My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 151 : Andro Lagi!


__ADS_3

Mama memasak nasi liwet untuk makan siang. Nasi liwet adalah nasi yang di masak bersama rempah-rempah dan di sajikan dengan lauk pauk, sambal, kerupuk dan juga lalapan seusai selera. Biasanya nasi liwet di hidangkan di atas daun pisang besar dan di makan bersama-sama.


Indra yang belum pernah makan dengan cara seperti itu sempat merasa bingung saat nasi liwet dan semua sajiannya di sajikan di atas sebuah daun pisang besar di teras belakang rumah Marisa yang berhadapan dengan kebun dan kolam ikan.


"Ayo Nak Indra. Di makan hidangannya! Makan yang banyak!" kata Ayah.


"Iya, Ayah" kata Indra yang duduk di samping Marisa.


"Kan waktu itu Nak Andro yang mengajak kami makan di restoran mahal. Sekarang giliran kami yang menjamu kakaknya" kata Mama.


Andro lagi!


Indra melihat bagaimana keluarga Marisa mulai menyantap nasi liwet itu dengan lahap. Indra sempat ragu-ragu. Apakah ini tidak salah? Makan bersama di atas daun pisang dengan menggunakan tangan?


"Ayo makan! Kan kita belum makan" kata Marisa pelan.


"Saya tidak biasa makan dengan tangan" bisik Indra.


"Mau saya suapin?"


"Ah! Jangan! Malu!" Indra mencoba memakan nasi dengan tangannya. Setelah itu mulai mencicipi sajian lainya termasuk lalapan daun singkong yang di padukan dengan sambal goreng. "Hm..." Indra merasakan cita rasa unik yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Tanpa sadar Indra mengambil lagi suapan berikutnya dan berikutnya lagi dan lagi dengan lahap.


Marisa tersenyum melihat Indra ikut makan dengan lahap. "Enak gak?" tanya Marisa.


"Sedap sekali!" jawab Indra.


"Ini makanan khas orang Sunda"


"Saya sangat menikmati cara makan seperti ini. Apalagi di tengah suasana yang asri begini. Nyaman sekali!"


Marisa mengambilkan Indra segelas air teh melati yang masih mengepulkan asap. "Nih minum nya pelan-pelan"

__ADS_1


Indra mengambil gelas teh di tangan Marisa dan meminumnya pelan-pelan. Terasa sangat nikmat!


Mama dan Ayah senang melihat Indra ikut menikmati sajian yang di hidangkan siang itu. Hanya Reno yang masih menampakkan rasa tidak sukanya kepada indra. Hingga akhirnya nasi liwet yang nikmat itu habis di makan bersama sampai licin daunnya.


Selanjutnya Mama menghidangkan pisang Lampung yang di ambil dari kebun sebagai pencuci mulut, juga kopi panas sebagai pelengkapnya.


Saat itulah Ayah dan membuka obrolan dengan Indra mengenai hubungannya dengan Marisa.


"Maaf Nak Indra, tadi Mama sempat mengatakan kepada Ayah kalau Nak Indra ini sekarang adalah kekasih Marisa?" kata Ayah.


Indra senang sekali Ayah menanyakan hal itu kepadanya. Maka dengan pasti Indra menjawab. "Iya Ayah. Sekarang ini saya adalah kekasih Marisa"


"Bukankah Marisa adalah kekasih Nak Andro? Yang pernah ikut kesini saat Reno dulu kecelakaan"


"Iya, awalnya memang begitu, Ayah. Tapi seiring berjalannya waktu, saya dan Marisa merasa cocok dan menyadari kalau di antara kami ada rasa sayang"


Mama melirik Marisa. "Tapi bagaimana dengan Andro? Dia tidak apa-apa kalau sekarang kamu pacaran dengan kakaknya? Andro itu juga bos kamu saat PKL kan?"


"Jadi waktu di kantor, aku tuh kerja sebagai asisten pribadinya Indra. Indra sebagai CEO utama dan Andro adalah wakilnya. Andro lebih banyak mengurus pekerjaan di luar kantor. Jadi selama ini aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama Indra"


"Insya Allah gak akan apa-apa, Ma. Aku juga udah bicara dengan Andro" kata Marisa.


"Kalau Mama nya Indra bagaimana?" Kini Ayah yang bertanya kepada Indra.


