My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 178 : Penjelasan Indra


__ADS_3

Indra menggerakkan tubuhnya untuk menindih tubuh Marisa dan langsung menciumi bibir gadis itu. Tangan Indra sudah bergerilya untuk meraba-raba dada Marisa yang padat dan kencang.


"Marisa, Sayang... Kenapa semakin saya sering pegang, buah dada kamu menjadi semakin kencang?" bisik Indra dengan nafas memburu.


"Jangan... Dra..." desah Marisa dan mencoba menyingkirkan tangan Indra dari dadanya.


Marisa merasa kali ini dia tidak bisa menikmati ciuman ataupun sentuhan Indra, semuanya terasa hambar! Marisa teringat kembali pada kata-kata Kayla tentang Indra yang selalu mampu membuat seorang wanita terbuai dan mau melakukan apa saja untuk nya. Juga tentang Kayla dan Indra yang bercinta di mana saja termasuk di tempat fitnes.


"Lepaskan saya, Dra! Saya tidak mau kamu perlakukan seperti ini!" hardik Marisa sembari mendorong tubuh Indra sekuat tenaga ke samping dan kemudian berguling menjauhi Indra ke sudut pembaringan dekat tembok.


Indra terperangah karena tidak biasanya Marisa bersikap dingin begitu sampai membelakangi Indra ke ujung tembok. Indra kini yakin kalau Marisa memang menyimpan sesuatu didalam hatinya.


Indra mendekati Marisa dan mengusap belakang rambutnya. "Marisa, saya minta maaf. Kalau kamu memang tidak ingin saya sentuh, saya tidak akan memaksa kamu"


Tidak ada jawaban apa-apa dari Marisa. Tubuhnya yang membelakangi Indra tetap tidak bergeming.


"Kamu tidur ya? Bolehkah saya peluk kamu dari belaka?"


Marisa masih diam.


Indra perlahan memeluk Marisa dari belakang. Di ciumi nya rambut panjang Marisa dengan penuh kasih sayang.


"Saya sangat mencintai kamu, Marisa" bisik Indra.


Saat itulah terdengar suara isakan dari Marisa dan hal itu membuat Indra kaget sekali! Indra bagaikan tersengat aliran listrik saat mendengar pujaan hatinya menangis terisak-isak!


"Marisa, kamu kenapa?!" tanya Indra lembut di telinga Marisa.


Marisa tetap menangis dan tidak mau berbalik untuk menghadap Indra.


"Kamu jawab saya! Kamu kenapa?!" kali ini Indra berkata tegas dan memaksa Marisa untuk berbalik menghadapnya. Terlihat mata Marisa yang sudah bersimbah air mata.


"Kamu kenapa, Marisa?!" Indra mendekap erat Marisa ke dadanya. Di usap-usap nya punggung Marisa agar gadis itu tidak terus menangis.


Marisa tetap terisak-isak dan tidak mau bicara apapun kepada Indra.


"Marisa, kenapa kamu tidak mau bicara?! Saya ini adalah calon suami kamu. Saya tidak bisa mengerti apa yang menjadi kesedihan kamu kalau kamu tidak mau cerita. Saya tidak mau kamu memendam masalah kamu seorang diri. Saya bukan cuma ingin jadi seorang pria yang kamu cintai tapi juga jadi pria yang bisa kamu percaya dan kamu jadikan sandaran"

__ADS_1


Marisa masih tidak mau bicara. Walaupun kini tangisan nya sudah mereda.


Indra menghela nafas panjang. "Apakah saya tidak bisa jadi teman bicara kamu? Padahal saya adalah calon teman hidup kamu. Apakah cuma Andro yang bisa membuat kamu nyaman dan mau menceritakan semua keluh kesah kamu? Apakah saya harus meminta Andro pulang dari Italia agar kamu mau bicara tentang masalah kamu kepadanya?" Indra mencoba bicara lagi.


Kali ini Marisa mau mengangkat wajahnya dan menatap Indra. "Dra..." panggil Marisa lirih.


Indra menekap kedua belah pipi Marisa dan mencium keningnya. "Iya, Sayang. Ada apa? Kamu mau kan cerita kepada saya?"


