My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 224 : Kepergian Andro


__ADS_3

Marisa hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata Andro, walaupun dalam hatinya Marisa heran juga kenapa Baby Syailendra bisa menyebutkan kata Papa kepada Andro, bukannya kepada Indra.


"Kalau begitu saya pergi sekarang" kata Andro seraya menyerahkan Baby Syailendra kepada Marisa.


Tapi Baby Syailendra malah menangis dan memeluk Andro seolah tidak ingin berpisah dengan Om nya itu. Marisa mencoba melepaskan pelukan Baby Syailendra dari Andro tapi tangisannya malah semakin keras!


"Sayang, Om pergi dulu ya... Jangan menangis dong... Cup cup cup" Andro membelai-belai punggung Baby Syailendra sehingga bayi itu berhenti menangis tapi tetap saja pelukannya pada Andro tidak mau lepas. Malahan semakin erat!


Marisa kembali mencoba untuk melepaskan pelukan Baby Syailendra dari Andro. "Sini, Sayang. Sama Mama" katanya.


"St... Sudah, sudah. Biar saya gendong dulu sebentar lagi. Nanti kalau sudah tenang akan saya lepaskan perlahan-lahan" kata Andro.


"Ya sudah"


Beberapa menit Andro menggendong sambil mengayun-ayun lembut Baby Syailendra hingga bayi itu merasa tenang hingga akhirnya saat Andro melepaskan pelukannya, Baby Syailendra tidak menangis lagi.


"Nah, sekarang Baby Syailendra sudah tenang" kata Andro seraya menyerahkan bayi itu kepada Marisa. Kali ini Baby Syailendra tidak menangis lagi dan mau di gendong oleh ibunya.


"Kamu hati-hati ya" kata Marisa kepada Andro.


"Iya, Marisa. Kamu juga hati-hati" kata Andro.


"Aku gak kemana-mana kok. Aku akan selalu ada disini bersama Baby Syailendra"


"Ya pokoknya, kamu jaga diri kamu baik-baik dan juga Baby Syailendra"


"Iya pasti"

__ADS_1


Andro kembali merasa sedih karena tidak bisa memberitahu Marisa tentang pengkhianatan Indra dan Melati. Hati Andro terasa berdarah! Bagaimana mungkin wanita sebaik Marisa harus mengalami pengkhianatan suami yang sangat di cintai nya! Tidak pantas!


"Kamu lama disana?" tanya Marisa.


"Insya Allah saya akan segera pulang" jawab Andro.


"Kamu jaga kesehatan ya"


"Kamu juga"


"Pasti"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


Andro pun berlalu meninggalkan Marisa dan Baby Syailendra untuk pergi ke Italia sesuai dengan keinginan Indra yang tidak ingin perselingkuhannya dengan Melati mendapatkan gangguan!


"Andro, Andro! Benar-benar tidak bisa di nasehatin! Bagaimana kalau begini terus? Kapan Andro bisa membuka hatinya untuk wanita lain?! Andro juga kan harus berumah tangga dan memiliki anak! Sepertinya ada baiknya kalau Andro pergi ke luar negeri. Mudah-mudahan disana dia bisa mendapatkan jodoh yang baik seperti Marisa. Amin...


Walaupun sebenarnya aku berat berpisah dengan a Andro dalam waktu yang lama. Tapi tidak baik juga untuk Andro kalau terus tinggal satu atap dengan Marisa kalau dalam keadaan masih mencintai Marisa!


"Apakah sebaiknya aku bicara dengan Indra agar dia bisa memperpanjang masa kerja Andro di luar negri agar bisa segera melupakan Marisa" batin Mama Renata.


"Maka malam harinya setelah Marisa masuk kamar untuk menidurkan Baby Syailendra, Mama belum masuk kamarnya dan mengajak Indra untuk bicara berdua di ruang keluarga.Mama pun meminta Indra agar memperpanjang masa kerja Andro di Italia.


"Memangnya kenapa saya harus memperpanjang masa kerja Andro?" tanya Indra.

__ADS_1


"Mama merasa kalau Andro belum sepenuhnya bisa melupakan Marisa, Dra!" jawab Mama.


