My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 89 : Permintaan Sofie


__ADS_3

Ketika Marisa sampai di cafe yang dijadikan tempat untuk bertemu dengan Sofie, Sofie tampak sudah berada disana. Sofie duduk sendiri di temani segelas susu hangat. Marisa segera ikut duduk dan menyapa Sofie dengan ramah.


"Selamat pagi menjelang siang, Bu Sofie"


Sofie hanya melempar senyum dingin. Membuat Marisa tidak enak hati. Marisa bisa mencium ada sesuatu yang tidak beres. Marisa coba menguatkan hatinya sendiri dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.


"Kamu mau pesan makanan atau minuman, Marisa?" tanya Sofie.


"Saya pesan jus jeruk saja" kata Marisa.


Sofie melambaikan tangannya pada seorang pelayan dan memesan satu gelas jus jeruk untuk Marisa. Tak lama kemudian pesanan datang dan kini Marisa siap untuk mendengarkan apa yang akan Sofie bicarakan dengannya.


"Saya meminta kamu kesini karena ada satu hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu, Marisa" kata Sofie.


"Ada apa, Bu?" tanya Marisa.


"Kemarin saya sudah menemui Indra ke apartemennya di antar oleh Herman. Disana Indra tidak bersama Kayla. Kayla malah check-in dengan salah seorang klien Indra. Indra hanya mengantarkan Kayla kesamaan untuk bertemu klien nya itu" tutur Sofie.


"Apa?! Kayla check-in dengan salah seorang klien Pak Indra?! Selama ini saya lihat justru Pak Indra terlihat dekat sekali dengan Kayla!" Marisa tampak terkejut!


"Saya tidak perduli pada hubungan mereka! Yang jelas Indra tidak mengakui kalau dia sedang dekat dengan Kayla. Tapi dia tetap ingin mengakhiri hubungannya dengan saya. Kamu tahun kenapa?! Karena ada wanita lain yang di cintai oleh Indra!"


"Ada wanita lain?! Siapa?!"


"Kamu!" Sofie menuding Marisa dengan nada sinis dan tatapan tajam yang menusuk hati Marisa.


"Saya?!" Marisa semakin terkejut!

__ADS_1


"Ya! Kamu! Indra sudah mengakui perasaannya cintanya pada kamu! Dia bilang tidak mungkin bisa bersama saya lagi karena dia mencintai kamu!"


"Mana mungkin..." desis Marisa dengan perasaan tidak menentu.


"Itu mungkin saja, Marisa! Indra mencintai kamu! Dia pernah tidak sengaja memanggil-manggil nama kamu saat sedang bersama saya! Dia juga pernah mengatakan pada saya kalau dia terobsesi pada kamu! Pada tubuh kamu! Dia selalu memimpikan bisa bercinta dengan kamu!"


Wajah Marisa memerah karena menahan rasa malu! "Maaf, Bu Sofie. Pak Indra memang pernah meminta saya untuk menemaninya semalam saja. Dia bahkan pernah memaksa saya untuk melayaninya saat kami berada di Sumedang. Tapi saya berani bersumpah! Demi Allah saya tidak pernah berbuat tidak senonoh dengan Pak Indra!"


"Saya tahu! Saya percaya pada kamu! Kamu orang baik-baik dan kamu juga tidak mungkin mengkhianati Andro!"


"Ya, saya juga tidak mungkin mengkhianati Anda!"


"Tapi Indra menginginkan kamu, Marisa! Dia mencintai kamu! Dia sudah memutuskan hubungan dengan saya!"


"Ya Allah... Lalu sekarang apa yang saya bisa lakukan untuk membantu Ibu?"


"Lalu, apa kata dokter?! Ibu sakit apa?!"


"Dokter bilang kalau didalam kepala saya ada kanker dan saat ini sudah mencapai stadium empat" Sofie kini meneteskan air matanya karena merasa sedih dengan keadaannya.


"Masya Allah!" seru Marisa kaget bercampur sedih. Marisa tidak menyangka kalau keadaan Sofie bisa segawat itu! "Bu Sofie, saya turut prihatin dengan keadaan Ibu"


"Saya sedih sekali, Marisa! Saat keadaan saya seperti ini, Indra malah memutuskan untuk meninggalkan saya! Indra tidak perduli pada saya! Padahal selama ini kami baik-baik saja! Semuanya berubah setelah kehadiran kamu! Kamu adalah penyebab Indra meninggalkan saya! Tanpa kamu sadari kamu sudah menjadi duri dalam hubungan saya dan Indra!"