"Dra... Apakah... Apakah kamu benar-benar sayang sama saya?" tanya Marisa.


"Tentu saja, Marisa! Apakah kamu masih belum percaya?! Saya sudah menunjukkan keseriusan saya kepada kamu dan keluarga kamu. Apa yang saya bisa berikan, pasti akan saya berikan kepada kamu. Apakah masih kurang bukti kasih sayang saya? Kamu mau saya membuktikan apa lagi?" jawab Indra mencoba meyakinkan Marisa.


"Dra... Saya ingin menceritakan sesuatu pada kamu"


"Ada apa?"


"Saya... Saya tadi pagi bertemu dengan Kayla di rumah sakit saat saya sedang membuat surat keterangan sehat" Marisa mulai menceritakan apa yang menjadi beban pikirannya.


"Kayla? Kayla siapa?" kening Indra berkerut.


"Oh... Kayla yang itu?"


"Iya, Kayla yang pernah membuat saya sakit hati karena kamu selalu menghina saya di depan dia!"


"Sudahlah, Marisa. Kamu tidak usah ingat-ingat hal itu lagi. Saya tidak benar-benar serius melakukan itu. Saya saat itu sedang berusaha melupakan kamu karena kamu serius dengan Andro! Saya hanya berniat memanas-manasi kamu saja"


"Tapi sekarang Kayla muncul lagi!"


"Saya tidak perduli!"


"Tapi dia sedang hamil besar! Dan anak yang ada di dalam kandungan nya itu adalah anak kamu!"


"Apa?!" Indra membelalak mendengar kata-kata Marisa dan setelah itu malah tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa ketawa?! Kamu senang karena akan jadi ayah dari anak Kayla?!"


"Kamu jangan aneh-aneh!" Indra mencubit pipi Marisa dengan gemasnya!

__ADS_1


"Sakit ih!"


"Habisnya kamu ngawur sih!"


"Ngawur bagaimana?! Kayla sendiri yang mengatakan pada saya kalau dia sedang mengandung anak kalian! Dia akan datang untuk menuntut tanggung jawab kamu kalau anak itu sudah lahir!"


"Dasar orang gila! Terserah dia mau bicara apa! Saya tidak perduli!"


"Mana mungkin kamu bisa tenang menghadapi tuntutan itu?! Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab, dia akan mengundang banyak media masa dan membongkar semuanya!"


"Saya tegaskan kalau saya tidak pernah menghamili nya! Saya hanya sekali meniduri nya dan itu juga tidak sampai selesai!"


Marisa menatap Indra dengan bingung. "Tidak selesai bagaimana maksud kamu?!"


"Saya tidak sampai mengeluarkan mengeluarkan sper ma saya didalam tubuhnya!"


Wajah Marisa merah padam! "Maksudnya kamu tidak keluar di dalam?"


"Malah saya juga tidak sampai keluar! Saya keburu mual dan tidak bernafsu untuk menuntaskannya! Apalagi saat itu dia sudah tidak berdaya! Dia sudah meratap memohon ampun agar saya menghentikan semuanya! Dia tidak sanggup lagi mengimbangi dahsyatnya kejantanan saya!"


"Menjijikkan!"


"Saya tidak bohong, Marisa! Saya segera mencabut nya dan membersihkan tubuh saya di kamar mandi. Bahkan saat itu saya sempat hampir menangis karena saya ingat kamu... Karena cuma tubuh kamu yang saya inginkan!"


"Ih!" Marisa memukul dada bidang Indra! "Beraninya kamu mengingat saya saat sedang meniduri wanita lain!"


"Saya juga tidak tahu kemana saya bisa seperti itu! Bahkan bukan hanya dengan Kayla! Saat meniduri Sofie juga yang saya bayangkan adalah kamu!"


"Dasar mesum!"


"Lalu bagaimana sekarang Kayla bilang kalau saya menghamili nya?! Absurd! Mustahil!"


"Tapi dia sedang hamil tujuh bulan! Dan tujuh rupa adalah waktu yang sama kalau kita hitung kebelakang saat kamu dekat dengan dia!"


"Mungkin dia mengandung anak dari pria lain!"


"Tapi dia akan menuntut tanggung jawab kepada kamu!"

__ADS_1


__ADS_2