My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 149 : Di Kediaman Keluarga Marisa


__ADS_3

Mohon maaf kepada para pembaca setia My Arrogant CEO karena ada suatu kendala menyangkut email author sehingga membuat author telat untuk membuat Bab ini.


🙏🙏🙏


*******


Marisa merasa tidak percaya kalau saat ini dia sedang berada didalam mobil sport mewah milik Indra Perdana yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju kota Bogor untuk menemui keluarga Marisa sebagai bentuk keseriusan dari Sang CEO kepada Marisa yang menjadi pujaan hatinya.


Pagi-pagi sekali Indra sudah datang ke kos-an untuk menjemputnya. Bahkan Marisa belum mandi pagi tadi. Marisa segera bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat bersama Indra, tentu saja dengan di bumbui kenakalan Indra yang selalu saja mencoba untuk menjamah tubuhnya.


Terkadang Marisa ingin marah, ingin mengusir, bahkan ingin memukul Indra kalau Sang CEO mulai nakal dan meraba-raba tubuhnya apalagi di sertai kata-kata yang menggoda. Tapi bagaimanapun Marisa tidak bisa meninggalkan Indra. Marisa sudah jatuh cinta pada Indra dan telah menambatkan hatinya kepada pria itu.


"Sayang, bagaimana perasaan kamu sekarang? Kamu senang bisa pulang ke rumah?" tanya Indra sembari menyetir mobilnya.


"Saya senang, tapi saya bingung" jawab Marisa.


"Kenapa?"


"Saya pernah mengenalkan Andro sebagai pacar, lalu sekarang saya akan memperkenalkan kamu sebagai pacar juga? Apa nanti kata orang tua saya?!"


"Oh, masalah itu? Bilang saja kepada orang tua kamu kalau kamu lebih memilih saya ketimbang Andro! Mudah bukan?!"


"Tidak semudah itu!"


"Kenapa?!"


"Mereka terlanjur suka kepada Andro"


Indra meradang! "Maksudnya saya ini bukan tipe pria yang akan di sukai oleh keluarga kamu?!"


"Kamu pikir saja sendiri! Apakah kamu ini tipe orang yang menyenangkan?! Keluarga saya berasal dari kalangan sederhana! Kamu kan paling senang menyepelekan orang yang taraf kehidupannya dibawah kamu!" Marisa berkata sembari menaikkan sebelah alisnya.


"Saya akan bersikap sopan karena saya adalah calon menantu mereka!"


"Lihat saja nanti!"


"Saya akan buktikan! Pokoknya keluarga kamu akan langsung suka kepada saya! Memangnya cuma Andro saja yang menyenangkan?!"


"Oke!"


"Apa yang menjadi kesukaan keluarga kamu? Bagaimana kalau kita mampir ke pusat perbelanjaan di kota Bogor dulu sebelum ke rumah kamu untuk belanja oleh-oleh?!"


"Saya capek! Saya tidak suka belanja!"


"Ini kan buat keluarga kamu!"


"Tapi saya ingin cepat sampai ke rumah!"


"Ya sudah! Dasar wanita aneh! Di ajak belanja malah menolak! Sebenarnya yang kamu sukai apa sih?!"


"Menurut kamu apa? Kamu kan sudah beberapa bulan mengenal saya, masa kamu tidak tahu apa yang saya sukai?!"

__ADS_1


"Sepertinya makan dan tidur?!"


"Betul sekali!"


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Marisa dan Indra akhirnya sampai di rumah Marisa. Sebuah rumah sederhana tapi asri dengan halaman rumah yang luas dan di penuhi dengan aneka tanaman.


Marisa mengajak Indra turun dari mobilnya dan berjalan beriringan menuju teras rumah Marisa. Suasana tampak sepi karena jarak satu rumah dengan rumah yang lainnya tidak berdekatan.


"Assalamu'alaikum, Ayah! Mama!" panggil Marisa.


"Wa'alaikum salam" terdengar suara Mama dari dalam rumah di sertai pintu yang terbuka.


"Mama" Marisa segera meraih tangan Mama dan menciumnya.


"Marisa!" seru Mama dan segera memeluk putri kesayangannya. "Kok gak bilang kalau mau pulang?"


"Mendadak, Ma. Tadinya gak akan pulang karena libur nya juga cuma dua hari. Senin aku masuk kuliah lagi"


"Oh, udah selesai PKL nya?!"


