My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 184 : Kamu Milik Saya Sekarang


__ADS_3

Indra membelai pipi Marisa. "Saya kan tidak enak kalau meninggalkan kawan-kawan saya disana. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kamar masing-masing dan melepaskan saya untuk menemui istri saya disini" jawab Indra.


"Iya, saya mengerti" kata Marisa.


"Kamu sendiri sudah tidur barusan?"


"Hampir..."


"Kalau begitu kamu tunggu saya sebentar. Saya mandi dulu"


"Iya..." dada Marisa mulai berdebar-debar.


"Kalau saya kembali dari kamar mandi, saya mau selimut itu tidak lagi menutupi tubuh indah kamu!" titah Indra.


"Iya..." Marisa semakin berdebar-debar.


Indra meremas pinggul Marisa yang dari tadi di belai- belai nya lalu bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.


"Aduh...! Bagaimana ini?! Aku harus melepaskan selimut sementara aku memakai lingerie seksi!" batin Marisa tapi lalu akhirnya melipat selimut yang di pakainya dan menaruh nya di sudut ranjang yang luas itu.


Marisa kemudian kembali berbaring dengan posisi membelakangi pintu kamar mandi. Dada nya semakin berdegup kencang karena merasa takut pada malam pertama yang akan di lalui nya.


Hingga akhirnya terdengar suara pintu kamar mandi terbuka pertanda bahwa Indra sudah selesai mandi.


Marisa memejamkan matanya dengan rapat!


Indra sendiri saat itu hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya saja. Di pandangi nya tubuh Marisa yang berbaring membelakanginya dengan memakai lingerie seksi berwarna merah muda. Indra bisa melihat bagaimana punggung Marisa dan bokong Marisa yang bulat besar membayang di balik lingerie transparan itu!


Indra menelan ludahnya sendiri saking tergiur nya dengan tubuh Marisa padahal baru melihat bagian belakangnya saja. Itupun di balik lingerie tipis.


Indra mendekati ranjang dan naik ke atas ranjang pengantin. Di dekati nya Marisa dari belakang dan membelai rambut panjang gadis itu.


"Marisa Sayang... Berbalik kesini, saya ingin menatap wajah kamu" kata Indra.


Marisa menguatkan hatinya dan berbalik ke arah Indra hingga kini mereka berbaring berhadapan dengan mata yang saling menatap satu sama lain.


"Dra, udah mandi nya?" tanya Marisa.


"Sudah" jawab Indra sambil tersenyum dan membelai pipi Marisa lalu turun ke bibir nya. "Kamu cantik sekali, Marisa. Saya hampir tidak percaya akhirnya bisa memiliki kamu..."


"Saya... Saya sekarang ini memang adalah milik kamu..." kata Marisa gugup.


"Kenapa suara kamu bergetar begitu?"

__ADS_1


"Saya... Saya nervous..."


"Kenapa? Kan kita sudah biasa tidur satu ranjang seperti ini?"


"Iya, tapi sekarang keadaannya lain... Kamu adalah suami saya..."


"Tidak usah ketakutan seperti itu, Sayang! Saya tidak akan memaksa kamu untuk menyerahkan diri kalau memang kamu lelah. Acara seharian ini sangat menguras tenaga. Kalau kamu belum siap, kita tunda saja besok" kata Indra tapi tidak dengan hati yang tulus karena sesungguhnya dalam hatinya Indra sudah tidak sabar untuk segera menikmati tubuh Marisa yang selama sembilan bulan ini selalu di impikan nya!


Marisa menggeleng. "Tidak, saya tidak lelah. Saya hanya sedikit khawatir"


"Khawatir karena apa?"


"Khawatir kalau kamu akan menyakiti saya..."


Indra tertawa pelan, "Saya tidak akan menyakiti kamu, saya malah akan menyayang-nyayang kamu!"


"Tapi Dra... Katanya yang pertama kali akan terasa sakit..."


"Kata siapa?"


"Saya searching di Google"


Indra dengan gemas mencubit dagu Marisa. "Tidak, Marisa! Saya akan melakukannya seperlahan mungkin... Kamu percaya kan pada saya? Saya tidak akan membuat kamu kesakitan. Kalau memang ada yang sakit, kamu bilang saja, nanti akan saya pelankan lagi"


"Jadi kamu mau?"


"Iya..."


