
Keesokan harinya Indra berniat untuk membuktikan apakah dirinya masih menarik atau tidak di mata Melati. Saat itu mereka berdua baru saja selesai metting dan sudah kembali ke ruangan CEO.
Saat Melati hendak melangkah menuju meja kerjanya, Indra sengaja memalangkan sebelah kakinya untuk membuat Melati jatuh terjerembab. Dan benar saja, saat Indra memalangkan sebelah kakinya, Melati pun langsung jatuh terjerembab hingga jatuh ke atas pangkuan Indra!
"Aduh!" pekik Melati saat jatuh di atas pangkuan Indra. Dada Melati langsung berdebar keras dan nafasnya seolah berhenti! Untuk sesaat Melati tidak bisa berkata apa-apa dan juga tidak bisa bergerak sama sekali. Apalagi saat itu Indra mengulurkan tangannya untuk menahan tubuh Melati agar tidak terjatuh ke lantai.
Mata Melati dan mata Indra saling bertatapan tanpa ada kata-kata. Kalau Melati menatap Indra sedang penuh kekaguman dan perasaan, sementara Indra menatap mata gadis itu dengan tatapan tajam yang menggoda dan merontokkan hati Melati.
Melati kembali bisa mencium harum nya tubuh Indra dan juga kini dia mendengar detak jantung Indra karena saat itu posisinya setengah bersandar pada dada Indra. Melati merasa tubuhnya melemah...
Hingga akhirnya Indra yang duluan berkata. "Kamu tidak mau bangkit dari pangkuan saya?" dan satu senyuman diberikan Indra untuk Melati. Satu senyuman yang luar biasa manisnya!
"Maaf, Pak Indra!" Melati seolah tersadar dari hipnotis dan langsung berusaha bangkit dari pangkuan Indra! "Sekali lagi saya minta maaf, Pak"
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati kalau berjalan!"
"Iya Pak" wajah Melati merah padam!
__ADS_1
"Kalau kamu jatuh terbanting ke lantai kan, akibatnya Nusa berbahaya untuk kamu! Kamu bisa cedera dan tidak bisa bekerja! Untungnya kamu jatuh keatas pangkuan saya!"
"Iya, Pak. Lain kali saya akan hati-hati" Melati segera kembali ke meja kerjanya dan pura-pura sibuk membereskan berkas-berkas metting yang tadi di adakan Indra, padahal saat itu hatinya berguncang hebat antara kaget, malu, sekaligus bahagia!
"Pak Indra Perdana, saya tahu persis kalau tadi Anda sengaja memalangkan sebelah kaki Anda untuk membuat saya terjatuh! Saya tidak tahu apa maksud Anda! Apakah Anda sedang menggoda saya atau memberikan saya harapan? Tapi kita lihat saja, siapa nantinya yang akan memenangkan permainan ini! Saya atau Anda! Kalau Anda bisa menggoda saya, saya juga bisa melakukan hal yang sama!" batin Melati dalam hatinya.
Sementara Indra justru merasa menang karena telah berhasil membuat Melati salah tingkah. Dari sikapnya, Indra bisa memastikan kalau Melati memang masih memiliki perasaan kepadanya! Indra merasa bangga pada dirinya sendiri karena dalam usia yang sudah hampir tiga puluh lima tahun ini, tenyata dia masih bisa memikat seorang gadis.
"Saya tahu kalau kamu masih menyimpan rasa kagum dan terpesona pada saya! Sebentar lagi kamu akan tergila-gila pada saya, Melati Khairunnisa! Dasar gadis bodoh! Saat kamu sudah benar-benar tergila-gila pada saya, saya akan mencampakkan kamu dari Perdana Enterprise! Saya tidak akan pernah menaruh perhatian sedikitpun pada kamu! Karena yang saya cintai hanya Marisa!" batin Indra.
