My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 88 : Keputusan Indra


__ADS_3

Sofie pulang ke rumahnya dan tidak membicarakan masalah kesehatannya dengan Papa dan Mama. Sofie masih berharap kalau bisa bersama dengan Indra dan menghadapi penyakit ini bersama Indra. Kenapa saat cobaan ini datang, justru di saat Indra memilih pergi dari kehidupan Sofie?!


"Aku bisa lebih kuat kalau ada Indra di sampingku! Aku pasti akan bisa melewati ujian penyakit ini dengan lebih optimis! Aku akan menjalani pengobatan dengan yakin! Aku harap Indra mau memaafkan aku dan kembali bersamaku. Ya, kalau saja aku beri tahu Indra tentang masalah penyakit ini, mungkin saja Indra mau kembali bersamaku! Bagaimanapun kamu sudah lama bersama. Indra pasti masih punya perasaan sayang kepadaku!" batin Sofie dan mencoba untuk menghubungi Indra lewat sambungan telepon.


Indra mengangkat telepon dari Sofie walaupun suaranya terdengar berat seperti orang yang baru bangun tidur. "Halo"


"Dra, selamat pagi. Kamu udah sarapan?" sapa Sofie.


"Mau apalagi kamu menghubungi saya?! Saya kan sudah bilang kalau saya tidak mau ada hubungan lagi dengan kamu dan kita sudah selesai!" bentak Indra!


"Dra, dengerin aku dulu. Aku minta maaf soal kemarin. Aku kelewat cemburu dan mencurigai kamu yang bukan-bukan"


"Saya sudah memaafkan kamu. Kamu mau bicara apalagi sekarang? Kalau sudah selesai, saya akan menutup teleponnya dan melanjutkan tidur saya!"


"Dra, sebentar! Dengerin aku dulu! Aku ada dalam masalahnya besar! Aku kemarin pingsan di koridor dan dibawa ke klinik oleh room boy di apartemen kamu!"


"Hm" Indra hanya bergumam seolah apa yang Sofie katakan tidak penting untuknya.


Sofie menelan ludah sendiri, laki-laki yang selama ini bersamanya dan menjadi tunangannya, sekarang bersikap seolah tidak pernah ada perasaan di antara mereka berdua!


Kenapa seorang laki-laki bersikap baik kalau sedang ada maunya saja?! Setelah dia mendapatkan apa yang di inginkan nya, dua bisa membuang kamu kapan saja dia mau!


"Dra, aku sudah memeriksakan kesehatan aku ke rumah sakit. Dan kamu tahu aku kenapa, Dra? Aku di vonis dokter menderita kanker stadium empat! Aku harus segera menjalani pengobatan dan kemoterapi! Atau nyawaku gak akan tertolong lagi!" Sofie menceritakan penyakitnya dengan menghiba, berharap Indra bisa menaruh belas kasihan.

__ADS_1


"Apa? Kamu menderita kanker stadium empat?!" suara Indra terdengar datar.


"Iya, Dra! Aku takut! Aku gak sanggup menerima kenyataan ini! Aku butuh kamu! Aku gak bisa menghadapi ini sendirian!" ratap Sofie setengah emosional.


Indra terdengar mendengus kesal. "Saya turut prihatin dengan kondisi kesehatan kamu. Tapi kamu jangan khawatir! Kanker itu bisa di obati dan di sembuhkan! Teknologi medis di Singapura sudah sangat maju dan berkembang pesat! Kalau kamu mau, saya bisa rekomendasikan kamu untuk berobat ke Singapura"


Sofie sampai berlinang air mata mendengar kata-kata Indra yang masih menaruh perhatian padanya. "Makasih, Dra! Kamu baik sekali! Kapan kamu bisa merekomendasikan pengobatan aku?"


"Secepatnya! Penyakit kamu harus segera mendapatkan pengobatan yang tepat! Saya ada kenalan seorang dokter di Singapura. Beliau adalah dokter pribadi Papa saya dulu"


"Ya Allah... Makasih Dra! Kalau begitu kamu segera saja merekomendasikan aku agar bisa segera berobat kesana!"


"Oke!"


"Setelah itu kita bisa segera berangkat ke Singapura!"


"Iya, kita!"


