My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 226 : Kekecewaan Indra kepada Marisa


__ADS_3

Marisa baru saja selesai mandi dan berpakaian saat Indra pulang ke rumah pada pukul lima sore itu. Indra masuk kedalam kamar tidur mereka dan langsung memeluk Marisa dari belakang seraya menciumi tengkuknya. Kedua tangan Indra yang memeluk mulai bergerak meremasi buah dada Marisa yang besar dan penuh karena masih menyusui Baby Syailendra.


"Selamat sore, Sayang" bisik Indra.


"Selamat sore, tapi aduh! Sakit, Dra! Pelan-pelan dong. Dada aku sakit!" keluh Marisa.


"Saya sedang ingin bercinta dengan kamu saat ini juga!"


"Apa?!" Marisa kaget seraya menoleh kebelakang. "Gak bisa sekarang, Dra. Ini masih sore. Aku juga belum menyusui Baby Syailendra"


"Sebentar saja!" Indra mulai meraba-raba bagian bawah tubuh Marisa dari depan.


"Gak bisa, Sayang... Maaf. Aku takut kalau tiba-tiba Lilis datang kesini dan membawa Baby Syailendra"


"Kan bisa di kunci pintu nya! Ayolah, Marisa! Kamu ini kan istri saya! Saya bisa meminta itu kapan saja saya kehendaki!"


"Please... Gak bisa sekarang. Nanti malam saja ya?"


Indra mendengus kesal dan melepaskan pelukannya pada tubuh Marisa. "Oke! Saya mengerti! Sana cari Baby Syailendra dan susui dia!" geram Indra!


Marisa berbalik menatap Indra dan memegangi kedua pipi nya. "Maafkan akunya, Dra? Aku janji nanti malam kita main sampai puas, ya?"


"Sudahlah! Saya juga sudah tidak ingin lagi!"


"Lho kok gitu? Kamu marah ya?"


"Tidak! Memang tidak seharusnya saya memaksa kamu!"


"Tapi aku tahu kamu kecewa. Wajah kamu cemberut begitu..." Marisa jadi merasa bersalah.


"Sudahlah, Marisa! Saya mau mandi saja!"


Marisa mencoba memegang tangan Indra tapi Indra melepaskan tangannya dari pegangan Marisa dan bergegas pergi ke kamar mandi.


Tinggalah Marisa yang menghela nafas panjang. Marisa merasa sangat sedih karena tahu bahwa Indra telah kecewa karena Marisa menolak keinginannya.


"Ada apa sih sama Indra? Tidak biasanya setelah punya Baby Syailendra dia meminta melakukan hubungan intim di sore hari seperti ini... Itu sering terjadi saat kami baru menikah dulu. Tapi aku jadi tidak enak hati... Aku tahu Indra, dia tidak bisa di tolak ataupun di bantah... Bagaimana ya?!" Marisa jadi bingung sekali. "Apa aku tunggu Indra keluar dari kamar mandi dan segera melayaninya? Tapi aku takut Lilis kesini! Ini jam menyusui Baby Syailendra. Nanti malah jadi nanggung!"

__ADS_1


Marisa akhirnya memutuskan untuk keluar kamar dan menemui Baby Syailendra yang saat itu sedang bersama Lilis dan Mama Renata di ruang keluarga.


"Sini, Sayang. Mama kasih mimi dulu" kata Marisa seraya mengambil Baby Syailendra dari gendongan Lilis.


"Ma... Ma..." Baby Syailendra begitu senang saat melihat kedatangan ibunya. Segera di peluknya Marisa sambil menyusupkan wajahnya di dada kiri Marisa yang sudah terbuka.


"Wah... Haus ya?" kata Marisa seraya tersenyum dan membelai rambut Baby Syailendra yang lebat.


"Iya, Bu. Baru saja saya mau ke atas. Dari tadi Baby Syailendra rewel pingin mimi" kata Lilis.


"Iya, sepertinya Baby Syailendra haus sekali" kata Mama Renata.


"Oh ya?" Marisa dalam hatinya bersyukur karena tidak jadi untuk melayani Indra. Bisa-bisa saat suasana sedang panas-panasnya, Lilis datang dan mengacaukan suasana.


