
Pada keesokan harinya Kayla menghampiri Marisa yang masih berada di ruang metting. Ruang metting saat itu sudah sepi setelah Indra mengadakan metting dengan para kepala bagian pada pukul satu siang dan baru saja usai tiga puluh menit yang lalu.
Marisa memang masih berada disana karena masih harus membereskan berkas-berkas yang tadi di gunakan saat metting. Saat Kayla memasuki ruangan itu, Marisa tidak begitu memperhatikan.
"Selamat siang menjelang sore, Marisa" sapa Kayla.
"Sore, Kayla" balas Marisa dengan mata tidak beralih dari berkas-berkas yang berserakan di atas meja.
"Pak Indra Perdana ada dimana?" tanya Kayla.
"Pak Indra ada jadwal main Band bersama teman-teman masa kuliahnya. Kamu tidak tahu? Itukan sudah menjadi rutinitas Pak Indra" jawab Marisa agak menohok.
"Oh iya! Ya ampun aku lupa! Sebentar! Sepertinya Pak Indra sudah ngabarin aku. Tapi aku lupa cek HP aku!" Kayla memeriksa HP nya dan memekik. "Ya ampun! Pak Indra sudah kirim pesan WA! Dia minta izin untuk main Band sama teman-temannya, jadi gak bisa pergi kencan sama aku sore ini!" Kayla melebih-lebihkan tingkahnya seperti yang memang mendapatkan pesan WA dari Indra. Padahal di HP nya tidak ada pesan masuk sama sekali!
Marisa tidak menanggapi.
"Marisa, kamu tahu kemarin aku dan Pak Indra pergi kemana?" kata Kayla.
Marisa menggeleng.
"Aku pergi jalan-jalan, makan-makan, dan bersenang-senang! Pak Indra membelikan semua barang branded yang aku mau! Ya ampun Pak Indra itu baik banget kalau ada maunya! Hik hik hik!"
Marisa hanya tersenyum tipis.
"Tapi aku jadikan merasa gak enak juga sama kamu. Sekarang pasti Pak Indra jadi cuek sama kamu. Pasti kamu kehilangan Pak Indra karena sekarang Pak Indra balikan sama aku! Maaf ya Marisa... Mungkin Pak Indra sudah bosan sama kamu. Kamu juga sudah sama Pak Andro, kan?"
"Maaf, Kayla. Aku mau pulang. Pekerjaanku sudah selesai" kata Marisa lalu hendak pergi meninggalkan ruangan metting.
Tapi Kayla mencekal lengan Marisa. "Kamu jangan sok jaim begitu, Marisa! Aku tahu kok kamu merasa kehilangan Pak Indra! Tapi sekarang Pak Indra sudah jadi milikku! Dan aku akan membelenggunya hingga dia tidak bisa berpaling sedikitpun dari aku!"
Marisa tersenyum sinis dan menarik lengannya dari cekalan Kayla. "Aku tidak ada hubungan apa-apa sama Pak Indra! Kamu bicara saja pada Bu Sofie! Itupun kalau kamu masih punya muka!"
"Bu Sofie tidak perlu tahu hubungan aku dengan Pak Indra! Yang perlu tahu itu kamu! Jadi mulai sekarang jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Pak Indra! Karena Pak Indra bilang sebentar lagi saat kontrak kerja kamu selesai, dia akan menggantikan posisi kamu dengan aku! Jadi aku akan jadi asisten pribadi Pak Indra sekaligus kekasihnya! Kamu bisa bekerja di satu ruangan yang sama sambil bercinta tanpa harus terganggu dengan kehadiran kamu!"
__ADS_1
"Oh begitu? Kamu gak usah khawatir ya? Aku akan segera pergi dari sini kok! Aku hanya tinggal menunggu Pak Andro pulang dari Turki dan aku akan segera bertunangan dengan dia! Aku juga akan segera menikah dengan Pak Andro! Walaupun aku tidak bekerja lagi disini, aku akan jadi istri sah dari Andro Perdana! Bukan jadi simpanan Indra Perdana!" kata Marisa tegas dan bergegas pergi dari ruangan itu dengan terlebih dahulu menghentakkan kakinya!
