
Marisa pergi ke kamarnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk memastikan keadaannya. Apakah benar dia hamil? Tapi memang sudah dua bulan ini Marisa tidak mendapatkan haid.
Setelah menampung cairan urine dan mengeceknya, membelalaklah mata Marisa saat melihat ternyata ada dua garis biru yang menandakan bahwa dia memang sedang hamil!
Seketika itu juga mata Marisa menjadi basah dan hatinya terasa hangat. Ada satu perasaan yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Ada perasaan bangga dan terharu. Ada juga satu perasaan sayang yang timbul secara tiba-tiba pada janin kecil yang kini sedang berada dalam kandungannya. Ada makhluk kecil yang sedang bertumbuh dalam rahimnya!
Marisa mengelus perutnya yang. Baru tiga bulan dia menikah dengan Indra Perdana, kini Marisa tengah mengandung anak pertama dari Sang CEO!
"Ya Allah... Aku hamil... Terima kasih ya Allah... Kau berikan titipan kepada hamba dalam waktu secepat ini...
Mama sayang sekali sama kamu, Nak. Mama akan menjaga kamu baik-baik sampai kamu lahir dengan selamat di dunia ini... Papa kamu pasti akan bahagia sekali kalau tahu kamu sudah ada didalam perut Mama...
Dra... Aku hamil... Aku gak sabar ingin memberi tahu kamu! Cepet pulang, Dra... Kerja keras kamu sekarang telah membuahkan hasil. Aku sekarang tengah mengandung anak kamu. Penerus darah dan nama mu..."
Marisa keluar dari kamar mandi dan melihat ternyata Mama sudah ada didalam kamarnya dan tengah duduk di atas sofa santai yang terletak dalam kamar itu.
"Maaf Mama langsung masuk kedalam kamar kamu tanpa permisi. Habisnya kamu lama sekali, Marisa" kata Mama.
Marisa tersenyum. "Gak apa-apa, Mam"
"Bagaimana hasilnya?!" Mama kelihatan sudah tidak sabar lagi.
Marisa duduk di sebelah Mama dan memperlihatkan alat tes kehamilan yang barusan sudah dipakainya. "Dua garis biru, Mam. Aku hamil" katanya.
Mama mengambil alat tes kehamilan di tangan Marisa dan memperhatikannya dengan perasaan yang sangat bahagia. Mata Mama terlihat berkaca-kaca. "Masya Allah... Alhamdulillah... Kamu hamil, Sayang! Kamu sedang mengandung anak Indra! Penerus keluarga Perdana! Cucu Mama!" katanya.
"Iya, Mam. Alhamdulillah" kata Marisa.
Mama segera memeluk Marisa erat-erat. Di cium nya kedua belah pipi menantu kesayangannya itu. "Makasih, Marisa! Makasih karena kamu sudah jadi sumber kebahagiaan buat Indra dan juga keluarga Perdana"
"Ini semua juga berkah dari Allah SWT, Mam"
"Tadinya Mama khawatir karena di usianya yang sudah tiga puluh tiga tahun, Indra masih belum mau menikah. Tapi setelah mengenal kamu, dia bisa serius dan mempunyai niat untuk berkeluarga. Alhamdulillah sekarang kamu hamil dan itu artinya Indra akankah segera jadi seorang Papa!"
"Iya, Mam. Alhamdulillah. Marisa juga bahagia sekali menikah dengan Indra dan bisa memberikan keturunan untuk Indra dalam waktu yang sangat cepat"
"Iya, Sayang. Sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan tawa dan tangis seorang bayi! Ya Allah... Mama sudah gak sabar! Oh ya, kamu harus segera memberi tahu Indra!"
__ADS_1
"Nanti saja, ya Mam. Aku mau bilang secara langsung sama Indra"
"Oh iya, Sayang. Nanti kalau Indra pulang, kamu harus segera memberi tahu dia dan kalian harus segera pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan kamu!"
"Ya, Mam. Lusa juga Indra pulang"
Meskipun Marisa pun belum memberi tahu Indra tentang kehamilannya, tapi Andro tahu tentang kehamilan Marisa karena Mama yang memberi tahu Andro kalau Marisa memang sedang hamil. Mama langsung memberi tahu Andro saat mereka makan malam bersama.
