My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 255 : Marisa ke Rumah Gery


__ADS_3

Marisa turun di terminal bus antarkota antarprovinsi dan melanjutkan perjalanannya ke rumah Gery dengan menaiki taksi online lainnya. Marisa sengaja tidak menaiki taksi online pertama sampai ke rumah Gery karena khawatir akan terlacak lewat CCTV.


Begitu sampai di rumah Gery, ternyata sahabatnya itu sudah menunggu di depan pagar rumah dan segera merangkul Marisa begitu mereka bertemu.


"Marisa, ya Allah... Aku kangen banget..." kata Gery.


"Aku juga, Ger" kata Marisa.


"Ayo masuk dulu!" Gery segera membantu membawakan koper beserta tas Marisa kedalam rumahnya. Gery juga menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk Marisa.


"Makan, Mar" kata Gery.


"Makasih, Ger" kata Marisa sambil memangku Syailendra.


"Gimana keadaan di rumah?! Aman?"


"Aman, aku naik taksi online ke terminal terus naik lagi taksi online kedua kesini"


"Sebenarnya ada apa, Mar?! Apakah sebegitu gawatnya sampai kamu harus pergi dari rumah?"


Marisa pun menceritakan semua masalahnya kepada Gery. Tentang perselingkuhan Indra dengan Melati selama ini yang baru Marisa ketahui dari mulut Melati sendiri.


Gery yang menyimak dengan seksama menjadi sedih dan prihatin dengan masalah yang Marisa alami. Dalam hatinya Gery menyayangkan keputusan Marisa yang memilih Indra dan meninggalkan Andro, tapi Gery tidak mengucapkan secara langsung.


"Sabar ya, Mar" Gery hanya bisa mengelus-elus punggung Marisa dengan lembut.


Marisa pun kini sudah mulai menangis.


"Aku juga berusaha bersabar, Ger. Tapi ini semua terlalu berat buat aku..."


"Ya pasti berat, Mar. Perselingkuhan adalah masalah dalam percintaan yang paling menyakitkan"


"Aku sudah tidak bisa bersama Indra lagi..."


"Lalu kamu mau kemana?"


"Aku ingin pergi ke satu daerah terpencil yang Indra gak akan bisa menemukan aku! Aku tidak mau kembali ke rumah Indra lagi, tapi kalau Indra sampai menemukanku, pasti dia akan mengambil Syailendra dari aku! Mama Renata sudah mengancam aku bahwa aku tidak akan bisa membawa Syailendra jika suatu saat aku meninggalkan kediaman keluarga Perdana!"

__ADS_1


"Lho kok gitu?! Kamu kan ibunya Syailendra! Kamu yang paling berhak atas anak ini!"


"Tapi keluarga Perdana memiliki uang dan kekuasaan! Aku yakin tidak akan bisa memenangkan hak asuh anak ku jika mereka mengajukan permohonan hak asuh ke pengadilan!"


"Lalu kamu mau kemana? Ke Bogor Indra kan sudah tahu!"


"Itulah yang aku bingungkan! Apakah kamu bisa bantu aku, Ger?"


"Sebentar, Mar. Aku harus memikirkan hal itu dengan tenang!" Gery memeras otaknya untuk menemukan ide kemanapun dia harus menyarankan Marisa pergi.


Marisa diam, menunggu Gery berpikir sambil mengelus-elus rambut Syailendra yang mulai mengantuk.


"Aha!" Gery tiba-tiba menjentikkan jarinya yang berarti dia mendapatkan ide!


"Bagaimana, Ger? Apakah kamu menemukan ide bagus?!" tanya Marisa.


"Ya, Mar! Aku baru ingat sesuatu! Kamu ingat dengan Henry Adiputra? Orang dari pihak Bank yang pernah menjadi klien Indra saat kita berdua masih PKL di Perdana Enterprise?"


"Henry Adiputra? Aku ingat dia. Indra bahkan pernah menghancurkan karir Henry karena tidak suka saat pria itu mengajakku bermain golf cart saat Indra mengikuti kegiatan golf para pengusaha"


"Nah itu!"


