My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 123 : Pagi Yang Hangat


__ADS_3

Marisa tersenyum kecil dan berkata, "Ini masih pagi sekali, Pak Indra. Jangan mengigau atau semalam tadi Anda kurang tidur?"


Indra tampak khawatir karena Marisa tidak mempercayai kata-katanya. Padahal semalaman tadi Indra memikirkan Marisa hingga merasa lelah dan akhirnya memutuskan untuk berterus terang kepada Marisa tentang perasaannya yang selama ini di pendam terhadap gadis itu.


Indra sudah memutuskan untuk menjadikan Marisa sebagai kekasihnya yang baru. Tidak perduli kalau Marisa adalah kekasih adiknya sendiri. Kalau Marisa mencintai dirinya, kenapa Marisa harus bersama Andro?! Tidak mungkin Marisa mencintai kakak beradik sekaligus, bukan?!


"Kamu pikir saya mengigau! Saya tidak sedang tertidur dan saya menyatakan semua itu dengan kesadaran penuh!" geram Indra!


"Saya tidak percaya!" tegas Marisa!


"Kenapa?!"


"Setelah apa yang terjadi selama ini, bagaimana perlakuan Anda terhadap saya, mana yang saya percaya kalau Anda menyimpan perasaan cinta kepada saya!"


"Tapi saya tidak berbohong! Saya bersungguh-sungguh!"


"Sudahlah, sekarang Anda habiskan sarapannya dan setelah itu minum obat!"


"Kamu bilang kalau kamu mencintai saya, kenapa sekarang kamu tidak kelihatan senang ketika saya membalas perasaan cinta kamu?! Saya benar-benar tidak mengerti!"


Marisa tidak mau berdebat dengan Indra melainkan pergi menjauh dari Sang CEO dan menyibukkan diri dengan mempersiapkan obat yang akan di minum Indra pagi itu.


Marisa tidak percaya kalau Indra mencintainya! Pasti Sang CEO arogan itu hanya mau membuat Marisa senang dan akhirnya dengan sukarela mau menyerahkan kehormatannya!


Marisa tidak akan sebodoh itu! Marisa tidak akan menyia-nyiakan hidupnya untuk melayani nafsu bejat Indra dan akhirnya di buang begitu saja seperti halnya Sofie dan Kayla!


Sementara itu, Indra merasa kesal karena Marisa tidak mau percaya pada perasaan cintanya. Padahal Indra sudah susah payah melenyapkan ego nya dan mati-matian menurunkan harga dirinya untuk bisa menyatakan perasaan cintanya!


"Dasar wanita tidak tahu di untung! Saya sudah berikan kesempatan untuk merasakan di cintai, dia malah tidak percaya dan bersikap acuh! Padahal wanita lain pasti sudah bertekuk lutut dan langsung bersedia untuk menanggalkan pakaiannya saat itu juga! Dasar sok jual mahal! Awas kamu! Kalau tenaga saya sudah pulih, saya akan langsung menelan kamu hidup-hidup dan saya pastikan saya tidak akan gagal seperti dulu lagi!" batin Indra diantara rasa geram dan penasaran!


Rasanya Indra ingin marah-marah dan membentak Marisa seperti biasanya yang sering dia lakukan selama ini, tapi untuk saat ini Indra tidak bisa. Indra perlahan mulai merasakan kasih sayang yang begitu besar kepada Marisa. Apalagi setelah Marisa menyelamatkan Indra dari penganiayaan Herman, menunggui Indra selama di rumah sakit, dan akhirnya merawat Indra sampai ke vila ini.


Terlebih sekarang Indra begitu takut akan kehilangan Marisa. Indra tidak akan sanggup lagi jika harus berjauhan dengan gadis itu! Saat Marisa memutuskan resign dari Perdana Enterprise saja, kehidupan Indra berubah berantakan dan akhirnya malah di manfaatkan Herman untuk menganiayanya saat dalam keadaan mabuk berat di depan Alexandre bar.

__ADS_1


Selesai sarapan Indra berencana membawa Marisa pergi keluar untuk membelanjakan gadis itu pakaian dan semua barang-barang yang di butuhkan nya selama di vila. Maka itu setelah minum obat dan marisa memakaikan salep pada luka-lukanya, Indra meminta Marisa untuk berganti pakaian.


"Ganti pakaian kamu, Marisa. Sekarang kita pergi keluar!" kata Indra.


"Mau kemana?" tanya Marisa.


