
Hari Senin itu, Indra kembali ke kantor setelah sepuluh hari mengambil cuti untuk menemani Marisa di rumah. Sebenarnya Indra berniat mengambil cuti selama satu minggu saja, tapi Baby Syailendra terlalu menggemaskan untuk di tinggalkan sehingga Indra menambah masa cuti nya selama sepuluh hari.
Saat ini saja Indra sudah merindukan Baby Syailendra padahal baru beberapa jam meninggalkan rumah. Indra jadi ingin segera pulang ke rumah dan mengasuh Baby Syailendra.
"Saya rindu sekali kepada Syailendra. Dia sedang apa ya? Coba saya video call" pikir Indra dan segera menghubungi Marisa melalui sambungan video call.
"Hai Sayang, sedang apa?" sapa Indra.
"Baru selesai mandi, ada apa?" tanya Marisa yang terlihat sedang menyisir rambut yang basah.
"Saya kangen sama Baby Syailendra"
"Oh... Kangen? Kan baru beberapa jam pisah ya?"
"Iya, tapi saya kangen sekali"
Marisa mendekati tempat tidur bayi. "Tuh, Baby Syailendra-nya juga bobo. Tadi abis mandi trus mimi"
"Biarin, lagi bobo juga lucu kok!"
"Ya ampun, Papa..."
"Bangunin dong, Baby Syailendra-nya!"
"Jangan! Dia baru saja bobo!"
" Kalau bisa saya akan pulang cepat nanti"
"Oke, mudahan-mudahan bisa ya"
Indra asyik mengobrol bersama Marisa sambil menatapi Baby Syailendra yang sedang tertidur. Ada sekitar tiga puluh menit hingga akhirnya Indra menyudahi sambungan video call nya.
"Saya kok jadi bucin begini ya sama Syailendra?" gumam Indra sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Pak Indra, kok senyum-senyum sendiri begitu?" tanya Melati yang ada di ruangan yang sama dengan Indra.
"Iya, saya baru saja video call dengan Marisa. Saya kangen sekali pada Syailendra, tapi dia sedang tertidur" jawab Indra.
"Baby Syailendra tampan sekali ya, Pak?"
"Iya, dia benar-benar ciptaan Tuhan yang paling sempurna untuk saya! Oh ya, apakah kita ada metting siang ini?"
"Tidak ada, Pak"
"Kalau begitu saya akan pulang cepat. Sekitar jam duaan. Kamu tetap disini saja untuk menyelesaikan laporan metting minggu kemarin bersama Andro!"
"Baik Pak!"
"Jangan sampai telat ya! Besok pagi laporan itu sudah harus ada di atas meja kerja saya! Saya ingin tahu bagaimana hasil pekerjaan Andro selama satu minggu ini!"
"Baik Pak!"
"Pak Indra, maaf"
Indra menoleh kearah Melati. "Ya, ada apa?"
"Ini laptopnya tiba-tiba eror Pak"
"Masa?"
"Iya, gelap aja gitu, nge-bug"
"Coba saya lihat" Indra bangkit dari duduknya dan menghampiri Melati yang sedang duduk di depan laptopnya.
Indra melihat bagaimana layar laptop Melati memang gelap. Indra semakin mendekat hingga posisinya ada persis di belakang tubuh Melati hingga seolah-olah Indra sedang memeluk Melati dari belakang karena dua tangan Indra terulur kedepan untuk memeriksa laptop Melati.
Beberapa kali Indra coba menekan layar laptop Melati hingga akhirnya layar laptop itu kembali menunjukkan gambaran. Indra pun menghela nafas panjang yang berhembus hangat hingga terasa di leher jenjang Melati yang terbuka.
__ADS_1
Tidak bisa di bayangkan bagaimana gugupnya perasaan Melati saat itu, dadanya berdebar kencang karena Indra begitu dekat dengannya! Indra yang selama ini tidak pernah kontak langsung dengan Melati, kini berada tepat di belakang tubuhnya dan seolah-olah sedang memeluk nya dari arah belakang! Bahkan Melati bisa mencium harum dari tubuh Indra yang memabukkan!
