My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 191 : Lewat Virtual


__ADS_3

Selesai makan siang, Andro segera kembali ke kamar Mama dan mendapati ternyata Mama sudah bangun. Mata Mama tampak berbinar begitu melihat putra bungsu nya yang sudah lama meninggalkan rumah kini sudah kembali!


"Andro!" seru Mama.


"Mama!" Andro balas berseru dan segera menghampiri Mama untuk mencium tangannya.


"Andro, Sayang! Kamu sudah pulang, Nak?!" Mama memeluk Andro erat-erat.


"Iya, Ma. Maafkan saya sudah lama tidak pulang. Saya kangen sekali sama Mama!" Andro balas memeluk Mama. Mereka berdua pun saling bertangisan dan melepaskan kerinduan.


Marisa yang merasa terharu memilih untuk membiarkan Mama dan Andro berdua saja. Perlahan Marisa melangkah pergi tanpa menimbulkan suara.


Andro merasa menyesal karena selama ini sudah meninggalkan Mama lama sekali. Hanya karena merasa belum sanggup untuk melupakan Marisa. Padahal berapa jauh nya pun Andro pergi, mau selama apapun, yang namanya rasa cinta tidak akan bisa di lupakan dengan begitu saja.


"Sekali lagi maafkan Andro, Mam. Andro sudah lalai dalam menjaga Mama dan akhirnya Mama sakit" kata Andro.


"Enggak, Sayang. Ini bukan salah kamu! Mama sudah tua, wajar kalau sering sakit-sakitan" kata Mama.


"Tapi Andro merasa sangat bersalah, Mam"


"Kamu jangan tinggalkan Mama lagi ya, Dro!"


"Andro janji gak akan pergi lama-lama lagi. Kalaupun Andro harus pergi, Andro janji akan segera pulang ke rumah"


"Kadang Mama berpikir apakah kamu tidak pulang-pulang ke rumah karena belum bisa menerima kalau Marisa dan Indra sudah menikah..."


"Ya Allah, Mam. Ya enggak lah! Andro menerima dengan ikhlas dan tulus pernikahan Marisa dan Indra!"


"Syukurlah kalau begitu, karena biar bagaimanapun kan Mama yang meminta Marisa agar memilih Indra..."


"Ya Mam, Andro ngerti kok!"


Andro berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaannya di hadapan Mama kalau memang sebenarnya dia memang belum bisa melupakan Marisa dan masih sangat mencintai Marisa.


Mama, Indra, bahkan Marisa sekaligus tidak perlu tahu tentang bagaimana perasaan Andro.


Yang jelas Andro sudah bisa menerima dan mengikhlaskan Marisa menikah dengan Indra.


Walaupun belum bisa melupakan...


*******


Malam harinya Marisa kembali tidur di kamarnya karena Andro yang akan menemani Mama tidur malam itu. Sebelum tidur, Marisa menyempatkan waktu untuk video call dengan Indra.


"Halo. Selamat malam Pak Indra Perdana yang terhormat" sapa Marisa begitu melihat wajah Indra di layar HP nya.


"Halo, selamat malam juga istri saya yang cantik" balas Indra.


"Udah santai belum?"


"Sudah, barusan saya selesai makan malam bersama klien. Kamu sudah makan?"

__ADS_1


"Sudah"


"Oh iya, itu kamu sudah pakai baju tidur. Hey?! Kamu tidur di kamar? Gak nemenin Mama?"


"Enggak"


"Mama sudah baikan? Apa gak sebaiknya kamu temani Mama semalam lagi?"


"Mama sudah semakin membaik, kok. Lagipula ada Andro yang akan menemani Mama malam ini"


"Andro?!" Indra tampak kaget sekali!


"Iya, ada Andro" kata Marisa.


"Dia pulang dari Italia?! Kapan?!"


"Tadi siang"


"Kenapa dia tidak bilang pada saya kalau mau pulang ke rumah?!" nada suara Indra terdengar tidak enak.


"Mungkin belum sempat, atau dia pikir mungkin nanti juga aku akan cerita sama kamu"


"Kok aneh ya?! Selama ini dia tidak pernah pulang. Tapi mendadak hari ini dia pulang disaat aku sedang tidak ada di rumah!"