"Saat ini aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi yang ternyata mempekerjakan Henry Adiputra juga! Dia menjadi asisten pribadi Pak Tio, pemimpin perusahaan asuransi tersebut. Jadi itung-itung Henry ini masih atasan ku juga di kantor"


"Perusahaan itu juga merupakan tempat Perdana Enterprise mendaftarkan asuransi untuk para karyawannya"


"Iya, memang. Nah aku pernah mengobrol dengan Henry Adiputra tentang Indra!"


"Oh ya?"


"Tapi ini rahasia ya?! Kamu janji tidak akan memberitahu pada siapapun apalagi pada suamimu itu!"


"Iyalah! Aku tidak akan bicara apa-apa pada Indra! Malahan kalau bisa aku tidak usah bertemu dengannya lagi seumur hidupku!"


"Henry bilang kalau dia tidak akan pernah bisa melupakan sakit hatinya pada Indra. Bagaimana Indra pernah menghancurkan karirnya sehingga Henry sempat kesulitan mencari pekerjaan selama beberapa bulan"


"Ya, aku mengerti akan sakit hatinya. Malahan Henry juga sempat menjebak Indra dengan mengirimkan wanita cantik sebagai hadiah dan kemudian mengirimkan aku pesan agar aku memergoki Indra bersama wanita-wanita itu. Untungnya waktu itu Andro sempat bicara kepadaku sehingga aku mau percaya lagi pada Indra"

__ADS_1


"Aku juga tahu cerita itu"


"Tapi Indra sekarang sudah kembali lagi seperti Indra yang dulu, Ger! Indra yang tidak tahan dengan godaan wanita cantik! Oh ya, jadi bagaimana dengan Henry? Apa yang dia katakan lagi tentang Indra?"


"Henry bilang kalau dia juga sempat bekerjasama dengan seseorang yang juga pernah sakit hati oleh perbuatan Indra dan seseorang itu kini telah kembali ke kampungnya"


"Siapa?"


"Kalau masalah itu aku juga gak di kasih tahu, tapi intinya kata Henry adalah bahwa orang tersebut tidak akan pernah di temukan oleh Indra karena dia tinggal di sebuah kampung terpencil di daerah Jawa Barat. Kalau aku tidak salah, daerah Cirebon!"


"Yakin kalau Indra tidak akan menemukan aku kalau aku kesana? Lalu apakah dia juga mau membantuku?"


"Aku akan bicara dulu dengan Henry!"


"Boleh, Ger! Aku minta kamu segera hubungi dia!"


"Oke, nanti aku bertemu dia di kantor dan aku akan ceritakan semuanya kepadanya"


Marisa menghela nafas panjang. "Aku malu, Ger. Dulu aku tidak pernah mendengar kata-kata kamu ataupun Henry yang menyarankan agar aku tidak memilih Indra!"


"Ya namanya takdir, Mar. Untung tidak bisa diraih malang tidak bisa ditolak kalau tidak atas kehendak Allah SWT" kata Gery.


"Iya..."


"Kalau begitu malam ini kamu menginap di disini. Indra tidak akan segera menyangka kalau kamu ada disini. Lagipula dia tidak tahu tempat tinggal ku yang sekarang ini. Yang dia tahu kan tempat kos kita yang lama, yang kumuh deket Mbak Niki"


Mendengar nama Mbak Niki, mau tak mau Marisa jadi tersenyum. "Gimana kabarnya Mbak Niki sekarang?"


"Terakhir sih waktu aku masih tinggal disana, Mbak Niki udah lamaran sama Fero"


"Alhamdulillah..."


"Jodoh emang gak kemana ya, Mar. Dulu dia selalu julid kalau Fero ngapelin kamu, eh pas kalian putus, Mbak Niki start mendekati Fero dari garis terdepan!"


"Iya, hehehe"


"Kamu juga insya Allah akan ada jodoh lagi, Mar"

__ADS_1


Marisa menggeleng. "Fokus aku sekarang adalah pergi jauh dari Indra dan membesarkan Syailendra seorang diri!"


__ADS_2