My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 134 : Saya Mau Pulang!


__ADS_3

Marisa memasuki kamar mandi yang ada didalam kamarnya dengan tergesa-gesa dan masih terisak-isak. Dilepaskannya seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya dan di lempar asal-asalan ke keranjang baju kotor. Kemudian Marisa masuk kedalam bath up dan menyalakan shower air panas.


Marisa membiarkan kucuran air panas membasahi rambut dan seluruh tubuhnya. Di ambil nya botol sabun cair dan di gosokkan pada seluruh tubuhnya hingga berbusa banyak. Tapi tetap saja Marisa merasa tubuhnya kotor! Apalagi kini seluruh tubuhnya sudah berhasil di jamah oleh tangan-tangan Indra!


"Ya Allah... Apa yang terjadi?! Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku biarkan Indra melakukan hal itu kepadaku?! Ampuni aku ya Allah... Astaghfirullah...." ratap Marisa diantara tangisnya.


Marisa benar-benar merasa menyesal telah terbawa nafsu dan menuruti kemauan Indra. Beberapa kali tubuh Marisa bergidik mengingat apa yang telah Indra lakukan kepadanya.


Lama Marisa berendam untuk membersihkan dirinya, akhirnya dia beranjak dari bath up dan mengambil air wudhu. Didirikan nya shalat isya seraya meminta maaf kepada Allah SWT atas apa yang terjadi.


"Ampuni hamba ya Allah... Gambar Khilaf dan menuruti hawa nafsu... Hamba mohon petunjuk Mu ya Allah... Apakah Indra adalah pria yang tepat untuk hamba? Kalau dia memang jodoh yang kau berikan padaku, buatlah dia menyayangi ku dengan tulus tanpa harus melakukan hubungan badan sebelum menikah... Tapi jika dia bukan pria baik-baik dan hanya akan menjadikan hamba pelampiasan nafsu sesaat, hamba mohon jauhkan dia dari hamba..."


Tidak hentinya Marisa berdoa sepanjang malam dengan air mata berlinang dan bersujud. Hingga akhirnya dia tertidur dengan masih ada di atas sajadahnya. Bahkan Marisa tertidur sampai tiba waktu shubuh dan kedinginan.


Marisa tidak memperdulikan udara dingin yang di rasakan nya. Di shubuh yang dingin itu Marisa tetap mengambil wudhu dan menunaikan shalat shubuh.


Sementara itu, Indra yang malam tadi di tinggalkan Marisa sendirian di kamarnya benar-benar tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Beberapa kali Indra terbangun dan segera menghampiri pintu kamar Marisa. Memeriksa kalau saja Marisa sudah membuka pintu kamarnya, tapi ternyata pintu kamar itu masih terkunci.


Indra hanya bermaksud untuk meminta maaf kepada Marisa. Indra merasa sangat bersalah karena sudah memaksa Marisa untuk menjadi pelampiasan nafsunya hingga gadis itu menangis.


Saat terbangun pagi harinya, Indra kaget sekali karena melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Tidak biasanya Indra bangun tidur sesiang itu. Pasti ini terjadi karena semalam Indra tidak bisa terlelap!


Indra yang kini sudah bisa berjalan walaupun masih pelan-pelan, segera keluar dari kamarnya dan melihat ke kamar Marisa. Tampak pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka tapi Marisa tidak ada di dalamnya.


Indra segera menuju ke ruang makan dan mendapati kalau Marisa sedang ada disana sambil sarapan. Melihat Indra muncul, Marisa hanya melirik sekilas dan melanjutkan sarapannya.


Indra menghampiri meja makan dan duduk di sebelah Marisa. Indra merasa sangat canggung berdekatan dengan Marisa. Jauh sekali keadaannya di bandingkan sikap Indra selama ini yang tidak pernah merasa bersalah walaupun sering membuat Marisa menangis.


"Mar..." panggil Indra pelan.

__ADS_1


"Ya" balas Marisa singkat.


"Saya minta maaf..." Indra langsung minta maaf.


"Saya sudah memaafkan" kata Marisa datar.


