
Indra yakin pasti Sofie datang ke apartemen itu untuk mencari dirinya! Indra tidak memberitahukan pada siapapun kalau dia akan ke apartemen itu hari ini kecuali pada Herman. Apakah Herman yang saat itu ada didalam mobil Sofie?! Kalau benar begitu, artinya Herman sudah mengkhianati Indra!
Indra kembali meneliti kedalam kamar apartemennya lewat CCTV yang terhubung langsung dengan HP nya. Disana tampak Mr Baba sudah selesai dengan aktivitasnya dan tidur bersama Kayla dengan keadaan tanpa busana.
Indra kemudian melihat bagaimana Mr Baba yang tampak terbangun karena mendengar suara gedoran di pintu apartemennya! Mr Baba terlihat sangat terganggu dan bersungut-sungut! Mr Baba kemudian memungut celana pendeknya di lantai dan memakainya dengan tergesa-gesa.
"Tidak salah lagi! Pasti Sofie yang sekarang sedang menggedor-gedor pintu apartemen itu untuk menangkap basah aku dan Kayla! Dasar memalukan! Mr Baba bisa marah besar dan proyek perumahan yang sedang aku kerjakan bersama perusahaannya bisa gagal! Sialan!" rutuk Indra dan segera keluar dari mobilnya dan menuju apartemennya.
Sementara itu Sofie dengan tidak sabaran masih saja menggedor-gedor pintu apartemen Indra hingga akhirnya pintu terbuka dan bukan Indra yang muncul didepan pintu melainkan seorang pria tua yang Sofie tidak kenal.
"Anda siapa?! Ada apa menggedor-gedor pintu apartemen ini?! Anda mau saya laporkan kepada pihak keamanan disini karena menggangu ketenangan saya!" hardik Mr Baba.
Sofie kaget sekali melihat kemunculan Mr Baba. "Anda siapa? Dimana Indra?! Kenapa Anda berada didalam apartemen Indra?!" tanya Sofie.
"Saya berasa di apartemen ini atas izin dari Pak Indra! Dimana Pak Indra saat ini saya tidak tahu! Tadi kami sudah berpisah di lobi!" jawab Mr Baba.
Saat itulah Indra muncul dan wajahnya tampak berang melihat ternyata benar Sofie yang sudah mendatangi Mr Baba! Indra dengan kesal segera menarik lengan Sofie.
"Kemari kamu! Dasar wanita bodoh! Selalu membuat kesalahan!" bentak Indra.
"Indra! Lepasin tangan aku! Sakit!" pekik Sofie kesakitan karena lengannya di cekal Indra.
"Pak Indra, siapakah wanita ini?! Dia datang dan tiba-tiba marah kepada saya sambil menanyakan Anda!" kata Mr Baba kesal.
"Maafkan saya, Mr Baba. Ini semua hanya salah paham. Saya janji hal seperti ini tidak akan terjadi di kemudian hari. Saya akan bawa wanita ini sekarang juga dari tempat ini! Anda silahkan lanjutkan bersenang-senang didalam" kata Indra.
"Saya harap hal ini tidak terulang lagi! Saya benar-benar merasa terganggu!"
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf"
"Its oke!" Mr Baba menutup pintu apartemen dan kini kemarahan Indra kembali tertuju pada Sofie.
"Apa yang kamu lakukan disini! Kamu mau membuat saya malu dan kehilangan tender proyek berharga ratusan milyar?!"
"Maksud kamu?! Kamu pergi ke apartemen ini bersama Kayla, bukan?! Kayla karyawan biasa yang sekarang jadi selingkuhan kamu!"
"Selingkuhan apa?! Saya membawa Kayla kesini untuk di berikan kepada Mr Baba sebagai hadiah untuk kerjasama perusahaan kami!"
"Apa?!"
"Tapi dasar kamu wanita bodoh! Datang kesini dan mengacaukan segalanya!"
"Tapi aku juga mendapat kabar kalau kamu sekarang bersama Kayla dari orang-orang kepercayaan kamu! Mereka bilang kamu pergi bersama Kayla ke apartemen ini!"
"Herman!" Sofie tidak segan-segan menyebutkan nama Herman!
"Hm! Benar dugaan saya! Herman berkomplot bersama kamu! Saya benar-benar tidak habis pikir dengan kalian! Saya sudah bersikap baik selama ini pada kalian! Tapi kalian malah menyalah gunakan kebaikan saya!" Indra memperlihatkan HP nya pada Sofie. Dimana terdapat rekaman CCTV yang di putar beberapa menit kebelakang. Disana terlihat rekaman Mr Baba dan Kayla yang sedang berhubungan intim.
Wajah Sofie langsung berubah merah! "Maaf, Dra. Aku gak tahu. Aku juga kata Herman"
"Sudahlah! Saya sekarang sudah benar-benar muak pada kamu, Sofie! Mulai detik ini, hubungan kita selesai! Saya tidak mau melihat wajah kamu lagi! Jangan pernah muncul lagi dihadapan saya!" bentak Indra tegas!
Wajah Sofie langsung pucat mendengar kata-kata keras Indra! Di pegang nya lengan Indra erat-erat. "Maafkan aku, Dra. Aku mohon! Maafkan aku!"
"Lepaskan tangan saya!" bentak Indra!
__ADS_1
"Enggak, Dra! Aku gak akan melepaskan tangan kamu sebelum kamu maafin aku!" kata Sofie dan malah semakin mempererat cekalan nya.
"Saya bilang lepaskan tangan saya!" Indra tetap pada keinginannya untuk melepaskan diri dari pegangan Sofie.
"Dra, please...!"
"Kamu benar-benar membuat saya kehilangan kesabaran!" Indra dengan keras menarik tangan dari pegangan Sofie dan dengan satu hentakan keras, Indra berhasil melepaskan cekalan Sofie dan membuat Sofie jatuh tersungkur di lantai koridor apartemen!
"Awh! Indra!" pekik Sofie yang jatuh terguling-guling.
Indra tidak perduli pada keadaan Sofie yang terjatuh! Dengan gaya arogannya Indra merapikan jas nya dan pergi dari tempat itu dengan langkah yang cepat!
"Indra! Indra! Indra!" Sofie memanggil-manggil Indra tapi Indra tidak pernah menoleh.
Menangislah Sofie sejadi-jadinya hingga membuat dua orang room boy yang kebetulan sedang lewat di koridor segera menghampiri Sofie dan menanyakan keadaannya.
"Bu, ada apa?"
"Apa yang terjadi, Bu?"
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Apakah ada yang sakit?"
Dua orang room boy itu bertanya-tanya pada Sofie tapi Sofie tidak bisa menjawab melainkan jatuh pingsan tak sadarkan diri! Keadaan pun menjadi heboh! Dua orang romm boy itu menjadi panik dan segera membawa Sofie ke klinik yang ada di lantai dasar gedung apartemen.
Sementara Indra segera pergi dari tempat itu dengan hati yang dongkol! Bukan hanya kepada Sofie, tapi juga kepada Herman yang jelas-jelas telah mengkhianatinya dari belakang!
__ADS_1
"Keterlaluan Herman! Saya sudah benar-benar percaya pada dia! Dia juga sudah lama ikut dengan saya, tapi dengan sekejap mata, dia bisa mengkhianati saya! Kita lihat saja nanti, Herman! Apa yang bisa saya perbuat pada seorang pengkhianat seperti kamu!" batin Indra kesal!