
Indra mendatangi sebuah apartemen yang menjadi tempat pertemuannya dengan Pak Tio. Pagi tadi Pak Tio mengajak Indra bertemu di apartemen itu untuk membahas beberapa hal. Sebenarnya Indra merasa bingung dengan ajakan Pak Tio karena Indra merasa tidak ada keperluan dengan Pak Tio.
"Apakah ada hal penting yang akan Anda bicarakan dengan saya? Karena setahu saya kontrak kerjasama perusahaan saya dengan perusahaan asuransi Anda sudah deal dan sedang berjalan" kata Indra lewat sambungan telepon.
"Tidak ada hal penting, Pak Indra. Saya hanya ingin bertemu sekadar untuk menjalin silaturahmi. Setelah itu kita bisa makan siang bersama" kata Pak Tio.
"Baiklah, saya akan usahakan untuk hadir pada jam makan siang nanti di apartemen yang Anda maksud"
Dan berangkatlah Indra ke apartemen itu. Padahal tadinya Indra sudah berencana ingin mengajak Marisa untuk makan siang, tapi kemudian di batalkan nya demi pertemuan ini.
Indra sampai di depan pintu unit apartemen tempat dia janjian dengan Pak Tio. Indra memencet bel beberapa kali dan tidak lama kemudian pintu pun terbuka. Seseorang tampak berdiri di balik pintu dengan senyuman manis yang membuat Indra bengong.
Bagaimana Indra tidak bengong?! Seseorang yang membukakan pintu itu adalah seorang wanita cantik, putih, bertubuh sintal dan yang paling mencolok adalah pakaian yang melekat pada tubuhnya sangat minim!
"Selamat siang, Pak Indra" sapa wanita itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Selamat siang, saya ingin bertemu dengan Pak Tio. Apakah saya tidak salah mendatangi unit apartemen nya? Apakah dia ada didalam?" tanya Indra.
"Benar sekali, Pak Indra. Ini adalah unit apartemen Pak Tio. Beliau akan datang sebentar lagi. Silahkan Bapak masuk dulu dan menunggu sebentar didalam"
Indra memasuki unit apartemen itu dan wanita yang tadi membukakan pintu untuknya segera menutup pintu tersebut dan menarik lengan Indra agar duduk di sebuah sofa tamu yang ada disana.
Wanita cantik itu duduk di samping Indra dengan menyilangkan kaki nya sehingga paha nya yang mulus terpampang jelas didepan mata Indra. Senyuman nya sangat menggoda dengan tatapan mata penuh pesona dan wangi tubuhnya sangat menyengat membakar gairah Indra.
"Anda mau minum apa, Pak Indra?" tanya wanita itu.
"Apa saja" jawab Indra.
__ADS_1
Wanita itu menepuk tangannya dan tidak lama kemudian dari arah dalam apartemen muncul dua orang wanita lagi dengan membawa minuman untuk Indra dan yang seorang lagi membawakan makanan ringan.
Kedua wanita itu tidak kalah cantik dan seksi nya dengan wanita yang ada di sebelah Indra. Dengan senyuman yang menggoda, mereka menaruh makanan dan minuman di meja dengan posisi membungkuk sehingga dada mereka yang besar seolah akan tumpah dari balik baju mereka yang berdada sangat rendah!
Indra mau tak mau menelan ludahnya!
Sekarang Indra sudah di kelilingi tiga orang wanita cantik dan seksi. Mereka duduk berdekatan dengan Indra dan mulai menggoda Indra.
"Pak Indra, saya Mia dan ini adalah kawan saya, Kiki dan Ani. Kami adalah tiga orang wanita cantik yang di khusus di kirimkan oleh Pak Tio untuk menemani Anda" kata wanita pertama yang mengaku bernama Mia.
"Maksudnya?" Indra merasa bingung.
"Pak Tio akan datang tapi setelah Anda selesai bersenang-senang dengan kami. Anda tenang saja, Pak Tio tidak akan datang sebelum Anda selesai dengan kami" kata Kiki, wanita yang kedua seraya meraba paha Indra!