"Mama yang meminta Andro untuk pulang. Mama kangen sama Andro"


"Oh... Trus kamu sudah bertemu dengan Andro? Kalian bicara apa saja?!"


"Hanya bicara tentang Mama. Tunggu, aku kok merasa kalau suami aku sedang mengintrogasi aku ya?!"


"Ya gak mungkin, Dra! Andro gak mungkin masih menyimpan perasaan sama aku! Aku kan udah jadi istri kamu! Sekarang ini aku dan Andro saudara!"


"Hati orang siapa yang tahu?!"


"Ya Allah..."


"Saya bicara seperti ini karena saya pernah ada di posisi Andro! Saya mencintai kamu dan tidak bisa melupakan kamu padahal kamu saat itu adalah kekasihnya!"


"Udahlah, Dra... Aku capek! Aku video call kamu karena aku kangen banget sama kamu! Bukannya aku mau berdebat sama kamu! Kalau kamu terus-menerus membahas tentang hal yang tidak penting, kita sudahi aja dulu video call nya. Mendingan aku tidur" kata Marisa dengan nada kesal dan terlihat seperti hendak menyudahi video call di antara mereka.


"Its ok, jangan tutup video call nya! Saya juga kangen banget sama kamu! Saya minta maaf kalau saya membuat kamu kesal. Saya cuma merasa khawatir saja kalau kamu bersama Andro saat saya tidak ada di rumah"


"Kamu harus percaya sama aku. Selama kamu gak ada, aku gak akan berbuat macam-macam! Apalagi sama adik kamu!"


"Iya, saya percaya"


"Kamu juga jangan berbuat macam-macam disana!"


"Ya tidaklah! Saya hanya mencintai kamu dan tidak mungkin tertarik pada wanita lain! Istri saya kan sangat cantik dan seksi!"


"Nah gitu dong!"

__ADS_1


"Kamu cantik sekali, Marisa. Saya tidak tahan untuk segera bertemu dengan kamu... Saya ingin menikmati tubuh kamu!"


"Baru kali ini ya kita terpisahkan setelah menikah?"


"Iya, saya jadi ingin segera pulang..."


"Iya, aku juga ingin segera ketemu kamu"


"Buka baju tidur kamu, Mar... Saya ingin lihat tubuh kamu..."


"Apa?! Gak mau ah! Dingin!"


"Please, Marisa..."


"Enggak ah, nanti kamu makin ingin dan jadi pusing"


"Awas kalau saya pulang nanti! Saya tidak akan melepaskan kamu!"


"Iya, aku tunggu kepulangan kamu untuk segera memangsa tubuh ku"


"Saya jadi tidak tahan, Marisa... Apakah kamu tega melihat saya seperti ini?! Ayo sekarang buka pakaian kamu!"


"Untuk apa?!"


"Saya mau melihatnya"


"Iya, ok ok!" Marisa meletakkan HP nya di ujung tempat tidur dan melepaskan pakaian tidur nya sehingga memperlihatkan bagian dadanya yang besar dan masih tertutup bra.


"Buka bra nya, Sayang" kata Indra.


"Dingin ah..."


"Ayo Sayang...!"


"Iya!" Marisa melepaskan bra nya sehingga buah dadanya yang besar itu terpampang jelas di layar HP Indra.


"Ugh! Besar sekali dan tampak sangat lezat!" desah Indra sambil meleletkan lidahnya.


"Apa sih!" Marisa risih.


"Saya tidak tahan ingin meremasi dan menghisap keduanya...!"


"Sudah ya?! Aku kedinginan"


"Kedinginan atau kamu mulai bergairah?!"


"Kalau aku jadi bergairah, memangnya apa yang bisa aku lakukan?"


"Hahahaha! Setidaknya kamu sudah menabung rasa rindu yang nanti bisa di lampiaskan dengan bebas dan liar saat kita bertemu!"


"Idih...!"

__ADS_1


"Coba sekarang kamu buka celana tidur kamu! Saya mau lihat!"


"Indra Perdana yang terhormat, bisakah Anda untuk tidak terus menggoda saya?!"


__ADS_2