
Indra terkekeh geli melihat bagaimana kegiatan Mr Baba selamat berada didalam apartemennya. Indra memang memasang CCTV didalam apartemennya itu agar bisa memantau setiap kejadian yang ada disana.
Dan kini CCTV itu ada gunanya juga, Indra bisa melihat bagaimana Mr Baba asyik memakai tubuh Kayla untuk memuaskan hasrat nya. Kayla bahkan terlihat sudah mulai sadar dan menikmati permainan Mr Baba walaupun dalam keadaan setengah sadar.
"Nah, Kayla! Kamu memang lebih cocok dengan pria yang sudah uzur seperti Mr Baba! Baguslah! Sekarang kamu tidak akan bisa lagi mengganggu saya! Saya sudah cukup menggunakan kamu untuk memanas-manasi Marisa! Sekarang saya sudah tidak membutuhkan kamu lagi! Kalau kamu masih saja bersikap genit pada saya, saya akan menyebar luaskan video mesum kamu bersama Mr Baba ini ke media sosial! Hahaha! Dasar wanita murahan yang bodoh!"
Indra saat itu sedang meneliti CCTV apartemen lewat HP nya yang memang memiliki akses langsung ke CCTV tersebut. Indra melihat semua kegiatan Mr Baba dengan geli. Saat itu Indra sedang berada didalam mobilnya di pelataran parkir apartemen tersebut.
Tiba-tiba Indra teringat pada Marisa. Marisa yang sampai saat ini masih belum bisa dilupakannya! Padahal seminggu lagi Marisa sudah tidak akan bekerja lagi di Perdana Enterprise. Marisa telah berhasil menyelesaikan PKL nya dan akan kembali ke kampus nya untuk menyelesaikan pendidikan tingkat akhirnya.
Andro juga seminggu lagi akan pulang dari Turki dan pasti akan meminta Indra untuk melamar Marisa, sesuai janji Indra. Dan saat waktu itu tiba, Indra akan benar-benar kehilangan Marisa. Sebagai asisten pribadi, sebagai sahabat menemani metting, sebagai hiburan untuk selalu dihina, juga diam-diam sebagai pujaan hatinya.
Indra menghela nafas panjang. "Marisa... Saya tidak bisa mendustai hati saya lagi! Saya benar-benar mencintai kamu! Andai saja saat ini kamu dan saya yang ada didalam apartemen itu dan kita berdua bisa bercinta sebebas-bebasnya! Pasti saya akan berikan apapun yang kamu mau walaupun saya harus kehilangan seluruh harta dan jabatan saya..." kata hati Indra.
"Tunggu dulu! Kehilangan harta dan jabatan?! Tidak, Indra! Apakah kamu sudah gila?! Mau mempertaruhkan seluruh apa yang telah kamu miliki dengan perjuangan berat selama ini?! Hanya demi untuk seorang Marisa?! Si wanita tidak penting itu!" pikir Indra.
"Tapi sungguh, saya mencintai Marisa! Dia ternyata sangat penting untuk saya! Bahkan saya tidak perlu untuk bercinta dengannya! Melihat senyumnya saja sudah membuat saya mabuk kepayang!" bantah hati Indra.
"Tidak! Kamu pasti bisa melupakan Marisa! Ini hanya seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen murahan pembuat batuk! Sebenar saja anak kecil itu akan segera melupakan permen nya dan beralih pada mainan yang lebih menarik!" bantah pikiran Indra!
"Bagaimana bisa jadi seperti ini! Hati dan pikiran saya jadi tidak sinkron begini! Sialan! Gara-gara Marisa, saya jadi mulai tidak waras begini! Awas saja kamu Marisa! Kalau saya sudah berhasil melupakan kamu, akan saya cari dan saya perlihatkan pada kamu betapa cantiknya kekasih baru saya nanti! Saya harap kamu masih bersama Andro saat hal itu terjadi agar kamu menyesal pernah menolak bercinta dengan saya!