"Saya sudah menyadari hal itu sejak lama, Mam"


"Jadi kamu juga sudah menyadari nya?! Andro masih menyimpan perasaan pada Marisa! Ini kan tidak baik, Dra! Sudah jelas Marisa itu istri kamu dan kalian sudah punya Baby Syailendra! Kenapa Andro masih saja tidak bisa berpaling dari Marisa! Anak itu benar-benar keterlaluan! Mau sampai kapan dia seperti itu! Seolah-olah di dunia ini tidak ada wanita lain selain Marisa!"


"Saya juga tidak habis pada pikir, Mam"


"Pokoknya kamu harus mengatur agar Andro bisa lama-lama di Italia!"


"Lho, nanti Mama yang sakit lagi karena merindukan putra bungsu Mama itu!"


"Tidak, Dra! Mama sudah ikhlas kalau harus berpisah dalam waktu cukup lama dengan Andro. Daripada Andro terus bertemu dengan Marisa dan semakin tidak bisa move on! Andro sudah semakin dewasa! Usia nya sudah tiga puluh satu lebih! Mama gak mau Andro terlambat menikah! Mama mau melihat kamu dan Andro bahagia dengan istri dan anak-anak kalian!"


"Baiklah, Mam. Saya akan memperpanjang masa kerja Andro di Italia"


"Semoga dengan berpisah sementara waktu, Andro bisa melupakan Marisa"


Indra memegang tangan Mama. Di tatapnya mata Mama dengan tatapan sendu. "Makasih ya, Mam. Mama mau menolong saya agar bisa mendapatkan Marisa. Karena bagaimanapun kalau tidak karena bantuan Mama, belum tentu Marisa bisa jadi milik saya" katanya.


"Tentu, Dra. Marisa adalah jodoh kamu! Mama merasa khawatir saat itu karena usia kamu sudah menginjak tiga puluh tiga tahun. Makanya Mama pikir lebih baik Marisa bersama kamu karena Andro bisa mencari gadis yang lain. Eh sekarang rasa khawatir itu kembali Mama rasakan karena Andro belum juga menemukan jodohnya! Padahal Mama sudah setuju sekali kalau Melati menjadi istri Andro! Sayangnya Andro sama sekali tidak tertarik pada Melati! Huh! Bagaimana Andro bisa tertarik pada Melati kalau dia belum bisa melupakan Marisa!" kata Mama begitu berapi-api!


"Iya, Mam. Padahal Melati juga cantik dan baik hati" kata Indra.


Sebenarnya jauh dalam hatinya, Indra merasa lega. Sekarang dia bebas menjalin hubungan gelap dengan Melati karena Andro sudah pasti berada cukup lama di Italia. Apalagi Mama juga sudah mendukung!


"Baguslah! Sekarang saya bisa bebas bercinta dengan Melati di kantor! Maafkan saya, Mam. Kalaupun Mama setuju Melati menjadi istri Andro, tapi saya sangat tidak setuju! Karena Melati adalah milik saya! Dan saya tidak akan melepaskan Melati sebelum saya puas dengan pelayanannya! Entah nanti kalau saya sudah bosan, mungkin Andro bisa mendapatkan sisa-sisa nya!" batin Indra merasa puas!

__ADS_1


Pada hari-hari berikutnya, Indra pun semakin intim dengan Melati. Hampir setiap hari mereka bermesraan di ruangan CEO. Hingga akhirnya satu bulan berlalu sejak kepergian Andro ke Italia.


Baby Syailendra kini sudah menginjak usia tujuh bulan. Tapi entah kenapa Marisa justru merasa Indra semakin tidak ada waktu untuk Baby Syailendra. Indra selalu pergi ke kantor sebelum Baby Syailendra bangun dan pulang juga kadang larut malam sehingga Baby Syailendra sudah mengantuk. Hanya saat akhir pekan saja Indra bisa agak lama bermain dengan anaknya. Itupun kadang Baby Syailendra tidak mau berlama-lama bersama Indra karena merasa asing.


__ADS_2