Tanpa Indra tahu kalau yang dihadapi nya saat ini adalah ular betina berkepala dua! Melati bisa saja selalu menundukkan kepalanya dan membatasi pandangan matanya, padahal jauh dalam menjaga sebenarnya sudah penuh dengan tipu muslihat dan berbagai rencana untuk memperdaya Indra!
"Lumayan juga" batin Indra dan masih mencoba untuk melihat lebih jelas lagi tapi Melati keburu duduk di tempat kerjanya. Indra jadi mulai penasaran, Melati memakai short pendek atau tidak didalam rok span panjang nya itu? Sepertinya tidak, karena Indra tadi bisa melihat paha ramping Melati sampai ke pangkal pahanya.
Melati melihat Indra yang tampak sedang memperhatikan nya. Dalam hatinya Melati merasa menang. "Nah, lihat sekarang bagaimana pandangan Anda, Pak Indra! Anda sudah masuk kedalam jebakan saya! Saya tahu Anda barusan pasti memperhatikan belahan rok saya!"
Dengan satu senyuman yang dibuat seolah kikuk, Melati bertanya kepada Indra dengan gugup. "Pak Indra, ada apa? K...kenapa memperhatikan saya? A... Apakah ada yang salah dengan penampilan saya?"
__ADS_1
"Oh!" Indra seperti yang kelagapan dan mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari Melati. "Tidak ada apa-apa!"
Melati mengangguk sopan dan segera sibuk dengan pekerjaannya, tapi sebaliknya Indra yang pikirannya jadi traveling kemana-mana.
"Melati lumayan juga, bentuk tubuhnya tinggi dan proporsional. Wajahnya juga lumayan cantik, walaupun kulitnya sawo matang. Dia juga terlihat sangat lugu. Pasti dia masih gadis seperti Marisa dulu saat pertama bekerja disini. Hm... Saya jadi penasaran bagaimana rasanya meniduri seorang gadis yang berkulit sawo matang seperti Melati. Selama ini saya selalu mendapatkan wanita yang berkulit putih mulus" batin Indra.
Tiba-tiba Indra jadi teringat Marisa yang ada di rumah bersama Baby Syailendra. "Ya Tuhan!" keluh Indra sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya.
"Kenapa saya jadi memikirkan bagaimana tubuh Melati?! Saya kan punya Marisa yang cantik sempurna dan luar biasa! Marisa yang memiliki bokong besar dan buah dada yang padat!"
"Apakah karena saya sudah lama tidak berhubungan badan dengan Marisa? Sehingga saya tiba-tiba berpikir tentang tubuh Melati?! Hm... Memang sejak Marisa hamil sembilan bulan hingga sekarang Baby Syailendra sudah berusia satu bulan, saya tidak pernah lagi merasakan kenikmatan tubuh Marisa! Tapi tidak seharusnya saya berpikir tentang Melati!"
"Saya harus bersabar! Sekitar sepuluh hari lagi saya akan kembali bisa menikmati keindahan tubuh Marisa! Dan saya tidak akan memikirkan bagaimana rasanya tubuh wanita lain! Saya sudah memiliki Marisa dan saya hanya ingin menikmati tubuh Marisa!"
"Marisa Sayang... Saat ini dia pasti sedang sibuk dengan Baby Syailendra. Anak itu memang pandai sekali membuat Mamanya kerepotan!" Indra jadi tersenyum sendiri.
Di ambilnya HP dan menghubungi Marisa melalui video call. Tak lama kemudian, Marisa pun menerima video call dari Indra dan terlihat lewat layar HP Indra kalau Marisa sedang berjemur di taman setelah memandikan Baby Syailendra.
__ADS_1
Indra pun jadi asyik bercanda dengan Marisa dan Baby Syailendra hingga tidak terasa sudah tiga puluh menit berlalu. Tanpa Indra sadari juga kalau ada Melati yang mendadak merasa cemburu karena menyaksikan bagaimana mesranya Indra yang video call dengan Marisa!