__ADS_1
"Dasar wanita pembawa susah! Kalau saja ada obat untuk menghilangkan perasaan cinta ini, berapapun harganya akan saya bayar! Marisa Larasati! Kamu benar-benar membuat saya marah! Kamu harus membayar hutang cinta yang telah kamu pinjam dari hati saya, sehingga saya jadi susah hati seperti ini!"
Indra melayangkan pandangannya kedepan. Tiba-tiba Indra melihat ada mobil Sofie, datang dari arah luar dan parkir di tempat yang jauh dari mobil Indra. Seketika itu juga Indra berpikir, bagaimana bisa Sofie ada disini? Sofie belum pernah datang ke apartemen ini karena ini apartemen khusus yang Indra sewakan pada orang lain, bukan sebagai tempat tinggal pribadinya.
Indra melihat bagaimana Sofie turun dari mobilnya dan tidak mengunci pintu mobilnya kembali. Setelah itu Sofie langsung pergi ke pelataran parkir untuk menuju lobi gedung apartemen. Itu artinya Sofie tidak datang sendirian kesana! Ada seseorang yang ikut dengannya dan sekarang menunggu di mobil! Siapa dia?!
*******
Herman mau tak mau mengantar Sofie ke apartemen Indra yang terletak di kawasan Jakarta Selatan tempat dimana Indra membawa Kayla.
Awalnya Herman menolak karena takut resikonya jika sampai ketahuan Indra. Tapi Sofie tidak mau memberikan Herman uang yang telah di sepakati kalau Herman tidak mau mengantarnya, maka itu dengan sangat terpaksa akhirnya Herman mau mengantarkan Sofie.
"Darimana kamu tahu kalau Indra membawa perempuan murahan itu ke apartemen yang ada disana?" tanya Sofie saat dalam perjalanan menuju apartemen bersama Herman.
Hati Sofie terasa berdarah mendengar jawaban Herman itu. "Indra menyuruh kamu memesan satu buah lingerie?! Keterlaluan! Sampai sebegitu nya dia memperhatikan perempuan itu!" geram Sofie!
"Iya Bu, bahkan Pak Indra meminta saya untuk memesan lingerie berwarna merah menyala agar bisa membangkitkan gairah bercinta!" Herman malah semakin memanas-manasi Sofie!
"Apakah aku selama ini kurang membuatnya bergairah?!"
"Ya namanya laki-laki, cepat bosan, Bu!"
__ADS_1
"Kenapa harus Kayla! Perempuan biasa yang hanya karyawan rendah!"
"Laki-laki itu ibarat kucing, Bu! Sebagaimana di rumah selalu di beri makanan kucing terbaik dengan merk termahal sekalipun, kalau diluar ada yang memberi makan ikan asin, pasti di embat juga!"
"Menjijikkan! Kamu juga laki-laki kan, Herman! Apakah kamu seperti itu juga?!"
"Oh kalau saya ceritanya lain! Saya sudah biasa makan ikan asin, jadi saya tidak akan tergoda oleh makanan kucing yang mahal, karena saya juga tidak mampu untuk membelinya, hahahaha!" Herman malah tertawa terbahak-bahak.
Sofie semakin murung! "Apakah memang di dunia ini tidak ada lagi laki-laki yang setia?" katanya lirih...
Sofie pun tiba di pelataran parkir dan meminta Herman menunggunya didalam mobil. Tanpa Sofie tahu kalau Indra sudah melihat lebih dulu kemunculannya.
"Kamu tunggu disini, Herman. Saya akan menyelesaikan urusan saya sendiri" kata Sofie.
"Apa yang akan Ibu lakukan disana? Menggerebek Pak Indra bersama Kayla"
"Ya, tapi saya tidak akan ribut-ribut. Saya akan berusaha setenang mungkin. Kalau memang Indra sudah tidak mau melanjutkan hubungan dengan saya, saya ikhlas"
"Luar biasa! Semangat, Bu Sofie! Ingat Ibu itu seorang wanita yang cantik dan berpendidikan! Ibu pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari Pak Indra!"
"Amin, terimakasih Herman"
__ADS_1
"Awas jangan bawa-bawa nama saya jika nanti Ibu bentrok dengan Pak Indra!"