"Nah sekarang sudah kelihatan lagi gambaran laporannya" kata Indra masih dengan posisi yang sama sehingga suaranya terdengar jelas dan merdu di telinga Melati. Suara seorang pria dewasa yang berat tetapi merdu.
"Iya, Pak" kata Melati dan tanpa sadar menoleh kesamping hingga Melati bisa melihat bagaimana pipi Indra yang ber-rahang tegas itu ada didepan matanya!
Di saat yang sama tiba-tiba Indra juga menoleh kearah Melati hingga kini wajah mereka saling berhadapan dengan mata saling menatap dan dalam jarak yang sangat dekat! Nafas mereka saling berhembus menghangatkan wajah satu sama lain.
"Pak Indra..." kata Melati tergagap.
"Oh, maaf" kata Indra dengan ringkuh dan segera menarik dirinya untuk menjauh dari Melati.
Suasana pun menjadi canggung diantara Indra dan Melati.
Indra segera mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan, "Sekarang laptopnya sudah kembali normal dan kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu"
"Oh iya, Pak. Terima kasih" kata Melati sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah yang bersemu merah.
Indra kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya dengan serius. Sementara Melati sama sekali tidak bisa kembali fokus dengan pekerjaannya dan terus mengingat apa yang terjadi barusan antara Indra dengan dirinya.
Dada Melati terus mau berdebar kencang, nafasnya masih belum bisa tenang, dan Melati tidak bisa melupakan bagaimana cara Indra memperlakukan nya barusan! Mata Indra yang tajam, suaranya yang berat, wanginya yang memabukkan, nafasnya yang hangat menghembus di wajah Melati.
"Ya Tuhan! Aku ini kenapa?! Aku jadi ingat terus sama Pak Indra!" keluh Melati dalam hatinya dan melirik kearah Indra yang tampak sedang sibuk dengan laptopnya. Indra tampak begitu gagah, tampan, dewasa dan berkharisma. Mata Melati sampai tidak berkedip melihat pesona seorang Indra Perdana.
Sepertinya Indra tidak menyadari bahwa peristiwa tadi begitu membekas didalam hati Melati. Sementara Melati begitu terhipnotis oleh Indra.
"Sekarang aku tahu kenapa Bu Marisa lebih memilih Pak Indra di bandingkan dengan Pak Andro padahal wajah serta perawakan mereka nyaris sama. Pak Andro boleh memiliki sifat ramah dan baik hati. Tapi ada satu hal yang tidak di miliki oleh Pak Andro, yaitu pesona seorang pria dewasa yang matang dan sangat menggairahkan!" batin Melati.
"Aku tahu kalau Pak Indra hanya berusaha untuk menolong membetulkan laptop ku, tapi efeknya sungguh luar biasa! Aku merasa seolah dia tadi sedang memelukku dari belakang dan saat wajah kami saling bertatapan dengan posisi sangat dekat, aku merasa seolah-olah Pak Indra akan mencium ku! Matanya tajam merontokkan hatiku! Nafasnya hangat menaikkan suhu tubuh ku! Dan harum tubuhnya membangkitkan gairah ku!"
"Gawat! Bisa-bisa aku jatuh cinta pada Pak Indra! Aku bisa jatuh dalam pesonanya dan lupa pada status dan kedudukan ku! Tapi tidak! Tidak boleh! Aku tidak boleh sampai jatuh cinta pada Pak Indra! Aku hanya boleh tertarik kepadanya! Aku tidak boleh lupa pada tujuan awal ku berada di perusahaan ini! Aku harus fokus dan tidak boleh tergoda pada Pak Indra! Walaupun aku akui dia adalah seorang pria yang benar-benar memiliki pesona dan aura seorang Hot Dady!"
"Fokus, Melati! Kamu harus fokus! Ingat apa tujuan utama kamu berada di Perdana Enterprise!"
__ADS_1