
Marisa bangun pagi harinya karena merasakan ada satu rasa nikmat luar biasa yang menyerang bagian bawah tubuhnya. Terasa ada satu benda kasar, basah dan panas yang sedang mengerjai area bawahnya sehingga membuat bagian itu basah membanjir.
"Ahhhhkkkk...!!!" Marisa hanya bisa mendesah sambil kedua tangannya meraba kebawah dan mendapati kalau kepala Indra sudah ada di antara kedua belah pangkal pahanya! Indra begitu rakus menikmati bagian bawah tubuh Marisa sehingga mengeluarkan suara-suara berdecak berulang kali.
"Indra...!!! Udah, Dra... Stop! Ah... Argh...!" erang Marisa sambil meremas rambut Indra!
Indra tidak memperdulikan erangan Marisa, malahan semakin gencar melakukan aksinya.
"Ah... Gak tahan, Dra... Udah...! Aku gak kuat...! Awh.....!!!!!" Marisa memekik.
Akhirnya Indra menghentikan aksinya dan menaiki tubuh Marisa. Mata Indra memandang Marisa dengan tatapan tajam dan senyum menyeringai penuh naf su!
"Kau mau apa? Ini masih gelap, Dra... Matahari juga belum kelihatan" rajuk Marisa.
"Saya ingin lagi, Marisa" kata Indra menuntut dan Marisa merasakan kalau bagian bawah tubuhnya mulai di desaki sesuatu yang sudah sangat keras, besar, dan tegang!
Marisa tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan membuka pahanya lebar-lebar agar sesuatu yang luar biasa itu bisa segera memasuki tubuhnya.
"Lebih lebar lagi, Sayang! Beri saya jalan!"
"Ini sudah aku lebarkan, Dra..."
"Engh...!!!" Indra mendorong keras senjatanya sehingga berhasil menerobos masuk kedalam tubuh Marisa yang semalam baru saja di renggut kesuciannya.
Marisa merintih nikmat sekaligus perih!
"Awh...!!! Aduh sakit, Dra! Sakit...!"
"Ogh...! Ini nikmat sekali, Marisa! Kamu begitu mengigit dan sempit!" Indra mulai bergerak keluar masuk.
"Pelan-pelan, Dra...!" rintih Marisa.
__ADS_1
"Saya tidak tahan, Marisa! Saya sudah naf su sekali!" Indra malah bergerak liar dan kasar!
"Aduh...! Aduh...! Sakit... tapi enak, Dra...! Ah... Gak kuat, enak banget!!!" Marisa meracau!
"Dasar anak kecil! Katanya sakit tapi enak!" geram Indra gemas!
*******
Marisa melewati masa bulan madu yang begitu manis dengan Indra. Begitu indah dan sangat berkesan. Marisa merasa benar-benar bahagia telah memiliki seorang suami seperti Indra Perdana.
Indra memperlakukan Marisa layaknya seorang ratu, apapun yang Marisa inginkan selama di pulau Bali pasti akan Indra kabulkan. Tapi sebaliknya, Indra juga menuntut Marisa untuk melayaninya kapanpun Indra ingin. Gawatnya lagi, Indra selalu merasa ingin menikmati tubuh Marisa. Selama di pulau Bali, Indra sudah mencicipi kenikmatan tubuh Marisa pagi, siang, sore dan malam!
Bahkan seluruh ruangan dalam kamar hotel itu sudah Indra jadikan ajang untuk menikmati tubuh Marisa. Di kamar mandi, di dapur, di ruang duduk, di kolam renang, di balkon, apalagi di atas ranjang pengantin mereka!
Marisa sendiri tidak pernah menolak keinginan Indra, karena sebagai wanita dewasa yang sedang menginjak usia 23 tahun, gairah Marisa juga sedang tinggi-tingginya. Bahkan Indra menilai kalau Marisa justru lebih kuat dibandingkan dengan wanita-wanita yang pernah tidur dengannya!
Marisa tidak pernah mengeluh, tidak pernah menolak, tidak pernah meminta istirahat. Marisa selalu membukakan lebar kedua pangkal pahanya disaat Indra menginginkan.
