My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 241 : Tekad Melati!


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu, Baby Syailendra pun sudah kembali sehat. Indra juga sudah kembali ke kantor. Tapi entah kenapa Indra merasa sangat bersalah pada Marisa dan anaknya. Apalagi ternyata saat mereka berdua membutuhkan Indra, malahan Andro yang datang. Hal itu sangat memukul harga diri Indra sebagai seorang suami dan Papa yang bertanggung jawab.


Sikap Indra kepada Melati pun jadi agak berbeda. Apalagi sekarang ada Andro di kantor ya, memang memutuskan untuk tidak segera kembali ke Italia. Beberapa kali Melati mencoba mengajak Indra untuk bermesraan dalam ruangan CEO, tapi dengan halus Indra menolaknya dan hanya mencium bibir wanita itu.


Melati jadi kesal sendiri! Apalagi dia sudah terlanjur ketagihan dengan permainan ranjang Indra selama mereka berdua pergi ke Surabaya. Melati ingin sekali bisa menghabiskan waktu bersama Indra diluar kantor untuk bermesraan dengan Sang CEO.


Seperti siang itu, saat usai jam makan siang di kantor, Melati mencoba menggoda Indra dengan cara duduk di atas sofa kantor sambil menyingkapkan rok span mini yang dikenakan nya sehingga memperlihatkan bagian dalam pahanya hingga ke CD nya yang berwarna hitam.


Indra yang baru datang dari makan siang bersama klien jadi terperangah melihat bagaimana Melati duduk mengangkang lebar seperti itu. Gairah Indra langsung terpancing apalagi sejak kepulangannya dari Surabaya, Indra belum pernah melakukan hubungan badan lagi walaupun bersama Marisa.


Sejak kepulangan Indra dari Surabaya, Marisa selalu membawa Baby Syailendra untuk tidur bersama ditengah-tengah antara dia dan Indra. Marisa juga selalu cepat tertidur pulas dan Indra tidak tega untuk membangunkan istrinya itu.


Entah mengapa Indra juga tidak berani untuk merayu Marisa untuk bercinta seperti biasanya sebelum dia berselingkuh dengan Melati. Ada semacam rasa bersalah kepada Marisa dan ada juga perasaan bahwa dirinya telah menjadi 'kotor' sehingga tidak pantas untuk menyentuh Marisa.


Maka saat itu walaupun gairah nya terpancing, Indra tidak berusaha untuk melampiaskan pada Melati. Apalagi Marisa sudah meminta agar Melati segera di keluarkan dari Perdana Enterprise karena Marisa ingin kembali ke kantor. Juga mungkin karena Indra sudah berhasil mencicipi kenikmatan tubuh Melati sehingga dia kini sudah tidak begitu penasaran lagi.


"Melati, kamu duduk yang sopan! Saya Takut ada tamu yang masuk ke ruangan ini dan melihat kamu seperti itu!" hardik Indra!


Melati segera merapikan duduknya, "Maaf, Pak Indra. Saya sudah kebiasaan duduk dalam posisi kedua kaki terbuka lebar di hadapan Anda!" katanya.

__ADS_1


"Jangan di ulangi! Bagaimana kalau Andro masuk kedalam ruangan ini?!"


"Ya, saya minta maaf" Melati melangkah perlahan mendekati tempat duduk Indra dan merangkul bahu Sang CEO. Perlahan Melati merundukan kepalanya dan mencium bibir Indra dengan penuh gairah.


Indra membalas ciuman Melati dan meremasi buah dada wanita itu.


"Ah... Pak Indra... Terus! Terus!" desah Melati sambil membuka kancing-kancing blusnya di bagian dada.


Tapi lagi-lagi Indra teringat pada Marisa dan Baby Syailendra yang sedang berada di rumah. Maka Indra melepaskan ciumannya dan menarik tangannya dari dada Melati.


Melati mendengus kesal! Di rapikannya blus nya yang sudah sebagian terbuka kancing-kancingnya. "Anda ini kenapa sih, Pak Indra?!" tanyanya geram!


