
Indra langsung meloncat dari atas tempat tidurnya dengan mata membelalak! "Apa, Mam?! Bagaimana bisa Andro yang datang untuk menjemput Marisa?! Kemarin dia sudah mengantarkan Marisa pulang! Bisa-bisa nanti Andro malah akan menikung saya, Mam!" kata Indra kesal.
"Kamu meragukan kesetiaan Marisa?" tanya Mama.
"Tidak, Mam. Saya tahu persis kalau Marisa mencintai saya, bukan Andro! Tapi saya takut kalau Andro menghiba memohon belas kasihan dari Marisa. Marisa itu paling tidak bisa melihat orang lain menderita! Saya saja baru tahu kalau ternyata resign-nya Marisa dari Perdana Enterprise karena dia ingin mendekatkan lagi saya dengan Sofie! Agar saya kembali pada Sofie! Bahkan dia rela menyampingkan perasaannya sendiri!"
"Indra, Mama mohon kamu bersabar sebentar. Saat ini kamu harus menghadiri prosesi pemakaman Sofie sampai selesai. Setelah itu kamu bisa bersama Marisa. Mama tidak akan menghalangi kamu untuk bertemu dengan Marisa lagi. Tapi untuk saat ini tolong kamu mengerti. Kamu harus memberikan penghormatan terakhir kepada Sofie. Ya, Ndra?! Kamu bersedia bukan?"
"Ya ya ya!" Indra bersungut-sungut kesal!
Mama menepuk pundak Indra. "Lagipula kamu harus memberikan kesempatan juga kepada Andro untuk memberikan salam perpisahan kepada Marisa. Bagaimanapun Andro pernah menjadi bagian dari hidup Marisa. Sama seperti Sofie yang pernah menjadi bagian dari hidup kamu. Biarkan Marisa bicara kepada Andro tentang alasan dia lebih memilih kamu. Agar tidak ada juga kesalahan pahaman di antara mereka. Agar hubungan mereka kedepannya bisa terjalin baik-baik saja. Kamu juga tidak mau kan kalau sampai Andro dan Marisa bermusuhan? Nantinya Marisa juga yang tidak akan nyaman kalau sewaktu-waktu kamu membawanya ke rumah ini"
"Ya, Mam. Saya mengerti"
"Setelah itu kamu juga harus bicara baik-baik dengan Andro. Mama tidak mau sampaikan persaudaraan kalian menjadi tidak harmonis karena permasalahan ini! Kamu mau kan berjanji kepada Mama kalau kamu akan memperbaiki hubungan kamu dengan Andro?!"
"Ya, Mam. Saya paham"
"Kamu juga harus meminta maaf kepada Andro"
"Ya... Kalau begitu izinkan saya untuk bersiap-siap dulu"
"Oke, Mama tunggu di bawah ya?!" Mama meninggalkan kamar Indra.
Sepeninggal Mama, Indra menggeram kesal karena merasa didahului oleh Andro untuk menjemput Marisa pagi ini! Rasanya tidak adil! Marisa adalah milik Indra! Tapi kenapa Indra tidak boleh mendekatinya?! Dari sore kemarin perasaan Indra sudah ketar-ketir karena takut Marisa akan kembali kepada Andro! Pagi ini Indra malah mendapati kabar kalau Marisa akan menghadiri pemakaman Sofie bersama Andro!
"Bagaimana jika Andro memanfaatkan peluang ini untuk kembali mendekati Marisa?!" pikir Indra yang tidak sadar kalau dia juga melakukan hal yang sama. Memanfaatkan peluang saat Andro tidak ada untuk mendekati Marisa.
__ADS_1
"Benar-benar menyebalkan! Awas saja kalau Andro merebut Marisa dari tangan saya! Saya tidak akan pernah mau memaafkan mereka berdua! Sekarang saja Andro bisa pergi dengan Marisa, lain kali dia harus bisa melangkahi dulu mayat saya jika ingin berdekatan dengan Marisa! Ya ampun...! Kenapa saya sangat merindukan Marisa? Saya ingin sekali memeluk tubuhnya dan menciumi bibirnya!" batin Indra kesal bercampur gemas!
Indra akhirnya pergi mandi dan segera bersiap untuk pergi ke rumah Sofie bersama Mama. Indra tiba disana pukul delapan pagi dan rencananya Sofie akan di makamkan di pemakaman keluarganya di daerah Tangerang Selatan. Rombongan pengantar jenazah akan berangkat dari rumah pukul sembilan pagi itu.
