My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 180 : Malam Satu Minggu Sebelum Pernikahan


__ADS_3

Marisa kaget sekali saat Indra menarik celana tidurnya sampai ke bawah lutut! Di turunkan nya kedua tangan untuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang hanya tertutup sebuah CD tipis berwarna hitam.


"Kenapa kamu tutupi?! Kamu kan sudah basah sekali!" kata Indra dengan nafas memburu.


"Jangan Dra... Kita belum halal..." kata Marisa gugup.


"Saya tahu. Tapi untuk saat ini saya sudah tidak bisa menahan lagi hasrat ini! Saya bisa sakit! Kepala saya mulai berdenyut sakit!"


"Tahan, Dra... Satu minggu lagi"


"Tidak bisa, Marisa!" Indra menarik penutup terakhir dari tubuh Marisa. Betapapun Marisa coba menahannya, CD tipis itu bisa di tarik dengan paksa oleh Indra sampai ke betisnya! Kini tubuh Marisa polos tanpa sehelai benangpun! Marisa mencoba menutupi bagian bawah tubuhnya dengan kedua telapak tangan.


Mata Indra bergerak liar jelalatan menatapi sekujur tubuh Marisa yang putih mulus dan memiliki bentuk yang luar biasa indahnya! Wajah cantik, rambut panjang, leher jenjang, dada padat berisi, perut ramping yang rata, paha mulus, dan bagian bawah tubuhnya yang paling berharga terlihat sangat menggiurkan walaupun separuh masih di tutupi dengan telapak tangan.


"Jangan terus di tutupi, Marisa! Toh itu akan segera jadi milik saya!" kata Indra gemas.


"Kenapa kamu tega menelanjangi saya seperti ini?!" tanya Marisa pelan. "Kamu sudah berjanji untuk tidak merampas kehormatan saya sebelum kita menikah"


"Saya tidak akan melanggar janji itu. Saya hanya ingin mencicipi sedikit saja dari bagian ternikmat dari tubuh kamu" Indra melepaskan bajunya hingga kini dia bertelanjang dada di samping Marisa. Tubuh Marisa bergetar hebat saat melihat bagaimana tubuh Indra yang atletis dengan otot-otot dada dan perut yang menonjol.


"Maksud kamu?" tanya Marisa gugup.


Indra bergerak menindih tubuh Marisa, di lu mat nya bibir Marisa dengan agak kasar dan entah kapan Indra membuka celananya, tiba-tiba saja Marisa merasakan kalau ada suatu benda keras yang menekan perutnya!


"Aww!!!" Marisa memekik dan spontan mendorong dada Indra hingga lupa pada bagian bawah tubuhnya yang kini bebas tanpa penutup lagi!


Akibatnya bukan berhasil mendorong dada Indra, yang ada kini benda keras yang tak lain adalah senjata utama milik Indra itu jadi bebas menekan tepat di atas milik Marisa yang paling berharga!


Marisa menggigil ketakutan karena merasakan bagaimana senjata milik Indra menggesek-gesek dan menekan-nekan dengan lembut! Rasanya ngilu bercampur dengan nikmat! Karena milik Marisa yang memang sudah basah sedari tadi, maka milik Indra bisa bergerak tanpa terlalu menyakiti Marisa.


"Ah...! Engh...! Oh! Indra... Indra..." Marisa benar-benar merasa keenakan dan tidak sadar mulai membuka kedua belah pahanya agar miliknya bisa merasakan tekanan dan gesekan dari milik Indra dengan lebih kuat.

__ADS_1


"Marisa... Marisa... Kamu nikmat sekali, Sayang...! Padahal saya belum memasukinya!" desah Indra sambil terus menekan-nekan dan menggesek-gesek senjatanya ke milik Marisa.


"Jangan di masukin ya, Dra..." pinta Marisa dengan suara serak.


"Iya, Sayang. Kita gesek di luar saja, ya? Kamu mau kan saya setubuhi seperti ini?" bisik Indra di telinga Marisa sambil tangannya meremasi dada Marisa kiri kanan dengan kuat hingga membuat gadis itu melayang tinggi!


"Iya, Dra... Awh...! Dra... Aduh! Aduh!"


"Kenapa, sayang?!"


"Senjata kamu..."


"Senjata saya kenapa?!"


"Rasanya akan mengoyak milik saya...!"


