My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 211 : Rencana Syukuran Baby Syailendra


__ADS_3

Sejak kejadian hari itu, entah mengapa perasaan Indra semakin menjadi penasaran kepada Melati. Bukannya berusaha untuk menghilangkan perasaannya dan fokus kepada keluarganya, Indra justru semakin intens untuk mendekati Melati.


Indra seolah terpukau dengan keluguan Melati seperti apa yang dulu dia rasakan kepada Marisa. Indra jadi lebih memperhatikan Melati seperti kadang memesankan juga makan siang untuk Melati. Indra juga tidak terlalu membebani Melati dengan pekerjaan yang berat-berat.


Kalau di pikir-pikir, sebenarnya Melati jauh lebih beruntung daripada Marisa. Melati begitu mudah mendapatkan perhatian Indra padahal baru sekitar tiga bulan bekerja di Perdana Enterprise. Sementara Marisa dulu melewati banyak sekali sakit hati sebelum akhirnya mendapatkan pengakuan dari Indra kalau Indra telah jatuh cinta pada Marisa.


Semua itu karena Indra kini lebih dewasa dan tidak memandang rendah lagi seseorang dari strata sosial nya. Indra merasa sah-sah saja mendekati Melati yang adalah asisten pribadinya sendiri.


Sementara dulu saat pertama mengenal Marisa, Indra menganggap kalau Marisa hanyalah seorang wanita yang rendah dan tidak pantas untuk di cintai. Maka Indra berusaha keras untuk menyangkal perasaannya kepada Marisa waktu itu.


Kini pemikiran Indra tentang strata sosial mulai berubah dan itu membuatnya tidak bersikap kasar kepada Melati dan mudah untuk menyukai Melati.


Indra merasa kalau Melati adalah seorang gadis yang polos, lugu dan suci. Maka itu Indra bersikap baik kepada Melati apalagi setelah peristiwa waktu itu dimana Indra sampai membuat Melati menangis.


Tanpa Indra sadar justru Melati memang sengaja untuk membuat Indra menyukainya dengan berpura-pura menjadi wanita yang polos. Sebenarnya apakah tujuan utama seorang Melati Khairunnisa?


Semakin hari Indra pun jadi semakin dekat dan akrab dengan Melati. Mereka selalu bersama setiap hari dalam satu ruangan yang sama juga dalam waktu yang cukup lama. Juga sebagai asisten pribadi Indra, Melati begitu telaten dalam menyiapkan semua kebutuhan Indra dalam bekerja.


Melati juga adalah seorang gadis yang cerdas dan kreatif, Melati seringkali memberikan ide-ide brilian dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan yang diberikan kepadanya. Hal itu juga yang membuat Indra semakin menyukai Melati.


Beberapa kali Indra mengajak Melati metting diluar kantor dan mengajaknya makan diluar setelah selesai menjalani metting.


Melati semakin dekat dengan Indra dan semakin jauh dengan Andro.


Hal itu justru tidak membuat Andro sedih ataupun merasa kehilangan Melati, karena sejak dari awal, Andro tidak pernah menyukai Melati. Jauh didalam hati Andro belum bisa melupakan Marisa. Andro tidak bisa menyukai wanita lain sebelum dia bisa melupakan Marisa sepenuhnya.


Berbeda dengan Indra yang masih bisa membagi perhatiannya walaupun dia sangat mencintai Marisa. Bagi Indra tidak ada salahnya membagi sedikit perhatian kepada Melati yang penting dia tetap menomorsatukan Marisa dan Baby Syailendra.

__ADS_1


Hingga pada suatu malam, keluarga Perdana sedang makan malam bersama di ruang makan mereka yang megah dan mewah.


Mama Renata berencana untuk mengadakan acara syukuran empat puluh hari kelahiran Baby Syailendra dan melaksanakan aqiqah untuk cucu kesayangannya itu. Ada Mama Renata, Indra, Marisa, dan juga Andro.


"Tiga hari lagi adalah empat puluh hari kelahiran Baby Syailendra. Kita harus melaksanakan syukuran dan aqiqah untuknya. Bagaimana menurut kamu, Ndra? Kamu mau acara syukuran nya kita laksanakan di gedung atau di rumah saja?" kata Mama Renata memulai pembicaraan.