"Jangan murung begitu. Saya jadi tidak enak hati"


"Sebaiknya sekarang Anda sarapan. Saya sudah memasak nasi goreng spesial untuk Anda"


"Mar... Please... Jangan memanggil saya dengan kata Anda! Panggil saya Indra atau kamu... Saya tidak mau kamu merasa asing kepada saya"


"Iya, sekarang kamu makan dulu"


"Iya, saya mau makan!"


Marisa menyendokan Indra nasi goreng yang di buatnya dan menyodorkan nya kepada Indra. Tidak lupa Marisa membuatkan Indra kopi hitam panas kesukaannya.


Selesai makan, Indra mendekatkan duduknya dan memegang tangan Marisa. "Mar, sekali lagi saya minta maaf..." katanya.


"Saya kan sudah bilang, saya sudah memaafkan" kata Marisa dengan tatapan dingin.


"Kamu tidak marah lagi?"


"Buat apa saya marah? Saya juga salah kok. Saya ketiduran di kamar kamu hingga membuat kamu menjadi bergairah"


"Iya, Marisa. Kamu benar-benar membuat saya selalu bergairah! Kamu terlalu cantik dan seksi! Saya juga bingung kenapa saya begitu menginginkan kamu! Tapi kamu tidak bersalah! Kamu cantik dan seksi itu bukan salah kamu! Saya saja yang kegatalan!"


"Jadi kamu mengaku kalau kamu itu pria kegatalan?!"

__ADS_1


"Hanya kepada kamu, Mar!"


Marisa mencibir.


"Saya berani sumpah, Marisa! Saya memang pernah tidur dengan beberapa orang wanita. Tapi saya tidak rutin melakukannya! Tapi kepada kamu benar-benar berbeda! Saya tidak tahan berdekatan dengan kamu! Saya selalu bangun dan menjadi keras! Bahkan kamu bisa memuaskan saya tanpa harus menanggalkan pakaian! Luar biasa!"


"Sudah cukup! Saya tidak mau membahas apa yang telah terjadi semalam! Saya sekarang mau minta sesuatu sama kamu"


"Apa? Kamu mau apa? Bilang saja! Apapun yang kamu inginkan saya pasti akan kabulkan!"


"Saya mau pulang..."


Indra terdiam sejenak dan kemudian merasa panik karena takut kalau Marisa akan meninggalkannya. "Kamu mau pulang?" tanyanya.


"Ya, saya mau pulang. Saya sudah tidak ingin berada lebih lama lagi disini! Saya takut kamu akan nekad untuk memperkosa saya..." jawab Marisa lirih...


Indra menggeleng panik! "Tidak, Marisa! Saya tidak akan melakukannya lagi! Saya berjanji! Kamu jangan pergi!"


"Tapi saya mau pulang!"


"Saya kan belum sembuh benar, Marisa! Luka-luka di wajah saya belum sembuh total. Begitu juga luka dalam saya"


"Tapi kamu sudah bisa berjalan. Kamu bisa tinggal sendiri di apartemen kalau kamu memang belum bisa bertemu Mama. Tapi saya tidak bisa menemani kamu lagi. Saya mau pulang"


Indra menjatuhkan diri berlutut di hadapan Marisa. Sekali lagi Indra Perdana bertekuk lutut di hadapan gadis yang di cintai nya. "Saya tahu kamu marah, kamu belum pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun. Saya juga bersalah karena telah memaksa kamu. Saya minta maaf... Saya akan bawa kamu pulang. Tapi kamu harus berjanji kalau kamu tidak akan meninggalkan saya. Kamu jangan putuskan hubungan dengan saya..." Seumur hidup baru kali ini seorang Indra Perdana memohon agar wanita jangan sampai meninggalkan dan memutuskan hubungan dengannya.


Marisa menghela nafas panjang. Marisa tidak mungkin meninggalkan Indra. Marisa juga sudah telanjur mencintai Indra dan menerima apapun sifat Indra. Baik dan buruk nya seorang Indra Perdana.


"Sudah, jangan berlutut terus. Saya tidak akan memutuskan hubungan dengan kamu" kata Marisa dan itu membuat Indra menarik nafas lega.

__ADS_1


"Terima kasih, Marisa!" kata Indra dan segera bangkit berdiri untuk memeluk dan mengecup kening Marisa.


__ADS_2