*******
Sementara itu Marisa juga sudah berusia di kos-annya untuk menunggu kedatangan Andro yang akan menjemputnya. Pagi tadi Mama menelepon Marisa dan meminta agar Marisa mau ikut ke pemakaman Sofie. Marisa pun setuju karena memang ingin sekali ikut bertakziah ke keluarga Sofie.
"Maafkan saya, Mam. Saya kemarin sebenarnya juga sudah berada disana. Tapi saya tidak masuk kedalam rumah karena tidak membawa kerudung" kata Marisa kepada Mama Indra lewat sambungan telepon.
"Ya, Mama juga tahu. Makanya kemarin Mama meminta Andro untuk mengantarkan kamu pulang" kata Mama.
"Maafkan saya juga, Mam. Selama menemani Indra di luar kota, saya tidak pernah menghubungi Mama. HP saya mati dan Indra tidak mau meminjamkan charger nya"
"Dasar Indra! Pasti dia ingin berkonsentrasi untuk mendekati kamu tanpa ada gangguan dari luar!"
"Ya, Indra juga sudah mengatakan kepada Mama kalau kalian sudah memutuskan untuk bersama"
"Saya minta maaf, Mam..."
"Tidak apa-apa, Marisa. Kalau kamu memang mencintai Indra, Mama merestui hubungan kalian. Hanya saja Mama minta agar hubungan kamu dengan Andro bisa berjalan baik"
"Ya, pasti Mam! Malam tadi juga saya sudah meminta maaf kepada Andro dan Alhamdulillah dia mau memaafkan saya"
"Pasti Andro akan memaafkan kamu, Marisa. Andro anak baik. Dia pasti akan segera move on! Beda halnya dengan Indra. Indra pasti akan down kalau kamu sampai tidak bisa dia dapatkan. Buktinya kehidupan Indra jadi berantakan setelah kamu memutuskan resign dari Perdana Enterprise. Makanya mama pernah bilang kalau Mama mau kamu sama Indra saja"
"Ya, Mam. Saya akan mendampingi Indra dan akan selalu mendukungnya dalam keadaan apapun"
__ADS_1
"Makasih ya, Marisa. Tapi kamu tahu sendiri kan?! Indra itu seperti apa? Indra agak arogan dan kasar"
"agak arogan?" batin Marisa didalam hatinya "bukan agak arogan, Mam! tapi sangat arogan sekali!"
"Kamu harus bisa memahami sifat Indra yang jauh berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Andro"
"Insya Allah, Mam"
"Tapi untuk saat ini Mama mohon keikhlasan kamu agar mau menerima kalau Indra akan menghadiri prosesi pemakaman Sofie sampai selesai, ya? Karena bagaimanapun Indra adalah tunangan Sofie dan keluarga Sofie tidak tahu kalau hubungan mereka telah berakhir sebelum Sofie meninggal"
"Ya, Mam. Gak apa-apa kok"
"Sekarang Andro akan datang kesana untuk menjemput kamu. Jadi kamu datang ke pemakaman Sofie bersama Andro"
"Bersama Andro?!"
"Iya, sama Andro. Ada baiknya juga kalian berdua bertemu untuk membicarakan masalah hubungan kalian. Kamu harus bisa menjelaskan baik-baik kepada Andro tentang hubungan kamu dengan Indra"
"Kami sudah membicarakan masalah itu tadi malam, Mam"
"Baiklah kalau begitu. Mama yakin kalau Andro tidak akan marah kepada kamu maupun Indra"
"Tapi Mam, yang saya khawatirkan adalah Indra. Saya takut kalau Indra akan marah jika saya datang ke pemakaman Sofie bersama Andro"
"Oh... Kalau mengenai masalah itu, kamu tidak usah khawatir! Mama yang akan bicara dengan Indra. Indra tidak akan marah! Dia kan sayang sekali sama kamu!"
"Baiklah kalau begitu, Mam. Saya akan berangkat bersama Andro"
__ADS_1
Marisa menghela nafas panjang. Mama tidak tahu bagaimana ganasnya seorang Indra Perdana! Bahkan Marisa hampir beberapa kali nyaris kehilangan kehormatannya!