"Kalau saya sih terserah pada Marisa saja, mau di gedung boleh, di rumah juga oke" Indra melirik kearah Marisa. "Bagaimana menurut kamu, Sayang?"


"Saya sih merasa lebih baik dirumah saja. Karena lebih hemat, lebih fleksibel dan Baby Syailendra tidak usah pergi jauh, dan yang terpenting adalah agar para tetangga dekat bisa datang untuk ikut mendoakan Baby Syailendra. Kalau di gedung, belum tentu bisa datang semua karena faktor cuaca dan jarak juga" kata Marisa.


"Nah, saya setuju dengan pemikiran Marisa" kata Indra sambil tersenyum dan membelai pipi Marisa.


"Oke, kalau begitu besok akan Mama siapkan acara syukuran dan aqiqah yang mewah untuk Baby Syailendra! Kita pesan makanan yang enak-enak dari ketering dan chef terbaik, dekorasi tenda dan bunga yang termegah, kambing etawa yang sehat dan gemuk, hafiz Al Qur'an yang terkenal, dan juga Ustadz kondang untuk memimpin pengajian nanti!" kata Mama semangat sekali!


"Terserah Mama deh, Mama memang paling bisa kalau bikin acara" kata Indra.


"Iya dong! Mama akan berikan yang terbaik! Apalagi ini untuk cucu pertama kesayangan Mama! Baby Syailendra Putra Perdana!"


"Oh ya, segera telepon orang tua kamu besok, Marisa" kata Mama.


"Iya, Mam"


Mama sekarang melirik kearah Andro yang sedari tadi diam saja. "Bagaimana dengan kamu, Ndro? Kamu juga akan mengajak Melati, kan?" tanyanya.


"Mengundang Melati maksud Mama?" Andro balik bertanya.


"Iya. Kamu undang dia ya!"

__ADS_1


"Ini kan acara nya Indra. Melati juga kan asisten pribadinya Indra, jadi Indra dong yang harus mengundang Melati. Lagipula Melati itu lebih dekat dengan Indra daripada dengan saya" kata Andro sambil melirik kearah Indra.


Indra tiba-tiba saja terbatuk-batuk! "Uhuk uhuk uhuk!"


"Minum dulu, Sayang" kata Marisa seraya memberikan segelas air putih untuk Indra.


"Makasih, Sayang" kata Indra lalu segera meminumnya.


"Kok batuk-batuk segala sih pas saya bilang kamu lebih dekat dengan Melati daripada saya?" tanya Andro heran.


"Aku cuma tersedak kok! Bukan karena kamu berkata seperti itu!" hardik Indra!


"Oh..." Andro ber-oh panjang.


"Saya akan mengundang Melati agar dia datang dalam acara syukuran Baby Syailendra. Saya juga akan mengundang semua kepala bagian dan juga Bella serta Nino" kata Indra.


"Nah, nanti biar Andro yang menjemput Melati!" kata Mama.


"Saya rasa lebih baik Melati datang dengan karyawan yang lain, jadi tidak ada kecemburuan sosial nantinya" kata Andro.


"Ya tidak apa-apa kalau ada kecemburuan sosial. Melati kan spesial! Dia Mama gadang-gadang untuk menjadi calon istri kamu, Ndro!" kata Mama.


"Masalah itu lagi!" keluh Andro dalam hatinya!


"Memangnya selama ini kamu belum juga bisa deket sama Melati?! Kamu cari calon istri yang seperti apa lagi, Ndro? Melati itu cantik, baik dan sopan! Persis seperti Marisa. Coba buka hati kamu! Kamu sudah tiga satu lho tahun ini!" kata Mama.


"Ya Mama, tenang saja. Andro pasti akan menikah kok! Tapi tidak dengan Melati! Andro tidak suka pada Melati! Tidak sreg dan tidak cocok" kata Andro.

__ADS_1


"Ah dasar terlalu pemilih kamu ini! Kalau saya jadi kamu, saya mau menjadikan Melati sebagai kekasih saya!" kata Indra.


Marisa yang polos hanya tersenyum saja.


__ADS_2