kening Andro sampai berkerut karena heran dengan kata-kata Melati yang tidak masuk akal itu! "Kamu sudah gila ya, Melati?! Kamu mau melepaskan Indra asalkan saya mau menjadi penggantinya?! Kamu pikir saya dan Indra adalah barang yang bisa di barter sembarangan?! Kami ini atasan kamu! Kamu cuma bawahan di Perdana Enterprise. Seenaknya saja kamu berkata seperti itu!" bentak Andro saking kesalnya!


Melati yang biasanya menundukkan kepalanya kali ini terlihat berani dengan terus mengulas senyum sinis di hadapan Andro. Melati sudah tidak segan-segan lagi untuk memperlihatkan sifat nya yang sesungguhnya.


"Kalau Pak Andro tidak setuju, ya sudah! Saya tidak akan memaksa! Tapi saya tidak akan melepaskan Pak Indra sampai tujuan saya tercapai!" kata Melati menantang Andro!


"Tujuan kamu?! Apa tujuan kamu?! Ternyata benar dugaan saya kalau kehadiran kamu di Perdana Enterprise dengan membawa satu niat jahat!"


"Saya tidak berniat jahat! Saya hanya ingin mendapatkan seorang pria yang mapan dan ganteng seperti Anda! Karena Anda begitu sulit saya dapatkan, ya saya mengalihkan pilihan kepada kakak Anda yang mata keranjang itu! Hahahaha!"


Mata Andro melotot! "Gila kamu, Melati!"


"Justru kakak Anda yang sudah tergila-gila pada saya! Bahkan dia tidak akan segan-segan untuk mendepak Anda dari Perdana Enterprise kalau Anda berani menghalangi hubungan Pak Indra dengan saya!"


"Saya tidak takut kalau Indra sampai melakukan hal itu! Tapi saya tidak akan membiarkan Indra dan kamu menyakiti hati Marisa!"


"CK ck ck! Luar biasa! Ternyata Marisa yang membuat Anda bersikeras untuk memisahkan saya dengan Pak Indra!"


"Saya akan melindungi Marisa dan Syailendra sekuat tenaga saya!"


"Pak Andro! Anda benar-benar bodoh! Marisa sudah menyakiti Anda separah ini! Meninggalkan Anda dan lebih memilih Pak Indra! Tapi sekarang Anda masih membela dia mati-matian!"


"Saya menyayangi Marisa!"


"Saya juga menyayangi Pak Indra Perdana!"


"Bohong! Kamu hanya mengincar harta nya saja! Saya sudah tahu wanita seperti apa kamu ini! Wanita yang tidak punya harga diri! Tega menyakiti sesamanya hanya untuk bisa memiliki suami orang lain!"


Melati kembali tersenyum sinis! "Lalu apa bedanya dengan Marisa?! Marisa juga sudah merebut Pak Indra dari Sofie, bukan?! Jangan kira saya tidak tahu tentang cerita itu! Marisa menggoda Indra saat dia masih menjadi asisten pribadi nya! Padahal dia tahu bahwa Indra adalah tunangan Sofie! Bahkan saya dengar kalau Sofie sampai meninggal dunia karena merasa sakit hati atas perbuatan Marisa! Lalu apa salahnya kalau saya sekarang melakukan hal yang sama?! Mungkin ini adalah karma yang harus Marisa tanggung karena sudah merenggut nyawa dan kebahagiaan Sofie!" Melati berkata dengan penuh amarah dan berapi-api!

__ADS_1


"Dasar sinting! Kamu sok tahu, melati!" bentak Andro!


"Saya tahu semuanya! Saya tidak salah, kan?! Kamu saja yang bodoh dan menutup mata dengan kenyataan yang ada!" Melati balas membentak Andro! Lalu dengan kesal Melati meninggalkan Andro di restoran itu tanpa sempat memesan makanan!


Tinggalah Andro yang terdiam sendiri sambil mengelus dadanya. Andro merasa baru saja bicara dengan orang dengan gangguan jiwa berat!