Padahal dulu, berhubungan badan dengan wanita hanyalah sebuah rutinitas mingguan bagi Indra sebagai alat untuk memuaskan hasrat saja. Tapi kini setelah menikah dengan Marisa, berhubungan badan adalah suatu candu yang tidak bisa Indra tinggalkan walau hanya semalam.
Begitu juga saat mereka pulang ke Jakarta dan Indra membawa Marisa pulang ke rumahnya. Indra tiap malam selalu menuntut kenikmatan dari tubuh Marisa. Bahkan Indra kadang meniduri Marisa saat pagi hari juga ketika istrinya itu baru saja bangun tidur.
Seperti halnya sore itu saat Indra dan Marisa baru saja pulang dari kantor karena mereka kini sudah kembali bekerja dan Marisa kembali menempati posisinya sebagai asisten pribadi Indra. Indra langsung menarik tangan Marisa agar segera naik ke lantai atas menuju kamar tidur mereka.
"Mau apa menarik-narik tangan ku seperti ini?" tanya Marisa saat mereka berdua menaiki tangga.
"Saya sudah ingin sekali" jawab Indra setengah berbisik.
"Tapi ini masih sore lho, Dra!" mata Marisa membesar.
"Kamu berani menolak permintaan saya?!" Indra melotot membuat hati Marisa bergetar dan luluh.
__ADS_1
"Mana berani, Pak Indra" bisik Marisa.
"Bagus, kalau begitu ikuti apapun keinginan saya!"
Begitu memasuki kamar, Indra segera mengunci pintu dan menciumi Marisa sambil membawa istrinya itu mendekati meja rias besar yang ada didalam kamar. Indra kemudian membuka kancing-kancing pakaian Marisa dengan tergesa-gesa, di buka nya juga bra Marisa untuk mengeluarkan isi dan segera di lahapnya dengan rakus.
"Dra... Ah...! Apa kita gak mandi dulu aja?..." rintih Marisa.
Indra tidak menjawab dan malah semakin aktif mengunyah pucuk dada Marisa secara bergantian kiri dan kanan. Beberapa saat kemudian Indra menghentikan aksinya dan menjatuhkan tubuhnya berlutut di hadapan Marisa. Di angkat nya rok span Marisa hingga naik ke atas pinggul dan menampakkan kedua pahanya yang mulus menggiurkan.
"Aku mau mandi dulu, Dra... Please..." pinta Marisa tapi Indra tetap tidak mau menjawab dan malah melepaskan penutup terakhir bagian bawah tubuh Marisa. Di loloskan nya lewat kedua kaki dan kemudian di angkat nya satu kaki Marisa dan di taruh di atas meja rias.
Adegan selanjutnya sudah bisa di tebak, Indra langsung membenamkan wajahnya di antara kedua belah paha Marisa sehingga membuat istrinya itu mengerang nikmat dengan wajah menengadah dan kedua tangannya meremas rambut Indra!
Baru beberapa saat Indra mengerjai bagian bawah tubuhnya, Marisa yang kini sudah tidak tahan dan memohon agar Indra segera memasuki tubuhnya! "Udah, Dra... Aku gak kuat lagi! Lakukan sekarang! Puasin hasrat kamu sama tubuh aku...!"
Indra malah terus mengacak-acak milik Marisa dengan menggunakan lidah dan bibirnya membuat Marisa semakin tidak tahan dan menjerit-jerit kecil!
"Indra! Akh...! Cepetan lakukan! Aku pingin banget..."
Indra akhirnya berdiri dan entah kapan dia meloloskan celana panjangnya sehingga senjatanya yang sudah menegang keras itu kini sudah berdiri tegak tanpa penghalang lagi.
Indra mendekati Marisa yang langsung memeluknya erat dengan posisi satu kaki nya yang masih berada di atas meja rias. Di arahkan nya senjata itu langsung ke celah milik Marisa yang sudah basah kuyup!
"Cepetan, Dra!" desak Marisa manja.
"Tadi katanya mau mandi dulu?" goda Indra.
"Kamu nakal, sih! Bikin aku basah terus!"
"Kamu nya juga yang doyan! Makanya cepat basah!"
__ADS_1
"Argh.....!!!!! Indra.....!" Marisa memekik histeris saat senjata Indra tiba-tiba mendobrak pintu pertahanan nya!