"Tenang, Sayang... Senjata saya hanya menyundul sedikit di depan gerbang kenikmatan kamu...!"


"Nikmat sekali rasanya, Sayang?!"


"Engh... Iya..."


"Ini baru diluar, Sayang! Tujuh hari lagi benda keras ini akan menembus tubuh indah kamu!"


"Awh... Baru ujungnya saja nikmatnya sudah begini, Dra...!" Marisa terus mengerang dan melenguh. Tubuhnya menggelinjang hebat di sertai mengigit bibirnya sendiri karena tidak sanggup menahan kenikmatan. Pinggul Marisa bergerak perlahan mengimbangi gerakan pinggul Indra.


Indra tidak menyangka kalau Marisa mau mengimbangi gerakan pinggulnya dan hal itu menambah rasa nikmat. Indra pun sampai menggeram saking nikmatnya karena merasakan gesekan antara kedua bagian bawah tubuh mereka kini semakin rapat dan panas.


Indra semakin bernafsu, apalagi di rasakan nya kalau milik Marisa semakin basah sehingga semakin melicinkan gesekan-gesekan di antara tubuh mereka.


"Marisa... Ugh... Marisa..." Indra menggeram sambil memanggil nama Marisa.

__ADS_1


Marisa sendiri sudah tidak bisa menguasai dirinya, tubuh nya yang indah sudah menggelinjang kesana-kemari dengan kedua tangannya meremas apa saja yang bisa di raihnya. Hingga akhirnya keluarlah pekikan keras dari mulut Marisa di sertai tubuh nya yang mengejang.


"Ahk...!!! Indra...!"


Indra bisa merasakan bagaimana tubuh Marisa mengejang dan akhirnya perlahan melemah dengan nafas tersengal-sengal. Indra tidak sanggup lagi menahan dirinya, Indra juga sudah berada di ujung puncak kenikmatan dan siap melepaskan nya.


"Akh... Marisa... Saya tidak tahan lagi, milik kamu hangat sekali...! Basah sekali...! Nikmat sekali...!" Indra menekankan senjatanya hingga ujung kepala dari benda keras tersebut menyeruak masuk kedalam milik Marisa.


Marisa kaget sekali karena merasakan perih dan berusaha untuk mendorong dada Indra di sisa-sisa tenaga yang tersisa. "Jangan di masukin, Dra...! Jangan... Tadi katanya gak akan di masukin...!"


"Iya, Sayang...! Ini tidak saya masukan!" geram Indra.


"Tapi sakit, Dra...!"


"Sebentar lagi saya sampai, Sayang! Tahan!" Indra semakin bergerak liar di atas tubuh Marisa!


Marisa sendiri benar-benar merasa takut jika senjata Indra sampai menembus kedalam milik nya. Di antara rasa takutnya Marisa mulai mengeluarkan suara seperti sedang menangis.


Indra mendekap erat tubuh Marisa untuk menenangkan gadis itu. "Sebentar lagi, Sayang...! Sebentar lagi...! Argh...!" dan akhirnya tubuh Indra mengejang hebat dan menumpahkan seluruh kepuasan nya di atas tubuh Marisa.


Dada Marisa berdebar keras saat merasakan bagaimana semburan dari Indra membasahi tepat di atas milik nya bahkan sampai menyebar ke perut dan pahanya. Banyak dan hangat!


"Indra... Lepaskan saya, saya mau ke air" kata Marisa sambil menatap wajah Indra yang tampak sudah terpejam penuh dengan kepuasan.


Indra sendiri sudah tidak sadar dan langsung terlelap di atas tubuh Marisa. Indra benar-benar merasa puas karena sudah enam bulan lamanya tidak pernah mencapai puncak kenikmatan. Maka setelah semuanya selesai, Indra langsung tertidur.


"Dra! Hey! Bangun Dra! Berat, Dra!" Marisa menepuk-nepuk pipi Indra tapi pria itu sama sekali tidak merespon.


"Ya ampun! Dia tidur! Bagaimana bisa dia tidur di atas tubuh ku dengan keadaan yang basah dan lengket seperti ini!" geram Marisa.


Indra hanya menggeser sedikit posisinya hingga tidak terlalu menindih Marisa dan akhirnya Marisa bisa melepaskan dirinya untuk pergi ke air untuk membersihkan dirinya. Saat kembali ke kamarnya, Marisa melihat bagaimana Indra sudah mendengkur halus.

__ADS_1


__ADS_2