My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 234 : Permainan Melati


__ADS_3

Melati terbangun dari tidurnya saat merasakan ada suara getaran dari HP nya. Melati memeriksa layar HP nya dan melihat kalau ternyata Marisa yang sedang menelepon nya. Melati sengaja tidak mengangkat telepon itu dan malah memasukkan HP nya kedalam laci meja di sebelah tempat tidur.


"Mau apa sih pagi-pagi sekali sudah menelepon orang! Menggangu saja! Baru juga jam tujuh! Tidak tahu dia kalau semalaman saya sudah lelah melayani suaminya! Dasar wanita bodoh!" rutuk Melati!


"Pasti Marisa mau menanyakan kepada ku tentang suaminya yang tidak bisa di hubungi! Marisa... Marisa... Suami kamu yang perkasa sedang berbulan madu bersama ku! Hik hik hik! Kamu memang beruntung sekali karena bisa menjadi istri dari seorang CEO tampan, kaya raya dan juga begitu perkasa seperti Indra Perdana! Tapi sayangnya saat ini dia sedang bersama ku dan keperkasaannya itu sedang aku nikmati!


Kamu harus bersabar dulu, Marisa! Nanti juga kamu akan merasakannya lagi! Kamu memang wanita serakah! Baru ditinggal semalam saja sudah kelimpungan! Saya pinjam dulu sebentar suami kamu! Nanti kalau dia sudah puas dengan pelayanan ku, akan segera ku kembalikan!"


Melati kembali tertidur dan terbangun satu jam kemudian. Melati pun segera menyusun rencana untuk semakin meyakinkan Indra kalau dia memang masih gadis perawan! Maka Melati bersiap untuk menunggu sampai Indra bangun tidur. Melati akan bertingkah seolah-olah dia sedih dan syok karena sudah kehilangan kehormatannya.


Setengah jam kemudian Indra baru terbangun pada jam sembilan pagi itu. Saat terbangun Indra mendapati bagaimana Melati sedang menangis didalam selimut. Tampak bahu wanita itu berguncang di sertai suaranya isakan.


Indra segera membawa tubuh Melati kedalam pelukannya dan mengusap-usap punggung nya untuk menenangkan hati wanita itu. "Melati, kenapa kamu menangis? Hey? Cerita pada saya!" kata Indra.


Melati mengangkat wajahnya dan menatap wajah Indra. "Pak Indra..." panggilnya bergetar dengan wajah pucat dan tampak bersedih.


"Ada apa?"


"Saya sudah tidak gadis lagi sekarang..."


Indra menghela nafas panjang dan makin erat memeluk Melati. "Saya minta maaf..."


"Tidak apa-apa, Pak... Ini juga atas keinginan saya..."


"Kamu jangan bersedih. Saya akan memberikan kamu sebuah hadiah untuk kegadisan kamu itu"


"Tidak, Pak! Tidak usah" Melati menggeleng.


"Kenapa?! Saya kan sudah merenggut kehormatan kamu. Kamu juga menangis. Artinya kamu bersedih"


"Tidak, saya tidak terlalu bersedih. Saya hanya kaget saat melihat bagaimana darah keperawanan saya yang banyak sekali..." Melati menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya agar Indra bisa melihat bagaimana seprei hotel yang putih bersih sudah penuh dengan ceceran darah yang sebenarnya adalah darah palsu.


"Iya, banyak sekali" kata Indra prihatin.


"Anda sadis sekali! Saat saya menjerit kesakitan, Anda bukannya melakukan secara perlahan-lahan tapi semakin mendesak nya untuk masuk semakin dalam..."

__ADS_1


"Saya sudah tidak tahan lagi semalam, saya begitu bernafsu untuk menikmati tubuh kamu sehingga saya tidak memperhatikan keadaan kamu yang kesakitan. Saya minta maaf. Semalam kepala saya juga agak pusing. Mungkin kelelahan setelah naik pesawat dan metting kemarin"


"Iya Pak. Saya tidak apa-apa kok"


"Kamu jangan menangis lagi! Sekarang kita makan yuk?" Indra mencubit dagu Melati.


"Iya, saya juga lapar sekali" Melati menyandarkan kepalanya di bahu Indra.


"Kita makan di bawah. Ada restoran seafood yang sepertinya enak. Biar kamar ini di bersihkan dan seprei nya diganti dengan yang baru"


"Malu, Pak! Banyak sekali darahnya!"


