My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 60 : Share Lokasi Kamu Sekarang!


__ADS_3

Gery memangku tubuh Marisa ke dalam taksi online yang sudah di pesannya. Mbak Niki pun ikut serta mengantar Marisa ke klinik karena dia yang tahu dimana letak keberadaan klinik itu. Sementara Marisa masih belum sadarkan diri.


Gery mendengar dari tadi HP Marisa terus saja berbunyi. Tapi Gery merasa tidak berkewenangan untuk memeriksa apalagi menerima telepon dari HP Marisa, makanya Gery tidak membawa HP Marisa ke klinik.


Sesampainya di klinik, Gery langsung membawa Marisa ke ruang UGD dan memanggil perawat yang sedang jaga disana. "Suster, tolong kawan saya!" teriak Gery.


Dua orang perawat segera menghampiri Gery. "Kenapa, Pak?" tanya salah seorang di antaranya.


"Panas tinggi, Sus! Gak sadar juga!" kata Gery.


"Silahkan di baringkan dulu,"


Gery membaringkan tubuh Marisa di atas ranjang periksa. Dengan sigap dua perawat yang ada disana segera memeriksa Marisa, dari mulai detak jantung, nadi, tekanan darah hingga darah Marisa di ambil dan di bawa ke laboratorium.


"Sebentar ya, Pak. Dokter akan segera datang untuk memastikan keadaan pasien," kata perawat itu.


"Iya, Sus."


Tak lama seorang dokter muda muncul dengan stetoskopnya untuk memeriksa keadaan Marisa. Gery dan Mbak Niki di minta menunggu diluar ruangan. Agak lama mereka menunggu hingga akhirnya pintu terbuka dan dokter yang tadi memeriksa Marisa keluar dari ruangan.


"Bagaimana, dokter?" tanya Gery segera.


"Saya sudah memeriksa keadaan pasien. Panasnya tinggi sekali, detak jantungnya juga lemah. Kondisinya sangat lemah dan perutnya kembung. Sepertinya pasien belum mengisi perutnya hari ini." tutur dokter.


"Jadi bagaimana, dokter?" tanya Mbak Niki.


"Pasien tidak di perbolehkan pulang dan akan di rawat disini malam ini. Kita akan memasukan obat lewat infus karena kondisinya lemah sekali." jawab dokter.


"Baiklah, lakukan saja yang terbaik buat Marisa." kata Gery.


"Ya, sekarang pasien akan dibawa ke ruang perawatan dan di beri infus. Bapak silahkan menyelesaikan administrasi nya dulu"


"Baik, dokter. Terima kasih"


"Sama-sama"


Gery mengajak Mbak Niki ke kasur untuk menyelesaikan administrasi pengobatan Marisa. Untuk sementara Gery di minta untuk membayar biaya pendaftaran awal sebesar Seratus ribu. Biaya lain-lain nya akan di bayar begitu Marisa pulang nanti.

__ADS_1


"Ger, gua gak bisa nungguin Marisa lama-lama ya?! Anak-anak gua kasihan di rumah gak ada yang jagain" kata Mbak Niki.


"Iya, Mbak. Gak apa-apa. Makasih ya udah mau nganter kesini" kata Gery.


"Iya sama-sama. Mudah-mudahan Marisa cepet sembuh. Bisa segera pulang besok"


"Amin"


"Gua jadi khawatir, jangan-jangan Marisa belum move on dari yayang Fero! Kalau nanti Marisa sadar, Lo bilang aja sama dia. Ikhlasin aja hubungan gua sama Fero. Yayang Fero udah memilih gua"


"Ya, Mbak" kata Gery seraya mencibirkan bibirnya.


Mbak Niki pun pulang dengan menaiki ojek online yang di pesankan oleh Gery.


Tinggalah Gery sendiri menemani Marisa yang sudah berada di ruang perawatan dan sudah di beri infus. Gery menyelimuti tubuh Marisa dan merapikan rambutnya yang berantakan.


"Kamu kenapa sih, Mar? Kok kamu gak makan seharian sampai panas tinggi begini? Kamu pasti ada yang di pikirin! Aku kira kamu baik-baik saja sama Pak Andro. Awas ya Mar! Kalau udah sembuh kamu harus cerita sama aku!" gumam Gery.