"Saya mau membelikan kamu pakaian dan perlengkapan yang kamu butuhkan selama di vila ini"


"Buat apa? Tidak usah! Saya kan bisa pinjam baju Mama. Banyak kok baju Mama didalam lemari"


"Tapi saya lihat baju Mama kebesaran saat kamu pakai. Badan Mama kan tinggi besar"


"Ya, tidak apa-apa. Kan tidak ada yang melihat. Gak ada tetangga disini! Gak akan ada yang julid seperti Mbak Niki!"


"Siapa itu Mbak Niki?" Indra bingung.


"Tetangga saya. Sekarang dia pacaran sama Fero. Gak tahu kenapa saya jadi teringat Mbak Niki. Mungkin saya kangen"


"Kangen siapa?!" Indra jadi sewot!


"Benarkah itu?! Bukan kangen sama Fero nya?!"


"Anda bicara apa sih?! Saya tidak kangen sama Fero!"


"Bohong kamu! Kamu ini bagaimana sih?! Ada pria tampan, terhormat, dan kaya raya seperti saya di sisi kamu, kamu malah merindukan mantan kekasih kamu yang cuma seorang kameramen murahan itu!" Indra mulai marah-marah lagi!


Marisa menghela nafas panjang. "Mulai lagi deh, sifat anehnya!" gumam Marisa.


"Bicara apa kamu?! Kok komat-kamit begitu!" bentak Indra.


"Ah, tidak apa-apa. Saya hanya ingin mengatakan kalau saya tidak mau ikut keluar bersama Anda" Marisa coba mengalihkan pembicaraan.


"Kamu harus ikut! Kita pergi kan untuk membelanjakan kamu pakaian!"

__ADS_1


"Saya tidak mau! Anda belanja sendiri saja! Atau belanja sana bersama Bu Jum!"


"Ngawur! Kamu pikir apa saya ini cocok pergi berbelanja bersama Bu Jum?!" Indra melotot!


"Ya, siapa tahu kan ada beberapa bahan makanan di kulkas yang sudah habis. Nah, Anda bisa belanja kebutuhan pokok bersama Bu Jum!"


"Dasar menyebalkan!" Indra jadi gemas dan menarik tangan Marisa secara tiba-tiba! Karena tidak menyangka kalau Indra akan menarik tangannya, Marisa akhirnya jatuh ke atas ranjang dan menindih tubuh Indra!


"Ih!" pekik Marisa dan segera hendak bangkit dari atas tubuh Indra! Tapi Sang CEO malah melingkarkan kedua tangannya di punggung Marisa hingga gadis itu tidak bisa beranjak pergi!


"Lepaskan saya!" bentak Marisa!


"Kan kamu yang menindih tubuh saya?" Indra malah cengar-cengir.


"Anda yang menarik tangan saya hingga saya jatuh menindih tubuh Anda!"


"Saya hanya menarik tangan kamu perlahan! Ah, jangan-jangan kamu sengaja ingin menindih tubuh saya! Kamu suka main di atas?! Tidak apa-apa, mumpung saya belum pulih, boleh saja kalau kamu mau mengambil alih kendali!" goda Indra mesum!


Wajah Marisa merah padam! "Jangan ngawur! Di atas bagaimana?! Lepaskan saya! Ih!" Marisa memukuli dada Indra.


"Akh!!!" Indra mengeluh kesakitan saat Marisa memukuli dadanya. "Marisa, kamu kan tahu dada saya sakit! Ada luka dalam disana! Kamu mau saya mati!"


"Ya Allah! Astaghfirullah! Maaf, Pak Indra" kata Marisa gugup dan mengusap-usap dada Indra dengan posisi masih di atas tubuh pria itu.


"Sakit sekali...!" keluh Indra di buat-buat. Padahal rasanya tidak sesakit yang dia perlihatkan.


"Saya ambil air panas ya? Kita kompres" kata Marisa dan coba bangkit berdiri tapi Indra masih memeluknya. "Lepaskan saya, Pak Indra..."


"Tatap dulu mata saya, Marisa Sayang..."


Mata Marisa dan mata Indra bertatapan lama... dan seperti terhipnotis, Marisa malah merundukan wajahnya dan mengecup bibir Indra dengan lembut, tapi akibatnya sangat fatal!


Indra dengan buasnya langsung melahap bibir Marisa dan mengunyahnya layaknya sedang memakan sebutir apel! Indra seperti orang yang sedang kehausan di tengah padang pasir hingga dia menciumi bibir Marisa dengan begitu rakusnya!

__ADS_1


Pagi yang dingin pun berubah menjadi hangat...


__ADS_2