"Alhamdulillah" Andro sampai menadahkan kedua tangannya lalu mengusap wajah sendiri karena ikut merasa bahagia atas kehamilan Marisa.
Andro menatap wajah Marisa dengan pandangan berbinar seraya mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada Marisa.
"Selamat ya, Marisa" kata Andro.
"Makasih" Marisa menyambut tangan Andro sambil tersenyum.
"Pantas tadi kamu muntah-muntah. Padahal sedang hamil muda"
"Iya, kayaknya jalan dua bulan deh"
"Indra sudah di kasih tahu?"
"Indra pasti bahagia sekali! Mau punya momongan!"
"Kamu sendiri kapan dong punya istri?! Biar bisa punya momongan juga seperti Indra!" kata Mama tiba-tiba.
"Insya Allah, Mam. Kalau sudah ada jodohnya pasti saya akan segera menikah" kata Andro dan entah kenapa dia langsung melirik ke arah Marisa. Melihat wajah kakak iparnya yang cantik itu. Wajah yang membuat Andro jatuh cinta dan pernah berpikir untuk segera menikah.
Malam harinya saat video call dengan Indra, Marisa tidak mengatakan kalau dia sedang hamil. Seperti biasanya Marisa hanya menceritakan tentang keseharian pada Indra.
"Lusa saya pulang" kata Indra.
"Kamu langsung ke rumah apa ke kantor dulu?" tanya Marisa.
"Kayaknya langsung ke kantor. Senin kan ada metting penting dengan klien dari Korea Selatan" jawab Indra.
"Oh iya, aku juga sudah menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan dalam metting hari Senin"
__ADS_1
"Kamu juga pergi ke kantor saja Senin pagi. Saya pasti membutuhkan kamu untuk menemani saya metting"
"Baik, Pak Indra Perdana!"
"Kamu ini kenapa sih?! Suka sekali memanggil saya dengan sebutan Pak Indra Perdana?!"
"Kan dalam rangka kerja. Kan, kita tadi lagi ngomongin soal pekerjaan. Lagipula posisi kita sekarang tetap sama walaupun kita sudah menikah. Kamu adalah CEO dan aku adalah asisten pribadinya"
"Tapi jika sedang saya goyang juga kamu suka memanggil saya dengan sebutan itu! ah Pak Indra! ough Pak Indra! terus, Pak Indra! enak banget, Pak Indra!" Indra malah menggoda Marisa dengan menirukan de sahan Marisa saat bercinta dengannya.
"Ih, apaan sih! Itu kan buat fantasi aja!" gerutu Marisa!
"Hahahaha! Istri saya semakin cantik jika cemberut seperti itu!" kata Indra gemas!
"Week!" Marisa malah julurkan lidahnya sehingga membuat Indra semakin gemas!
"Saya mau kamu, Marisa... Saya sudah tidak tahan..." desah Indra gemas karena sudah sangat merindukan Marisa.
"Nanti lusa kita lakukan" kata Marisa.
"Pasti saya akan melampiaskan nafsu saya sepuasnya kepada tubuh kamu! Jangan sebut saya Indra Perdana kalau saya tidak bisa meluluhkan lantakkan tubuh kamu!"
"Tapi mulai sekarang kamu tidak boleh terlalu kasar saat menikmati tubuh aku!"
"Lho, memangnya kenapa?"
"Ya jangan aja!" Marisa hampir mengatakan kalau dia sedang hamil!
"Buka pakaian kamu, Marisa! Telanjang bulat di hadapan saya saat ini juga! Saya mau lihat tubuh kamu walaupun hanya lewat video call"
"Iya, oke!" Marisa melepaskan seluruh pakaiannya dan memperlihatkan tubuhnya pada Indra lewat video call.
Indra kini benar-benar berna fsu sekali melihat bagaimana keindahan tubuh istrinya! Indra bahkan sampai meneguk ludahnya sendiri!
"Marisa, Sayang... Kamu seksi luar biasa!" desah Indra.
"Semua ini milik Anda, Pak Indra Perdana yang terhormat" Marisa menggoda Indra dengan membukakan kedua belah pahanya!
__ADS_1
"Arrgghhhh!!!!!" Indra sampai frustasi di buatnya!