
Sabtu pagi itu, sebuah mobil sport mewah memasuki kawasan kos-an sederhana yang tidak lain adalah kawasan kos-an dimana Gery dan Marisa tinggal, satu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Bahkan Mbak Niki yang sedang asyik menyapu halaman juga langsung menghentikan aktivitasnya demi untuk melihat siapa gerangan sang pengemudi dari mobil mewah tersebut.
Mobil itu berhenti tepat di sebelah Mbak Niki, kaca mobil terbuka dan tampak seraut wajah tampan disana. Ketampanan yang langsung membuat Mbak Niki terpesona sekaligus histeris.
"Masya Allah! Mimpi apa gue semalam?! Tiba-tiba ada Pangeran tampan dari kerajaan antah berantah yang datang kesini!" seru Mbak Niki!
Si pengemudi mobil mewah yang tak lain adalah Indra itu tampak mengerutkan keningnya karena bingung dengan tingkah Mbak Niki. Pagi itu Indra mendatangi kawasan kos-an tersebut untuk mencari Marisa, berbekal alamat dari data diri Marisa di kantor.
"Hey, Mbak! Anda waras?" tanya Indra.
"Saya waras dan sehat wal afiat, tuan muda tampan! Ada gerangan apakah Anda datang ke tempat sederhana ini? Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?" sapa Mbak Niki genit.
"Ngeri sekali!" batin Indra agak ngeri juga dengan Mbak Niki. Tapi untuk bisa menemukan tempat tinggal Marisa, mau tidak mau Indra harus bertanya kepada sosok genit itu!
"Saya sedang mencari Marisa! Mbak tahu dimana dia kos?" tanya Indra.
"Ya Allah!" Mbak Niki menepuk jidatnya sendiri! "Marisa lagi, Marisa lagi! Punya pelet ampuh dari mana sih tuh anak ampe para cowok kaya dan tampan pada nyariin dia!"
"Hey, Anda mau jawab atau tidak?!" hardik Indra mulai merasa kesal!
"Nanti dulu, Anda ini siapa?! Gak sembarang tamu bisa datang ke kawasan ini!" tanya Mbak Niki.
"Saya Indra! Indra perdana!" jawab Indra.
"Pak Indra Perdana yang adalah Bos nya Marisa?!"
"Ya"
"Yang kakaknya Pak Andro?!"
"Ya"
"Yang katanya merebut Marisa dari Pak Andro?!"
"Jangan asal bicara ya!"
__ADS_1
"Saya gak asal bicara! Saya denger dari Gery!"
"Keterlaluan Gery!"
"Bahkan katanya tunangan Pak Bos baru meninggal dunia karena sakit hati atas kelakuan Pak Bos ganteng yang tergoda oleh Matisa!"
"Kurang ajar, Gery! Bisa-bisanya dia membicarakan saya dengan orang aneh ini!" rutuk Indra!
"Apanya yang aneh?!" hardik Mbak Niki yang mendengar rutukan Indra! "Apakah Pak Bos ganteng merasa aneh melihat body saya yang aduhai?! Jangan salah ya! Saya ini janda idaman para bujangan di daerah sini!"
"Oh ya?!" Indra menekankan nada suaranya seolah tak percaya dengan perkataan Mbak Niki.
"Tapi Pak Bos ganteng jangan berharap bisa mendekati saya, kalau dulu-dulu sih mungkin saya bisa aja di dekati. Tapi untuk saat ini saya sudah serius sama yayang Fero!"
"Fero?! Mantan kekasih Marisa?"
"Ya, betul sekali! Tapi sekarang yayang Fero udah gak suka sama Marisa! Saya yang akan di lamar nya jadi calon istri!"
"Saya tidak perduli! Saya sedang mencari Marisa! Kalau Mbak terus menerus bicara soal yang tidak penting, saya akan bertanya kepada orang lain saja! Buang-buang waktu saja!"
"Oh, jadi itu! Sedari tadi dong!"
"Ya kan saya harus introgasi anda dulu!"
"Kenapa sepertinya sepi sekali?!"
"Marisa itu kalau weekend, bangun nya siang! Bisa-bisa lohor dia baru buka mata!"