"Udah, Alhamdulillah"


"Nilai PKL nya bagus?!"


"Iya dong!"


Mama melirik Indra yang sedari tadi diam menunggu dengan sabar. "Ini... Nak Andro? Kok agak beda ya?"


"Ini Indra, kakaknya Andro" Marisa memperkenalkan Indra.


"Indra? Kakaknya Andro? Salam kenal juga. Tapi Andro nya mana?" tanya Mama sambil celingukan mencari sosok Andro.


"Andro tidak ikut, Ma" kata Marisa.


"Kenapa? Memangnya dia tidak curiga kalau kamu kesini di antar sama kakaknya?!"


Indra jadi gemas mendengar kata-kata Mama Marisa. Bisa-bisanya Mama Marisa terus menanyakan Andro! Memangnya sudah sedekat apa hubungan Andro dengan keluarga ini?!


"Andro sudah gak ada hubungan apa-apa sama aku, Ma. Aku sekarang sama Indra" kata Marisa mencoba untuk menjelaskan.


Mama jadi bengong. "Kamu sekarang sama Indra? Dan Indra ini kakaknya Andro? Kok bisa?"


"Nanti aku jelasin"


"Ya sudah, ayo masuk dulu. Mama akan panggilkan Ayah dan Reno"


"Mereka kemana?"


"Biasa, mancing di kulah! Ayo ajak Indra nya masuk! Bikinin minuman!"


Marisa mengajak Indra masuk kedalam rumah dan duduk bersisian di kursi tamu sementara Mama pergi mencari Ayah dan Reno.

__ADS_1


"Mau minum apa? Kopi atau teh?" tanya Marisa.


"Mau cium kamu!" jawab Indra.


"Jangan bicara seperti itu! Jaga kata-kata kamu! Yang sopan sedikit!" Marisa melotot!


"Habisnya dari pagi kamu gak mau saya cium!"


"Nih, saya cium!" Marisa merangkul leher Indra dan mengecup lembut bibirnya.


Sampai Marisa pergi ke dapur, Indra masih meraba-raba bibirnya sendiri yang tadi di cium Marisa. "Manis sekali... Baru kali ini saya bahagia hanya karena seorang wanita mencium bibir saya!" batin Indra.


Saat itulah Mama datang bersama Ayah dan Reno yang adalah adik dari Marisa.


"Assalamu'alaikum" kata Ayah.


"Wa'alaikum salam" kata Indra seraya mencium tangan Ayah dan tersenyum kepada Reno.


"Ini Nak Indra?" sapa Ayah.


"Iya, Ayah. Saya Indra" Indra balas menyapa.


"Kakaknya Andro?"


"Iya" Indra mencoba untuk tersenyum walau dalam keadaan mengumpat!


Andro lagi!


"Selamat datang di rumah Marisa. Ya beginilah keadaannya, sederhana" kata Ayah.


"Ini juga sudah Alhamdulillah" kata Indra dan merasa geli dengan ucapannya sendiri!


bisa-bisanya saya merangkai kata-kata seperti itu! hebat sekali, Indra!


"Hai Kak Indra" sapa Reno seraya mencium tangan Indra.


"Hai, Reno. Kak Marisa senang sekali menceritakan tentang kamu" kata Indra.


Marisa muncul membawakan minuman untuk Indra dan meletakkannya di atas meja.


"Ayah!" Marisa berseru seraya mencium tangan Ayah dan memeluknya. "Reno!" Marisa juga memeluk Reno dengan erat.


"Kalau begitu kita akan masak liwetan! Mama akan siapkan bahan-bahannya! Reno, kamu ke kebun dan petik lalapan ya!" kata Mama.


"Kebetulan Ayah tadi dapat ikan banyak!" kata Ayah.


"Udah, Mama masak aja. Biar aku yang ambil lalapan di kebun!" kata Marisa.


"Lho, nanti Indra nya gimana?" tanya Mama.


"Ya di ajakin!" jawab Marisa lalu melirik Indra. "Kamu mau kan ikut ke kebun?"

__ADS_1


"Mau lah! Saya tidak mau jauh-jauh dari kamu selama disini!" kata Indra.


Mama dan Ayah jadi saling pandang. Bagaimana ceritanya putri mereka jadi bersama Indra yang adalah kakak dari Andro yang pernah di perkenalkan sebagai pacar?!


__ADS_2