"Maafkan saya, Bu Sofie. Saya tidak bermaksud untuk mengusik hubungan Ibu dan Pak Indra"


"Saya harap kamu mau mengalah dan membantu saya!"

__ADS_1


"Apa?! Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Ibu?! Saya pasti akan melakukannya! Saya berjanji!"


Sofie menatap Marisa dengan tajam dan membiarkan suasana hening sejenak sebelum akhirnya dia berkata. "Saya minta kamu pergi dari kehidupan Indra!"


"Pergi dari kehidupan Pak Indra? Saya memang bukan bagian dari hidupnya!"


"Kamu memang bukan bagian dari kehidupan Indra, tapi kamu adalah orang yang di cintai Indra didalam hidupnya! Jadi saya minta kamu jangan pernah lagi menemui Indra! Kamu harus resign dari pekerjaan kamu di Perdana Enterprise!"


Bukan main kagetnya Marisa mendengar kata-kata Sofie yang menyuruhnya resign dari Perdana Enterprise! Marisa bisa melakukan hal lain yang di minta oleh Sofie, tapi kalau sampai resign dari Perdana Enterprise, bagaimana bisa?! Itu adalah tujuan utama Marisa! Menjalani praktek kerja lapangan di Perdana Enterprise untuk mendapatkan rekomendasi bagus bagi nilai kelulusannya.


Marisa sudah banyak menelan kesedihan dan kekecewaan selama bekerja sebagai asisten pribadi Indra, Marisa sudah sampai sejauh-jauhnya ini! Menelan mentah-mentah semua perkataan kasar dan perbuatan jahat Indra selama ini! Lalu ketika tinggal satu Minggu lagi perjuangannya, mana mungkin Marisa berhenti disini?! Seolah berhenti berlari disaat sudah di ujung garis finis!


"Maafkan saya, Bu Sofie. Tapi kalau untuk resign dari Perdana Enterprise, saya tidak bisa. Saya tinggal satu Minggu lagi berada disana. Setelah itu saya akan kembali ke kampus. Saya janji setelah itu saya akan pergi dari kehidupan Pak Indra untuk selama-lamanya. Tapi jangan sekarang" kata Marisa.


Sofie mendengus kesal! "Kamu ini tukang bohong, Marisa! Tadi kamu sudah berjanji untuk melakukan apa saja untuk membantu saya! Sekarang saya hanya minta satu hal itu, kamu sudah tidak mau!"


"Bukan begitu, Bu Sofie. Saya membutuhkan rekomendasi dari Pak Indra untuk nilai kelulusan saya. Kalau saya resign sekarang, bagaimana dengan nilai saya?"


"Kalau masalah itu, kamu tidak perlu khawatir! Kalau kamu tidak ada lagi, saya yakin Indra akan segera kembali pada saya! Dan kalau Indra sudah kembali pada saya, saya akan meminta Indra untuk memberikan nilai A+ untuk kamu! Saya janji!"


"Apa Pak Indra mau memberikan nilai untuk saya? Saya tidak tahu lagi harus bagaimana jika tidak bisa lulus kuliah tahun ini"


"Sudahlah, Marisa! Soal nilai PKL kamu, saya yang akan mengurusnya! Kamu urus saja pengunduran diri kamu dari Perdana Enterprise! Saya yakin kamu masih punya hati, dan mungkin masih punya sedikit rasa malu! Kalau kamu tidak mau menuruti permintaan saya, maka saya anggap kamu memang sengaja ingin merebut Indra dari saya!"


"Tidak, Bu Sofie! Saya tidak berniat untuk merebut Pak Indra dari Anda! Baiklah kalau itu keinginan Ibu, saya akan resign dari Perdana Enterprise" Marisa akhirnya mengalah.


"Bagus, Marisa! Buktikan kata-kata ini! Kamu tidak boleh lagi datang ke Perdana Enterprise! Kamu bisa urus surat pengunduran diri kamu lewat email pada Bella! Ingat! Pada Bella! Jangan pernah kamu berani menghubungi Indra lagi! Kalian berdua harus benar-benar lose contact! Kamu mengerti maksud saya, kan?! Kalau kamu punya hati dan malu, setidaknya kamu juga punya otak!"

__ADS_1


__ADS_2