"Mama juga setuju dengan hubungan saya dengan Marisa" jawab Indra.


"Nak Indra sendiri bagaimana? Apakah serius untuk berhubungan dengan Marisa? Bagaimanapun juga Marisa adalah anak gadis Ayah satu-satunya. Ayah tidak bisa menerima Nak Indra kalau cuma mau main-main sama Marisa"


"Saya tidak main-main, Ayah! Saya serius! Saya ingin segera mengikat Marisa dengan pertunangan bahkan kalau bisa saya ingin menikah secepatnya!"


"Nah, Marisa. Bagaimana pendapat kamu? Apakah kamu mau menikah secepatnya dengan Indra?" tanya Ayah kepada Marisa.

__ADS_1


"Kalau untuk menikah, aku sih belum siap. Aku mau jajaki dulu masa hubungan aku sama Indra. Kami juga baru jadian dua mingguan ini" jawab Marisa yang membuat Indra kecewa.


"Iya, Mama juga tidak mau kalau Marisa buru-buru, menikah dengan Indra. Bagaimanapun juga kalian ini kan baru kenal. Baru jadian juga. Sebaiknya ada penjajakan dulu selama beberapa bulan. Lagipula Marisa kan masih harus menjalani kuliahnya selama satu semester lagi. Marisa nanti wisuda dulu. Baru setelah itu Mama mengizinkan Marisa untuk merencanakan soal pernikahan" kata Mama.


"Nak Indra sudah mendengar sendiri apa kata-kata Marisa dan Mama nya. Bagaimana? Apakah Nak Indra mau menunggu sampai Marisa lulus kuliah?" tanya Ayah.


"Saya siap untuk menunggu Marisa sampai selesai kuliah, Ayah. Lagipula kan kuliahnya tinggal satu semester lagi. Tidak akan lama. Selama enam bulan ini saya dan Marisa bisa saling mengenal lebih dekat lagi" jawab Indra.


"Ya, Alhamdulillah kalau begitu. Ayah mengizinkan Marisa untuk menjalin hubungan dengan Nak Indra. Semoga kalian bisa terus bersama sampai menjadi jodoh"


"Amin" kata Indra dan Marisa berbarengan.


"Tunggu dulu!" tiba-tiba Reno ikut bicara seperti orang dewasa.


Semua melirik kepada Reno.


"Ada apa, Reno?" tanya Ayah.


"Maaf kalau Reno kurang sopan atau lancang, Ayah. Reno hanya ingin menanyakan sesuatu kepada Kak Indra" kata Reno tampak serius.


"Kamu mau bertanya soal apa? Kak Indra akan menjawabnya" kata Marisa.


"Ya, Reno. Silahkan. Mau tanya soal apa?" tanya Indra dengan senyuman ramah walaupun dalam hati merasa khawatir juga. Tadi saja sewaktu di kebun, Reno sudah mengatakan hal-hal yang membuat Indra tidak bisa menjawab dengan baik!


"Begini, Kak Indra. Sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya mungkin kurang berkenan di hati Kak Indra" kata Reno. Waktu itu Kak Andro pernah bercerita"


Andro lagi!


"Apa kata Andro?" tanya Indra.


"Kak Andro bilang punya seorang kakak laki-laki yang sudah bertunangan. Apakah itu Kak Indra? Kalau iya, kenapa sekarang Kak Indra bersama Kak Marisa? Kemana tunangan Kak Indra? Apakah sudah putus? Kalau sudah putus, kenapa bisa putus? Lalu bagaimana Kak Indra bisa menjaga hubungan Kak Indra dengan Kak Marisa kalau tunangan saja kak Indra bisa putuskan?" Reno bertanya hal yang benar-benar membuat Indra bingung dan tak bisa menjawab lagi!

__ADS_1


Mama dan Ayah serempak menatap wajah Indra. Sementara Marisa jadi ikutan bingung. Kok bisa-bisanya Reno ingat tentang cerita Andro tentang Indra yang sudah bertunangan?!


"Ya Tuhan! Aku harus jawab apa? Anak ini kenapa sih merepotkan sekali?! Sepertinya tidak senang kalau aku mendapatkan kakaknya!" rutuk Indra dalam hatinya!


__ADS_2