"Saya ingin sekali melakukan, Marisa! Bahkan pada saat saya pertama melihat kamu!"


"Ih...! Dasar me sum!"


"Salah kamu kenapa begitu cantik dan seksi?!" Indra menjelajahi seluruh tubuh Marisa dengan jelalatan matanya! Indra bisa melihat bagaimana buah dada Marisa yang besar dan padat, lalu perut Marisa yang rata, dan semakin kebawah Indra bisa melihat bagaimana gundukan berambut tipis di bagian bawah tubuh Marisa samar-samar dari balik lingerie nya.


"Kamu luar biasa sempurna, Marisa! Saya tidak pernah melihat tubuh seindah tubuh kamu!" kata Indra penuh dengan kekaguman.


"Semuanya milik kamu" kata Marisa.


"Buktikan bahwa kamu memang milik saya...!"


"Silahkan, apapun yang sekarang kamu ingin lakukan, saya tidak akan melarangnya lagi"


Nafas Indra memburu, darahnya mengalir semakin deras. Tubuhnya memanas dan senjata yang ada di bagian bawah tubuhnya menegang dengan sempurna!

__ADS_1


Indra merangkul pinggang Marisa dan mencium bibir Marisa dengan lembut. Perlahan ciuman Indra berubah menjadi lu matan, lidah nya membelit lidah Marisa dan Marisa pun membalas dengan sama bergairahnya. Kedua insan yang sudah sah menjadi suami istri itu tenggelam dalam ciuman panas.


Tangan Indra tidak tinggal diam, di pegang nya kedua buah dada Marisa dan di remas-remas dengan gemas sehingga pemilik nya mulai merintih, tapi Indra tidak mau melepaskan ciuman nya sehingga rintihan Marisa tidak jelas terdengar.


"Emh... emh... emh..."


Perlahan ciuman Indra mulai menjalar ke leher Marisa. Di ciumi nya leher jenjang dan putih itu dengan sesekali menggigit kecil dan mengusap-usap dengan lidah.


Kini rintihan Marisa sudah terdengar jelas. Matanya terpejam rapat dengan dua tangan merangkul leher Indra.


"Ah... Pelan-pelan Dra! Jangan terlalu keras meremas nya... Auh!"


Indra menghentikan remasan nya pada buah dada Marisa tapi kini di buka nya lingerie yang menutupi dada Marisa hingga buah dadanya yang besar kini terpampang jelas di depan mata Indra.


Indra dengan gemas langsung menyantap pucuk buah dada Marisa. Di ciumi, di jilati, di hisap-hisap dengan rakusnya bergantian kiri dan kanan. Tangan Indra tidak tinggal diam dan terus meremasi buah dada Marisa dengan lebih keras!


Rintihan nikmat tidak berhenti keluar dari mulut Marisa di sertai rangkulannya pada leher Indra yang semakin kencang.


"Ah... ah... uh... engh..."


"Rintihan kamu sangat enak di dengar, Sayang" kata Indra berhenti sejenak dari kegiatannya untuk menatap wajah Marisa yang bersemu merah.


"Kamu nakal sih..." rengek Marisa.


"Saya suka rintihan kamu! Apalagi kalau kamu sampai menjerit! Sekarang ini kamu boleh merintih, menjerit, dan bahkan berteriak sekeras mungkin! Lepaskan semuanya! Tidak akan ada yang mendengar suara kamu!"


"Nanti suara saya habis..."


"Biar saja. Bukan cuma suara kamu, tenaga dan keringat kamu pun akan saya kuras habis!"


"Ih... Jangan Dra..."


"Kamu kan sekarang milik saya!"


"Tapi, akh!!!" Marisa memekik saat Indra kembali membenamkan wajahnya di buah dada Marisa dan mengunyah pucuk nya dengan agak kasar sehingga, Marisa kesakitan sekaligus geli!


"Awh...! Sakit, Dra! Sakit..."


Indra menyudahi kunyahan nya tapi di gantikan dengan jilatan-jilatan. Lidah Indra yang kasar dan hangat menyapu di setiap inci buah dada Marisa!


"Aduh... Gak kuat, Dra! Geli...!" pekik Marisa!


Indra kini malah menghisapnya lagi!

__ADS_1


"Awh...! Iya...! Iya...! Terus Dra...! Lagi... Lagi..." kali ini malah Marisa yang ketagihan!


__ADS_2