My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 185 : Akh...!!!


__ADS_3

Kedua tangan Marisa meremas rambut Indra dengan gemasnya karena tidak sanggup menahan rasa geli bercampur nikmat yang melandanya! Apalagi kemudian tangan Indra merayap ke bawah dan sampai di G-string tipis yang menutupi bagian bawah tubuh Marisa. Disana Indra membelai dan memijat dengan lembut.


Rintihan nikmat Marisa semakin menjadi-jadi!


Indra menyusupkan tangannya kedalam G-string itu dan jari-jarinya mulai mencari celah didalam sana yang ternyata sudah basah. Indra menekankan jari tengahnya di celah yang basah itu lalu mulai menggerakkannya dengan gesekan-gesekan secara perlahan-lahan, sementara bibirnya semakin kuat menghisap pucuk buah dada Marisa!


Rintihan Marisa berubah menjadi erangan yang di sertai gelinjang tubuh indahnya.


Marisa merasakan tubuhnya di serang rasa nikmat yang luar biasa di dua tempat yang berbeda. Hisapan yang semakin kuat bergantian di kedua buah dada, lalu kocokan jari tangan Indra di antara kedua pahanya!


"Udah, Dra...! Akh! Akh! Ough...!!!"


Indra pun memutuskan untuk menghentikan aksinya. Di angkat nya wajah dari dada Marisa dan menatap wajah cantik istrinya yang sudah memerah karena bernafsu itu.


"Kenapa, Sayang?" tanya Indra dengan senyuman usil nya.


"Lemes ah... Kamu nakal sekali! Aku sampai tidak bisa bernafas" jawab Marisa masih dengan nafas terengah-engah.


"Boleh, saya lanjutkan?"


"Mau apa lagi?"


"Kita baru setengah jalan, Sayang! Memangnya kamu mau saya masuki saat ini juga?!"


Wajah Marisa semakin bersemu merah!


"Saya sudah lama ingin melihat tubuh kamu secara utuh tanpa adanya selembar penutup pun! Saya akan melepaskan pakaian tidur seksi ini dari tubuh kamu" kata Indra dan mulai melepaskan lingerie seksi yang menutupi tubuh Marisa hingga kini Marisa hanya memakai G-string tipis.


Indra menarik ujung G-string itu tapi tangan Marisa menahannya.


"Jangan, Dra..." kata Marisa gugup.


"Kenapa?" tanya Indra gemas.


"Malu..."


"Kan ini milik saya"


"Tapi...."

__ADS_1


Indra tidak membiarkan Marisa meneruskan kata-katanya melainkan langsung menarik G-string itu hingga lepas!


"Ih...!" Marisa merapatkan kedua kakinya!


"Luar biasa... " Indra berdecak kagum dengan mata jelalatan menatapi tubuh polos Marisa. Kemudian di dekatinya tubuh Marisa lalu di pegang nya kedua betis Marisa yang merapat.


"Buka kedua kaki kamu, Marisa!" kata Indra.


"Mau apa..." suara Marisa bergetar.


"Saya bilang buka! Atau saya akan membukanya secara paksa?" nada suara Indra yang terdengar tidak sabar membuat Marisa takut. Suara bernada arogan yang selama ini sudah jarang Marisa dengar.


Marisa perlahan membuka kedua kakinya. Sedikit sekali sehingga membuat Indra tidak sabar dan membantu membukakan kedua kaki Marisa lebih lebar!


Indra mendengus keras saat melihat bagaimana milik Marisa yang paling berharga kini terpampang jelas di depan matanya. Sesuatu yang sudah sering di sentuh nya tapi belum pernah Indra lihat secara jelas.


Indra menekuk lutut Marisa dan semakin melebarkan kedua paha Marisa.


"Indra..." desah Marisa.


"Indah sekali milik kamu, Sayang... Sudah basah juga!" desah Indra dan semakin mendekati Marisa.


"Saya tidak akan lihatin terus, tapi saya nikmati ya?!" bisik Indra dan tanpa bisa di tahan, wajah Indra menyusup di antara dua paha Marisa dan menciumi apa yang ada disana dengan rakusnya!


"Awww!!!" Marisa memekik sejadi-jadinya dengan serangan Indra yang tiba-tiba! Pahanya merapat dan tangannya berusaha untuk mendorong kepala Indra! "Jangan, Dra! Jangan! Akh! Gak kuat!"


