My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 130 : Aku Memilihnya


__ADS_3

Marisa balas memeluk Indra dengan erat. Marisa tahu kalau dia juga bersalah dalam hal ini. Tadi Marisa sudah hampir pasrah dan itu membuat gairah Indra terbakar, tapi setelah Indra sudah benar-benar bernafsu, Marisa malah menolaknya.


Seperti membawa terbang ke langit tapi kemudian menghempaskan ke bumi!


"Pak Indra... Saya juga minta maaf... Saya sudah membuat Anda bangun tadi..." kata Marisa.


"Yah, Sudah sering kamu berbuat seperti itu kepada saya! Dan jujur kali ini adalah yang paling menyiksa untuk saya! Saya sudah benar-benar tegang tadi!" rutuk Indra!


"Sekarang bagaimana?"


"Kepala saya pening! Bagian bawah tubuh saya pegal!"


"Bagian tubuh yang mana?"


"Yang ini!" Indra meraih tangan Marisa dan menyentuhkan nya ke bagian bawah tubuh yang masih menegang!


"Awh!!!" Marisa memekik histeris dan segera menjauh dari Indra.


"Kenapa kamu berteriak histeris begitu?! Memangnya ular saya menggigit kamu?!" hardik Indra!


"Kenapa Anda menyentuhkan tangan saya kesana! Mengerikan!"


"Dasar bocah! Sekarang kamu bilang mengerikan! Nanti kamu akan selalu menggenggamnya!"


"Ih!" Marisa bergidik!


"Kita lihat saja nanti!"


"Saya akan pergi sekarang ke kamar saya! Saya tidak mau tidur dengan Anda! Saya takut!"


"Tidak! Kamu tidak boleh keluar dari kamar ini? Kamu harus tidur disini! Saya tidak mau kamu kabur malam-malam dan menemui Andro!"


"Andro... Bagaimana dengan Andro?" Marisa teringat kepada Andro.


"Itu urusan saya! Saya yang akan bicara kepada Andro mengenai masalah kamu!" kata Indra seolah tanpa beban.


"Apa yang harus saya katakan jika nanti saya bertemu dengannya lagi?" Marisa tetap merasa khawatir.


"Kamu bilang saja kalau sebenarnya kamu mencintai saya, bukan dia!"

__ADS_1


"Tidak akan semudah itu! Bagaimana juga kita sudah memberikan harapan kepada Andro. Saya sudah menerima cinta nya, dan Anda juga sudah berjanji membantu melamar saya untuk Andro"


"Yang penting kamu mencintai saya, apapun akan saya lakukan adalah mempertahankan kamu!"


"Anda tidak merasa bersalah kepada Andro?"


"Kenapa sih kamu terus saja memikirkan Andro! Kamu kan sudah memilih saya! Dan satu lagi! Berhenti menyebut saya dengan kata Anda! Terlalu formal untuk saya dan kamu! Saya lebih suka kalau kamu mulai memanggil saya dengan panggilan Kamu atau Indra!"


"Mana mungkin saya memanggil Anda dengan" Marisa menghentikan kata-katanya saat melihat bagaimana tatapan Indra.


Indra melotot!


"Maksud saya, mana mungkin saya memanggil kamu dengan nama Indra?"


"Kenapa?!"


"Usia kamu jauh di atas saya. Saya baru berusia dua puluh tiga tahun sementara kamu sudah tiga puluh tiga tahun"


"Maksud kamu saya sudah tua?!"


"B... Bukan seperti itu. Saya hanya menaruh hormat kepada kamu. Apalagi kamu kan atasan saya"


"Tapi saya takut..."


"Takut apa?"


"Saya takut kamu..."


"Saya kan sekarang kekasih kamu!"


"Kekasih?" Marisa seolah bermimpi kalau dia sekarang sudah menerima cinta Indra dan sudah menjadi kekasih Indra.


Apakah ini suatu keputusan yang tepat? Ataukah ini adalah kesalahan besar?


"Ya, kamu sekarang adalah kekasih Indra! Bukan Andro! Sekarang mari kita pergi tidur! Saya berjanji tidak akan melakukan hal yang tidak pantas kepada kamu! Saya tidak akan memaksa kamu lagi untuk menyerahkan diri! Tapi jangan tinggalkan saya!"