"Maaf Sofie, saya tidak bilang kalau saya akan mendampingi kamu untuk berobat ke Singapura! Saya hanya bantu merekomendasikan kamu saja! Kamu bisa ke Singapura dengan salah satu anggota keluarga kamu. Saya tidak bisa ikut menemani kamu"


"Kenapa, Dra?!" Sofie sedih sekali mendengar kata-kata Indra.


"Saya bilang saya sudah tidak ingin lagi bersama kamu! Saya tidak lagi mencintai kamu! Saya mencintai wanita lain!"

__ADS_1


Sofie merasa seperti di sambar petir dan dadanya langsung terasa sesak! "Siapa, Dra?! Siapa wanita yang kamu cintai itu?!" desak Sofie.


"Saya rasa tidak ada gunanya kalau saya terus menyembunyikan perasaan saya! Saya mencintai Marisa! Bukan kamu ataupun Kayla! Saya tidak bisa menahan perasaan ini! Dari awal saya bertemu dengan Marisa, saya sudah terpikat pada gadis itu! Saat ini hanya Marisa wanita yang saya inginkan!" kata Indra berterus terang.


Suara isakan Sofie mulai terdengar memilukan.


"Saya minta maaf, Sofie. Dari awal perjodohan kita pun sebenarnya saya tidak pernah mencintai kamu. Saya hanya menuruti keinginan Mama. Saya pikir saya bisa menjalani hubungan tanpa cinta dengan kamu. Tapi setelah saya mengenal Marisa, saya sadar tidak ada gunanya saya menjalani hubungan dengan kamu kalau hati saya mencintai Marisa. Sekarang kamu terima saja keputusan saya ini. Semoga kamu cepat sembuh dan selamat tinggal"


*******


Marisa bangun kesiangan di hari Minggu pagi itu. Semalam Marisa tidak bisa tidur. Pikirannya terus tertuju pada Indra. Bagaimana selama satu minggu ini Indra terus saja menyakiti hati Marisa dengan bersikap kasar. Kalau hanya bersikeras kasar, itu sudah biasa. Sudah hampir tiga bulan bekerja di Perdana Enterprise, Marisa sudah kebal dengan segala sikap kasar dan arogan Indra.


Tapi ini selama satunya Minggu ini Indra terus saja bermesraan dengan Kayla di depan matanya Marisa, seolah Marisa hanya seekor nyamuk yang tidak usah di anggap, anehnya hati Marisa terasa sakit!


Dan kini akibat kemesraan Indra dan Kayla, Sofie menyangka kalau Marisa yang ada hubungan gelap dengan Indra. Bahkan kemarin Sofie telah menampar wajah Marisa! Untungnya Bella dan Herman bisa bantu menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Bagaimana sekarang keadaan Bu Sofie dan Pak Indra? Apakah mereka bertengkar? Apakah Bu Sofie berhasil menemukan Pak Indra dan Kayla? Bu Sofie tampak sakit hati sekali. Tapi bukan hanya dia, aku juga merasa sakit! Aku tidak rela kalau Pak Indra bersama Kayla! Kayla wanita yang jahat! Kalau bisa aku lebih memilih Pak Indra tetap bersama Bu Sofie" batin Marisa.


"Aku harap aku tidak terus terbawa dalam permasalahan antara Pak Indra dan Bu Sofie. Aku lelah! Ya Allah... Aku capek! Sabar... Satu Minggu lagi aku akan bisa terlepas dari belenggu permasalahan yang ada diantara aku, Pak Indra, dan Bu Sofie. Aku pasti bisa segera melupakan Pak Indra dan memulai satu hubungan yang serius dengan Andro!" harap Marisa.


Baru saja Marisa berharap untuk tidak terbawa lagi dalam permasalahan antara Indra dan Sofie, siang itu Marisa mendapat pesan WA dari Sofie kalau Sofie meminta Marisa agar bisa menemuinya di sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat kosan Marisa.


"Ada masalah apa lagi, Bu? Saya tidak enaknya badan. Saya mau istirahat hari ini" kata Marisa lewat pesan WA pada Sofie.

__ADS_1


"Saya harap kamu datang! Kafe yang saya pilih juga tidak jauh dari tempat tinggal kamu! Kalau perlu nanti kamu saya antarkan pulang!" balas Sofie setengah memaksa.


Marisa akhirnya menyetujui untuk bertemu dengan Sofie siang itu.


__ADS_2