"Saya tidak ingin kita melakukannya disini! Ada Andro di kantor!" jawab Indra.


Tapi saat ini entah kenapa Melati berubah menjadi seperti wanita murahan yang sedang gatal pada lawan jenisnya! Hal itu langsung membuat Indra semakin tidak bernafsu untuk menyentuh Melati. Melati kini tidak ada bedanya dengan Kayla! Sama-sama ****** dan murah!


"Kamu bilang kamu ingin?!" tanya Indra sinis! "Kamu salah besar, Melati! Hubungan badan bisa terjadi kalau saya yang ingin! Bukannya kamu!"


Melati segera menyadari kesalahannya dan segera merubah nada suaranya lebih lembut dan halus. "Maafkan saya, Pak Indra... Tapi kan Bapak yang membuat saya menjadi seperti ini! Saya awalnya tidak tahu sama sekali tentang bagaimana nikmatnya bercinta dengan seorang pria. Anda yang sudah mengajarkan kepada saya dan membuat saya ingin mengulanginya lagi..."

__ADS_1


"Tapi saya tidak bisa melakukannya disini! Ada Andro yang bisa muncul kapan saja di ruangan ini!" kata Indra.


"Bagaimana kalau sore ini sepulang dari kantor kita ke apartemen Bapak dan saling melepaskan hasrat yang sudah lama terpendam...?" Melati meraba-raba dada Indra dengan tatapan mata yang menggoda.


"Maaf, saya ingin segera pulang! Saya ingin bermain dengan Baby Syailendra. Saya tidak suka kalau saya terlambat pulang ke rumah dan dia sudah asyik bermain dengan Andro!" tolak Indra.


"Pak Indra... Bapak tega sekali..." rajuk Melati.


"Sekarang kamu segera kembali ke meja kerja kamu dan segera selesaikan pekerjaan kamu! Jam makan siang sudah selesai sejak beberapa waktu lalu dan kamu masih belum melakukan apa-apa?! Kamu terus saja menggoda saya?! Kamu bukan hanya sekedar simpanan saya, tapi kamu juga adalah bawahan saya! Saya butuh dedikasi tinggi dari kamu!" Indra kini sudah bisa membentak Melati!


Betapa kagetnya Melati mendengar bentakan Indra. Maka wanita itu segera menundukkan kepalanya dan kembali ke meja kerjanya.


Indra pun tidak bicara apa-apa lagi dan segera sibuk dengan laptopnya. Indra bahkan tidak berkata apa-apa pada Melati saat jam pulang kantor tiba. Indra langsung saja keluar dari ruangan CEO tanpa pamit ataupun mencium bibir Melati seperti biasanya!


Melati merasakan sikap Indra yang berbeda. Satu alarm tanda peringatan bahaya segera berbunyi dan dalam benaknya!


"Hm... Sepertinya ada sesuatu yang berbeda dengan Indra Perdana! Apakah dia sudah tidak menginginkan lagi kenikmatan tubuhku?! Padahal saat di Surabaya dia sangat menikmatinya! Atau... Marisa sudah memberikan pelayanan terbaik kepada Indra sehingga Indra merasa puas dan tidak menginginkan wanita lain lagi?!


Oke! Kamu boleh saja meninggalkan aku, Indra! Aku tidak akan menahan mu ataupun memaksa kamu! Tapi aku akan segera melaksanakan niat utama ku! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia bersama Marisa!

__ADS_1


Kalau kamu ingin lepas dari ku, kamu juga tidak akan bisa mempertahankan rumah tangga mu bersama Marisa! Aku akan membongkar semuanya kepada Marisa! Akan aku ceritakan begitu nikmat dan perkasa nya dirimu saat menyetubuhi ku! Begitu tergila-gila nya kamu pada tubuh ku! Bahkan kamu masih saja menggumuli tubuh ku disaat kamu sudah tahu kalau Baby Syailendra sedang sakit!


Kamu boleh meninggalkan aku, tapi Marisa juga pasti akan meninggalkan kamu!"


__ADS_2