Tapi akibatnya terasa saat makan malam bersama. Indra tampak murung dan tidak banyak bicara pada Marisa. Bahkan saat Marisa menyendok kan makanan ke piring nya, Indra tidak mengucapkan terima kasih seperti biasanya.


Marisa dapat merasakan perubahan sikap Indra yang tidak biasanya. Bahkan setelah selesai makan malam, Indra langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Padahal biasanya Indra akan menyempatkan diri untuk mengasuh Baby Syailendra sejenak sebelum anaknya itu tidur.


Marisa membiarkan Indra masuk kedalam ruang kerjanya dan memilih untuk segera masuk kamar dan meninabobokan Baby Syailendra. Walaupun sebenarnya dalam hatinya Marisa ingin segera menemui Indra untuk meminta maaf atas kekecewaan yang telah terjadi.


"Selamat malam, Melati yang cantik dan menggairahkan" sapa Indra saat melihat wajah Melati di layar laptopnya.


"Selamat malam, Pak Indra. Tumben video call malam-malam" kata Melati heran.


"Saya sedang merindukan kamu!"


"Wah... Masa sih?!"


"Iya, saya ingat terus pada keindahan tubuh kamu yang sangat sempurna!"


"Kan ada Bu Marisa!"


"Marisa di kamar"


"Bapak dimana itu? Di ruang kerja?"


"Iya"

__ADS_1


"Awas lho nanti ada Bu Marisa masuk kesana!"


"Dia sedang menidurkan Baby Syailendra"


"Sebenarnya ada apa sih, Pak? Gak biasanya Bapak menelepon apalagi video call saya malam-malam. Saya merasa tidak enak hati. Pasti Bapak penasaran ya dengan kejadian siang tadi? Maaf ya, Pak... Saya tidak bisa membuat Anda puas tadi... Saya tidak bisa... Saya belum pernah melakukan hal itu..." Melati sok polos dan memasang wajah sedihnya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Saya memang susah puas! Apalagi hanya dengan cara seperti itu! Saya baru bisa keluar setelah main selama kurang lebih satu atau dua jam!"


"Ih... Pengen...!"


"Hahahaha!"


"Pak Indra, kalau begitu Bu Marisa adalah seorang wanita yang kuat ya? Dia bisa melayani Anda selama itu! Ya sudah sekarang Bapak temui saja Bu Marisa di kamar kalian! Trus Bapak puaskan nafsu Bapak yang tertunda tadi!"


"Saya sedang tidak ingin bermain bersama Marisa!"


"Lho? Maksudnya?"


"Saya mau bermain dengan kamu!"


"Ih, Pak Indra! Saya juga mau...! Kan saya sudah bilang, saya ikhlas untuk menyerahkan diri saya seutuhnya sama Bapak..."


"Tapi saya tidak bisa menikahi kamu"


"Tidak apa-apa, Pak Indra! Saya tidak akan pernah menuntut Anda untuk menikahi saya! Malahan saya akan menjadikan pengalaman bercinta dengan Anda sebagai kenangan yang terindah..."


"Saya juga ingin sekali merasakan bagaimana kenikmatan tubuh kamu, Melati... Tadi saya sudah melihat secara langsung bagaimana indahnya tubuh kamu...! Sangat harum, manis dan basah!"


"Saya juga tidak tahan lagi, Pak... Apalagi melihat bagaimana senjata milik Bapak... Pasti nikmat sekali rasanya kalau bisa merobek selaput dara saya...! Tapi katanya sih sakit ya kalau melakukan untuk pertama kali?"


"Sakit tapi nikmat!" geram Indra yang merasakan bagaimana bagian bawah tubuhnya mengeras!


"Saya mau banget, Pak! Kapan Bapak mau merenggut kehormatan saya?!"


"Kamu benar-benar menggoda, Melati!"


"Maafkan saya, Pak... Saya sebenarnya adalah wanita baik-baik! Bapak yang sudah membuat saya jadi begini!" kata Melati lagi-lagi sok polos.

__ADS_1


__ADS_2