Indra menarik wajahnya dari sana tapi menatap Marisa dengan tatapan mata bengis!


"Saya bilang diam! Dan jangan pernah merapatkan kedua kaki kamu!" Indra berkata tegas!


"Tapi geli, Dra... Jangan ciumin..."


"Kamu boleh menjerit, teriak, meremas seprai atau bahkan kamu boleh menjambak rambut saya, tapi jangan sesekali merapatkan kedua kaki kamu! Tugas utama kamu sebagai istri saya adalah membuka paha kamu selebar-lebarnya! Kamu paham?!" Indra melotot!


"Iya... Aku paham..."


"Bagus, anak baik!" Indra tersenyum puas dan kembali membenamkan wajahnya di antara kedua paha Marisa!


"Aaaaahhhh....!!!!!" kali ini Marisa tidak mencoba untuk merapatkan kedua kakinya tapi menerima ciuman Indra dengan pasrah. Kedua tangannya meremas seprai dengan kuat dengan wajah mendongak keatas langit-langit kamar!

__ADS_1


Ciuman Indra kini berganti dengan jilatan demi jilatan! Seluruh isi dari milik Marisa tidak ada yang luput dari jilatan lidah Indra! Lidah itu bahkan mulai menusuk-nusuk liar menyebabkan milik Marisa semakin membanjir!


"Ough...! Emgh...! Ah! Ah! Ah!" Marisa merasakan bagian bawah tubuhnya di serang rasa nikmat yang luar biasa! Tanpa sadar remasan nya pada seprai berpindah ke rambut Indra dan menekan kepala Indra agar semakin terbenam di tengah kedua paha nya!


Indra merasa kalau Marisa menekan kepalanya maka semakin di gencar kan nya serangan di milik Marisa! Di aduk-aduknya dengan kasar mengunakan lidah kasar nya!


"Aduh...! Indra....! Aduh...!" Marisa merasakan tubuhnya seperti hendak meledak!


Indra tahu kalau Marisa akan segera mencapai puncak kenikmatan, maka semakin di tusuk-tusukkan nya lidah nya ke celah milik Marisa dan dua tangannya merayap ke atas dan mencengkram keras kedua buah dada Marisa!


"Aaaarrrrgggghhhh!!!!!" Marisa menengadah dan menjerit histeris saat mencapai ******* dan akhirnya lemas tak bertenaga!


Indra dengan lahapnya malah menyesapi milik Marisa yang basah kuyup hingga hampir kering.


"Ah...! Udah Dra... Aku gak kuat lagi... Lemas..." rintih Marisa.


Tapi Indra tetap menyesap dan malah mulai menjilati lagi! Milik Marisa yang sudah agak surut kini membasah kembali!


"Ah... Indra... Udah... Ampun..."


Indra merasakan milik Marisa cukup basah dan akhirnya melepaskannya. Di tatapnya wajah Marisa yang masih lemah dengan mata sayu.


"Nikmat, Sayang?" bisik Indra.


"He-eh..." Marisa mengangguk perlahan.


"Kamu akan merasakan yang lebih nikmat lagi, Sayang..." Indra kemudian melepaskan handuk yang melilit di pinggang nya dan kini Indra juga sudah punya polos di hadapan Marisa! Sebuah senjata besar dan sangat panjang mencuat di antara kedua pangkal pahanya dan membuat mata Marisa yang tadinya sayu menjadi membelalak!


"Ya ampun!" pekik Marisa ngeri tidak menyangka kalau senjata milik Indra akan sebesar itu!


"Kenapa?" tanya Indra sambil memegangi ujung senjata nya.


"Kira-kira saja, Dra! Senjata kamu mengerikan seperti itu! Sangat besar dan panjang! Urat-urat nya menyembul keluar! Mana mungkin kamu akan memasuki tubuh saya dengan benda sebesar itu! Tidak akan cukup! Yang ada punya saya bisa sobek besar!" jawab Marisa ketakutan!


"Ah, kamu berlebihan! Milik kamu pasti akan segera bisa beradaptasi dengan senjata saya!"


"Tapi, Dra... Aku takut...! Pasti sakit banget!"


"Kita coba dulu!" Indra menindih tubuh Marisa dan jari-jari tangan nya mulai mengocok milik Marisa yang masih basah.

__ADS_1


"Akh...!!!"


__ADS_2