"Anggap saja ini hadiah dari Pak Tio untuk kerjasama perusahaan Anda dengan perusahaan nya" kata wanita ketiga yang bernama Ani seraya mencium pipi Indra!
"Tidak usah malu-malu, Pak Indra. Kami tidak akan meminta apa-apa dari Anda. Anda tinggal berbaring saja dan menerima servis yang memuaskan dari kami. Anda sekarang tinggal memilih ingin bersenang-senang dengan siapa lebih dulu" kata Mia sambil membuka kedua kakinya yang dari tadi duduk menyilang.
"Atau Anda mau menikmati kami secara bersamaan?" tanya Kiki sambil cekikikan dan menarik dasi Indra.
"Saya harap Anda mau memulai dengan saya lebih dulu" kata Ani seraya duduk di pangkuan Indra dan menyodorkan dadanya ke hadapan wajah Indra.
"Ya ampun! Saya harus bagaimana?" batin Indra bingung. Di satu sisi Indra ingin sekali mencicipi ketiga wanita cantik yang ada di hadapannya karena Indra sudah lama tidak pernah menikmati tubuh seorang wanita lagi semenjak dia jatuh cinta pada Marisa.
Darah dalam tubuh Indra mengalir deras dan bagian bawah tubuhnya mengeras dan meminta pemuasan dengan segera. Sementara ketiga wanita cantik yang ada dihadapannya mulai beraksi dengan cara yang murahan tapi menggiurkan!
Mia sudah merebahkan tubuhnya di sofa dengan kedua kaki dibuka lebar sehingga memperlihatkan bagian bawah tubuhnya di balik dress pendek yang dipakainya.
__ADS_1
Kiki mendekati wajah Indra dan mulai menciumi leher Indra dengan suara ******* yang menggairahkan.
Ani sudah menurunkan bagian depan bajunya sehingga dadanya yang besar kini tidak lagi tertutup dan menggantung bebas dihadapan Indra.
"Sentuh saya, Pak Indra" kata Mia.
"Saya dulu, Pak Indra" kata Kiki.
"Atau kita layani Anda bersamaan" kata Ani.
Indra tidak sanggup berkata apa-apa. Saat itu Mia sudah meraih tangan Indra dan menuntun nya untuk meraba bagian bawah tubuhnya, Kiki sudah meraba bagian bawah tubuh Indra dan memekik saat merasakan betapa kerasnya benda yang dia raba, dan Ani sudah membenamkan wajah Indra ke belahan dadanya!
Saat itulah tiba-tiba bayangan wajah Marisa melintas di benak Indra dan membuat kejutan keras di dada Indra! Marisa yang cantik, baik, dan mahal! Marisa yang menerima Indra apa adanya dengan segala kesalahan yang telah di perbuat oleh Indra. Marisa yang rela meninggalkan Andro demi memberikan Indra kesempatan.
"Marisa...!" desis Indra dan segera melepaskan diri dari tiga ular berbisa yang membelit nya!
Indra menjauh dan memandang ketiga wanita cantik itu dengan pandangan jijik!
"Ada apa, Pak Indra?! Kenapa menjauh?" tanya Ani.
"Saya minta kalian hentikan semua kegilaan ini! Saya tidak ingin bersenang-senang dengan kalian! Saya tidak suka wanita murahan seperti kalian!" bentak Indra membuat ketiga wanita cantik itu jadi saling pandang.
"Tapi Pak Indra, kami sangat ingin melayani Anda" kata Ani.
"Saya tidak berselera dengan kalian! Saya akan transfer uang untuk kalian! Tugas kalian sudah selesai!" kata Indra tegas!
"Transfer uang untuk kami? Tapi kami kan belum bekerja untuk Anda. Pak Tio juga sudah menyelesaikan pembayaran untuk kami" kata Kiki.
__ADS_1
"Saya tidak menginginkan kalian! Saya adalah seorang pria berharga yang tidak sembarangan memilih teman tidur!" Indra segera keluar dari dalam apartemen itu dengan perasaan mual dan jijik!