"Namanya juga perawan! Hahaha!"


"Enak tidak, Pak?" goda Melati sambil tangannya merayap ke bawah dan menggenggam erat senjata Indra yang mulai mengeras lagi.


"Enak sekali! Buktinya tadi saat hari masih gelap, saya menginginkannya lagi!"


"Bapak suka dengan apa yang sudah saya berikan?"


"Tentu saja saya suka! Saya merasa menjadi pria paling romantis karena bisa menikmati keindahan tubuh kamu untuk yang pertama kalinya!"


"Apakah kamu tidak menyesal, Melati?"


"Tidak, Pak! Sama sekali tidak!" Melati mulai mengocok senjata Indra dengan perlahan.


"Hey! Kamu jangan nakal! Saya bisa memperkosa kamu sekarang juga!"


"Saya tidak keberatan, Pak"


"Tidak, Melati! Kamu harus makan dulu! Kamu harus mengisi tenaga kamu karena setelah ini kita akan melakukannya lagi!"


"Baiklah, Pak Indra!" Melati turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya untuk kemudian pergi sarapan bersama Indra di lantai dasar hotel tersebut.


Selesai sarapan Melati dan Indra kembali ke kamarnya dan mendapati bahwa kamar mereka sudah rapi dan bersih. Indra segera memeluk tubuh Melati dan menciumi bibirnya dengan penuh gairah.

__ADS_1


Melati membalas ciuman Indra dan mereka larut kembali dalam gairah yang panas. Indra sampai tidak ingat untuk sekedar menghidupkan HP nya saking tidak sabaran untuk segera kembali menggeluti tubuh Melati.


"Pak Indra! Apakah kita tidak beristirahat dulu?" tanya Melati saat Indra mulai melucuti pakaiannya.


"Saya sudah menginginkannya lagi!" jawab Indra!


"Tapi sebaiknya Anda menghidupkan dulu HP Anda. Takutnya ada pesan atau telepon dari klien"


"Ini akhir pekan, Melati! Tidak ada yang bisa menggangu saya hari ini!"


"Mungkin ada telepon dari Bu Marisa"


"Dia tidak akan apa-apa! Saya akan menghubunginya nanti setelah saya puas dengan tubuh kamu!"


Melati mengerang nikmat dalam dekapan Indra. Saat itu Indra sudah melahap pucuk buah dada Melati sementara tangan kirinya sedang sibuk dibawah sana untuk memberikan rangsangan pada milik Melati. Sebentar saja Melati sudah tidak tahan untuk segera di masuki kembali oleh Indra.


"Pak Indra... Sekarang, Pak! Saya sudah tidak tahan...?" rengek Melati.


"Kamu sudah ketagihan dengan senjata saya, Melati!" goda Indra gemas sambil terus mempermainkan jari-jarinya dibawah sana membuat gairah Melati semakin tidak terkendali.


"Ah... Bapak nakal! Please, Pak Indra...! Setubuhi saya sekarang...!"


Indra mengehentikan gerakan tangannya untuk kemudian membaringkan tubuh Melati dan melebarkan kedua pahanya dan menindihnya.


"Awwhhh.....!!!!!" Melati menjerit histeris saat merasakan bagaimana tubuhnya di masuki secara kasar oleh Indra! "Pelan-pelan, Pak Indra! Sakit...!!!"


"Lho, ini kan yang kamu pinta sedari tadi?!" geram Indra!


"Tapi bukan dengan kasar begini! Aduh...!"


"Ya sudah, saya biarkan kamu mengambil nafas sejenak" Indra membiarkan senjatanya terbenam di dalam milik Melati yang sedang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan senjata Indra.


Beberapa saat kemudian Melati mulai menggerakkan pinggulnya dan memeluk tubuh Indra. "Sekarang, Pak... Saya sudah tidak sakit lagi..." bisiknya.


"Ugh... Goyangan kamu luar biasa, Melati!" desah Indra dan mulai mengimbangi goyangan pinggul Melati dengan tusukan-tusukan yang beraturan.

__ADS_1


"Ah... Enak, Pak Indra... Uh...! Mantap!" desis Melati keenakan.


Indra pun sibuk menjemput kenikmatan bersama Melati dan baru selesai saat hari menjelang sore...


__ADS_2