Tiba-tiba HP Gery berbunyi nyaring. Ada telepon dari seseorang. Gery segera mengambil HP nya yang berada didalam saku celana.


Dengan agak terpaksa akhirnya Gery menerima telepon dari Indra. "Assalamu'alaikum. Selamat malam, Pak Indra" sapa Gery berbasa-basi.


"Mana Marisa?" bukannya menjawab salam dari Gery, Indra malah langsung menanyakan Marisa dengan nada bicara yang sama sekali tidak enak di dengar!


"Marisa? Bapak nanyain Marisa?" Gery malah balik bertanya dan membuat Indra jengkel!


"Iya! Memangnya saya menyebut nama siapa barusan? Dasar bodoh! Ditanya malah balik bertanya! Kamu ini mahasiswa atau orang idiot?!"


"M... Maaf Pak. Saya cuma bingung. Gak biasanya Bapak menelepon saya dan menanyakan Marisa"


"Saya ada perlu dengan Marisa! Panggilkan dia! Kamu teman nya bukan?! Yang juga PKL di perusahaan saya?!"


"Anu Pak, Marisa nya... Marisa nya sedang sakit"


"Huh! Saya tidak percaya! Tadi pagi Marisa masih ada di kantor dan ikut metting bersama saya! Mana Marisa? Kamu mau menyembunyikan Marisa dari saya?! Bilang sama Marisa kenapa tidak mau mengangkat telepon dari saya?! Saya sudah menelepon puluhan kali!"


"Ya Allah, Pak Indra! Untuk apa saya menyembunyikan Marisa?! Sekarang Marisa ada di klinik! Di rawat! Saya yang nungguin dia disini sendiri!"

__ADS_1


"Apa?!" nada suara Indra seperti kaget. "Marisa di rawat di klinik? Memangnya dia sakit apa?!"


"Badannya panas tinggi, ini juga masih belum sadarkan diri. Kata dokter sih Marisa belum makan hari ini. Jadi tubuhnya lemah dan harus di infus"


"Kamu share lokasi kamu! Saya kesana sekarang!"


"Bapak mau kesini?"


"Iya!"


"Bukan Pak Andro yang kesini?"


"Dasar bodoh! Banyak tanya! Kamu ini mahasiswa atau wartawan?! Cepat kami share lokasi nya! Kalau masih bertanya saya akan pecat kami sekarang juga!"


"Astaghfirullah! Jangan Pak! Jangan pecat saya! Saya akan share lokasi nya sekarang"


"Saya tunggu!"


Dan telepon pun terputus. Untuk sesaat Gery hanya bisa termanggu. Gery merasa bingung. Kenapa Indra yang heboh mencari Marisa? Bukannya Andro yang pacar Marisa? Katanya Indra sudah puluhan kali menelepon tali tidak di angkat oleh Marisa. Ada apa sebenarnya yang terjadi antara Marisa dan Indra? Marisa tidak pernah bercerita pada Gery.


"Pantas tadi pas aku ke rumah Marisa, aku dengar telepon nya berdering terus. Pasti itu telepon dari Pak Indra! Jangan-jangan sakitnya Marisa juga ada hubungannya dengan Pak Indra! Mana mungkin Marisa berani tidak mengangkat telepon dari CEO kalau gak ada masalah yang berat!


"Kayaknya mereka berantem, nih! Masalah apa ya? Pekerjaan atau... Percintaan?! Marisa gak biasanya gak makan kalau lagi ada masalah. Dia paling gak bisa tahan lapar! Dia kan tukang makan!"


Tiba-tiba HP Gery berbunyi. Ada beberapa pesan WA masuk dari Indra. Gery segera membacanya.


"Kamu kenapa belum share lokasi juga?!"


"Kamu mau buat saya marah?!"


"Atau kamu mempermainkan saya dengan mengatakan kalau Marisa sedang sakit?!"


"Jangan main-main dengan saya!"


"SHARE LOKASI KAMU SEKARANG!!!"


Gery benar-benar ngeri membaca pesan beruntun dari Indra Perdana!

__ADS_1


__ADS_2