"Bagaimana ini?! Melati yang gila itu tidak akan mau melepaskan Indra! Bagaimana saya bisa menyelamatkan Marisa dari pengkhianatan Indra?! Ya Allah... Tolong Marisa dan Syailendra... Saya mohon... Kalau saya tidak bisa melepaskan Melati dan Indra dari perselingkuhan, maka saya berharap bisa menyelamatkan Marisa dan Baby Syailendra dari penderitaan..."


*******


Sementara itu Melati yang licik segera kembali ke Perdana Enterprise dengan menunjukkan wajah sedih sehingga membuat Indra menjadi khawatir.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Indra.


Melati menggelengkan kepalanya berulang kali seolah tidak mau bercerita kepada Indra. "Saya tidak apa-apa" katanya.


"Saya..." Melati meneteskan air matanya.


"Kenapa?" Indra menjatuhkan satu kecupan di kening Melati.


"Saya ingin mengakhiri hubungan antara kita..."


Indra mengangkat dagu Melati agar menatap kearah nya, "Kamu ini bicara apa?! Saya tidak suka kalau kamu mulai bicara seperti itu lagi!"


"Kenapa Anda terus mempertahankan saya?! Anda kan sudah punya Bu Marisa! Pasti semalam Anda sudah menggumuli nya dengan penuh gairah! Sementara saya tidur sendiri di atas ranjang dengan menanggung kesedihan karena memikirkan hal itu!"


"Marisa kan istri saya! Kewajiban saya untuk memberikan nafkah batin pada nya! Lagipula Marisa memiliki tubuh yang luar biasa nikmatnya!"


Melati cemberut dan memukul dada Indra!

__ADS_1


"Kalau begitu tinggalkan saja saya, Pak Indra! Lagipula saya barusan batu saja bertemu dengan Pak Andro!"


"Apa? Kamu bertemu dengan Andro?! Kamu makan siang bersamanya?! Kenapa kamu tidak bicara kepada saya?! Kamu milik saya, Melati! Berani sekali kamu bertemu dengan Andro tanpa sepengetahuan saya dan izin saya!"


"Memangnya kenapa?! Anda cemburu?!"


"Ya, saya cemburu! Kamu hanya milik saya! Kamu dan seluruh tubuh mu!"


"Saya juga mencintai Anda, Pak Indra! Makanya saya menerima walaupun Anda hanya menjadikan saya sebagai yang kedua!"


"Mau apa kamu bertemu dengan Andro?!"


"Pak Andro meminta saya untuk meninggalkan Anda dan memilih dia..." kata Melati seenaknya memutar balik fakta! Justru dia yang meminta Andro untuk mau menggantikan posisi Indra, tapi kini dia mengatakan hal yang sebaliknya!


"Gila! Memangnya dia pikir dia bisa merebut kamu dari saya seperti saya dulu merebut Marisa dari nya?!" rutuk Indra kesal!


"Saya sudah menolaknya! Lupakan saja hal itu! Ada hal yang lebih gawat! Pak Andro mengancam saya, kalau saya tidak mau melepaskan Anda, dia mengancam akan membeberkan rahasia hubungan kita kepada Bu Marisa. Makanya saya pikir lebih baik saya mundur saja..."


Indra mencium bibir Melati dengan lembut. "Tidak, Melati! Kamu tidak boleh mundur! Saya tidak akan melepaskan kamu! Masalah Andro, kamu tidak usah khawatir! Malam ini juga akan saya kirim dia ke Italia untuk memegang proyek disana selama beberapa bulan! Setelah itu tidak akan ada yang bisa mengganggu kita lagi!"


Mata Melati berbinar-binar! "Anda sungguh-sungguh?!" tanyanya sambil tersenyum manis.


Indra mencubit pipi Melati. "Saya bersungguh-sungguh! Saya akan mendepak Andro kalau dia berani mengganggu hubungan kita!"


"Makasih ya, Pak Indra..." Melati mengalungkan tangannya di leher Indra dan mengecup bibir Sang CEO.


"Iya, Sayang..." Indra balas mencium bibir Melati dengan penuh gairah.


Mereka pun berciuman dengan penuh gairah dan lama... Hingga akhirnya Indra kembali mendapatkan apa yang dia mau. Menikmati keindahan buah dada Melati yang tidak di dapatkan nya dari Marisa.

__ADS_1


__ADS_2