Marisa benar-benar merasa kesal pada Kayla! Bisa-bisanya Kayla datang hanya untuk mengintimidasi Marisa sampai sebegitunya! Dasar Kayla yang Menyebalkan! Jangan-jangan memang sebenarnya Antara Kayla dan Indra tidak pernah terjalin hubungan dimasa lalu, tapi baru sekarang?!
"Dasar pelakor! Kok bisa ya ada orang yang bangga jadi seorang pelakor! Makan tuh Indra Perdana! Aku tidak perduli!" rutuk Marisa.
Tapi Marisa tidak bisa membohongi dirinya saat keesokan harinya dia melihat sendiri bagaimana kedekatan Kayla dengan Indra. Apalagi saat Marisa memasuki ruangan metting pagi itu, Indra dan Kayla sedang berciuman dengan mesra di ruang CEO!
Marisa merasa dadanya terbakar! "Astaghfirullah!" Marisa hanya bisa menyebut dan memalingkan wajahnya yang merah padam.
"Marisa! Kamu ini mengganggu saja kesenangan orang lain!" bentak Kayla!
"Maaf, aku kira gak ada kamu disini. Pak Indra juga biasanya datang siang karena ada jadwal fitnes" kata Marisa.
"Ya, tapi saya kesini dulu untuk menjemput Kayla! Saya ingin mengajaknya ke tempat fitnes untuk menemani saya!" kata Indra.
"Dasar tidak punya kesopanan! Masuk ruangan seenaknya saja!" Kayla merutuk kesal.
"Ya Allah... Yang tidak punya kesopanan itu aku atau kalian sih?!" batin Marisa dongkol.
Kayla membelai pipi Indra dengan mesra. "Oke Sayang, ayo kita pergi. Lama-lama disini aku bisa jadi bete!"
"Nanti kan kita berdua bisa lanjut bermesraan di tempat lain"
"Oke, Sayang!"
Indra dan Kayla pergi dari ruangan itu, meninggalkan Marisa yang tertegun sedih.
"Ya Allah... Tabahkan hatiku... Kenapa juga aku bisa sedih begini?! Aku tidak boleh merasa sedih! Justru aku harus bersyukur. Allah tidak mendekatkan aku dengan Indra daftar tapi dengan adiknya yang baik hati!" batin Marisa.
Baru saja Marisa membatin, HP nya berbunyi dan ada video call dari Andro. Marisa langsung menerimanya.
"Pagi Sayang" sapa Andro.
__ADS_1
"Pagi juga. Oh ya, memangnya disana pagi?" tanya Marisa.
"Disini siang, tapi aku tahu disana pagi"
"Lagi ngapain?"
"Saya baru selesai dari proyek"
"Gimana, lancar?"
"Alhamdulillah. Semua berjalan lancar. Kamu sendirian? Indra mana?"
"Sendiri, Pak Indra ada jadwal fitnes"
"Oh iya, saya lupa dia lagi ada jadwal fitnes. Kamu tidak ikut menemani Indra?"
"Pak Indra sudah ada yang menemani"
"Sofie?"
"Bukan, namanya Kayla. Dia salah satu karyawan disini. Sepertinya Pak Indra sedang dekat sekali dengan Kayla"
"Dasar Indra! Kalau Sofie tahu gimana coba!!"
"Bukankah kalau seorang pria yang punya kuasa seperti Indra bisa berbuat semaunya? Tidak perduli sudah punya seorang tunangan secantik Sofie?"
"Ya gak gitu juga kali, Marisa! Wanita itu harus di lindungi juga perasaannya! Sama seperti kita menjaga ibu kita!"
"Andro... Apa kamu tidak akan seperti Indra! Yang bisa mencari wanita lain karena merasa punya kuasa dan kharisma?"
"Ya enggaklah, Sayang! Memangnya kamu belum kenal saya ini siapa?! Pokoknya saya cuma mau kamu! Saya tidak akan tertarik pada wanita lain selain Marisa!"
"Makasih ya..."
__ADS_1
"Pokoknya sepulang saya dari sini, kita segera bertunangan!"
Marisa menghela nafas panjang. Dia sama sekali tidak meragukan cinta dan kesetiaan Andro. Hanya saja sekarang Marisa yang meragukan perasaannya sendiri! Karena Marisa sadar bahwa yang di cintai nya adalah Indra Perdana!