"Saya akan mendatanginya" Indra menutup kaca mobilnya dan kemudian memarkirkan mobilnya. Setelah itu Indra turun dari mobilnya dan langsung menuju pintu rumah Marisa.
Sementara Mbak Niki memperhatikan seluruh gerak-gerik Indra dengan terkagum-kagum. "Mirip banget sama Pak Andro! Tapi yang ini emang kelihatan lebih dewasa, lebih berkharisma, dan lebih seksi! Ck! Ck! Ck! Kalau seandainya Marisa mau balikan sama Fero, gua izinin deh asalkan Pak Bos ganteng ini yang jadi gantinya!" gumam Mbak Niki.
Indra memang memiliki beberapa kelebihan di bandingkan dengan Andro. Dari sudut penampilan, Indra dan Andro memang sama-sama memiliki tubuh tinggi tegap tapi Indra memiliki tubuh yang jauh lebih kekar dan berotot. Dari sudut pekerjaan juga, Indra adalah seorang CEO utama sementara Andro hanya sebagai wakilnya. Juga dari sudut kepribadian, Andro memiliki sifat ramah dan bersahabat, sementara Indra memiliki sifat dingin dan angkuh, sifat yang justru membuat Indra lebih memiliki kharisma dibandingkan dengan Andro.
'Tok! Tok! Tok!' Indra mengetuk pintu rumah Marisa beberapa kali.
"Pak Bos ganteng, jangan di ketuk pintunya! Tapi di gedor aja! Marisa gak bakalan bangun kalau cuma di ketuk begitu!" seru Mbak Niki.
__ADS_1
"Oh begitu?" Indra kali ini menggedor pintu rumah Marisa dengan keras! Persis seperti hansip yang sedang menggerebek maling!
'Dor! Dor! Dor!'
"Iya... Sebentar..." terdengar suara Marisa yang tampaknya telah terbangun.
"Nah! Itu suara Marisa!" gumam Indra yang mendadak merasakan dadanya berdebar keras! "Ya ampun! Saya sampai berdebar-debar begini! Padahal saya belum bertemu dengan Marisa!"
Pintu rumah terbuka dan Marisa muncul di hadapan Indra dengan setelan baju tidur kartun lucu bergambar Spongebob! Rambut hitam panjangnya di gelung di atas puncak kepala dengan asal-asalan. Tapi justru menambah kecantikan alaminya.
"Selamat pagi, Sayang" sapa Indra dengan mesra.
"Ngapain kesini?" Marisa malah bertanya dengan kening berkerut dan nada suara dingin.
"Lho kok kamu malah berkata seperti itu?!" Indra balik bertanya dengan perasaan yang kecewa. Dikiranya Marisa akan merasa senang dengan kedatangannya. Tapi ini yang terjadi malah Marisa bersikap dingin.
"Ini kan masih pagi! Kenapa datang kesini pagi-pagi sekali?! Saya kan masih ngantuk!"
"Ini sudah jam delapan pagi! Kamu bilang saya kepagian?!"
"Kalau hari Sabtu itu, jam delapan pagi masih di anggap kepagian! Sudah ah! Saya mau tidur lagi!" Marisa hendak menutup pintu rumahnya lagi membiarkan Indra didepan pintu.
"Eh! Enak saja kamu mau menutup pintu!" hardik Indra dan segera masuk kedalam rumah sebelum Marisa menutupnya.
"Mau apa masuk segala!" bentak Marisa.
"Lho, saya kan pacar kamu! Apakah saya tidak boleh bertamu kesini?! Jadi hanya Andro saja yang kamu izinkan untuk berkunjung kesini?!" kata Indra.
"Lihat saja keadaan disini! Sangat sempit dan berantakan! Kamu tidak akan kerasan tinggal disini walaupun hanya untuk sekedar berkunjung!"
Indra melihat sekelilingnya. Rumah Marisa memang sangat sempit dan berantakan. Di ruangan yang hanya berukuran dua kali tiga meter itu tampak TV kecil, karpet spons dan sampah snack yang bertebaran dimana-mana!
"Ini ruangan apa?!" tanya Indra.
"Ruangan tamu!" jawab Marisa ketus.
"Sempit sekali! Ini sih untuk toilet saja sudah kekecilan!"
__ADS_1