Marisa akhirnya mengalah dan membiarkan Indra mulai mendekat dan memeluk tubuhnya.


"Anda janji tidak akan memperkosa saya?"

__ADS_1


"Ya, saya janji! Asalkan kamu mau saya peluk dan. saya cium! Bagaimana?!"


"Iya..."


Indra segera menyumbat bibir Marisa dengan bibirnya sendiri dan menciumi bibir gadis itu dengan penuh gairah. Kali ini Marisa tidak menolak dan bahkan membalasnya. Mereka pun berciuman dengan lekat dan lama.


Indra jadi bergairah lagi! Tapi dia mencoba untuk menahan diri agar tidak melakukan hal-hal yang ada di luar batas kepada Marisa. Indra tidak mau kalau sampai Marisa menangis lagi. Indra tidak mau Marisa menyesal telah melepaskan Andro demi dirinya.


"Dasar gadis aneh! Saya mau ajarkan kenikmatan, eh malah menangis! Baru kali ini saya bertemu dengan gadis seperti ini! Unik tapi membuat saya semakin penasaran! Dan gila nya, saya malah semakin merasa takut kehilangan dan semakin mencintainya!" batin Indra gemas!


Indra memperlakukan Marisa dengan lembut. Mencium dan memeluk gadis itu hingga akhirnya Marisa tertidur lelap dalam dekapan Indra yang hangat.


Melihat Marisa tidur nyenyak, Indra pun memutuskan untuk ikut tidur. Daripada jadi bergairah kembali! Tapi justru Indra tidak bisa tidur karena menahan nafsu nya terhadap Marisa. Rasanya Indra ingin menerkam tubuh Marisa kalau saja dia tidak khawatir Marisa akan menyesal karena telah melepaskan Andro!


"Ya ampun! Kenapa saya jadi bangun lagi! Kehangatan dan keharuman tubuh gadis ini benar-benar memancing gairah saya! Awas kamu, Marisa! Kalau kamu nanti akhirnya menyerahkan diri kepada saya, saya tidak akan melepaskan kamu selama tiga hari tiga malam!" geram Indra!


Malam pun merambat pagi. Marisa terbangun di pagi hari dengan perasaan yang tenang karena semalaman tidur dalam dekapan Indra yang sangat di cintai nya.


Marisa menatap Indra yang tampak tertidur pulas dengan masih memeluk Marisa. Pria tampan yang merupakan seorang CEO utama di sebuah perusahaan besar. Yang memiliki sifat arogan dan kesombongan tinggi! Yang merasa dirinya adalah orang yang paling berkuasa terhormat!


Kini pria itu ada di samping Marisa. Mendekap erat Marisa dengan hangat dan sesuai dengan janjinya bahwa dia tidak akan berbuat apa-apa kepada Marisa.


"Aku gak menyangka kalau Pak Indra bisa berbuat baik dengan tidak melakukan hal yang tidak senonoh kepada ku. Dia semalaman memeluk ku hingga aku terlelap.


Tapi aku tidak boleh lengah, bagaimanapun dia adalah seorang pria dewasa yang pastinya sudah biasa berhubungan intim dengan pasangannya. Aku harus lebih berhati-hati.


Ya Allah... Tolong aku... Agar aku bisa mempertahankan kesucian ku sampai aku berada di pelaminan dengan status sudah menjadi istri dari Indra Perdana. Amin...


Apakah aku bermimpi? Aku memilihnya! Bukan Andro..."


Marisa memegangi kedua belah pipi Indra dengan perasaan sayang. Wajah tampan pria itu tampak sangat menarik. Tampak polos dan tak berdosa.


Tanpa sadar Marisa tersenyum sendiri.


aku memilihnya!


Di kecup nya bibir Indra dengan mesra hingga membuat pria itu menggeliat dan mendesah panjang dalam tidurnya.


"Saya sayang sama kamu, Dra... Apapun yang telah kamu lakukan selama ini kepada saya, saya sudah memaafkan nya. Dan sekarang saya putuskan untuk memilih kamu. Bukan Andro..."

__ADS_1


Seketika itu juga mata Indra terbuka dan menatap Marisa. Seulas senyum manis merekah di bibir Indra. Di kecup nya kening Marisa dengan lembut. "Selamat pagi, Sayang" bisiknya.


__ADS_2